
Rain mulai belajar menyusui Arjuna setelah mendapatkan bantuan dari Ayame dan Ingrid. Tak jarang ketiga mama cantik itu melakukan acara menyusui bersama di kamar rawat inap Rain. Elang, Mamoru dan Eiji sangat mendukung demi pemulihan Rain.
Selama dua Minggu Ayame dan Ingrid menemani Rain dan sekarang mereka sekeluarga pun kembali ke Tokyo dan Amsterdam.
Kini Rain sudah diperbolehkan pulang ke kastil setelah dua bulan dia tinggalkan. Para pelayan dan pegawai Elang di kastil pun ikut berbahagia melihat nyonya mereka kembali sehat sedia kala. Elang sendiri semakin over protective ke istrinya karena dia tidak mau Rain mengalami hal-hal yang membuatnya nyaris hilang separuh jantungnya.
"Rain? Juna sudah boboks?" bisik Elang ketika melihat Rain selesai menyusui putranya.
"Sudah. Ini mau aku pindah ke box" jawab Rain sambil berbisik juga. Pelan-pelan dengan penuh kasih sayang, Rain memindahkan putra tampannya ke box.
"Ya ampun, aku bersyukur sekali bisa bangun dan menikmati wajah tampan putraku." Rain mengelus pipi Arjuna dengan jari telunjuknya.
Elang memeluk istrinya dari belakang. "Kamu masih mau hamil lagi buat adiknya Juna?"
Rain menggeleng. "Jujur aku trauma, Lang. Aku mendengar kamu berteriak memanggil namaku, mendengar lagu Winter Wonderland namun aku tidak bisa bangun. Ingin aku membuka mata tapi entah kenapa tidak mampu hingga aku merasakan pipiku dielus oleh tangan mungil dan aku merasa... 'Ini tangan anakku, Juna. Bangun Rain, Juna mencarimu' ... Alhamdulillah aku bisa membuka mataku."
"Aku juga trauma melihat mu seperti itu Rain. Kamu nggak papa kita hanya punya Arjuna?" tanya Elang.
"Harusnya aku yang bertanya soal itu padamu, Lang." Rain membalikkan tubuhnya menghadap suaminya.
"Aku hanya memikirkan keadaanmu Rain. Aku tidak mau kejadian kemarin terulang dan jika boleh memilih, aku tidak mau kamu hamil lagi. Kita punya Arjuna saja sudah cukup." Elang memeluk Rain. "Yang penting kamu sehat dan selalu bersamaku, aku sangat bersyukur."
Rain mengalungkan kedua tangannya ke leher Elang.
"Aku mencintaimu, Jeremy Eagle McCloud."
"Aku selalu mencintaimu Rain Maliqa Reeves McCloud."
***
Dua Puluh Dua Tahun Kemudian...
"Kamu mau kemana?" tanya Rain melihat putranya sudah berdandan rapi dan tampak sangat tampan.
"Jemput Kai ma. Dia lagi dikejar-kejar cowok terus meminta aku menjadi pacar bohongannya" kekeh Arjuna Samudera Reeves McCloud.
"Astaga anak itu!" kekeh Rain. "Memang siapa yang mengejar Kaia?"
"Aku belum tahu sih tapi kalau dia sampai berani ngejar Kaia, berarti dia benar-benar jatuh cinta dengan cewek zonk cinta-cintaan itu" gelak Arjuna sambil memakan brownies buatan sang mama.
"Siapa yang zonk? Eh tumben kamu dah rapih, boy" sapa Elang sambil mencium pipi Rain.
"Mau jemput Kaia pa."
"Tumben anak itu minta dijemput" gumam Elang.
"Ada cowok ngejar Kaia tapi Kaia kan memang payah soal asmara jadi minta Arjuna jemput dia" kekeh Rain.
"Astaga anaknya Duncan tuh ya" kekeh Elang.
Suara notifikasi muncul di ponsel Arjuna dan wajah pria tampan itu tersenyum lebar.
"Kenapa sayang?" tanya Rain.
"Levi berantem lagi dengan Oom Eiji dan sekarang nggak mau pulang ke Tokyo."
"Ini kenapa sih generasi anak-anak pada amburadul semua?" kekeh Rain.
__ADS_1
"Biarkan anak-anak menikmati fasenya berkembang sayang. Nanti kita jadi jalan-jalan keliling Boston?" tanya Elang.
"Jadilah!" Semenjak Rain mengalami koma, Elang selalu mendampingi istrinya kemana dia mau. Seperti sekarang, Rain ingin ke Boston sebelum ke New York hanya untuk jalan-jalan dan Elang pun menyanggupinya apalagi ada Abian dan Ryoma disana.
"Aku jemput Kaia dulu ya." Arjuna lalu mencium pipi Rain dan Elang.
"Hati-hati nak" pesan Rain yang dijawab anggukan Arjuna.
***
Elang dan Rain sekarang berada di New England Aquarium di kota Boston. Rain yang memang suka binatang, sangat menikmati jalan-jalan bersama dengan suaminya yang masih tampan meskipun sudah kepala lima.
"Wah, aku suka sekali disini." Mata indah Rain tampak berbinar melihat aneka ragam fauna laut.
Elang hanya memandang istri cantiknya dengan perasaan sayang. Semenjak bangun dari koma, Elang memang bertekad untuk membahagiakan Rain dengan cara apapun meskipun Rain tidak pernah meminta sesuatu yang aneh-aneh.
Tapi ketika tahu putranya ada di Boston, Rain pun ingin berada bersama putranya dan Elang pun tidak menolak keinginan istrinya.
"Senang sayang?" tanya Elang sambil menggandeng istrinya.
"Senang sekali. Aku suka tempat ini." Rain menatap wajah suaminya. "Terima kasih sayangku."
Elang memeluk dan mencium kening istrinya.
"Aku yang berterima kasih padamu karena kamu masih bersama kami hingga sekarang setelah aku takut akan kehilangan mu selamanya" bisik Elang.
Rain membalas pelukan Elang dengan erat. Keduanya pun berjalan-jalan lagi menikmati aquarium raksasa itu.
***
Rhea yang kedatangan kedua sepupunya sangat bahagia melihat keduanya dalam keadaan sehat dan semakin mesra.
"Kemarin habis dari Boston. Rain pengen kesana sekalian bertemu dengan Arjuna dan Levi" ucap Elang.
"Bang Duncan kemana Rhea?" tanya Rain.
"Ngantor lah! Mana anaknya malah minggat ke Boston bukannya kerja" gelak Rhea santai. "Jadi papinya yang gantiin kerja sekarang."
"Masih bekum mau pacaran Kai?" tanya Rain.
"Ya ampun anak itu benar-benar deh, polosnya minta ampun! Zonk soal hubungan lawan jenis dan aku merasa karena dia terlalu dekat dengan sepupu-sepupunya jadi cueknya minta ampun!" ucap Rhea dramatis. "Kayaknya niru omanya deh!"
Elang hanya menatap Rain geli. "Kamu juga polos lho Rain awal kita ketemu. Apalagi setelah menikah malah membuat aku semakin gemas padamu."
Wajah Rain memerah mendengar ucapan Elang.
"Apa aku ketinggalan sesuatu?" tanya Rhea dengan wajah kepo.
Elang kemudian bercerita tentang bagaimana Rain pada malam pertama dan Rhea melongo bahwa sang mama mertua lah yang menyembunyikan keduanya waktu malam pengantin.
"Astaga mama!" gelaknya. "Jadi kalian dan mas Ghani diselamatkan oleh mama."
Siang itu ketiganya saling berbincang tentang masa muda dan anak-anak mereka.
***
Rain dan Elang sekarang berada di sebuah restoran di daerah Manhattan tempat mereka melakukan dinner romantis.
__ADS_1
Mata Rain tak henti-hentinya berbinar-binar melihat pemandangan kota New York dari jendela restauran yang mereka datangi.
"Rain" panggil Elang yang membuat wanita itu menoleh. Mereka memang memilih tempat yang private tanpa ada gangguan dari pengunjung lain.
"Apa Elang?" tanya Rain.
Elang pun berlutut di depan Rain dan membuka kotak yang berisikan sebuah kalung bertahtakan berlian berbentuk snowflake.
"Happy anniversary my wife" senyum Elang yang membuat Rain melongo. Kenapa aku bisa lupa kalau hari ini ulang tahun pernikahan kami?
Elang mengalungkan kalung itu di leher Rain yang polos.
"Cantik" bisik Elang sambil mencium pipi istrinya.
Lagu Winter Wonderland pun terdengar di ruangan mereka. Elang mengulurkan tangannya.
"Shall we dance, Rain?" Rain menyambut tangan Elang. "Of course, Elang."
Keduanya pun berdansa dengan mesra.
"Love you my Rain" ucap Elang.
"Love you too my Elang."
Elang mencium bibir istrinya yang sudah mendampinginya selama 23 tahun ini.
Winter Wonderland
kimi to ima negai kometa yozora
fuyu ga atatakaitte omotta
Winter Wonderland
shiroku somaru michi ni
kienai ashiato wo kizamou
kimi to ima (kimi to ima) kimi to nara (kimi to nara)
Let It Snow Tonight (Let It Snow)
*** END ... Serius END ***
Yuhuuu Up Sore Yaaakkk
Terimakasih sudah mengikuti kisah Rain dan Elang
Jika ada typo so sorry. 🙏🙏🙏
Jujur ini novel yang bikin aku ngetik sambil nangis... Hahahaha. Serius! Beberapa chapter aku ngetik mewek lho.
Thank you SHINee buat lagu indahnya, Winter Wonderland yang membuat aku semangat.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Insyaallah Vivienne akan segera launching. Tapi belum ada anak-anak mereka ya jadi jangan cari anak-anaknya. 😁😁😁