Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Don't Die!


__ADS_3

Kapal karet yang membawa Ghani dan Elang hanya bisa sampai di jarak 500 meter dari lokasi.


"We have to dive sir" ucap salah satu anggota tim melalui earpiece masing-masing. Ghani memberikan kode kepada semuanya untuk oke berenang. Setelah kapal mereka amankan, kedelapan orang disana langsung menyelam.


Ghani dan semua tim memakai peralatan canggih anti air yang menunjukkan arah lokasi. Kemampuan senyap para anggota tim Ghani tidak diragukan lagi. Setelah menyelam beberapa saat, semua keluar dari air.



"Use stun bullet ( peluru bius )" perintah Ghani ketika melihat dua orang penjaga berjalan. Dua anggotanya menembak dua penjaga itu hingga roboh dengan senapan yang diberi silencer.


"Tim Beta? Charlie? Delta?" tanya Ghani.


"We're here. Down to guards!" ucap Lt Jeff.


"Same here." Lapor Lt Hendry.


"Heh! Burung belekok! Enak ajah ngaku-ngaku mau nikah sama adik gue!" kali ini Eiji yang marah di earpiece Ghani dan Elang.


Ghani hanya menepok jidatnya. Bener kata Rhea. Harus sabar ngadepin Eiji!


"Eiji! Shut Up!" bentak Mamoru.


Elang hanya tersenyum kecut mendengar Omelan Eiji.


Ghani memberikan kode untuk segera mengepung.


"Surround this place!"


***


"We're secure the helicopter!" ucap Javier. "And the pilot!"



"We're in!" ucap Ghani sambil mengarahkan senjatanya. Tiba-tiba terdengar adu tembak di sisi selatan pulau dimana tim Delta disana.


"Fu**!" suara Lt Hendry terdengar. "Aku bereskan cecunguk dulu!"


Ghani tetap masuk ke dalam villa bersama Elang dan timnya. Ketika hendak membuka pintu, sebuah granat melayang diantara mereka dan hendak jatuh di halaman.


"GRANAT! RUN!" teriak Ghani. Para anggota Ghani segera menyelamatkan diri dengan bergegas masuk ke dalam villa. Suara ledakan granat membuat pasukan Ghani bertiarap. Berondongan tembakan membuat tim Ghani tidak bisa lama-lama bertiarap dan langsung membalas tembakan mereka dengan mencari tempat berlindung.


"Fu**! Fu**! Fu**!" umpat Ghani yang tidak bisa membalas tembakan di villa itu. "Kalian tidak apa-apa semua?" tanya Ghani kepada anggotanya yang dibalas semua anggotanya. Ghani bersyukur semuanya selamat.


"Valora! Dimana kamar Rain?" tanya Ghani kepada Valora.


"Lantai dua, sayap kanan kamar nomor dua" jawab Valora.


"AJ! Beri visual keberadaan heat musuh!" perintah Ghani ke AJ Russell.


Ghani dan Elang melihat termal heat musuh yang ada dihadapannya. Pria tampan itu memberikan kode jumlah musuh dan lokasinya yang hanya diketahui oleh anggotanya.


"Cover me G! Aku akan ke tempat Rain."


"Wait! Jangan gegabah Lang!" bentak Ghani.


"Kita nggak bisa berdiam disini!" Elang menatap Ghani dalam. "Please, let me. Rain bebas, kamu mau tangkap aku silahkan! Atau Gozali mau tembak kakiku terserah!" Akhirnya kakak Rhea itu pun mengangguk. "Thanks G!" Elang menyiapkan senjatanya.


Ghani memberikan kode. "We need to cover Eagle!"

__ADS_1


Segera Ghani dan para anggotanya membalas tembakan demi Elang bisa naik ke lantai dua. Melihat pria itu berlari lewat tangga, salah satu anak buah Glenn hendak menembak Elang.


"Oh No You Don't!" desis Ghani yang langsung menembak orang itu tepat di tengah-tengah kepalanya.


"Run Lang! Sudah aman!" ucap Ghani.


Suara adu tembak terdengar di sisi halaman belakang.


"We got hit!" lapor salah seorang anak buah Eiji.


"Who?"


"Ryoma."


Ghani yang mendengarnya langsung lemas.


"Bawa ke kapal. Ada dokter Mamoru dan Lt Yusuf disana." suara Lt Jeff terdengar. "Yes Sir!"


***


Elang berjalan menuju lorong di lantai dua berbekal alat deteksi panas suhu tubuh dan mencari kamar Rain.


Setelah menemukan, Elang menembak handle pintu dan mendobraknya.


Betapa terkejutnya melihat Rain sudah berada di cengkraman Glenn dengan pistol di pelipisnya.


"Rain!"


"Elang! Just shoot him!" teriak Rain.


"Apa yang terjadi Lang?" teriak Ghani di earpiece Elang.


"Aku akan kesana!"


***


"Segitunya kamu ingin membebaskan perempuan ini?" ejek Glenn. "Aku akan melepaskannya asal kau berikan kekuasaan absolut mu, sepupu!"


"Lepaskan Rain!"


"Tandatangan berkas di sebelah mu!" perintah Glenn.


Elang memincingkan matanya. "Berkas apa itu?"


"Pemindahan kekuasaan dari Jeremy Eagle McCloud kepada Glenn Hawk McCloud" seringai Glenn.


"Fu** You!" umpat Elang.


Glenn semakin menekan moncong Glock nya di pelipis Rain.


"Tandatangani atau gadismu berantakan otaknya?" ancam Glenn.


Elang menatap Rain yang hanya tersenyum tipis namun dia melihat kode tangan Rain yang menunjukkan bahwa dia harus menembak Glenn dalam hitungan ketiga.


Jari Rain bersiap ... 1...2..3


Rain menginjak kaki Glenn dan menyikut perut Glenn dengan menunduk, Elang menembakkan pelurunya mengenai bahu Glenn.


Pria itu pun terhuyung memegang bahu kanannya yang kena tembak.

__ADS_1


"Fu** you Jeremy!" umpat Glenn.


"Rain! Berlindung di belakangku!" perintah Elang dengan masih mengacungkan senjatanya ke arah Glenn. Rain pun segera berdiri di belakang Elang.


"Ambil Glock yang ada di belakangku untuk pertahanan dirimu" bisik Elang. Rain mendelik.


"Bagaimana kau...?" bisik Rain.


"Just take it!" desis Elang agak menoleh dan kehilangan sedikit kewaspadaan. Glenn pun menembak ke Elang yang terkena tembakan di bahunya. Pria itu terhuyung terkena peluru.


"Elaaangg!" teriak Rain yang langsung menembak Glenn dengan Glock yang baru saja diambilnya dari belakang tubuh Elang.


Tembakan Rain terkena leher Glenn yang masih sempat menembak ke arah gadis itu dan terkena dada kiri Rain.


"RAAIIINNN!!!" Elang lalu membabi buta menembakkan semua pelurunya ke arah Glenn dan terakhir di kepala sepupunya.


Ghani yang baru berhasil masuk ke ruangan itu terperangah melihat Rain berlumuran darah yang sedang ditahan pendarahannya dengan tangan Elang.


"Moru! Rain tertembak di dada kiri." Ghani segera membopong Rain diikuti Elang.


Lt Jeff melihat keadaan itu langsung menyuruh Javier menyiapkan helikopter.


"Bawa Rain kemari! Bang Moru dalam perjalanan!" perintah Javier yang memang jago menerbangkan pesawat sambil menyalakan mesin helikopter.


Ghani setengah berlari membopong gadis itu sambil berbicara "Don't die Rain! Don't die! Aku tidak bisa menghadapi Rhea dan Duncan kalau kamu mati!"


Sesampainya di helikopter, Mamoru sudah bersiap dengan alatnya. "Bawa Rain masuk!"


"Aku yang akan membawanya!" ucap Elang sambil mengambil tubuh Rain dan masuk ke dalam helikopter.


"Javi, berangkat!" perintah Mamoru setelah pintu helikopter ditutup. Javier pun segera menerbangkan helikopter.


"Damn!" umpat Mamoru sambil berusaha menyelamatkan nyawa Rain.


"Iya Tante! Tolong siapkan ya!" Javier menelpon Tante Diana, istri Stephen Blair yang seorang dokter melalui panggilan dari helikopter.


"Moru! Tante Diana tanya apa kena jantung?"


"Tidak tapi kena aorta! Siapkan kantong darah O paling tidak lima kantong!"


Javier menyebutkan permintaan Moru.


Elang menatap gadis yang wajahnya memucat. Tangannya menggenggam tangan gadis itu.


"Don't die Rain! Please... Don't die." Untuk kedua kalinya Elang menangis dalam seumur hidupnya. Pertama sewaktu orangtuanya meninggal dan kini gadis yang sudah dicintainya sejak SD sedang meregang nyawa.


Suara baling-baling helikopter terdengar memecahkan sunyinya malam itu.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaa


Maaf kalau penggambarannya kurang kena.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


*kenapa ada Navy Seal. Soalnya aku ngetik sambil nonton filmnya Navy Seals yang dibintangi Michael Biehn n Charlie Sheen.*


__ADS_2