
Setelah acara sesi foto keluarga yang tentu saja rusuh dari semua generasi, akhirnya Rain pamit untuk berganti baju. Memakai gaun pengantin yang berat membuatnya tidak nyaman. Melihat istrinya masuk ke dalam mansion, Elang pun mengikutinya.
"Jeremy! Awas lu kalau unboxing Rain sekarang!" teriak Eiji tanpa malu yang membuat semua orang memandang Elang yang wajahnya langsung merah padam.
"Ipar lucknut!" umpatnya yang membuat semua orang tertawa dan dia tetap masuk ke dalam rumah.
"Rain?" panggilnya.
"Di kamar, Lang!" jawab Rain.
Elang pun naik ke lantai dua untuk membuka pintu kamar Rain yang didominasi warna putih dan sudah dihias dengan bunga. Harum Jasmine dan green tea khas Rain pun menyeruak di kamar cantik itu.
"Rain? Sayang?" panggilnya dan tampak Rain manyun keluar dari dalam kamar mandi. "Kenapa?"
"Nggak bisa buka resleting belakang" ucapnya sambil memajukan bibirnya.
Sumpah demi apapun, Elang ingin Melu*mat bibir itu dan habis-habisan ber*cinta dengan Rain tapi mengingat masih banyaknya makhluk-makhluk durjana diluar, membuatnya harus menahan diri.
Awas kalau mereka usil nanti malam!
"Sini aku bantu" ucap Elang. Rain membalikkan tubuhnya untuk memberikan akses ke suaminya untuk membuka resleting belakang baju pengantinnya.
Elang membuka pelan resleting baju pengantin Rain. Kalau mengikuti otak rusuhnya, ingin ia tarik kasar supaya tubuh polos Rain tampak di hadapannya tapi mengingat baju pengantin istrinya cantik sekali, ada rasa sayang untuk merusaknya.
Mata abu-abu Elang mendelik dengan sempurna ketika melihat korset bewarna putih yang terdapat di dalam gaun pengantin. Kukira hanya pakai br*a, ternyata ketambahan korset.
"Sudah Lang? Aku gerah mau mand..." suara Rain menghilang ketika jari telunjuk Elang menyusuri tulang belakangnya dari atas ke bawah di punggungnya yang tidak tertutup korset. Nafas Rain mulai tersengal ketika bibir Elang gantian menyusuri punggungnya.
"Lang... Aku berkeringat" bisik Rain gugup. Bukan gini! Aku maunya sudah wangi, bukan punggung basah kena keringat.
"Memang kenapa?" sahut Elang dengan suara parau.
"Masih ada saudara di bawah" ucap Rain dengan nada bergetar. Rheaaaa! Rasanya berbeda seperti yang kamu ceritakan! Ini jauh lebih bikin merinding!
"Haaaiissshhhh, aku lupa dengan pria-pria durjana itu!" umpat Elang kesal. Diam-diam Rain menghembuskan nafas lega.
"A..aku ... ganti baju dulu. Terimakasih sudah membantuku" ucap Rain sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Elang masih harus menata nafasnya lalu dengan sembarangan dia melemparkan jas nya dan keluar kamar Rain. Bisa gila aku disini!
***
Keluar dari kamar Rain, Elang berpapasan dengan Neil yang juga sudah melepas jas dan dasinya, tinggal kemeja hitam yang terbuka dua kancing atas, digulung sesiku dan celana abu-abu.
"Unboxing J?" goda Neil.
__ADS_1
"Nggak lah! Kalian para durjana masih disini!" umpat Elang manyun. Neil terbahak.
"Sabar J. Seumur hidup kamu bakal nikmati" kekeh Neil yang sudah menikah dengan Aurora.
Terdengar suara ramai-ramai yang membuat semua tamu undangan bergembira. Tampak Mario McGregor datang bersama Brad putranya tanpa istri-istri mereka. Mike menyambut kakaknya dengan hangat begitu juga semua sepupu Brad.
"Siapa itu?" tanya Elang.
"Itu Mario McGregor, dekan Royal Arts di London dan itu putranya Brad, pemilik beberapa galeri seni di Eropa. Mario kakaknya Uncle Mike" papar Neil.
"Mana nih pengantinnya?" tanya Mario, pria yang semakin tampak darah Italianya.
"Ini pengantin prianya, Jeremy McCloud. Jeremy ini kakak Pakdhe Mike..." suara Nabila terpotong oleh ucapan suaminya.
"Uncle Nabilaaaaa."
"Kakak Pakdhe Mike dan itu putranya Brad" lanjut Nabila mengacuhkan protes suaminya.
Elang menyalami Mario dan Brad. Setelah berbasa-basi sebentar, suara teriakan Nabila membuat semuanya heboh. Tampak Manggala datang bersama istrinya Geya juga Brandon dan Sean.
"Sorry terlambat!" ucap Brandon sambil memeluk Nabila, diikuti oleh Sean. Duo pasangan antik itu pun langsung heboh bertemu dengan keluarganya. Bukan rahasia lagi kalau pasangan Brandon dan Sean seperti keluarga mereka sendiri.
"Bah! Ngapain kakak kemari? Mana terlambat pula! Pulang sana! Makanan sudah habis!" omel Vivienne ke Brandon yang selalu menjadi musuh debatnya.
"Pesawatnya sempat delay, bambaaaaannggg! Lu kira kita-kita ini Sultan kayak elu?" balas Brandon judes.
"Nabnab!" seru Manggala yang tidak ingat umur dan istri langsung main peluk Nabila.
"Woooiiii udaahh peluk Nabilanya, Mangga!" protes Mike.
"Iisshhhh kamu kan tiap malam peluk Nabnab. Aku kan jarang! Dasar mafia!" pelotot Manggala. Generasi muda-muda semuanya menyingkir. Semuanya pada nggak ingat umur kalau soal gesrek.
Nabila lalu menarik Geya, istri Gala. "Biarkan mereka bertengkar. Terkadang aku bingung, mereka kalau bertemu seperti suami istri hampir cerai deh!" ucap Nabila asal.
Geya tertawa. "Aku dah biasa mbak melihat mas Gala seperti itu sama mbak Nabila."
"Kamu nggak cemburu?" tanya Nabila takjub.
"Ngapain cemburu mbak? Kita-kita ini sudah umur berapa, malah bikin tambah uban. Lagipula aku tahu kok mas Gala dan mbak Nabila memang sudah bersahabat dari SMA jadi biasa saja" senyum dokter sahabat Diana itu.
"Geya!" sapa Diana yang langsung cipika-cipiki. "Mana mas Gala?"
Nabila menunjukkan suaminya sedang ribut dengan Gala. "Masih mbak?" tanya Diana terkejut sebab dia sudah tahu ceritanya dari Yuna dan Shanum kalau Mike dan Gala nggak pernah akur kalau bertemu.
"Masih lah! Sama saja kan dengan iparmu dan besannya" kekeh Nabila.
"Aku kira cewek doang yang reseh, ternyata pria-pria di lingkungan keluarga Pratomo super rusuh!" gelak Diana.
__ADS_1
"No rusuh no life!" ucap Nabila asal.
***
Brandon dan Sean sedang memeluk Rain yang sudah berganti baju dengan blus merah dan celana panjang hitam. Rambut hitamnya pun sudah digerai.
"Keponakan Oom yang paling lembut akhirnya menikah juga" ucap Sean terharu.
"Iyalah, masa Oom doang yang boleh merit?" kekeh Rain.
"Mana suami kamu, Rain?" tanya Brandon. Rain pun memanggil Elang yang sedang ngobrol dengan Brad McGregor. Pria itu menghampiri istrinya.
"Lang, perkenalkan ini dua Oom aku. Ini Oom Sean, dan ini suaminya Oom Brandon."
Elang melongo. "Suami?" Rain mengangguk.
"Senang bertemu dengan kalian semua" senyum Elang kikuk. Ya ampun keluarga mu memang penuh dengan kejutan!
***
"Sehat Brad?" tanya Miki Al Jordan Akandra kepada Brad.
"Sehat, syukurlah." Brad tersenyum kepada Miki yang sempat memiliki cerita sebelum akhirnya Miki menikah dengan Joshua. "Suamimu kemana?"
"Biasa, urus si kembar yang lagi senang melihat Kaia dan Arya. Kaia anaknya Duncan, sedangkan Arya anaknya Gozali, kakaknya Rhea istri Duncan."
"Sudah lama kita nggak kumpul keluarga begini, aku rindu suasananya" senyum Brad.
"Rindu suasananya atau rusuh nya?" gelak Miki.
"Rusuhnya!" balas Brad.
Tiba-tiba Raymond Ruiz berteriak kencang.
"Valoraaa!"
***
Yuhuuu Up Jam Brunch Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1