Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Kembali Padamu


__ADS_3

"Elang?"


Rain menatap pria tampan itu tidak percaya. Bukannya dia masih harus dihukum tahanan rumah kok bisa ke Jakarta?


"Sini mana tasmu?" Elang segera mengambil tas Louis Vuitton yang dibeli Rain sewaktu berjalan-jalan dengannya.


Dengan telaten, Elang mencari kunci mobil Alphard Vellfire milik Rain. "Nah! Sudah kete..." Elang terkejut melihat wajah Rain sudah penuh air mata.


"Rain! Rain! Jangan nangis!" Elang menangkup wajah Rain.


"Kamu...kamu ngapain di Jakarta?" tanya Rain di sela-sela isakannya.


"Kembali padamu Rain."


***


Elang membawa Rain masuk ke dalam mobil gadis itu dan dia menyalakan mobil lalu membawanya pergi dari parkiran Starbucks.


Di samping tempat duduk penumpang, Rain tak berhenti memandang Elang. Bagaimana dia bisa kabur kemari dari London?


"Kamu... Gimana bisa ke Jakarta?" tanya Rain.


"Segala cara aku lakukan untuk bisa kembali padamu" ucap Elang sambil fokus menyetir.


"Tapi kamu kan jadi tahanan rumah?"


Elang tersenyum licik. "Ada yang bersedia menggantikan ku dan memiliki wajah agak mirip denganku meskipun masih tampan aku jadi aku bisa mengelabui petugas polisi."


Rain terperangah. Dasar mafia!


"Aku kabur dengan menyamar menjadi tukang antar susu, memakai make-up supaya semirip mungkin dengan tukang susu langganan."


Rain masih terdiam. Elang pun menoleh ke Rain.

__ADS_1


"Hei, sayang. Kamu nggak papa?"


Rain hanya memandang keluar jendela. "Aku takut kalau keluargaku mengetahuinya."


"Seperti aku bilang, akan aku hadapi semua anggota keluarga mu!"


Rain hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak semudah itu menghadapi papa, mama, dan semua keluargaku yang laki-laki."


Elang mendengus kesal. "Apakah dari semua keluargamu tidak ada yang mendukung hubungan kita?"


"Hanya Rhea yang terang-terangan mendukung ku."


"Rhea? Rhea Blair?"


Rain mengangguk. "Astaga! Padahal suaminya benci setengah mati padaku!" Elang tergelak. "Setidaknya istrinya lebih waras dari suaminya."


Rain tersenyum. "Semua saudara laki-laki ku posesif dengan kami yang perempuan."


"Bagaimana kamu tahu?"


"Sayang, aku melihat rekaman CCTV ketika kamu menembak anak buah Glenn. Dan detik itu juga aku tidak akan melepaskan mu meskipun aku terlambat dan tidak bisa melindungimu. Kamu tidak tahu rasanya hatiku hancur melihat kamu terkapar dengan darah dimana-mana."


"Apalagi mata Mamoru tampak dingin padaku seolah-olah aku tidak becus melindungimu. Kau tahu apa yang dia bilang? Bahwa aku tidak berhak memilikimu!"


Rain hanya terdiam. "Bang Duncan juga bilang demikian" bisiknya.


"Sekarang aku tanya. Bagaimana dengan perasaan mu padaku?" Elang menoleh ke Rain lagi.


"Aku sudah menetapkan keputusanku Lang."


"Apa itu?"


"Aku memilih mu."

__ADS_1


Elang tersenyum lebar. "Alhamdulillah."


Rain mendelik "Kamu mualaf?" Elang menggeleng.


"Aku sudah muslim Rain hanya saja aku melupakan agamaku sejak bersama Kakek. Almarhum ayahku adalah mualaf ikut agama almarhum ibuku. Dan aku memang muslim, Rain, hanya saja aku baru belajar lagi setelah menjadi tahanan rumah. Jadi kamu nggak usah khawatir soal apa agamaku."


Rain memegang tangan Elang. "Alhamdulillah."


Elang mengambil tangan Rain dan membawanya ke bibirnya yang seksih.


"Kamu tidak tahu bagaimana rasanya memendam rindu. Hanya bisa melihat tapi tidak bisa memegang seperti ini Rain."


Rain hanya tersenyum mendengar ucapan Elang. Sama Lang, sama.


"Kita kemana ini? Warung soto Betawi waktu itu gimana? Aku lapar." Tiba-tiba perut Elang berbunyi.


Rain tertawa. "Ya udah ayo ke warung soto Betawi langganan."


Elang mengangguk. Akhirnya aku bisa melihat tawamu lagi Rain.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️



Oh Ghani dah launching Yaaaa..

__ADS_1


__ADS_2