
Arjuna sekarang sedang berada di London mengurus semua berkas untuk pernikahan mendadaknya dengan Sekar. Di ruangannya Arjuna juga mengurus semua pekerjaan yang hendak dia tinggal selama seminggu ke Solo.
"Apa benar kamu mau menikah?" suara seorang pria masuk ke dalam ruangan kerja Arjuna tanpa permisi.
"Salam dulu kenapa Vi?" tegur Arjuna.
"Assalamualaikum calon manten" goda Levi.
"Wa'alaikum salam sepupu" balas Arjuna.
Levi pun duduk di depan meja Arjuna sembari memainkan bolpoin.
"Kok bisa elu kagak tahu kalau punya anak Jun?" tanya Levi.
"Dia menolakku dan selama itu aku sudah mencoba menjadi pria yang bertanggung jawab namun dia menghindari aku hingga menghilang dari Inggris."
"Bukannya gadis itu sekertaris Oom Jeremy yang setelahnya minta pindah ke Leicester ya?"
Arjuna mengangguk. "Kamu ngapain ke London?"
"Ikut elu ke Solo lah. Aidan juga bentar lagi nyusul cuma Rhett dan Kaia tidak bisa ikut soalnya perusahaan keduanya sedang sibuk memproduksi mesin generasi kedua Boeing pengembangan dari rancangan Kai kemarin."
"Assalamualaikum!" suara Aidan terdengar.
"Wa'alaikum salam" jawab semua orang.
Aidan pun berjalan menuju Arjuna dan memeluk sepupunya. "Congrats ya Bro."
"Thanks. Maaf aku membuat skandal setelah beberapa generasi Pratomo" jawab Arjuna.
"Bukan salahmu Jun" ucap Aidan. "Siapapun bisa kena makanya harus berhati-hati apalagi tahu lah kita dari keluarga mana."
"Aku kehilangan masa kecil putraku bro" ucap Arjuna sendu.
"Tapi kan sekarang kamu bisa mengejar untuk mengenal putramu." Levi tersenyum. "Dapat keponakan lagi deh aku!"
"Lu kapan merit Vi?" goda Aidan.
"Sampai bapakku berhenti manggil aku bang Toyib!"
***
Sekar kini berada di rumah Al Jordan karena Danisha meminta agar mereka semua tinggal disana sampai hari pernikahan. Arjuna hanya meminta pernikahan sederhana dengan keluarga saja dan beberapa rekan kerja Sekar.
Savitri dan Jaehyun yang terkejut mendengar berita itu, mendukung keputusan Sekar untuk menikah demi status Rajendra. Kini Savitri berada di rumah Danisha untuk menikmati acara minum teh sore setelah Danisha dan Sekar pulang kantor.
"Apa kamu yakin hanya menikah selama setahun? Bagaimana dengan Rajendra jika kamu pergi?" tanya Savitri.
"Yang penting Rajendra tinggal bersama dengan ayah kandungnya dan memiliki status jelas, bagi saya itu sudah cukup." Sekar menatap Savitri dengan sendu.
"Aku sendiri kalau di posisi Sekar akan melakukan yang sama karena yang aku pikirkan adalah anak. Seorang ibu akan berkorban apapun demi anak dan menyampingkan semua egonya" ucap Danisha.
"Sekar, jika di tengah jalan kamu berubah pikiran, Tante harap kalian bisa bersama-sama mendidik Rajendra ya." Savitri menatap Sekar yang hanya terdiam.
__ADS_1
Saya tidak bisa menjanjikan itu karena saya tidak mau bersama dengan pria seperti Arjuna.
***
Sekar sudah berdiskusi dengan Arjuna untuk ikut pindah ke London karena pekerjaan Arjuna disana dan Sekar pun memenuhi janjinya untuk menjadi istri setahun pria itu.
Hari ini Sekar mengajukan pengunduran diri dari instansi Pendidikan, melepaskan status PNS nya. Tentu saja kabar itu membuat semua orang shock terutama pak Budi yang kaget mendengar Sekar akan menikah dan segera pindah ke London.
"Apakah pria itu ayah dari anak mu?" tanya Tina yang tahu soal Rajendra karena pernah main ke rumah Sekar.
"Iya. Dia datang dari London menemuiku."
"Bu Sekar, kenapa tega sekali meninggalkan kami semua di sini?" protes pak Budi dramatis.
"Lha kan Bu Sekar mau menikah kok pak Budi yang ribut?" proters Tina.
"Harusnya Bu Sekar dengan saya, nggak usah jauh-jauh ke London!" ucap pak Budi tanpa malu yang membuat Sekar dan Tina melongo.
Astaghfirullah! Pedenya nih orang! - batin Tina.
Amit-amit - batin Sekar.
Suara riuh di halaman sekolah membuat para guru di ruang BK melongokkan kepalanya melihat apa yang membuat siswa dan guru-guru pada heboh.
"Ada apaan sih Bu Yos?" tanya Tina.
"Ada bule ganteng berjalan kesini. Ya Allah, sumpah ganteng banget!" seru Yosephine heboh.
Sekar mengerenyitkan dahinya. Bule? Jangan-jangan...
"Permisi. Sekarnya ada?" tanya bule itu dengan bahasa Indonesia.
"Halo darling" sapa Arjuna sambil tersenyum yang membuat Sekar melotot.
"Darling?" ulang Sekar dengan nada dingin.
"Iya lah, kan kamu calon istri aku. Sudah selesai kan proses pengunduran dirimu? Ayo pulang." Arjuna menarik tangan Sekar.
"Eh tunggu dulu! Aku bereskan tas ku dulu!" Sekar melepaskan pegangan tangan Arjuna lalu mengambil tas dan laptop nya lalu berjalan menuju Arjuna yang berdiri santai. Pria bertinggi 188 cm itu menggamit lengan Sekar.
"Kami permisi dulu. Ditunggu kehadirannya di pesta pernikahan kami. Selamat siang." Arjuna dan Sekar pun berpamitan lalu pergi meninggalkan ruang BK.
Tina melirik ke arah Pak Budi yang melongo.
"Kamu kalah telak pak! Pantas Bu Sekar nggak mempan dengan rayuan mu, lha wong calonnya limited edition begitu" kekeh Tina.
Pak Budi hanya terdiam menahan emosi. Benar-benar kalah telak!
***
Di dalam mobil Audi, Sekar hanya memandang keluar jendela. Perlakuan Arjuna yang seolah-olah mereka adalah pasangan kekasih membuatnya tidak nyaman.
"Kenapa kamu diam?" tanya Arjuna sambil melirik ke arah gadis itu.
"Karena tidak ada yang perlu dibicarakan."
Arjuna terdiam. Gadis ini memang susah ditaklukkan.
__ADS_1
"Apakah sudah dapat gaun pengantinnya?" tanya Arjuna.
"Sudah. Danisha yang membuatnya."
"Kamu sudah mengundurkan diri dari PNS. Maaf harus seperti ini jalannya" ucap Arjuna.
"It's okay apalagi demi Rajendra, aku akan berkorban apapun termasuk PNS. Lagipula setahun setelah berpisah dengan anda, saya sudah ditawarkan masuk ke AJ Corp atau PRC group. Kata Danisha, saya tinggal memilih." Sekar melirik sekilas ke Arjuna. "Jadi saya tidak perlu takut jadi pengangguran."
"Aku akan memberikan harta gono-gini jika kita berpisah besok" ucap Arjuna.
"Tidak perlu. Saya tidak membutuhkan itu, berikan saja kepada Rajendra, dia yang lebih berhak."
"Tapi kamu adalah istriku jadi berhak!"
"Istri hanya setahun! Tidak usah! Asal kamu anda tidak menyentuh saya, itu sudah membuat saya sangat berterimakasih."
"Apakah kita akan tidur terpisah?" tanya Arjuna untuk mengetahui keinginan gadis cantik di sebelahnya.
"Tentu saja terpisah!"
Arjuna mendelik. "Bukannya nanti Rajendra akan bertanya-tanya kenapa kita tidur berpisah?"
"Apa kamar apartemen mu banyak?"
"Kita tidak akan tinggal di apartemen karena aku sudah ada rumah buat kita tinggal."
"Ada berapa kamar?"
"Ada enam kamar tidur."
"Apakah ada kamar di sebelah kamar utama?" tanya Sekar.
"Iya tapi..."
"Ya sudah aku tidur di sebelah kamar utama. Rajendra kan pasti tidur sendiri karena sudah saya biasakan." Sekar menatap jalan lagi.
"Kenapa kamu tidak mau tidur bersama dengan ku?" tanya Arjuna.
"Bukankah saya sudah bilang selain urusan ranjang, saya akan tetap menjalankan kewajiban saya sebagai seorang istri dan ibu. Jika kita tidur bersama, saya bisa menahan diri saya tapi anda, saya yakin tidak bisa dan akan memaksakan permintaan anda sebagai suami."
Arjuna melongo.
"Anda harus memegang janji anda karena anda adalah seorang laki-laki yang dipegang adalah ucapan dan perbuatannya."
Rahang Arjuna pun mengeras.
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Author mau tanya, dari semua karakter Heroine ( cewek ) yang di novel-novel author paling suka siapa?
Survei nih ceritanya. Hahahahah ... #receh
Komen yak
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️