
Arjuna masih menatap tajam ke arah wanita cantik itu dengan banyak umpatan di dalam hatinya. Apa susahnya sih bilang jujur?
Sekar tidak berani menatap Arjuna yang membuat pria itu emosi.
"Jendra, Oom pinjam mama dulu ya. Ada yang mau Oom bicarakan" ucap Arjuna ke arah Rajendra yang sedang main.
"Boleh Oom tapi jangan lupa dikembalikan ya sama oleh-oleh" cengir bocah tampan itu.
"Mau apa?"
"Pizza loyang besar dua!" ucap Rajendra sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah kanannya.
"Deal!" Arjuna lalu menarik tangan Sekar yang hanya bisa pasrah dan keduanya menuju mobilnya. Setelahnya, mobil mewah itu meninggalkan komplek perumahan.
Di dalam mobil, Sekar hanya bisa menatap jalan tanpa tahu hendak dibawa kemana dirinya. Jujur dia sudah menyangka bahwa kejadian ini akan terjadi. Meskipun sudah menyangka tapi menghadapinya langsung, tetap saja membuatnya tidak siap.
Arjuna lalu membawa Sekar menuju rumah milik Miki dan Mamoru Al Jordan di Solo Baru. Gadis itu melongo melihat rumah mewah yang biasa dilewatinya jika mengajar piano ke anak didiknya di daerah sana. Dia tidak tahu itu rumah siapa tapi dia suka dengan arsitektur rumah itu.
Arjuna memarkirkan mobilnya asal lalu membuka pintu penumpang dan tubuh besarnya membungkuk di hadapan Sekar untuk membuka seatbeltnya.
Nafas Sekar sempat tertahan ketika mencium harum parfum maskulin milik Arjuna yang tidak terlalu tajam tetapi membuatnya berdebar. Astaghfirullah! Aku mikir apa sih!
"Ayo turun!" perintah Arjuna yang kemudian menggandeng Sekar masuk ke dalam rumah. Tampak Danisha disana dengan wajah bingung melihat kakaknya tampak begitu emosi.
"Dik, ruang gym masih?" tanya Arjuna.
"Masih mas" jawab Danisha. Arjuna berjalan ke arah belakang sambil berteriak emosi. Danisha dan Bik Yati terkejut mendengar teriakannya.
"Astaghfirullah. Mas ku kenapa itu?" gumamnya. "Eh maaf, mbak siapa ya?" tanya Danisha.
"Saya Sekar, mbak" jawab Sekar dengan wajah bingung. "Saya tahu-tahu diseret kesini."
Danisha tersenyum paham. "Jangan panggil mbak, kita sebaya. Nama saya Danisha Giandra, saya adik sepupunya mas Arjuna." Sekar menerima uluran tangan Danisha.
"Biarkan mas Juna menyalurkan emosinya. Dia sudah tahu kan?" kedip Danisha yang membuat Sekar melongo.
"Maksud kamu, Nish?" tanya Sekar ragu-ragu.
__ADS_1
"Yuk ke ruang kerja Opaku. Kita bisa ngobrol disana."
***
Arjuna sudah membuka semua jaket dan kaosnya hanya menyisakan celana jeans nya saja. Semua klan Pratomo pasti memiliki gym pribadi di rumah jadi Arjuna bebas menyalurkan emosi dan panasnya otak.
Setelah memakai sarung tinju yang memang tersedia disana, Arjuna mulai menghajar samsak yang tergantung tidak berdosa itu.
"Brengseeeekkkk!!!"
***
Danisha kini duduk di kursi kebesaran Mamoru Al Jordan karena kursi lama Opa Hiro sudah rusak dan di hadapannya tampak Sekar masih menatap sekeliling ruang kerja mewah itu.
"Kamu cantik sekali, Sekar. Apakah Lily secantik dirimu?" tanya Danisha tanpa basa basi.
"Kami kembar identik jadi sama cantiknya."
"Keluarga ku banyak yang kembar tapi rata-rata beda kelamin jadi nggak mirip. Eh ada Ding kakak sepupuku kembar perempuan juga tapi nggak identik soalnya satu tomboy satu judes" kekeh Danisha mengingat Josephine dan Marissa, Kris dan Kristal sepupunya, serta Abi dan Reana keponakannya anak Kaia dan Rhett.
"Ada fotonya Lily?" tanya Danisha. Sekar mengambil ponselnya dan menunjukkan foto mereka berdua. "Sama-sama cantik tapi jujur aku lebih suka melihat wajahmu, lebih misterius."
"Oh maaf aku orangnya begini, apa adanya. Kalau kata papa, aku campuran antara Necan ku alias nenek cantikku dan Oma ku" senyum Danisha.
"Anyway, benar kah Rajendra anak mas Arjuna?" tanya Danisha sembari mencondongkan tubuhnya.
Sekar mengangguk. "Dengan Lily."
"Ceritakan padaku semuanya. Look, Sekar, aku hanya ingin membantu kalian karena aku yakin, mas ku itu pasti akan mengatakan kepada Oom dan Tante ku alias kedua orangtuanya. Sekian generasi keluarga kami, baru kali ini kami ada skandal seperti ini jadi ceritakan semuanya padaku tanpa ada yang kamu tutupi." Danisha menatap tajam ke Sekar.
Meskipun mereka sebaya, Sekar bisa melihat bagaimana aura perempuan yang tegas dan kuat terdapat di Danisha. Ternyata keturunan keluarga Pratomo memang seperti ini.
***
Arjuna selesai melakukan gym dan sekarang sudah melepaskan celana jeans-nya dan memakai kaos dan celana olahraga baru yang selalu tersedia di lemari gym.
__ADS_1
Emosinya mulai berkurang setelah bisa menyalurkan semua amarahnya. Tiba-tiba dia teringat meninggalkan Sekar di ruang tengah karena dia sudah tidak mampu mengontrol amarahnya.
Bergegas Arjuna keluar tempat gym dan mencari gadis itu. Sesampainya di ruang tengah, dia tidak menemukan Danisha maupun Sekar.
"Mas Arjuna, mbak Danisha sama temannya mas di ruang kerja tuan Hiro" ucap Bik Yati yang melihat pria tampan itu celingukan.
Arjuna pun langsung membuka pintu ruang kerja dan melihat Sekar dalam pelukan Danisha sedang menangis.
"Sekar kenapa dik?" tanya Arjuna bingung.
"Sudah! Mas Juna keluar dulu! Mandi sana! Keringetan gitu! Pakai baju Kak Fuji di kamar ada banyak sana!" usir Danisha galak.
Arjuna pun keluar namun matanya sayu melihat Sekar yang sedang menangis.
***
"Aku harus bagaimana Nisha? Aku takut kalau keluarga kalian mengambil Jendra. Padahal aku yang membantu proses kelahirannya, aku yang merawat dan mengasuhnya karena Lily lemah jantung. Lily yang tetap ngeyel mempertahankan Jendra padahal dokter sudah melarangnya hamil. Tapi Lily bilang kalau anak ini tidak berdosa. Lily juga tidak bisa marah dengan Arjuna karena dia dalam kondisi tidak sadar akibat kena obat sia*lan itu!"
Danisha mengelus punggung Sekar. Sebagai perempuan, Danisha tahu bagaimana rasanya di posisi Lily. Bukan salah Arjuna, bukan salah Lily tapi salah orang jahat itu yang membuat kakaknya seperti baji*Ngan.
"Sekar, bagaimana pun di darah Rajendra mengalir darah McCloud, Reeves dan Pratomo dan asal kamu tahu, kami tidak akan membiarkan anggota keluarga kami tidak diakui meskipun dengan cara yang mungkin jadi skandal di keluarga besar."
"Aku harus bagaimana Nisha? Kalian keluarga terpandang sedangkan aku hanya anak yatim-piatu yang tidak jelas siapa orang tuaku. Sejak bayi aku sudah dibuang ke panti asuhan bersama Lily" Isak Sekar. Hari ini dirinya benar-benar lelah tidak mampu berpikir karena yang dia fokuskan hanyalah nasib Rajendra.
"Menikah lah denganku!"
Danisha dan Sekar menoleh ke arah Arjuna yang sudah segar dan rapih dengan tatapan tidak percaya.
"AAAPPAA?!" teriak Danisha.
***
Yuhuuu Up Siang menjelang sore.
Jadi ceritanya tuh aku mo bikin Arjuna dan Sekar sendiri tapi kok males bikin baru, ya udah jadi Bonchap saja lah.
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️