Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Bonchap - Salah Paham


__ADS_3

Masih Ashley dan Kristal


"Ashley?"


"Jangan berteriak Lara. Aku hanya ingin berduaan denganmu" bisik Ashley sambil menyeret Kristal.


Namun Ashley lupa siapa Kristal yang meskipun dalam posisi terjepit bisa mencari celah untuk mengalahkan lawannya.


Kedua tangan Kristal memang dipegang ketat oleh Ashley tapi kaki tidak. Kristal lalu mengaitkan kakinya yang membuat keseimbangan Ashley goyah, dan satu tangan gadis itu bisa terbebas lalu meninju ulu hati Ashley dengan sikunya sekuat tenaga yang membuat pria itu terhuyung ke belakang dan pegangannya terlepas dari tubuh langsing itu.


Kristal pun berbalik dan memberikan tinjunya ke arah muka Ashley namun tangan pria itu lebih cepat dan memegang kedua pergelangan gadis itu walaupun perutnya seperti ditinju dengan blok kayu.


"Jangan gunakan tangan indah ini untuk memukulku, Lara" ucap Ashley serak. Jujur dirinya benar-benar terkejut mengetahui gadis ini bisa bela diri.


"Karena kamu pantas untuk dipukul, dijotos, diha..." Bibir Kristal langsung dibungkam oleh bibir Ashley. Bukan hanya ciuman saja tapi Ashley Melu*mat bibir seksih Kristal, hal yang tidak pernah dia lakukan ketika bersama gadis itu.


Tubuh Kristal melemas ketika mendapatkan ciuman sedalam itu dari pria yang masih sangat dicintainya namun sebuah tangan kekar menahannya dan tangan kekar lainnya memegang kepalanya. Tanpa sadar, lengan ramping Kristal memeluk pinggang Ashley.


Keduanya baru melepaskan diri ketika sama-sama kehabisan nafas. Ashley menempelkan dahinya di dahi Kristal.


"I love you Lara. Love you so much!" bisik Ashley dengan nafas tersengal merasa takjub merasakan rasa bibir Kristal yang membuatnya ketagihan.


"Namaku Kristal, bukan Lara" jawab Kristal dengan berbisik.


"Nama tengahmu Lara kan? Aku hanya memanggil mu Lara. Kristal untuk keluarga mu saja" bisik Ashley sambil mencium bibir Kristal lagi.


Keduanya saling berpagutan tanpa menyadari ada seseorang di belakang mereka.


"Bagus ya! Sudah bikin kamu menangis sekarang main cium-cium!"


Keduanya tersentak.


"Oom Ryoma?"


***


Ashley merasa tidak nyaman melihat ketiga orang tua yang berdiri menatap dirinya dengan tatapan intimidasi. Raymond Ruiz dan istrinya Valora Arata Ruiz, orang tua Kristal serta Ryoma Reeves, Oom gadis itu.


"Jadi ini pria yang membuat kamu blingsatan akhir-akhir ini?" tanya Raymond tajam ke Ashley yang duduk di depan meja kerja Ryoma meskipun ucapannya ditujukan ke Kristal.


Kristal hanya mengangguk.


"So, hukuman apa yang harus kita berikan pada pria yang sudah membuat putri ku menangis?" Valora menatap judes ke Ashley.


"Kita hajar dulu?" kekeh Ryoma.


"Usul yang bagus, Sepupu!" cengir Valora.



Ashley hanya diam pasrah mendengar ucapan Valora dan Ryoma.

__ADS_1


"Rasanya aku gatal ingin kembali bar-bar seperti dulu" gumam Valora sambil melemaskan jari jemarinya sampai berbunyi yang membuat Raymond dan Kristal mendelik. Gawat!


"Sayang, nanti jarimu keseleo gimana?" bujuk Raymond berusaha membuat istrinya tidak bar-bar.


"Tidak akan!" Valora langsung melayangkan tinjunya ke wajah Ashley. Sudut bibir Ashley pun berdarah.


"MAMA!" teriak Kristal.


"APA! Gara-gara pria ini kamu jadi lembek!" Valora meninju wajah Ashley lagi.


"Mama tidak Sudi menerima pria yang sudah membuatmu menangis dan mengata-ngataimu kasar! Dia tidak ada apa-apanya dibandingkan Malik!" Kali ini Valora meninju sisi lain wajah Ashley.


"Malik sudah meninggal mama! Dia tidak akan kembali!" Isak Kristal.


Valora menatap putrinya sendu lalu menghampirinya. "Malik memang tidak akan kembali sayang. Apa kamu yakin mau menerima pria itu? Mama kok sangsi dia bisa berubah setelah apa yang dia lakukan padamu."


Ashley yang mendengar ucapan Valora bangkit dari duduknya dan berlutut di depan wanita paruh baya cantik itu.


"Maafkan atas segala perbuatan dan ucapan saya, Mrs Ruiz. Saya yang bersalah disini, saya yang terlalu terbawa pikiran negatif tentang Lara..."


"Lara? Kenapa kamu memanggil nama tengah putriku?" tanya Raymond dingin.


"Karena itu yang akan saya panggil mulai hari ini sampai selamanya" jawab Ashley tegas.


"Apa maksudmu mulai hari ini dan selamanya?" selidik Valora.


"Karena saya akan menikahi putri anda!" jawab Ashley lagi.


"Karena saya sudah tidur dengan putri anda, Mr Ruiz" jawab Ashley kalem namun sukses membuat Kristal melongo.


Raymond tidak bisa menahan emosinya lalu memukul Ashley hingga tersungkur dan nyaris menghajarnya lagi kalau dia tidak ditahan Ryoma.


"Jangan, Ray! Kamu bisa membunuhnya!" ucap Ryoma.


"Dasar bocah brengsek!" umpat Raymond.


Valora menangkup wajah putrinya. "Sayang, apa kamu sudah tidur dengan pria itu? Apa kamu sudah ternoda?" Jujur ini yang Valora takutkan meskipun putrinya sudah dewasa tapi aturan di keluarga Pratomo harus menjaga diri sampai menikah itu mutlak kecuali Arjuna yang bukan karena kesalahannya.


"Aku tidak pernah tidur dengannya ma" jawab Kristal panik karena memang merasa tidak melakukannya.


"Siapa bilang kamu tidak melakukannya?" jawab Ashley sambil mengusap darah di bibirnya. Kristal mendelik. Kapan aku tidur dengan dia?


"Apa kamu lupa dengan kejadian di Muenchen?" tanya Ashley.


Muenchen?


Ashley mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan gambar keduanya tidur bersama di tempat tidur rumah sakit.



"Bahu saya memang sakit tapi bukan berarti saya tidak bisa meniduri putri anda" ucap Ashley santai.

__ADS_1


Astaga! Astagaaaaa! Fitnaaaahhhh!


Valora dan Raymond memincingkan matanya ke Kristal.


"Pa, Ma, dia bohong! Aku tidak pernah tidur bareng..."


"Tapi foto ini Kristal?" tanya mamanya.


"Kami hanya tidur!" bantah Kristal. Apalagi permainanmu, Ash?


"Tapi kamu besoknya tidak bisa jalan" tambah Ashley.


Mulut Kristal menganga. Astagaaaaa! Pria satu ini!


"Itu karena aku semutan Ash! Posisi tidurku kan tidak nyaman!" bentak Kristal kesal.


"Jadi benar kamu sudah tidur bareng dengan Ashley?" tanya Raymond dingin.


Kristal menutup mulutnya. Kok makin ambigu dan absurd ini?


"Pa, aku memang ketiduran di tempat tidur tapi aku hanya tidur tidak melakukan hal yang lain." Kristal menatap judes ke Ashley.


"Mana kamu tahu? Kamu kan kalau sudah tidur benar-benar kebluk!" ucap Valora.


Kristal memegang pelipisnya dan tiba-tiba kepalanya pusing. Apa maumu Ash!


"Meskipun papa tidak rela kamu sama orang ini, kepaksa kamu harus menikah dengan dia!" tuding Raymond ke Ashley yang membuat Kristal melongo.


"Paaaa!"


"Apa? Keburu kamu hamil juga!" balas Raymond judes.


"Pa! Aku masih bersegel!" teriak Kristal frustasi. "Ayo ke rumah sakit buat cek!"


"Tidak perlu! Kamu, Ashley! Berani kamu bertanggungjawab atas semua perbuatan mu kepada putriku?" tatap Raymond tajam ke arah Ashley yang masih terduduk.


"Tentu saja Sir. Saya yang menodai Lara maka saya yang bertanggung jawab atas kerusakan yang sudah saya perbuat!"


"Bagus! Kalian menikah barengan saja dengan Danisha dan Iwan, biar nggak dua kali kerja! Nanti papa bilang ke Ghani!" putus Raymond.


Kristal hanya bisa menutup wajahnya. Kenapa jadi begini sih?


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


maaf telat


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2