
Arjuna hari ini menyelesaikan semua pekerjaannya bersama Storm karena dia, Sekar, Rajendra dan bik Sum akan terbang ke Solo menghadiri pesta pernikahan Danisha -Iwan serta Kristal - Ashley. Arjuna sendiri belum tahu rencana Ashley bagaimana mengingat Kristal bekerja di PRC group New York.
"Sir?" panggil Storm.
"Apa Storm?"
"Apa Ashley akan tetap bekerja disini Sir?"
Arjuna menatap Storm. "Aku belum tahu. Jika Ashley memilih pindah ke New York, aku tidak bisa menahannya."
"I see Sir."
"Kita lihat saja nanti Storm."
***
Sekar sedang membereskan baju-baju milik Rajendra yang sudah disetrika oleh bik Sum dan beberapa hendak dia bawa ke Solo. Arjuna mengatakan akan berada disana selama dua Minggu dan tidak usah membawa baju banyak-banyak karena mereka bisa membelinya disana.
Meskipun suaminya kaya, namun menurut Sekar tetap saja harus membawa sebagian apalagi baju dalam karena itu hal yang paling penting.
"Mamaaa" teriak Rajendra yang baru saja pulang sekolah. "Mama dimana?" Wajah tampan itu pun sumringah melihat sang mama di kamar.
"Salam dulu nak" ucap Sekar.
"Assalamualaikum mama" sapa Rajendra sambil mencium pipi sang ibu dan mencium punggung tangannya lalu memeluk Sekar, terakhir mencium perut ibunya. "Assalamualaikum adik."
"Wa'alaikum salam." Sekar mencium pipi putranya. "Mandi dulu bang, biar segar."
"Oke ma!" Rajendra pun meletakkan tas sekolahnya lalu mengambil baju rumah dan handuk lalu masuk ke kamar mandi. Sekar bersyukur putranya sudah terbiasa mandiri jadi terbiasa apa-apa sendiri.
Ponsel Sekar berbunyi dan melihat nama yang tertera disana.
"Assalamualaikum mas" sapa Sekar.
"Wa'alaikum salam. Sayang, papa dan mama mau menginap di rumah sampai kita berangkat ke Solo. Tolong kamu siapin kamar tidurnya ya" ucap Arjuna.
"Kapan rencananya papa dan mama kemari?" tanya Sekar.
"Nanti sore katanya sampai rumah. Jendra sudah pulang?"
"Sudah mas. Ini lagi mandi anaknya nanti kita makan siang bareng kalau Jendra sudah selesai."
"Bumilku ngidam apa hari ini?"
"Nggak ngidam apa-apa mas, cuma pengen wedang jahe saja" jawab Sekar.
"Mau minta dibawakan apa nanti?"
Sekar berpikir sejenak. "Pizza full cheese!"
"Oke sayang."
***
Rajendra heboh ketika melihat Opa dan Omanya datang menginap dan membawa si Cloud Samoyed nya karena Rain tidak bisa jauh dari anjing putih itu.
__ADS_1
Elang pun tidak bisa melarang Rain, karena cucunya sendiri juga sayang dengan binatang terutama anjing dan kuda.
"Opa, boleh nggak Cloud tidur sama aku nanti malam?" pinta Rajendra ke Elang.
"Boleh saja, boy. Kan Cloud memang dekat padamu" senyum Elang sambil mengusap kepala cucunya.
"Boleh kan ma?" tanya bocah tampan ke Sekar.
"Boleh sayang" jawab Sekar.
Rain dan Sekar lalu ke dapur untuk menyiapkan makan malam karena Arjuna dan Elang sama-sama minta dibuatkan bestik Solo.
"Papa mertuamu janjian apa ya sama suamimu, Sekar? Kok sama-sama minta dibuatkan bestik Solo?" tanya Rain.
"Kurang tahu ma, soalnya tadi mas Arjuna nggak bilang ke aku minta dibuatkan itu" jawab Sekar sambil menyiapkan bumbu.
"Mama curiga, kamu yang hamil tapi Arjuna dan papa Elang yang ngidam?" gumam Rain yang diikuti tawa bik Sum.
"Bisa jadi nyonya. Kan tuan Jeremy dan tuan Arjuna antusias mau punya cucu dan anak lagi" kekeh bik Sum.
"Bisa jadi sih." Rain tersenyum. "Udah yuk kita masak, nanti keburu Arjuna pulang, belum matang lagi bestiknya."
***
Arjuna pulang dengan membawa sekotak besar pizza full cheese sesuai dengan permintaan bumil yang disambut Sekar dengan bahagia. Entah kenapa dia selalu terbayang pizza full cheese diberi toping Mozarella.
"Hhhmmm enaknya" gumamnya sambil mengunyah pizzanya.
"Senang lah pak yang bikin hamil" kekeh Sekar sambil mencium pipi Arjuna.
"Nanti malam tengok si boy ya?" bisik Arjuna dengan wajah jahil.
Sekar hanya memandang suaminya jengah. Ya bener hormon ibu hamil juga membuatnya lebih pingin tapi nggak tiap hari juga sih.
"Istirahat dulu ya, kan semalam sudah. Kasihan si boy jam boboknya terganggu" jawab Sekar sambil tersenyum.
Arjuna menatap horor ke istrinya. "Lha si Otong kan belum jam bobok, Sekar. Kasihan laaaahhh."
Sekar terkikik melihat wajah suaminya. "Besok ya mas, capek aku."
Arjuna hanya menghembuskan nafas kesal. "Solo karir deh!" sungutnya.
"Papaaaaa!" seru Rajendra setelah berjalan-jalan bareng Elang dan Rain dengan Cloud di halaman belakang.
"Apa sayang?" tanya Arjuna sambil memangku putra tampannya.
"Boleh nggak Cloud tidur sama aku? Tadi mama sih sudah kasih ijin" jawab Rajendra.
"Boleh kok tapi kaki Cloud dibersihkan dulu ya, kan habis dari halaman belakang" ucap Arjuna sambil mengecup kepala Rajendra.
"Oke papa!" Rajendra mencium pipi Arjuna. "Terimakasih." Bocah berusia empat tahun itu pun turun dari pangkuan ayahnya dan membawa Cloud menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Jendra sama Cloud mau ngapain ke kamar mandi, Jun?" tanya Rain.
"Mau cuci kakinya Cloud ma. Tadi minta ijin sama aku buat tidur bareng Samoyed kesayangan mama, aku kasih ijin asal Cloud bersih."
Elang pun duduk bersama istrinya. "Pizza full cheese?"
"Permintaan bumil pa" kekeh Arjuna.
"Masih mending daripada Tante Rhea dulu hamil kacau bener" senyum Rain.
"Kenapa ma?" tanya Sekar.
"Waktu Tante Rhea hamil Kaia, minta cireng dan parahnya di New York nggak ada yang jual atau Oom Duncan nggak Nemu. Akhirnya mama dimintain buatin cireng lalu George asistennya Oom Duncan, terbang dari New York ke Jakarta hanya untuk ambil cireng buatan mama."
Arjuna dan Sekar melongo. "Parah si Kai bikin Oom Duncan kelimpungan!" sungut Arjuna.
"Memang Tante Rhea tidak bisa bikin ma?"
"Tantemu itu nggak bisa masuk dapur, Sekar, langsung muntah dan pelayan disana nggak bisa bikin sesuai maunya Tante mu. Ya udah, jadinya mama yang bikin deh!" gelak Rain.
"Untung Sekar pas hamil adiknya Jendra cuman minta makanan yang bisa dibuatin bik Sum jadi aku ga rempong." Arjuna menatap sayang ke istrinya.
"Tuan besar, nyonya besar, tuan Arjuna, non Sekar, makan malam sudah siap" lapor bik Sum.
"Jadi masak bestik Solo, Rain?" tanya Elang.
"Jadilah! Kan request kamu, sayang" jawab Rain.
Rajendra tampak sudah selesai membersihkan Cloud dan langsung cuci tangan.
"Oma sama mama yang masak ini?" tanya bocah tampan itu.
"Iya. Kenapa sayang?" tanya Rain.
"Besok kalau kita ke Solo, makan bestik Pak Darmo yuk Oma, Opa" ajak Jendra.
"Boleh. Kan kita agak lama disana, sayang." Rain mengusap kepala cucunya.
"Aku pengen ke Klewer" senyum Sekar.
"Ngapain?" tanya Arjuna.
"Borong daster lah!"
Arjuna melongo. Ya Ampun istriku! Tidak bisa lepas dari daster!
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Maaf telat. Masih sibuk kerja ini.