Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Bonchap - Pilih Miss January atau Miss June?


__ADS_3

Arjuna menyentuh sisi kasurnya. Kosong! Kemana Sekar? Seketika dirinya terbangun dan sedikit meringis lupa kakinya masih digips. Netra coklat mudanya menatap seseorang sedang melaksanakan sholat dan Arjuna melirik jam dindingnya yang menunjukkan pukul tiga pagi.


Rupanya istriku sedang tahajud. Hati Arjuna menghangat melihat istrinya khusyuk berdoa membuat pria itu semakin mencintai Sekar.


Usai sholat, Sekar melipat mukenanya dan membereskan semua perlengkapannya. Mata coklatnya menoleh kearah Arjuna yang terbangun.



"Kok bangun mas?" Sekar hanya bisa menahan nafas melihat betapa seksihnya pria itu. Disaat orang lain bangun tidur dengan wajah berantakan, kenapa suaminya ini tetap tampak tampan begini?.


"Nggak ada kamu, aku jadi bingung" jawab Arjuna apa adanya. "Takut kamu meninggalkan aku."


Sekar naik ke tempat tidur. "Aku nggak kemana-mana mas." Gadis itu kemudian membaringkan tubuhnya di sebelah suaminya. "Udah, bobok lagi, masih jam tiga subuh."


Arjuna lalu menarik tubuh Sekar dan memeluknya. "Don't leave me" bisiknya.


"I won't" jawab Sekar sambil memeluk Arjuna.


***


Pagi ini Sekar memasak sarapan bersama bik Sum dan Gina dengan perasaan bahagia. Membuka hatinya untuk Arjuna ternyata membuat suasana mood nya bagus.


"Non Sekar, serius ini kita masak nasi liwet?" tanya bik Sum.


"Serius lah. Aku kangen Solo jadi kita masak itu ya." senyum Sekar.


"Den Jendra bisa marah-marah kalau tahu non Sekar masak ini tapi dia nggak dapat" kekeh bik Sum yang ikut bahagia melihat nonanya membaik hubungannya dengan suaminya.


"Nanti kalau Jendra pulang, kita masak lagi" ucap Sekar sambil meracik bumbu untuk sayur jipang.


Gina pun ikut semangat membantu memasak karena baru kali ini dia masak banyak lauk dan bumbu. Ketiga wanita itu tampak ramai di dapur tanpa menyadari Arjuna sudah berada di meja makan.


Sekar yang berbalik hendak menyiapkan kopi dan teh, terkejut melihat suaminya sudah duduk manis di kursi.


"Lho mas? Kok turun?" Sekar segera mengambil kursi untuk menopang kaki Arjuna yang digips agar tetap lurus.


"Di kamar nggak ada kamu jadi males" jawab Arjuna asal membuat Sekar memerah wajahnya sedangkan bik Sum dan Gina menulikan telinganya mendengar rayuan receh tuannya.

__ADS_1


"Apa kita pindah kamar bawah saja? Biar mas nggak naik turun. Tuh kamar yang dipakai Kris kemarin gimana? Kan ada kamar mandi dalam juga."


"Nanti baju-bajunya gimana?" tanya Arjuna berusaha menggoda istrinya.


"Ya aku pindah lah mas!" tawanya. "Nggak semuanya, yang penting-penting saja."


Arjuna menarik tangan Sekar membuat istrinya hampir terjatuh. "Pakai daster saja atau lingerie. Aku sumpek lihat kamu pakai piyama!" bisik Arjuna sambil nyengir jahil.


"Astagaaaaa... Wajahmu itu mas!" omel Sekar.


"Kenapa dengan wajahku?"


Sekar berbisik di sisi telinga Arjuna. "Mesum!"


Pria itu tertawa terbahak-bahak. "Tunggu kakiku sembuh, kamu akan tahu seberapa mesum nya aku!"


Sekar memukul bahu suaminya. "Mas! Ada bik Sum dan Gina!" desisnya.


"Mana? Wong mereka asyik masak!" Arjuna mengedikkan dagunya ke arah dapur dimana kedua artnya seolah tidak mendengar apa-apa.


Sekar hanya memegang pelipisnya kesal.


***


Melihatmu semakin ceria setelah menikah hampir empat bulan, membuatku bahagia.


"Mas?" panggil Sekar.


"Apa sa..." Mata Arjuna membola ketika kenakalan masa remajanya ketahuan oleh istrinya.


"Kamu suka Miss January atau Miss June?" tanya Sekar sambil membolak-balik majalah dewasa Playboy lama.


"Sekaaaarrr... Sayang, please?" wajah Arjuna memelas seperti ketahuan berbuat nakal.


"Hhhmmm ini silikonnya bagus ya? Tampak natural? Kayaknya ini cup DD deh" gumam Sekar lagi yang sekarang duduk di sofa seberang Arjuna yang merutuk dirinya harus memakai kruk untuk ke tempat Sekar.


"Wow! Bodynya... ckckck. Kayaknya aku harus banyak sit up dan push up supaya pun... Aaaahhhh!" Sekar terpekik ketika suaminya menindihnya diatas sofa disaat dirinya sedang asyik melihat-lihat bukti kenakalan Arjuna.

__ADS_1


"Kamu Nemu dimana hhhmmm?" Arjuna menatap tajam ke mata istrinya.


"Di lemari mu lah! Aku tadi tidak sengaja melihat jadi aku ambil saja" cengir Sekar. "Kamu suka yang mana?"


"Aku suka kamu!" Arjuna langsung Melu*mat bibir Sekar tanpa peduli ada bik Sum dan Gina yang terkejut melihat kemesraan majikannya. Kedua wanita paruh baya itu pun langsung ke dapur dengan langkah terburu buru.


Arjuna mengelus apa saja di tubuh Sekar bahkan dia tidak memperdulikan kaki kanannya yang mulai senut-senut. Keinginannya hanyalah mencicipi bibir dan tubuh istrinya. Arjuna sedikit menegang ketika lengan langsing dan halus itu melingkar di lehernya membuat dirinya semakin semangat men*cumbu istrinya.


"Kita ke kamar sekarang!" pinta Arjuna dengan suara serak.


Sekar menatap Arjuna dengan mata sayu. "Hah?"


Arjuna pun bangun dan berjalan dengan kruk ke arah kamar tidur barunya sedangkan Sekar masih menata nafasnya.


"Sekar!" panggil Arjuna.


"Sebentar mas, aku bereskan ini dulu supaya nanti nggak ketahuan sama Rajendra." Sekar langsung membawa semua majalah dewasa itu lalu naik ke lantai dua ke kamar utamanya. Dia menyimpan majalah-majalah itu di tempat tersembunyi meskipun tahu Rajendra tidak bakalan ke walk in closet kedua orangtuanya namun Sekar tetap berjaga-jaga.


Setelahnya dia menyusul suaminya ke kamar tidur lantai satu yang sementara dipakai oleh keduanya selama Arjuna masih di gips.


"Tutup pintunya!" perintah Arjuna ketika istrinya masuk. "Jangan lupa dikunci!"


Sekar pun menurut.


"Kesini... Sekar."


Sekar menelan salivanya susah payah. Sepertinya hari ini kami akan melakukannya.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Hari ini semoga bisa crazy up


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2