
Rain masih harus berurusan ke kantor polisi dan toko untuk menjelaskan semuanya. Beruntung papa Ryu dan Gozali mendampingi bersama dengan Neil Blair sebagai pengacaranya. Ibu Ejin tidak terima nasib putrinya yang harus tewas di tangan petugas Scotland Yard bahkan dia menuntut balik Rain dengan tuntutan penjara dan uang yang fantastis.
Rain hanya menghela nafas panjang mendengar tuntutan dari ibu Ejin. Nggak jauh-jauh dari duit. Neil Blair menggenggam tangan Rain yang tampak kesal seolah memberikan kode 'It's okay. Don't worry' kepada sepupu iparnya itu.
"Sudah ibu marah-marahnya?" tanya Manggala yang bertindak sebagai penengah keduanya.
"Harusnya dia yang mati bukan anak saya!" teriak ibu itu.
"Tapi anak ibu hampir membunuh anak saya!" hardik papa Ryu. "Mau ibu memutar balikkan fakta namun semuanya terlihat jelas melalui CCTV bagaimana anak ibu berusaha membunuh Jean Marie dan membunuh Jeremy McCloud!"
"Hah! CCTV bisa saja direkayasa!" eyel ibu Ejin.
Rain dan Manggala hanya bisa menggelengkan kepalanya. Kenapa kejadian sama Abi, Stephen dan Antasena terjadi padaku lagi keluh Manggala. Benar-benar keluarga Nabnab hobinya bikin gegeran dunia persilatan!
"Astaghfirullah Al adzim! Perlu saya panggilkan saksi hidup? Atau saksi teman-teman putri ibu?" Papa Ryu nggak habis pikir dengan apa yang ada di otak wanita paruh baya di depannya.
"Pokoknya saya minta ganti rugi!"
"Apa ibu nggak kebalik? Justru ibu yang akan kami tuntut pencemaran nama baik dan nama ibu bisa kami sebarkan sebagai ibu seorang pembunuh? Semua CCTV yang ada di toko Nona Rain, Samuel, tempat parkir ruko dan warung mang Asep akan kami sebarkan biar publik tahu siapa yang bersalah disini!" ucap Neil tenang.
"Ibu kan tahu sendiri, bagaimana julid, kepo dan gatalnya jempol netizen Indonesia. Apa ibu sanggup menerima semua itu? Kalau sanggup, nggak masalah bagi kami. Toh kami disini itu menjadi korban anak ibu kok!" lanjut pria berkacamata itu.
Ibu Ejin menatap para orang disana sedangkan pengacaranya membisikkan sesuatu. Pengacara ibu Ejin tentu saja tahu siapa Neil Blair, pengacara kejam yang tidak segan-segan membuka aib musuhnya demi membela kliennya. Apalagi dengan nama belakang yang sama dengan menantu keluarga Pratomo. Lebih baik mundur daripada remuk.
Mendengar saran dari pengacaranya, ibu Ejin melongo. Tampaknya dia benar-benar tidak tahu siapa yang dihadapinya.
"Bagaimana? Kalau soal biaya pemakaman saudari Ejin, keluarga nona Rain akan menanggungnya ditambah dengan pesangon yang sesuai. Meskipun anak ibu mencoba membunuh nona Rain, tapi nona Rain tetap melakukan kewajibannya dengan asas kemanusiaan." Neil menatap kedua orang dihadapannya.
Akhirnya ibu Ejin menerima semua tawaran dari Rain dan papa Ryu. Manggala masih mengorek keterangan dari ibu Ejin tentang suaminya yang merupakan anak Samuel McCloud tiri.
"Saya nggak tahu kalau suami saya anak orang penting di Inggris. Saya hanya tahu dia turis yang kehabisan uang di Jakarta. Akhirnya kami menikah dan lahirlah Ejin. Ketika Ejin berusia delapan tahun, suami saya, Charles, meninggal karena kecelakaan lalulintas sepulangnya dari kerja mengajar di lembaga pendidikan bahasa." Ibu Ejin sekarang lebih melunak karena dirinya awalnya tidak tahu berhadapan dengan siapa.
"Bisa diberitahukan dimana Charles McCloud dimakamkan?" tanya Manggala.
"Suami saya dimakamkan di pemakaman kampung kami pak. Rencananya Ejin juga akan saya makamkan di sebelah ayahnya."
Manggala membisikkan sesuatu kepada anak buahnya yang mengangguk.
"Dik Ryu, kapan mau mengurus jenazah Ejin untuk dibawa ke kampung ibunya?" tanya Manggala.
__ADS_1
"Hari ini pun bisa" jawab papa Ryu.
"Saya bantu Oom" ucap Gozali.
"Aku ikut bang" sahut Rain. Gozali mengangguk.
"Titip Rain ya Goz" pinta papa Ryu.
"Siap Oom."
***
Rain satu mobil dengan Neil dan Gozali menggunakan Mercedes G65 milik Neil sedangkan papa Ryu dan Manggala di mobil satunya berada di belakang ambulans yang membawa jenazah Ejin ke kampung ibunya di daerah Kuningan.
"Goz, nanti kalau capek, kita menginap saja di Kuningan lalu besoknya baru kembali ke Jakarta" ucap papa Ryu melalui panggilan telpon ke Gozali.
"Iya Oom. Neil dan Rain juga menyarankan seperti itu karena pasti bakalan capek kitanya."
"Baju mah gampang Oom. Beli disana saja" sahut Neil.
"Oke lah. Oom pesankan hotel dulu. Mas Gala okay kan kita menginap saja daripada teler sampai Jakarta?" tanya papa Ryu kepada Manggala.
"Gak papa. Aku sudah telpon Geya, istriku."
***
Rain bersyukur selalu membawa pasmina di tas jadi dia tidak mati gaya saat pemakaman tanpa kerudung. Gadis itu didampingi oleh Papa Ryu dan Neil mengikuti proses pemakaman Ejin. Diam-diam Gozali mengambil foto Rain dan mengirimkan kepada Duncan.
Rain dan kami datang ke pemakaman Ejin. Tuntutan dibatalkan. Alhamdulillah.
Balasan dari Duncan pun masuk.
*Alhamdulillah. Aku masih urus masalah disini dan ternyata pelik, Goz.
Titip Ghani ya D. Aku akan menjaga keluarga disini.
Of course Goz. Salam buat semuanya*.
***
__ADS_1
Rain masuk ke dalam kamar hotelnya yang sudah dipesankan oleh papanya. Kamarnya sendiri diantara kamar papanya dan Oom Gala serta Neil dan Gozali.
Setelah membersihkan diri dan melaksanakan ibadah malam, Rain mengirimkan pesan ke Elang. Tak berapa lama Elang menelponnya.
"Assalamualaikum" sapa Rain.
"Wa'alaikum salam sayang" jawab Elang.
"Ejin sudah dimakamkan, ibunya pun sudah aku berikan pesangon dan uang duka dari aku dan papa. Meskipun dia hampir membunuhku dan Jean Marie, tapi tetap saja aku tidak tega, Lang" ucap Rain.
"Karena kamu pada dasarnya orang baik Rain. Jadi kamu tetap menganggap Ejin pegawaimu yang mendapatkan hak-haknya" ucap Elang.
"Iya Lang, aku sudah memaafkan Ejin karena yang bersalah disini adalah kakeknya yang membuatnya berubah. Hanya karena ingin menguasai kekayaanmu, mereka melakukan segala cara" jawab Rain. "Bagaimana bang Ghani?"
"Ghani Alhamdulillah hanya patah tulang rusuk yang terkena peluru. Tidak mengenai organ vital seperti jantung dan paru-paru. Kamu tahu siapa yang mengoperasi Ghani?"
"Siapa?"
"Dokter Mike dan Nabila Cahill."
Rain melongo. "Pakdhe budheku disana?"
"Yup. Mereka yang melakukan operasi ke Ghani. Benar-benar keluargamu ya Rain. Tak heran Mamoru pernah menantang aku apa bisa menghadapi kalian" kekeh Elang. "Ternyata kalian semua mengerikan!"
"Bagaimana dengan keluargaku disana? Apa sudah bisa menerima mu Lang?" tanya Rain. Jujur dia merasakan papanya masih setengah hati menerima Elang.
"Alhamdulillah mereka mulai bisa menerimaku Rain."
"Alhamdulillah, jadi opsiku terakhir tidak usah dilakukan" senyum Rain.
"Apa itu?" tanya Elang penasaran.
"Mengajak mu kawin lari" gelak Rain.
"Nona Rain Reeves... Apakah anda melamar saya?"
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️