
Hari ini adalah wedding day bagi Arjuna dan Sekar yang akan diadakan di rumah 3M Al Jordan. Danisha sudah sibuk bersama Rain untuk mendandani Sekar. Alasan Danisha tidak mau mengambil alih perusahaan Ogannya karena dia sangat suka dunia fashion sedangkan sang kakak lebih memilih keliling dunia menjadi fotografer profesional untuk National Geographic.
Bara datang ke pernikahan sepupunya bersama dengan Ghani dan Alexandra membuat Danisha bahagia bertemu dengan keluarganya.
"Ya ampun anak mama tambah cantik saja. Senang princess di Solo?" tanya Alexandra sambil memeluk putrinya.
"Senang lah! New York nggak ada nasi liwet, wedhangan, gudeg ceker" kekeh Danisha yang membuat Ghani melongo.
"Dasar cucunya Necan Dara, nggak jauh-jauh dari kuliner" komentar Bara yang datang sambil memeluk adiknya.
"Ya iyalah! Kan aku cucunya!" cebik Danisha yang hari ini mengenakan dress brokat warna putih dan sepatu tali bewarna hijau. "Pa, apa papa yakin Mas Bara itu cucunya Ogan Abi sama Necan Dara?"
Ghani menatap putrinya. "Memang kenapa, Danisha?"
"Soalnya hobi nyari binatang langka sama seperti Oma Yuna yang hobi ke museum."
Ghani melirik ke arah Alexandra. "Lha mamamu pas hamil mas mu itu ngidamnya ke museum sama Oma Yuna."
Danisha terkikik. "Pantesan!"
"Mana calonnya Arjuna?" tanya Alexandra.
"Ayo ma, masuk. Ada Tante Rain juga."
***
Rajendra yang akhirnya tahu Arjuna adalah papa kandungnya langsung menempel terus. Kerinduannya memiliki ayah membuat bocah tampan itu tidak mau jauh dari sang papa.
Rajendra berkenalan dengan para Oom dan Tantenya dan tiba-tiba dia memiliki banyak opa dan Oma. Bocah kecil yang biasanya sekelilingnya hanya berputar sang mama dan bik Sum, sekarang merasakan bagaimana memiliki keluarga.
Sambil memegang tangan sang papa, Rajendra berkenalan dengan kakak sepupunya, Darren putra dari Josephine dan Mario. Keduanya saling mengobrol dengan bahasa mereka sedangkan Josephine dan Mario mengobrol dengan Arjuna.
"Yang penting orang itu sudah kamu buang kan Jun?" tanya Josephine, putri sulung Joshua dan Miki.
"Sudah mbak. Dua hari setelah kejadian itu langsung aku habisi."
Mario Bianchi menepuk bahu Arjuna. "Sudah jangan diingat lagi, kalian sudah ada Rajendra. Nikmatilah kehidupan rumah tangga kalian."
"Thanks mas. Ngomong-ngomong, mbak ku satu ini masih bar-bar kah?" kekeh Arjuna.
"Jo nggak bar-bar, aku malah bingung" gelak Mario, pria berdarah Italia itu.
__ADS_1
"Sayang Marissa nggak bisa ikut karena Luca sedang kena flu parah dan Marco benar-benar bucin over protective sama adik kembarku satu dan putranya itu. Marissa kan kalau panik mulutnya pedas tapi buat Marco itu simponi yang indah di kupingnya" gelak Josephine.
"Halo mbak bar-bar ku!" sapa Levi dan Aidan yang tampak tampan mengenakan jas sambil mencium pipi kakak sepupunya. "Mas Mario."
"Arjuna dah mo nikah, kalian berdua kapan?" tanya Josephine.
"Harusnya tanya ke Bara lah atau Kris atau Fuji, bukan kita-kita" sungut Levi.
"Kamu nggak pulang-pulang Tokyo sih. Papamu ribut melulu nungguin bang Toyib nya" gelak Josephine.
"Papa tuh memang kok! Anak ganteng paripurna begini dibilang bang Toyib!" Levi pun manyun.
Josephine dan Mario tertawa.
"Arjuna, ayo acara segera dimulai" suara Kris membuat mereka berjalan ke tempat duduk yang sudah disiapkan.
"Rajendra, kamu duduk sama Opa ya. Papa sama Mama mau ijab kabul, mau melaksanakan pernikahan. Yang anteng ya boy?" bujuk Arjuna kepada putranya sembari berjongkok yang duduk terpisah dengan Joey Bianchi sepupunya.
"Siap papa." Rajendra mencium pipi Arjuna lalu menghampiri Elang yang sudah duduk di belakang kursi pengantin.
Arjuna sudah duduk di kursi meghadap pak penghulu bersama dengan wali hakim yang ditunjuk oleh kementerian agama karena Sekar anak yatim-piatu. Sebagai saksi adalah Joshua Akandra dan Mamoru Al Jordan.
Arjuna menoleh ke arah papanya yang sedang memangku Rajendra yang memberikan dua jempol ke arahnya. Aidan dan Levi malah memberikan ancaman melalui pesan di ponsel Arjuna 'Jika gagal baca ijab Kabul, pending enam bulan!'. Arjuna mendelik ke arah sepupu durjananya.
Arya Ramadhan sendiri bertindak sebagai MC keluarga mengatakan bahwa acara akan segera dimulai dan pengantin wanitanya akan segera datang.
Arjuna melihat sang mama Rain dan Tante Savitri mengapit Sekar yang hari itu memakai gaun pengantin modern hasil rancangan Danisha yang dibuat kilat hanya dua Minggu.
Sekar akhirnya duduk di sebelah Arjuna dengan wajah tertutup veil namun Arjuna bisa melihat bagaimana wajah cantik Sekar dibalik kain itu. Harum parfum mawar tercium di hidung pria itu. Apa aku bisa bertahan setahun tanpa menyentuhnya?
"Mas Arjuna sudah siap?" tanya pak penghulu itu.
"Insyaallah siap pak."
***
Setelah kata 'SAH' terdengar dan usai acara tukar cincin, Arjuna lalu membuka veil yang menutup wajah Sekar dan betapa terpesona nya dia melihat istrinya tampak cantik dengan make-up natural.
"Mas Arjuna, jangan bengong dong!" goda pak penghulu yang membuat wajah Arjuna memerah.
Sekar sendiri tampak begitu datar seolah tidak terpengaruh lalu mengambil tangan kanan Arjuna lalu mencium punggung tangannya. Arjuna sendiri tidak tahan untuk tidak mencium kening Sekar.
__ADS_1
"Kamu cantik sekali" bisik Arjuna.
"Terimakasih" balas Sekar dingin yang membuat Arjuna sedikit terkejut betapa acuhnya Sekar dengan pujiannya.
Akan aku buat kamu jatuh cinta padaku, Sekar!
***
Tina dan Yosephine datang ke acara pesta pernikahan Sekar datang menghampiri sang pengantin wanita yang sedang asyik mencicipi hidangan yang ada.
"Dih, pengantin nya kelaparan Bu?" goda Tina ke arah Yosephine.
Sekar tersenyum. "Iya nih aku kelaparan padahal tadi aku sudah makan yang dibawain sama Danisha."
"Maksudnya Danisha Giandra ya? CEO nya AJ Corp? Wah, kamu beruntung mendapatkan pak Arjuna yang bagian dari keluarga konglomerat empat perusahaan besar, PRC group, MB Enterprise, AJ Corp sama Giandra Otomotif Co" seru Tina heboh.
"Danisha itu gadis yang itu kan?" tunjuk Yosephine ke arah seorang gadis bule yang sedang asyik ngobrol dengan seorang pria Asia dan pria bule.
"Iya, Danisha yang itu yang lagi ngobrol sama Levi Reeves dan Aidan Blair." Sekar tersenyum mengingat tadi dia salah memanggil antara Tante Alexandra dan Tante Savitri.
"Keluarga mereka banyak ya Sekar" gumam Tina.
"Iya, tadi saja aku sampai salah menyebut dan masih harus ngapalin" kekeh Sekar.
"Wah kamu beneran beruntung lho, memiliki keluarga besar yang terkenal guyub" komeny Tina.
"Saya yang beruntung mendapatkan Sekar" suara Arjuna terdengar dari belakang tubuh Sekar dan dengan santainya, tangan pria itu memeluk pinggang gadis itu meskipun tahu tubuh Sekar menegang.
"Wah pak Arjuna bisa saja." Tina pun berbisik dekat Arjuna. "Pak, hati-hati lho, yang mengincar Sekar banyak dan salah satunya itu." Mata Tina melirik ke arah pak Budi yang menatap tidak suka dengan kemesraan Arjuna dan Sekar.
"Tenang saja Bu Tina, saya akan menjaga Sekar seumur hidup." Arjuna pun mencium pelipis Sekar.
Dasar pencuri kesempatan! - Wajah Sekar mengeras.
Kita lihat saja sampai kapan kamu bertahan tidak mau denganku. Ini baru permulaan, Sayangku. - Arjuna tersenyum smirk.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Sebenarnya udah mau aku up di akun noveltoon tapi error' jadi nya pindah ke mangatoon 😭😭😭
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️