Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Tertangkap!


__ADS_3

Pagi ini Rain dan Jean Marie bersiap berangkat ke toko kue seperti biasanya. Tak lupa mereka mengenakan rompi anti peluru yang dipinjamkan oleh Gozali. Rain tampil cantik seperti biasanya dan Jean Marie tetap dingin.


Keduanya berangkat menggunakan Alphard Vellfire hitam milik Rain dengan kecepatan sedang. Di belakang mereka tampak mobil Mercedes G65 milik Edward yang ditinggal di rumah Stephen Blair mengikuti mereka. Duncan yang menyetir di dalamnya dan duduk di sebelahnya adalah Elang.



Keduanya sudah mempersiapkan diri dengan rompi anti peluru yang dipakai dibalik kaos hitam mereka. Para agen Interpol dan petugas Scotland Yard pun sudah berjaga-jaga disekitar sana.


Melihat mobil Alphard Vellfire Rain sudah masuk ke parkiran ruko, Duncan menjalankan mobilnya melewati ruko untuk mengurangi kecurigaan Samuel.


Rain dan Jean Marie turun dari mobil dan seperti diminta oleh pihak Scotland Yard, dia memakai kamera kecil dibalik jaket Jeansnya. Semalam mereka memang kembali briefing dengan para agen dan Rain dengan yakin bisa melakukan misinya.


"Pagi nona Rain, pagi nona Jean" sapa Pak Sam ramah tampaknya dia sedang menyapu rukonya.


"Pagi pak Sam" balas Rain ramah seperti biasanya.


"Kemarin kemana non, kok nggak datang ke toko?"


"Kemarin saya kurang enak badan jadi istirahat dulu di rumah. Sekarang sudah siap bekerja lagi."


"Ohya non, kemarin ramai lho tokonya" ucap pak Sam.


"Iya pak, Tini sudah laporan ke saya. Mari pak Sam" pamit Rain yang diikuti anggukan Jean.


"Silahkan non."


Rain dan Jean masuk ke dalam toko, keduanya melihat para pegawai seperti biasa sibuk membuat adonan kue. Pagi ini menunjukkan pukul tujuh.


"Nona, mereka sudah siap" bisik Jean Marie.


Rain pun mengangguk. "Tini, tolong pintunya dikunci."


"Kenapa mbak?" tanya Tini bingung melihat bossnya menyuruh mengunci pintu depan.


"Kunci saja. Dengarkan mbak kalian berlima, apapun yang terjadi, jangan keluar dari dapur ini! Mengerti!" desis Rain agar tidak terdengar siapapun.


Kelima pegawai Rain sudah hapal dengan sikap Rain yang jika bersikap serius seperti itu, berarti benar-benar harus dipatuhi.


"Baik mbak!" jawab kelimanya tanpa bertanya lagi.

__ADS_1


"Kunci pintu dapur dan kalian akan aman disini."


Tini lalu mengunci pintu dapur dan mematikan semua oven dan kompor agar tidak panas dan AC dibuat suhu yang semua orang bisa bernafas.


"Berbuatlah kalian tetap seperti membuat adonan" perintah Rain. Kelimanya mengangguk.


Para agen Scotland Yard dan Interpol sudah mulai mengepung ruko Rain dan mereka tetap berada di dalam toko. Jean menyiapkan Glock di tangannya sedangkan Rain dengan PPK.


Tini dan keempat rekannya terkejut melihat nonanya membawa pistol.


"Pasti ada sesuatu Tin, kalau nggak mbak Rain nggak sampai mengeluarkan pistolnya" ucap Dina yang pernah menemani Rain latihan menembak.


Dari Dina semua tahu kalau Rain memang jago menembak tapi mereka mengira hanya hobi orang kaya.


"Kita disini saja. Kalau terjadi tembak menembak, kita sembunyi di bawah meja dapur, bertiarap." Tini memerintah kepada rekan kerjanya.



***


Elang dan Duncan sudah berada di ruko Rain dengan menggunakan baju hitam-hitam dan jaket kulit. Keduanya tampak tegang dan masing-masing pun memegang Glock dan SIG di tangan.



Elang dan Duncan berjaga-jaga di depan pintu toko kue Rain dimana gadis itu dan Jean juga berdiri disana dengan pistol di tangan.


Setelahnya beberapa agen membawa Samuel McCloud dalam keadaan tertembak di daerah bahu. Tangan pria itu terborgol di belakang dan Elang memberikan kode kepada Rain untuk keluar karena kondisi sudah kondusif.


Rain keluar dan disambut dengan pelukan dan ciuman di pelipisnya oleh Elang. Samuel dimasukkan ke dalam mobil dan langsung dibawa ke bandara untuk diterbangkan ke Inggris dengan pesawat yang disewakan oleh Edward Blair.


Duncan dan Elang diijinkan masuk ke dalam ruko tempat Samuel tinggal.


"Aku lihat kesana dulu baby" bisik Elang kepada Rain yang dijawab anggukan oleh gadis itu.


Mereka masuk dan betapa terkejutnya bahwa Samuel bukan satu-satunya yang mengincar Rain karena ada satu orang lagi.


"Kenapa orang ini mau bekerjasama dengan Samuel?" tanya Duncan tidak habis pikir karena mereka sudah berteman lama.


"Aku tidak tahu! Gawat! Rain mengira sudah aman!" Elang bergegas turun dari lantai dua ruko Samuel dan menuju tempat Rain berdiri menunggu mereka. Betapa terkejutnya mereka ketika melihat Rain sudah ditahan oleh Ejin dengan pistol Glock di pelipisnya. Jean sendiri tampak terkapar dengan kepala berlumuran darah, sedangkan keempat pegawai lainnya pun tampak ketakutan bersembunyi di bawah meja pastry.

__ADS_1


"Ejin! Stop!" seru Elang sambil tangannya melakukan gerakan menahan ke arah gadis itu. Agen Scotland Yard yang berada di belakang Elang dan Duncan sudah menodongkan senjatanya kearah Ejin.


"Kamu merusak semuanya! Kamu merusak rencanaku dengan Kakek!" teriak Ejin.


"Kakek?" bisik Rain. "Samuel McCloud adalah kakekmu?"


"Ya! Dia kakekku! Kakek yang selalu dibuang dari keluarga McCloud dan tidak memiliki hak apapun dari harta klan!"


"Tapi kakekmu yang merusak semuanya, Jin!" seru Elang.


"Bohong! Kakekku adalah orang yang paling berhak memimpin klan McCloud! Bukan kamu atau Glenn! Dan aku bersyukur kamu sudah membunuhnya jadi aku tinggal membunuh mu, Elang!" Ejin tertawa seperti orang gila.


"Ketika kamu datang ke toko Rain, aku seperti mendapatkan lotere! Aku langsung menghubungi kakek dan dia langsung menyewa ruko di sebelah ini. Kulitnya menjadi gelap karena dia memilih tinggal di Flores dan kalian Scotland Yard tidak ada yang bisa menemukannya!" Ejin tertawa mengejek yang terdengar mengerikan.


"Hanya karena CCTV yang dipasang di lampu itu, kakekku ketahuan olehmu, Lang! Seharusnya kemarin aku dan kakek menghabisi gadismu ini tapi dia tidak masuk! Hari ini harusnya kuhabisi dia!"


Ejin segera menarik pelatuk hendak menembak Rain ketika Duncan menembak kaki Ejin yang membuat dirinya terjatuh dan Elang kemudian menarik Rain dalam pelukannya.


Namun ketika hendak membawa Rain pergi, Ejin menembak punggung Elang yang membuatnya tersungkur hingga keduanya jatuh lalu sebuah tembakan mengenai dada Ejin yang ditembakkan oleh agen Scotland Yard. Gadis itu tewas seketika.


Rain yang masih ditimpa tubuh besar Elang berusaha membuat pria itu bangun.


"Hei! Lang! Ayo bangun! Berat ini!" ucap Rain namun Elang tidak bangun juga. Rain mengelus rambut Elang namun dia malah menemukan darah di punggung pria itu.


"Abang! Abang! Elang tertembak!" teriak Rain panik.


Duncan yang sedang memeriksa Ejin langsung menoleh dan segera membuka jaket kulit Elang dan tampak darah yang terdapat diantara leher dan pundaknya yang tidak tertutup rompi peluru.


Siaaalllaaaaannn!!!


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2