Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Jean Marie


__ADS_3

Semenjak mendapatkan email dari Elang yang memintanya untuk berhati hati kepada pak Sam, membuat Rain menjadi parno namun dia berusaha tenang.


Sesampainya di toko, Rain langsung ke lantai dua tempat kantornya berada meskipun jarang dia masuki karena lebih suka berada di bawah bersama dengan para pegawainya.


Rain menyalakan iMac yang ada di kantornya, komputer yang jarang dia pakai karena dia lebih sering memakai iPad nya.


Setelah membuka email-nya, Rain lalu membalas email Elang. iMac yang di kantor memang sengaja dia secure bahkan kedua orangtuanya tidak tahu.


Dear, Elang.


Aku sudah membeli ponsel jadul dan ini nomornya +6288xxxxxxxx. Telpon lah jika aku sudah sampai toko, jangan di rumah.


Love,


Rain.


Rain lalu mengirimkan email itu ke Elang. Tak berapa lama, ponsel polyphonic itu pun berbunyi. Sejenak Rain tertawa mendengar suaranya yang jadul.


"Jangan tertawa Rain, membuat aku gemas" suara Elang di seberang.


"Assalamualaikum Lang" sapa Rain sumringah.


"Wa'alaikum salam. Katakan padaku kenapa kamu tertawa?"


"Ringtone ponsel jadul ini membuat aku geli" kekeh Rain.


Elang menatap Rain dari layar monitor di ruangan komputer nya.


"Kamu tahu Rain, aku hanya tidur beberapa jam saja demi mendengar dan melihat ada suara dan emailmu."


"Jangan kurang tidur Lang, harus ingat kesehatanmu juga."


Elang tersenyum di ruangannya. "Apakah kamu mengkhawatirkan diriku, Rain?"


"Kau tahu, aku selalu mengkhawatirkan dirimu" jawab Rain lembut sambil memandang kamera CCTV.


Wajah Elang memerah. Beruntung Rain tidak melihatku. Bisa ditertawakan aku nanti.


"Rain, apakah Glock mu di tasmu?" tanya Elang mengalihkan pembicaraan.


"Iya Lang, kamu memintaku melakukan itu kan?"


"Hati-hati Rain, aku tidak tahu apa yang direncanakan oleh orang itu. Aku sudah mengirim pengawal untukmu juga."


"Tapi Lang, papa sudah mengirimkan pengawal bayangan untukku setiap hari."


"Ini pengawal perempuan, Rain. Angkat dia menjadi sopir pribadimu agar dia bersama mu terus."


Rain menatap kamera CCTV. "Siapa namanya?"


"Namanya Jean Marie, dia akan sampai tokomu siang hari ini."


***


Jean Marie adalah seorang gadis berusia sekitar 28 tahun dengan wajah dingin. Gadis berwajah indo itu ternyata sudah lama ikut dengan Elang sebagai bodyguard dan kini dia dikirim oleh bossnya untuk mengawal kekasih bossnya.



Rain yang menemuinya di kantornya di lantai dua hanya melongo melihat gadis itu. Mengenakan baju suit seperti halnya pria, Jean jauh lebih tomboy bila dibandingkan Valora bahkan Tante Vivienne.


"Jean, apakah kau sudah lama ikut dengan Elang?" tanya Rain.

__ADS_1


"Saya sebenernya ikut tuan besar McCloud terlebih dahulu baru saya ikut Mr Jeremy setelah tuan besar meninggal. Jadi saya ikut sudah sepuluh tahun , Nona."


Rain mengangguk. Ponsel milik Jean berbunyi dan wanita itu mengangkatnya.


"Selamat siang tuan McCloud" sapa Jean. "Baik tuan." Jean menyerahkan ponselnya kepada Rain. "Nona, tuan McCloud ingin berbicara dengan anda."


Tampak wajah Elang di layar ponsel Jean.



"Halo Rain."


Wajah Rain memerah melihat pria yang dirindukannya hanya memakai baju yang tidak dikancing.


"Astaga Elang! Itu bajunya dikancing dulu kenapa? Kamu sudah mandi belum? Kenapa mukamu seperti baru bangun tidur?" cerocos Rain untuk menghilangkan rasa gugupnya bahkan Jean yang dingin pun menarik sudut bibirnya.


Nona Rain benar-benar sepertinya mencintai Mr McCloud.


"Rain! Kamu tuh seperti ibu-ibu deh!" kekeh Elang.


Rain menutup mulutnya. "Maaf" bisiknya.


"Tidak apa, aku suka kok!" Elang lalu bersandar di kepala tempat tidurnya tanpa mengancingkan kemejanya dan menampilkan perut kotak-kotak nya.


Wajah Rain semakin memerah. Jean sendiri memutuskan untuk meninggalkan keduanya karena memberikan kesempatan pada bossnya.


"Kenapa wajahmu memerah Rain?" Elang melirik ke perutnya. "Apakah kamu ingin memegang perutku?" goda Elang.


"Elaaangg" bisik Rain.


"Kalau kamu sudah menikah denganku, bebas apa saja kamu boleh lakukan pada tubuhku, Rain." Wajah Elang jahil menggoda Rain.


"Jika kamu rindu padaku, gunakan ponsel milik Jean."


Rain mengangguk.


***


Papa Ryu menyetujui Jean Marie menjadi sopir pribadi Rain bahkan tinggal di mansion Reeves agar mempermudah mobilitas Rain. Papa Ryu percaya saja jika Jean Marie berasal dari agensi milik Gozali Ramadhan, kakak Rhea Blair.


Ketika Rain berada di kamar, ponselnya berbunyi. George Grissom


"Selamat malam George" sapa Rain.


"Selamat malam Miss Rain."


"Ada apa George? Apa bang Duncan dan Rhea baik-baik saja?"


"Mereka baik-baik saja Miss Rain. Oh ya saya besok ke toko anda ya Miss."


Rain hampir melupakan janjinya dengan George.


"Silahkan George. Jam berapa?"


"Jam makan siang? Bolehkah saya mengajak anda makan siang?"


Rain berpikir sejenak. Toh ada Jean Marie juga.


"Boleh George. Datang saja ke tokoku nanti kita pergi bersama."


"Baik miss Rain."

__ADS_1


***


Hari ini seperti biasa Rain dan semua pegawainya memulai hari dengan membuat kue-kue di dapurnya. Jean sendiri tanpa diduga, juga bisa membuat cake. Tini dan para pegawai lainnya takjub melihat cake blueberry buatan Jean Marie.



"Whoah! Kak Jean ternyata bisa bikin cake!" seru Dian.


"Hobi aku waktu di London dulu" ucap Jean santai.


"Kak Jean pernah di Inggris?" tanya Tini.


"Pernah, ambil kuliah pastry" jawab gadis itu.


"Pantas bisa bikin cake secantik ini."


"Nona Rain, silahkan kalau mau dijual" ucap Jean sambil tersenyum tipis.


"Wah, ini masuk harga berapa yaaa" kekeh Rain.


"Special prize ajah mbak" ucap Ejin. "Dan harus beli satu begini nggak boleh dipotong-potong."


"Aku jual di webnya kita saja mbak, siapa tahu malah lebih laku" ucap Tini. "Harganya..." Tini menyebutkan sebuah angka.


"Masuk kan sama bahan bakunya?" tanya Rain.


"Masuk lah mbak, nggak rugi bandar deh!"


Rain mengangguk. Jean pun kembali membantu membuat banyak kue-kue yang sudah jadi menu standar ditambah beberapa kue jenis baru.


Jam makan siang pun datang dan George sampai di toko kue Rain dengan diantar sopir Abi. Para pegawai Rain pun heboh kedatangan bule tampan lagi ke toko kue.


"Mbak Rain, sering-sering ajah ya seluruh anggota keluarganya dibawa kesini. Lumayan cuci mata kita-kita" komentar Shinta.


George hanya tersenyum karena dia tidak begitu paham bahasa Indonesia, berbeda dengan Jean yang masih berdarah Indonesia jadi bisa berbahasa Indonesia karena ibunya orang Indonesia meskipun ayahnya orang Perancis.


"Yuk Jean, kita makan siang dengan George" ajak Rain yang membuat George melongo.


"Lho? Kita bertiga?" tanya George.


"Hu um. Karena Jean Marie adalah sopir dan juga pengawal ku." Rain dan Jean Marie lalu berjalan menuju Alphard Vellfire milik Rain sedangkan George mengekor di belakangnya.


Bukan begini maksudku, Miss Rain.


Sementara itu, Pak Sam mengawasi ketiga orang yang masuk ke dalam mobil.


Siapa lagi pria dan wanita itu? Harus aku selidiki.


***


Yuhuuu Up Sore Yaaaa


Maaf hari ini agak slow update


Lagi miskin ide 😭😭😭


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2