Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Ketahuan Papa Ryu


__ADS_3

Rain berjalan memasuki mansion papanya dan disana sudah ada papa Ryu dan mam Giselle. Wajah keduanya tampak tegang. Rain menatap kedua orangtuanya yang baru saja datang dari Australia dengan wajah bingung.


"Rain! Jelaskan sama papa!" Papa Ryu menunjukkan foto-foto Rain dan Elang baik di Starbucks, soto Betawi dan di danau termasuk adegan ciumannya dengan pria itu.


Wajah Rain memerah melihat foto vulgarnya yang sedang berciuman. Aku lupa papa mengirimkan pengawal bayangan setiap aku pergi.


"Kok bisa orang ini kabur ke Jakarta?" tanya Papa Ryu.


"Apakah Elang dipenjara pa?" balik tanya Rain.


"Apa dia tidak bercerita padamu?" balas papa Ryu.


"Dia hanya bercerita ke Jakarta untuk menemuiku. Aku tidak tahu hukuman apa yang diterimanya karena papa menutup akses aku mengetahui tentang Elang."


Papa Ryu mengusap wajahnya. Terkadang putrinya terlalu polos.


"Apa kalian berpacaran, Rain?" tanya mama Giselle lembut. Ibu yang masih cantik itu tahu dibalik kepolosan dan kelembutan Rain, tersimpan sikap keras kepala khas keluarga suaminya.


"Bisa dikatakan begitu ma" jawab Rain apa adanya.


"Bubar! Papa nggak mau kalian ada hubungan apapun! Apa kamu nggak inget kamu hampir mati karena membela dia?" teriak papa Ryu.


"Pa, itu bukan salah Elang. Dia kena tembak lalu aku mencoba menembak Glenn, bahkan Elang yang memberikan pistolnya ke Rain. Cuma Rain..."


"Papa nggak mau tahu ya Rain! Putuskan hubunganmu dengan anak itu! Sekarang juga papa akan hubungi Scotland Yard karena tahanannya sempat kabur dari London!"


Rain terkesiap. "Pa, jangan pa. Jangan hubungi Scotland Yard!" pintanya memelas.


"Putuskan hubunganmu dengan anak itu! Jika papa tahu kamu masih berhubungan, kamu tahu akibatnya!"


Papa Ryu kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya sedangkan mama Giselle memeluk putrinya yang menangis.


"Sayang, papamu butuh waktu untuk bisa menerima keadaan ini. Tapi papamu benar, Jeremy bagaimana bisa dipercaya kalau dia sendiri tidak bisa melindungi kamu?"


"Tapi bukan salah Elang ma aku sampai tertembak. Alhamdulillah aku masih hidup sekarang" ucap Rain terisak.


"Papa dan mama hanya saja tidak ingin kehilanganmu Rain. Apa kamu tidak tahu bagaimana papamu menangis ketika mendengar kamu tertembak? Kamu putri satu-satunya kami, jangan sampai kami kecewa atas keputusan kamu."


Rain menatap mama Giselle. "Ma,Rain tidak bermaksud mengecewakan papa dan mama. Selama ini Rain selalu menjadi anak baik, patuh. Tapi kenapa sekalinya Rain jatuh cinta pada seseorang, jadi sulit begini jalannya?"


"Karena kamu jatuh cinta pada orang yang salah Rain."


Rain hanya menghela nafas panjang.


***


Elang melihat layar monitor yang menunjukkan kamera CCTV yang berada di lampu tempat parkir ruko tempat toko Rain. Dilihatnya mang Asep sudah bersiap-siap untuk menutup warung nasi gorengnya.

__ADS_1


Rupanya Jakarta sudah pukul delapan malam.


Elang masih memperhatikan interaksi mang Asep dan penghuni ruko pojok sebelahan dengan toko kue Rain. Setelah basa basi sebentar, mang Asep bersama dengan dua pegawainya pun pulang dengan mobil pickup sedangkan orang yang mengaku bernama Sam berjalan menuju rukonya.


Tiba-tiba pria bernama Sam itu memandang CCTV kecil yang dipasang Elang di lampu jalan dan menyeringai dengan wajah menyeramkan. Elang terkesiap melihat wajah orang itu.


Wajahnya familiar. Elang segera men screenshot gambar Sam dan memprintnya. Setelah menyeringai di CCTV, Sam pun masuk ke dalam rukonya.


Damn it Rain! Orang di sebelah mu itu berbahaya!


***


Rain menatap langit kota Jakarta lewat balkon rumahnya. Sejak sang papa mengetahui hubungannya dengan Elang, Rain lebih di over protective oleh papa Ryu bahkan ponselnya sendiri disadap agar tidak ada kontak dari pria Inggris itu.


Sekalinya jatuh cinta, berat banget rasanya.


Ting!


Rain menoleh dan melihat ada pesan masuk ke dalam ponselnya.


Selamat malam Miss Rain. Saya George, asisten Mr Duncan. Besok saya sampai di Jakarta karena ada urusan bisnis dengan Mr Abimanyu Giandra. Apa boleh saya mampir ke toko Miss Rain?


Rain tersenyum. Pria ini terlalu formal bahasanya.


Tentu saja boleh mampir George. Kapan kira-kira anda mau mampir ke toko saya?


Lusanya, Miss Rain, karena besok kami sibuk sekali.


Rain pun membalasnya. *Kabar kabari lebih lanjut ya George.


Tentu saja Miss Rain*.


Rain pun meletakkan ponselnya lalu dia menyalakan iMac nya untuk berselancar mencari ide membuat kue dan sebuah email pun masuk. Namanya membuat Rain tersenyum. ElangForRain@gmail.com


Kamu nggak bisa hubungi ponselku, lari ke email.


Rain pun membuka email tersebut dan wajahnya yang semula kusut menjadi sumringah.


My Dearest Rain,


Aku tahu ponselmu pasti disadap oleh papamu jadi aku hubungi Kamu via email.


Rain, aku rindu kamu. Rasanya menyebalkan kenapa jadi rumit begini jatuh cinta padamu. Sebenarnya nggak rumit kalau keluargamu ikhlas mengijinkan aku meminangmu tapi kalian memiliki kode etik keluarga sendiri yang aku tidak bisa berkata-kata.


Rain, aku minta tolong padamu. Waspadalah dengan pria bernama Sam yang tinggal di sebelah tokomu. Dia orang yang berbahaya. Dialah yang membunuh kedua orangtuaku.


Nama aslinya Samuel McCloud, adik tiri dari kakekku dan dia memang ingin mengambil semua aset keluarga McCloud. Dulu dia kira membunuh kedua orangtuaku akan membuat kakekku memberikan padanya karena hanya dia yang masih ada hubungan darah. Namun dia salah, masih ada aku dan Glenn. Orang tua Glenn juga dibunuh oleh orang ini.

__ADS_1


Rain, aku mohon berhati-hatilah karena aku tidak berada disana untuk melindungimu.. Aku tidak mau kamu terluka lagi.


Kamu adalah Rainku, kekasih hatiku selamanya.


Love you so much!


Elang.


Rain melongo. Astaghfirullah! Apa lagi ini?


***


Keesokan harinya...


Rain berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan yang menjual handphone dan aksesorisnya bersama Tini. Kali ini dia meminta Tini membeli sebuah ponsel jadul bersama dengan nomornya yang angkanya jelek guna ia pakai menghubungi Elang.


Rain menunggu di sebuah depot makan sementara Tini yang berjalan mencari-cari ponsel seperti itu. Rain melihat adanya dua pengawal bayangan kiriman papanya lebih mengawasi dia dibandingkan Tini.


Sebelumnya Tini sudah diberitahukan di mobil tentang rencana untuk bisa berkomunikasi dengan Elang dan Tini bersedia tutup mulut demi nonanya.


"Mbak Rain" sapa Tini.


"Sudah?" Tini mengangguk. "Yuk makan dulu, soto Lamongan disini ternyata enak."



Tini pun menurut dan keduanya makan soto dengan santai seolah tidak tahu ada dua orang yang mengawal mereka.


Usai makan dan membayar, Rain dan Tini pun pergi ke toko dengan FIAT500 merahnya dan dua pengawal pun tetap mengikuti Rain dengan menggunakan sepeda motor.


Papa benar-benar deh! umpat Rain kesal.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Maaf hari ini telat Up, eike beneran ambruk. Hibernasi chuy kayak beruang.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️



Oh, cover nya Mr Edward dan Yuna diganti sama pihak NT

__ADS_1


__ADS_2