Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Bonchap - Pulang


__ADS_3

Sekar terbangun dengan badan pegal semua karena semalaman dia tidur dengan posisi miring dan sangat tidak enak meskipun hatinya merasa nyaman dalam pelukan Arjuna. Pelan dia mendongakkan wajahnya untuk melihat suaminya yang masih terlelap. Sebuah senyuman tipis tampak di wajah Sekar yang cantik.


"Aku memang tampan, sayang dan semuanya adalah milikmu" gumam Arjuna dengan posisi mata masih terpejam.


Sekar memekik kecil seperti ketahuan mencuri pandang wajah Arjuna dan wajah gadis itu memerah.


"Aku...bangun dulu." Sekar pun pelan-pelan bangun dan berusaha turun dari tempat tidur.


"Kamu mau kemana, sayang?"


"Pipis."


***


Siang ini para sepupu Arjuna datang dari London dan New York untuk membesuknya. Rhett dan Kaia O'Grady datang berdua tanpa si kembar Abi dan Reana yang dititipkan ke Duncan dan Rhea karena setelah ini, keduanya hendak ke Dublin untuk mengecek pabrik. Aidan datang bersama Levi sedangkan Arya hanya bervideo call saja.


Sekar pun menikmati interaksi Arjuna dengan para sepupu-sepupunya yang selalu hangat dan receh. Bagi dirinya yang yatim-piatu dan tidak mendapatkan kehangatan seperti ini waktu di panti asuhan, membuat hati Sekar menghangat.


"So, semalem kalian berdua disini?" goda Kaia kepada Arjuna dan Sekar yang posisinya duduk di pinggir tempat tidur suaminya.


"Iyalah! Kan Sekar istri aku!" sahut Arjuna sambil manyun. Tadi pagi saat dokter visite, kaki kanan Arjuna sudah diturunkan dari gantungan dan menurut perkiraan seminggu lagi dia bisa kembali ke London.


"Ciiieee yang sok punya istri" kekeh Aidan.


"Lu berdua kagak cari pasangan?" ledek Arjuna ke arah Aidan dan Levi.


"Lha lu kenapa nggak tanyain ke Bara atau Kris?" balas Levi.


"Mereka sudah aku tanyakan tiap hari cumiiii!"


"Iisshhhh, nyebelin lu Jun mentang-mentang dah punya bini, jadi belagu!" omel Aidan.


"Tapi untung kalian berdua selamat lho. Aku yang melihat kondisi mobil kalian saja sampai terbengong-bengong" ucap Rhett.


"Kristal sekarang lebay. Sok perhatian dengan Ashley padahal Ash kan dingin Bangets orangnya" kekeh Aidan..


"Biarkan saja, semoga Ashley juga bisa luluh dengan Kristal dan membuat anak itu anteng nggak jadi playgirl gara-gara ditinggal Malik" gumam Kaia.


Sekar hanya diam saja tanpa ikut menimbrung karena baginya ini bukan ranahnya daripada salah bicara.


"Kamu semalam nggak diganggu sama pria ini kan Sekar?" tanya Aidan ke iparnya.


Sekar menggeleng. "Nggak kok."


"Belum" komentar Bara yang baru datang.


Sontak semua sepupunya tertawa mendengar komentar asal nyelemong dari Bara.

__ADS_1


"Siap-siap saja kalau Si Jujun ini sehat, habis kamu Sekar" gelak Levi.


Wajah Sekar langsung memerah mendengar godaan para pria-pria tampan itu.


"Heeeiii jangan menggoda istriku!" protes Arjuna yang kasihan melihat wajah Sekar tampak kikuk.


"Hati-hati, Jujun tuh nepsongnya tinggi" gelak Aidan yang cuek biarpun mendapatkan pelototan dari Arjuna.


"Apalagi sama pasangan halal, beeeuuu sedap!" sahut Rhett yang ikutan rumpi. "Benar nggak Z?"


"Yoi!" timpal Kaia santai yang membuat para pria disana shock.


"Aku lupa kakakku juga parah kacaunya" gumam Aidan.


Sekar hanya tersenyum tipis dan merasakan ada sesuatu yang nyaman terasa ketika tangan Arjuna melingkari pinggangnya.


Rain dan Elang pun datang lalu ikut bergabung. Setelahnya kedua orangtua Arjuna memutuskan kembali ke London bersama Rajendra dan cucu mereka akan tinggal bersama di kastil McCloud selama Sekar dan Arjuna masih berada di Muenchen.


Kris, Danisha dan Levi akan kembali ke New York keesokan harinya sedangkan Rhett, Kaia dan Aidan kembali ke London malam ini dengan mobil milik Arjuna. Kristal sendiri memilih tinggal sambil merawat Ashley sampai diijinkan pulang yang berbarengan dengan Arjuna. Bara sendiri memutuskan kembali ke Jakarta untuk membereskan beberapa urusannya.


***


Hari ini Arjuna diijinkan pulang setelah prognosis yang diberikan dokter bagus dan tinggal kontrol rutin di rumah sakit di London yang mendapatkan rujukan dari rumah sakit Martha Maria Muenchen.


Arjuna hanya memandang punggung istrinya yang sedang sibuk membereskan semua baju bawaannya untuk dimasukkan ke dalam duffle bag. Pria itu duduk di pinggir tempat tidurnya sambil diam-diam mengambil video kegiatan Sekar.


"Mas, bisa pakai kruk nya nggak?" Sekar melihat suaminya kesulitan memakai kruknya dan dengan telaten dia membantu Arjuna.



"Nanti sekalian beli sepatu khusus supaya kaki mas terlindungi" senyum Sekar.


Arjuna menatap wajah istrinya dan entah ini kali keberapa dia jatuh cinta setiap saat dirinya melihat Sekar.


"Nanti saja kalau gipsnya sudah dilepas, sayang" ucap Arjuna sambil menempelkan tubuhnya ke istrinya dan Sekar pun mengangguk.


Barry datang menjemput sang boss dan membawakan tas-tas bossnya untuk dimasukkan ke dalam mobil. Tampak Kristal dan Ashley pun sudah bersiap untuk keluar dari rumah sakit menuju London bersama Arjuna dan Sekar.


***


Arjuna merasa bingung sesampainya di rumah tanpa ada Rajendra lalu bertanya kepada bik Sum dan Gina.


"Putraku kemana?" tanyanya sambil tertatih jalannya menaiki tangga dibantu oleh Sekar.


"Den Jendra di rumah tuan dan nyonya besar, tuan. Katanya mau disana sampai Minggu depan."


Sekar berpandangan dengan Arjuna. Kok menginap lama sekali?

__ADS_1


"Kok lama bik?" tanya Sekar tidak tahan kepo.


"Biar non Sekar konsentrasi merawat tuan Arjuna, gitu kata Nyonya Rain."


Arjuna tersenyum simpul sedangkan Sekar melongo. Thanks mama yang membuat ide agar aku bisa lebih dekat dengan Sekar.


"Ya sudah, aku antra mas Arjuna dulu ke kamarnya ya bik. Maaf malam-malam mengganggu kalian istirahat" senyum Sekar yang memang baru sampai pukul sebelas malam.


"Nyonya butuh sesuatu?" tanya Gina.


"Tidak usah Gina. Terima kasih."


Kedua art itu pun undur diri dan Sekar membantu Arjuna naik tangga menuju kamar utamanya.


"Mas, apa perlu kita pindah kamar dulu di lantai satu biar mas nggak capek naik turun tangga?" tanya Sekar setelah membantu Arjuna tiduran.


Kita? Sekar bilang 'kita'? Hati Arjuna bersorak namun dia harus sok cool.


"Kita pikirkan lagi Sekar yang jelas aku mau istirahat dulu" ucap Arjuna sambil melepaskan kaosnya. "Tampaknya aku harus memiliki banyak celana pendek biar tidak sulit melepaskan celana panjang seperti ini!" omelnya kesal.


"Sini aku bantu." Sekar membantu melepaskan celana kargo gombrong yang memang sengaja dipakai Arjuna karena bahannya tidak setebal jeans.


Wajah Sekar memerah ketika melihat suaminya hanya mengenakan boxer hitam dan Arjuna seolah tidak mengetahuinya meskipun hatinya geli melihat istrinya salah tingkah.


"Sudah" ucap Sekar sedikit gugup dan segera melipat celana bewarna krem itu setelahnya Sekar masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Arjuna lalu meletakkan tubuhnya mencari posisi nyaman itu berbaring dan menunggu istrinya keluar dari kamar mandi.


Mata coklat terang Arjuna sedikit terbelalak ketika Sekar keluar dengan daster batik panjang hingga ke betis. Gadis itu pun merebahkan tubuhnya di samping Arjuna.


"Kok tumben nggak pakai piyama?" goda Arjuna.


"Habis kan dipakai selama di Muenchen jadi aku pakai daster" jawab Sekar apa adanya.


"Kesini mendekat padaku" pinta Arjuna.


Sekar pun beringsut mendekati tubuh kekar suaminya.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2