
Elang sampai di rumahnya di Jakarta setelah menghabiskan weekend bersama keluarga Duncan dan Rhea. Di hari Senin ini, pria itu memulai bekerja dari rumahnya karena hampir dua bulan dia tinggalkan setelah kasus Samuel dan peristiwa penembakan Ghani hingga Elang harus memulai koneksi yang baru dari klan McCloud ke semua kolega McGregor-Blair agar nama klannya mendapatkan pengakuan di semua klan mafia yang ada di New York.
Pria itu memang tidak ingin berbisnis di dunia hitam lagi tetapi dia tetap memiliki koneksi di semua klan seperti Edward Blair. Jujur selama berhubungan baik dengan Edward, Elang mendapatkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran yang tidak semuanya dia peroleh dari sang kakek. Ayah dan ibunya mendidiknya sebagai pribadi yang kuat, mandiri dan hidup lurus namun semua itu berubah setelah dia diambil oleh sang kakek.
Panggilan zoom sudah dimulai dan disana tampak semua manajer perusahaan milik McCloud pun tampak rapi menghadiri meeting dengan Elang.
"Selamat siang semuanya dari Jakarta" ucap Elang dengan tatapan tajam.
***
Rain yang tidak seperti biasanya, masih berada di rumah jam segini membuat Papa Ryu dan Mama Giselle bingung.
"Rain? Tumben belum ke toko?" tanya mama Giselle.
Rain menatap kedua orangtuanya yang duduk di kursi makan. Ketiganya memang sedang sarapan bersama padahal biasanya, jam setengah tujuh Rain sudah pergi ke tokonya tapi kali ini jam setengah delapan masih di rumah.
"Ada apa Rain? Soal acara lamaran Elang besok Rabu?" tanya papa Ryu.
Rain menatap papanya. "Iya pa."
Papa Ryu menatap Rain. "Kamu sudah yakin dengan Jeremy, princess?"
Rain menatap papanya dengan tenang. "Sudah papa. Rain yakin dengan Elang."
Ryu menghela nafas panjang. "Sejujurnya papa masih belum ikhlas, Rain."
"Pa, Rain sudah bertekad. Jika papa tetap menolak Elang, jangan salahkan jika Rain memutuskan untuk kawin lari!" tegas Rain.
Papa Ryu terkejut. Benar omongan Giselle, anakku benar-benar nekad dan dia akan tetap melakukannya!
"Serius kamu Rain?" tanya papa Ryu lemas.
"Dua rius malahan pa."
Papa Ryu menghela nafas panjang sedangkan mama Giselle tersenyum lalu melirik ke arah suaminya. Benar kan kataku.
"Baiklah Rain. Besok Rabu, papa tunggu Jeremy disini. Lagipula kalau Yuna juga sudah bilang bisa menjamin Jeremy dan papa nggak mau tahu apa yang dilakukan Tantemu kalau Jeremy ingkar. Jika tantemu menghukum Jeremy karena menyakitimu, papa minta pada saat itu kamu jangan menghalanginya."
Rain menelan salivanya berulang. Siapa sih yang nggak kenal singa betina Pratomo?
__ADS_1
"Iya pa."
***
Elang sibuk memeriksa semua berkas laporan yang dikirimkan via email setelah mengadakan pertemuan dengan para manajer perusahaannya. Pria itu menjual saham bisnis minuman kerasnya dan saham bisnis pemasokan senjata untuk angkatan bersenjata Inggris guna mengembalikan dana yang dia keluarkan untuk membayar pemerintah Inggris akibat kelakuan Glenn.
Kini dia hanya memiliki bisnis custom modifikasi mobil yang diberi nama McC Design yang sudah dia rintis sendiri sejak usia 18 tahun, McCloud clothing yang berbasis bisnis baju high class dari bahan wool dan bisnis design perhiasan.
Ketiga bisnis halal yang dia miliki sudah cukup untuk menghidupi semua karyawan dan dirinya. Kemungkinan besar dia akan menjual pesawat pribadinya untuk mengurangi pengeluaran karena masih belum stabilnya finansial perusahaannya pasca hilangnya dua perusahaan yang memberikan banyak keuntungan selama ini.
Ponsel Elang berbunyi disaat dia masih berkutat dengan laporan perusahaannya dan wajahnya tersenyum melihat siapa yang menelepon.
"Louis. Kamu sudah sampai?"
***
Rain tiba di toko kuenya agak siang bersama Jean Marie dan tampak tokonya ramai hari ini. Tini yang menyambut bossnya tersenyum lebar karena banyaknya pembeli. Rain hanya mengangguk sambil tersenyum tahu apa yang di benak Tini. Jika toko ramai terus, pasti bonus pun ada di akhir bulan dan itu sudah keputusan Rain.
Setelah Ejin meninggal, Jean yang terkadang menggantikan posisi Ejin tapi lebih sering spesialis cake yang cantik-cantik namun berdasarkan pesanan. Jean sendiri tidak mau digaji oleh Rain karena sudah mendapatkan dari Elang namun Rain tetap memaksa bagi hasil dari cake buatannya dan gadis indo itu pun menerimanya.
"Nona Rain, saya paling hanya butuh kebutuhan penting saja seperti barang-barang cewek dan gaji dari tuan McCloud sudah lebih dari cukup" ucap Jean Marie pada saat Rain mengatakan akan memberikan bagi hasil.
"No Jean. Ini bisnis dan kamu harus mendapatkan reward dari hasil karyamu dan jerih payahmu. Soal gaji dari Elang itu urusan kamu dan Elang tapi ini kan beda lagi, urusan cake dan berhubungan dengan aku." Rain menatap tajam Jean Marie. "Aku orangnya fair Jean, aku menghargai talent kamu dan karena kamu juga memajukan nama toko kue saya. Jadi, terima lah!"
"Baiklah Nona. Terimakasih." Rain pun tersenyum. Bagi Rain, namanya ide, bakat, talent dan ketrampilan haruslah dihargai karena tidak semua orang memiliki dan mampu mewujudkan apa yang di benaknya.
Kini Rain sedang berada di ruang kantornya sedangkan Jean Marie berada di dapur karena ada pesanan cake strawberry yang harus berbentuk girly. Tini dan Ayu sampai pusing dengan kemauan klien ketika dia datang. Beruntung saat Jean Marie datang bersama Rain, klien itu belum pulang dan saat Jeane menunjukkan sketsanya, klien itu langsung puas dan memintanya untuk dibuatkan hari ini juga dan akan diambil jam empat sore. Jean Marie pun menyanggupinya.
Rain sedang memeriksa pembukuan yang disusun oleh Tini dengan semua nota yang terdapat di aplikasi iMac nya dan yang manual. Meskipun Tini selama ini selalu jujur namun Rain tetap memeriksa satu persatu. Sebuah panggilan video dari iMac nya membuat gadis itu tersenyum.
"Halo Rain."
***
Pukul empat sore, klien strawberry cake itu pun datang dan puas dengan hasil yang dibuat oleh Jean Marie.
"Mbak Rain, aku senang banget sama hasilnya" ucap klien itu senang.
__ADS_1
"Alhamdulillah kalau Mbak senang" senyum Rain manis.
"Kapan-kapan aku pesan lagi ya mbak Rain, mbak Jean."
"Monggo mbak dengan senang hati" ucap Jean ramah. Semenjak ikut dengan Rain, Jean mulai banyak berubah sudah tidak sekaku dulu.
"Permisi semuanya" pamit klien itu setelah membayar cake nya.
Ketika hendak keluar, tampak seorang pria memakai kacamata hitam mengendarai Shelby Cobra hitam datang ke ruko milik Rain.
"Siapa itu mbak?" tanya klien itu.
"Calon suamiku" senyum Rain dengan wajah bahagia lalu menghampiri mobil Elang.
"Halo Rain'. Yuk pulang. Jean, mobilnya Rain kamu yang bawa ya" ucap Elang sembari menunggu gadisnya duduk di sebelahnya.
"Siap tuan" ucap Jean.
Elang mencium pipi Rain lalu pergi meninggalkan toko Rain.
Klien itu melongo. "Bukannya itu Elang?" tanyanya.
"Apa mbak mengenal nya?" tanya Jean curiga.
"Dia teman sekelasku waktu SD. Tapi tampaknya dia tidak mengenali ku. Sekarang tambah keren ya."
Jean menatap datar klien Rain namun dalam hatinya berusaha mencari tahu siapa klien ini.
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaa
Maaf slow up today... Ada acara keluarga.
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️