
Sudah hampir sebulan Rain mengalami koma dan selama itu pula Elang tidak pernah mau jauh dari istrinya. Eiji dan Ayame memutuskan untuk pindah sementara ke London membantu Giselle dan Yuna merawat Arjuna. Beruntung Ayame memiliki stok asi banyak jadi Levi bisa berbagi dengan sepupunya.
Ryu dan Elang sama-sama tidak mau jauh dari Rain. Jika Elang harus tidur karena dipaksa oleh papa Ryu, maka ayah Rain lah yang menjaganya. Eiji dan Edward terkadang menggantikan papa Ryu karena tidak ingin papa Ryu jatuh sakit.
Louis dan Jean Marie sekarang yang mengurus perusahaan Elang karena boss mereka benar-benar tidak bisa jauh dari Rain.
Hari ini Mamoru dan Ingrid bersama putra mereka, Fuji, datang ke London setelah Nabila dan Mike tidak bisa lama-lama di London. Begitu juga dengan para anggota keluarga lainnya. Meskipun begitu, setiap hari mereka selalu berkomunikasi menanyakan perkembangan Rain.
"Mbak Ingrid kalau masih ada stok ASI boleh lah buat Juna. Soalnya Juna nggak bisa pakai susu formula, pasti diare" ucap Ayame.
"Tenang saja Aya, Alhamdulillah ASI mbak juga lancar kok" ucap Ingrid, wanita Belanda berhijab itu.
"Kasihan Jeremy. Baru saja bahagia dengan Rain setelah banyaknya peristiwa, malah Rain seperti ini." Ayame mengusap air matanya.
Ingrid hanya terdiam melihat Arjuna yang terlelap bersama Fuji dan Levi. Ketiga bayi tampan itu memang hanya berbeda beberapa bulan saja.
"Kata mas Moru, Jeremy benar-benar berantakan di rumah sakit bahkan sempat diinfus sama budhe Nabila. Dia benar-benar mencintai Rain" gumam Ingrid.
"Semoga Rain segera sadar ya mbak" sahut Ayame.
"Aamiin."
***
"Pagi Rain. Ini hari ke 29 kamu tidur lho. Apa nggak capek sayang? Kamu tahu, Mamoru dan Ingrid bersama Fuji datang ke London. Di rumah Oom Edward ada tiga bayi tampan lho." Elang mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto Fuji, Levi dan Arjuna.
"Lihat sayang. Ini Levi anaknya Eiji, ini Fuji anaknya Moru dan ini Arjuna, anak kita. Jangan ditanya kenapa mereka memakai baju bunga-bunga. Salahkan Eiji pokoknya!" kekeh Elang.
Elang kemudian menyetelkan lagu Winter Wonderland dengan pelan di sisi nakas sebelah tempat tidur Rain.
"Kamu tahu Rain, ketika aku tahu lagu ini, aku sudah berjanji akan memelukmu di saat turun salju, diiringi lagu ini dan kejadian kan? Usai kita kontrol Juna. Ingat? Kita di Hyde Park ketika tahu jenis kelamin anak kita laki-laki? Ohya, dokter Juan sudah lahir anaknya. Perempuan namanya Nieva karena lahir tepat salju turun deras."
Elang mengusap wajah Rain yang mulai tirus.
"Rain, aku rindu kamu sayang. Bangunlah. Kamu tahu, Maximus, Flynn, Satan, Grey dan T-rex pada makan sedikit. Mungkin tahu kamu lagi sakit. Bahkan binatang peliharaan pun tahu dan merasakan sedih karena kamu nggak pulang."
Elang menatap ke arah kaca dan meliat Mamoru memanggilnya.
"Sayang, aku ketemu Moru dulu." Elang mencium kening Rain lalu keluar ruang ICU.
***
"Bagaimana Rain, J?" tanya Mamoru sambil melihat ke arah adiknya.
"Masih belum respon Moru."
__ADS_1
"Bagaimana kalau Arjuna dibawa kemari. Siapa tahu bisa menarik respon Rain."
Elang menatap Mamoru bingung. "Apa akan merespon?"
"Kita tidak tahu kalau tidak mencoba." Mamoru menepuk bahu Elang. "Ingrid akan membawa Arjuna kemari dan kamu, makan lah yang banyak. Mukamu berantakan."
Elang memegang dagunya yang mulai menebal brewoknya.
"Kamu bersih-bersih dirimu dulu, J. Aku yang akan menjaga Rain."
***
Mamoru sekarang berada di ruangan Rain. Tangannya memegang tangan adiknya yang mulai mengurus.
"Rain, bang Moru disini. Nanti mbak Ingrid akan datang membawakan Arjuna kepadamu. Abang harap kamu bisa segera bangun karena Arjuna membutuhkan mu, Elang membutuhkan mu. Apa kamu nggak lihat suamimu begitu berantakan?"
Elang yang sudah mandi dan tampak agak segar, melihat interaksi Mamoru dan Rain. Selain Duncan, Rain memang dekat dengan Mamoru.
"Bangun ya dik! Abang kangen kue buatan adik" bisik Mamoru.
Suara ketukan di kaca membuat Mamoru menoleh dan melihat Ingrid sedang menyerahkan Arjuna kepada Elang yang masih agak kaku menggendong putranya.
Mamoru keluar dan meminta Elang meletakkan Arjuna di sebelah Rain.
"Kamu tahu, Juna nggak bisa minum susu formula jadi meminta jatah Fuji dan Levi. Semoga nggak terkena virus gesrek Eiji ya" kekeh Elang sambil menjaga Arjuna yang mulai bergerak menyentuh Rain.
Elang melihat putranya menyentuh wajah Rain tanpa berpaling. Arjuna terus menatap wajah mamanya dan terus menyentuh dengan tangannya.
"Rain? Tuh Juna ngajak main. Juna kangen mamanya yang jago bikin kue..." suara Elang menghilang ketika melihat telunjuk Rain bergerak.
"Rain? Rain? Ayo sayang, buka matamu. Lihat mata Juna yang agak coklat bukannya abu-abu sepertiku."
Elang semakin semangat membuat Rain membuka matanya. Mamoru dan Ingrid yang mengawasi dari kaca saling berharap agar Rain membuka matanya. Keduanya melihat bagaimana jari Rain bergerak.
"Come on Rain" bisik Mamoru.
Pelan-pelan mata Rain mulai terbuka dan yang dilihat pertama kali adalah wajah putranya yang masih melihat mamanya.
"Ha...Lo... sa...yang" bisik Rain. Elang langsung memeluk Rain dan Arjuna sambil menangis.
Mamoru segera memanggil dokter sedangkan Ingrid langsung bersyukur adiknya sudah sadar. Air mata berderai di wajah dokter cantik itu.
__ADS_1
"Alhamdulillah sayang. Alhamdulillah." bisik Elang berulang kali di sisi telinga Rain.
"Ka...mu kena...pa nangis?"
Elang hanya bisa tertawa sambil menangis.
***
Semua keluarga besar klan Pratomo bersyukur Rain sudah sadar dari koma meskipun masih harus beradaptasi melihat putranya sudah sebulan. Kini Rain sudah dipindahkan dari ICU ke ruang rawat inap VIP.
"Jadi selama ini mbak Ingrid dan kak Ayame yang mengasuh Juna?" tanya Rain.
"Iya Rain karena hanya kami yang memiliki ASI sebab kata Tante Giselle, Juna nggak bisa pakai susu formula. Jeremy juga tidak bisa jauh darimu. Lihat dia sampai berantakan begitu" papar Ayame.
"Dia benar-benar mencintaimu, Rain" ucap Ingrid.
Rain hanya tersenyum dan memandang Arjuna yang sekarang terlelap dalam pangkuannya.
"Benar kata Elang, Arjuna memang tampan" kekeh Rain.
"Masih kalah sama Levi" protes Ayame.
"Tetap cakep Fuji" sahut Ingrid.
Lalu ketiganya tertawa. "Gen kita memang bagus. Alhamdulillah" cengir Ayame.
"Semoga Fuji, Levi dan Arjuna akur ya" ucap Ingrid.
"Aamiin dan Harus" jawab Rain.
"Jangan seperti kemarin ya Rain. Membuat kami semua takut! Jeremy dan papa Ryu yang paling shock ketika tahu kamu koma" pinta Ayame.
"Apa kamu tahu Jeremy sampai histeris mendengar kamu koma?" tanya Ingrid.
"Bahkan Jeremy tidak peduli dia menangis seperti itu di pelukan Duncan. Dia benar-benar shock berat melihatmu seperti kemarin" sambung Ayame.
Rain pun terdiam. Aku tidak akan hamil lagi. Aku tidak mau membuat Elang merasakan kejadian seperti kemarin. Cukup kita memiliki Arjuna saja.
Rain menatap wajah suaminya yang mulai ceria sambil ngobrol dengan papa Ryu. Aku sangat mencintaimu, Lang.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️