
Astuti menatap monitor yang memperlihatkan masing-masing body cam di tubuh semua keluarga klan Pratomo yang menyerbu rumah milik Hideo. Wanita itu ikut mengawasi bersama Raymond, Javier, Bryan dan Fabio.
Entah mengapa jantungnya berdebar-debar cemas memikirkan suami tampannya. Feeling seorang istri mungkin? Astuti berusaha menghilangkan kecemasan yang muncul dalam hatinya.
Rama sendiri satu tim bersama Pandu, Anarghya dan Anandhita. Astuti agak tenang karena Anarghya dan Anandhita sama-sama jago menembak.
Kericuhan mulai terjadi dan rencana yang disusun pun bisa meleset di lapangan. Apa yang ditakutkan Astuti pun terjadi. Suaminya Rama tertembak di bagian betis dan langsung ditolong adiknya Anandhita yang sedang mengambil spesialis bedah.
"Mbak Tuti tenang saja. Ini Dhita mencoba mengambil pelurunya" ucap Anandhita berusaha menenangkan kakak iparnya.
"Sayang, cuma kena betis kok" cengir Rama di body cam Anadhita.
"Cuma betis? Cuma betis? Tetap saja kena tembak mas!" bentak Astuti kesal yang membuat semua orang terpaksa menjauhkan earpiece nya akibat amukan wanita manis itu.
"Astaghfirullah! Mbak Tuti, kupingku masih dipakai ini!" omel Hoshi kesal dengan sahabatnya Falisha yang sama emosian dengan sepupunya yang lain.
Astuti baru bisa meredam emosinya setelah Javier menepuk tangannya lembut. "Rama nggak papa, Tuti. Don't worry" senyum Javier.
"Hadduuhhh... beneran aku panik Opa" ucap Astuti.
"Wajar lah sebagai seorang istri pasti kepikiran" timpal Raymond.
"Rama kuat kok Tut. Sabar aja."
Malam itu tidak hanya Rama yang kena tembak tapi Ayrton pun terkena tembakan di punggung dan Joey serta Anarghya segera memberikan pertolongan pertama.
Setelah pertempuran itu, akhirnya Fayza berhasil dibawa pulang oleh Hoshi dan Bima setelah sebelumnya semua orang terkejut karena bumil itu hanya ingat Bima seorang.
***
Rama melongo tidak percaya mendengar cerita dari Hoshi kalau istrinya membanting Hideo usai sidang dengan para duta besar tiga negara.
"Yang bener Hosh?" tanya Rama ketika Hoshi menelponnya.
"Iya mas. Parah bini lu. Kena tembak betis aja ngamuknya mpe kayak gitu padahal Mariana yang tahu si Ayrton kena tembak punggung saja, biasa saja."
"Hosh, Mariana kan nggak bisa beladiri, wajar lah. Kalau istri aku kan memang bisa."
"Sejak kapan mas Rama tahu Astuti bisa bela diri?" tanya Hoshi bingung.
"Dari jaman pacaran."
Suara pintu terbuka di ruang rawat Rama membuat pria ganteng itu menoleh. "Udah dulu ya Hosh, Astuti sudah datang."
"Oke mas."
__ADS_1
***
"Sayang, kamu tuh lagu hamil, mbok ya hati-hati tho. Masa main banting Hideo pakai sepatu tujuh Senti?" ucap Rama saat keduanya berada dalam satu tempat tidur pasien. Rama meminta Joey untuk memberikan tempat tidur yang besar karena istrinya tidak bisa tidur tanpa memeluk dirinya.
Astuti yang berada di pelukan Rama hanya terdiam sedangkan suaminya dengan lembut mengusap lengan istrinya yang putih mulus.
"Sayang? Oi?" Rama menundukkan wajahnya dan tersenyum melihat Astuti tertidur. "Owalaahhh nak, mommymu tuh capek habis banting orang jadinya langsung merem." Tak lama Rama pun menyusul ke alam mimpi.
Besok mereka semua akan kembali ke New York dan hukuman dilarang masuk Italia ke semua anggota keluarga Pratomo kecuali Bagas Hadiyanto, efektif per Senin lusa.
***
New York, USA
Rama dan Astuti menuju ke rumah sakit Mount Sinai untuk memeriksakan luka di betis serta kehamilan wanita manis itu.
Dokter yang memeriksa luka di betis Rama menyatakan bahwa dalam waktu seminggu akan membaik karena sudah mulai menutup dan mengering. Rama bersyukur karena pada saat itu, adiknya Anandhita lah yang dengan cekatan mengobati dirinya.
Usai memeriksakan kondisi kaki Rama, kini mereka berada di dokter obgyn dan yang membuat keduanya terkejut adalah, Astuti ternyata sudah mengandung delapan Minggu. Hanya karena perutnya belum terlalu tampak, tak heran keduanya tidak tahu kalau Astuti hamil.
"Tapi kayaknya bener sih Tut. Soalnya dua bulan terakhir ini kan aku jarang absen dan kamu tidak dapat periode mu kan?" Rama menoleh ke arah istrinya yang sedang menyetir.
"Kan kita berhubungan di selang seling mas jadi nggak ngeh" senyum Astuti.
***
Keduanya pun memberi tahukan kepada semua anggota keluarga yang masih berada di New York yang langsung antusias mendapatkan kabar bahagia itu.
Arjuna memeluk Rama dan Sekar memeluk Astuti begitu juga dengan Rajendra dan Aruna yang bahagia adik dan iparnya akhirnya mendapatkan apa yang diinginkan.
Elang dan Rain yang tinggal di London pun tak kalah antusias begitu juga dengan ayah Astuti, Pak Mulyono dan ibu Astuti yang tinggal di Brunei Darussalam. Setelah pernikahan, hubungan antara Astuti dan ibunya pun membaik. Bagaimana pun, dia tetap seorang ibu yang melahirkan Astuti di dunia dan Astuti tidak mau dicap menjadi anak durhaka.
***
Tujuh Bulan Kemudian
Rama menatap tidak percaya saat menggendong bayi mungil yang memiliki wajah perpaduan antara dirinya dan Astuti.
Ya pagi tadi Astuti melahirkan seorang bayi perempuan mungil dengan prosesi normal. Bayi cantik itu lahir dengan berat 3,4 kg dan panjang 50cm. Yang membuat Astuti dan Rama bersyukur adalah putri mereka normal, sehat dan sempurna. Seira Hayami meminta agar putri Astuti dan Rama akan menjalani test pendengaran sekitar dua hari kedepan hingga enam bulan karena tuli kongenital dari faktor genetik.
Para anggota keluarga Pratomo dan ayah Astuti yang memang dijemput untuk datang ke New York, tampak senang melihat bayi cantik itu bahkan Nadira, putri Rajendra dan Aruna merasa senang akan mendapatkan adik perempuan setelah dirinya sebal dengan Eagle, adiknya sendiri.
***
"Jadi harus menunggu dua hari baru tahu kondisi putrimu?" tanya Arjuna ke Rama saat mereka berada di ruang rawat inap Astuti.
__ADS_1
"Kata Tante Seira sih begitu tapi aku dan Astuti tidak mempermasalahkan kondisi Deya bagaimana karena kami sudah siap sebelum menikah" senyum Rama.
"Alhamdulillah kalau kamu sudah siap, dik." Rajendra tersenyum. "Namanya siapa?"
"Savrinadeya Aisyahzaara McCloud artinya wanita yang membela kebajikan dengan harum bunga Lily." Rama melihat wajah Arjuna sedikit terkejut. "Maaf Dad, tapi bagaimanapun mama Lily kan memang menjadi bagian keluarga soalnya kalau nggak, ini bocah kagak nongol" kekeh Rama sambil menunjuk ke Rajendra.
"It's okay Ram, Dad suka nama itu, cantik seperti cucu Daddy." Arjuna menepuk bahu putranya.
***
"Duh, mbak... Deya cantik sekali" puji Fayza yang datang bersama Hideo dan Shinichi. Mereka bertiga memang masih berada di New York karena Fayza mau menunggu sampai Astuti lahiran baru kembali ke Tokyo Jepang.
"Alhamdulillah Fay. Hideo, maaf ya kemarin aku banting kamu" Astuti menatap pria berdarah Korea Selatan itu dengan senyuman.
"Tidak apa-apa, Tuti. Wajar jika kamu kesal padaku" senyum Hideo.
"Namanya cantik banget! Duh kalau aku nggak ingat kita masih ada hubungan darah, mau deh jodohin Shin dengan Deya" gelak Fayza yang membuat semua orang disana melongo.
"Yang benar saja kamu Fay" kekeh Ashley Sky ke arah putrinya.
"Habis gemes Dad, Deya cantik."
Astuti dan Rama saling berpandangan dan bersyukur keluarganya yang sempat gegeran, sekarang saling mendukung dan kembali seperti semula, guyub.
I love you. Rama memberikan ucapan itu kepada istrinya.
I love you too.
*** END ***
Yuhuuuu mas Rama n Astuti dah selesai ya. Kan memang hanya menceritakan hubungan keduanya saja sebelum akhirnya menikah.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Bonus Visual di bawah Yaaaa
__ADS_1