
Ryoma hampir memukul pria tampan itu kalau tidak ditahan Ghani dan Abian.
"Mimpi kamu! Halu!" teriak Ryoma marah. Badan kekarnya masih ditahan dua pria yang datang bersamanya.
"Itu kenyataannya karena Rain hanya untuk Elang."
"Bro, tahan diri dulu" bisik Abian.
Ghani pun berjalan ke arah Elang.
"Pasukan ku sudah di depan. Kita briefing sekarang?" ucap Ghani dengan wajah dingin.
"Suruh mereka masuk."
***
Disini di ruang tengah penuh dengan para pria bersenjata lengkap bersiap-siap untuk operasi membebaskan Rain.
Ghani membuka peta area pulau Seribu dan mulai membuat taktik bersama para leader pasukan yang dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok terdapat anggota keluarga Pratomo. Mamoru sendiri memilih berada di garis belakang karena dia dan Lt Yusuf anggota Navy Seal yang diperbantukan oleh FBI adalah dokter yang memang dibawa jika terjadi baku tembak.
"Kalau kalian kesana, mending pakai perahu karet G karena karangnya mengerikan" jawab Masayuki dari layar laptop. Yuki memang tidak ikut dan memilih di Tokyo membantu melalui satelit.
"Jangan lupa bawa oksigen karena jika perlu kalian menyelam" jawab Valora yang membantu Masayuki disana. Sebar-barnya Valora, tapi dia adalah cewek cerdas dan salah satu hacker di keluarga Neville.
Ghani menatap orang-orang disana. "Siapa yang tidak bisa menyelam?"
Hanya dua orang yang mengacung, Abian dan Mamoru.
"Kak Abian di garis belakang sama bang Moru." putus Ghani.
"Nggak masalah G."
"Baik. Kita berangkat malam ini. Persiapkan semuanya. Tim A, ada aku dan Elang. Tim B ada Eiji dan Ryoma. Tim C dipimpin oleh Lt Jeff dan Javier. Tim D dipimpin oleh Lt Hendry. Kode kita alpha Beta charlie delta."
"G, ini daftar persenjataan yang diperkirakan mereka miliki selain yang kemarin dilihat oleh D dan J." Yuki mengirimkan list senjata yang dibawa klan Glenn McCloud.
Ghani beserta para kru nya memandang layar monitor besar yang ada di ruang tengah.
"Hapalkan!" perintah Lt Hendry.
"Yes sir!" ucap para pasukannya serempak.
Setelahnya mereka membuat parameter untuk bisa menyusup tempat Rain disekap.
"G, kita masuk dari sini lebih aman" ucap Lt Hendry sambil menunjuk di peta.
"Tim alpha masuk dari arah barat, tim Beta dari timur, tim Charlie dari Utara dan tim delta dari selatan." Lt Jeff memutuskan.
"Kita berangkat jam 19.00 dari sini langsung ke Muara Angke. Kapal karet sudah disiapkan oleh para angkatan laut Indonesia." lapor salah satu anak buah Lt Jeff.
"Bagus. Ambil semua barang-barang di mobil. Kita persiapan! Move!" perintah Lt Hendry.
***
Ghani terkejut melihat kelima pria anggota keluarga Pratomo dengan santainya memakai outfit hitam-hitam mirip dengan anggota Navy Seal.
__ADS_1
"Kalian gila!" umpat Ghani.
"Jangan meremehkan kami G. Kami terbiasa ikut latihan militer tanpa setahu kalian dan itu beneran" jawab Eiji serius. Pria yang biasanya selengekan, kali ini hilang semua.
"Serius?" tanya Ghani tidak percaya.
"Mr Reeves, Mr Arata kita ketemu lagi" sapa Lt Jeff yang juga seorang anggota Navy Seal. "Kapan mau ikut hell week lagi?"
Ghani melongo. "Hell week?"
Ryoma, Javier, Eiji nyengir.
Lt Jeff tertawa melihat wajah Ghani bengong. "Mereka ini hobinya ikut hell week Navy Seal. Minggu Neraka berlangsung hampir enam hari — Minggu malam hingga Jumat pagi — di mana siswa berlari lebih dari 200 mil, sering kali dengan perahu di kepala mereka, berenang, melakukan latihan fisik berjam-jam dengan kayu gelondongan, dan banyak evolusi brutal lainnya."
"Brutal bro!" gelak Eiji.
"Keluarga kalian tahu?" tanya Gozali.
"Tentu tidak!" seru mereka bertiga. Gozali menepok jidatnya.
"Ya Ampun. D dan Joshua juga?"
"Duncan iya tapi Joshua nggak" cengir Eiji.
"Ya Allah, adikku menikah dengan pria yang memiliki keluarga mengerikan." Ghani menutup wajahnya.
***
Tepat jam 19.00, semua pria disana keluar dengan tujuh Range Rover dan lima mobil Toyota Fortune. Semuanya menatap jalan dengan tegang.
Elang memandang ponselnya yang ada wallpaper Rain disana.
"Bagaimana kau tahu, G?"
"AJ mengirimkan foto satelit yang menunjukkan Rain ada di kaca jendela. Oh, jendela itu terkunci dan aku berharap tidak ada kejutan disana seperti bom atau pun lainnya."
"Semoga Glenn tidak menyentuhnya." Rahang Elang mengeras.
"Glenn tidak menyentuh Rain sama sekali."
Elang menoleh menatap Ghani yang tampaknya yakin.
"Bagaimana kamu tahu?"
Ghani tersenyum licik. "Anggap saja ada pengkhianat yang beredar di villa tempat saudaramu menyekap Rain."
Elang hanya tersenyum. "Maaf aku menembak kaki kakakmu."
"Minta maaflah pada Gozali karena dia marah harus memakai kruk. Beri santunan pada anak buahnya yang meninggal. Tapi satu yang penting." Ghani menatap dalam mata hazel itu.
"Apa itu G?"
"Jangan sampai kamu mati!"
***
Eiji melotot ke arah adik sepupunya Ryoma yang mengatakan bahwa Elang akan menikahi Rain jika mereka semua berhasil membebaskan sepupu mereka itu.
__ADS_1
"AAAPPAA? Ada orang yang pedenya minta ampun seperti itu?" teriaknya.
"Nggak ngaca lu bro!" Ryoma melepaskan earpiecenya karena kupingnya berdenging mendengar teriakan kakak sepupu minus akhlaknya.
"Gila! Apa Rain mau menerima orang psycho begitu?" gumam Eiji.
"Namanya cinta kita nggak tahu. Lagian aku tidak tahu perasaan Rain ke Jeremy itu gimana." Ryoma memasang earpiece nya lagi.
"Sudah lama aku tidak merasakan adrenalin seperti ini. Harus ikut hell week lagi!" Eiji nyengir.
"Minta ijin sana sama Ayame kalau nggak pengen dicincang" kekeh Ryoma.
"Kalau aku dicincang, mokat dong aku. Enak kali Aya-aya nikah lagi!" Eiji cemberut.
Ryoma hanya tersenyum. Kak Eiji gesrek-gesrek begini ternyata bisa bertahan hell week! Mengerikan!
***
Mamoru sedang menelpon Ingrid yang tahu kondisi dan keadaan disana.
"Hati-hati mas. Semua peralatan sudah dibawa? Termasuk alat bedah?" tanya Ingrid.
"Sudah sayang. Doanya mas nggak ada yang terluka, bisa pulang dengan selamat semua."
"Tolong bawa pulang Rain. Kasihan anak pendiam itu."
"Pasti Grid."
Mamoru memutuskan panggilannya dengan Ingrid. Abian menatap dokter tampan itu.
"Kapan lu merit bro?"
"Insyaallah dua bulan lagi. Kami masih mengurus ijinnya karena banyaknya berkas yang harus diurus di Amsterdam. Apalagi aku kan dual kewarganegaraan" senyum Mamoru.
"Semangat bro."
"Thanks."
***
Kedua belas mobil itu sampai di Muara Angke yang sudah disterilkan oleh gabungan polisi air dan angkatan laut Indonesia. Lt Jeff dan Ghani menerima kedatangan letkol Tommy yang menyerahkan delapan kapal karet untuk pasukan yang dibawa.
Setelah briefing dan berdoa sebentar, semua tim pun bergerak. Ghani dan Elang menyiapkan semua perlengkapannya, begitu juga yang lain.
Tepat pukul 21.00, ke delapan kapal karet itu berpencar menjadi empat sesuai dengan arah mata angin yang mereka rencanakan tadi.
Elang menatap nanar ke arah lautan lepas.
Tunggu aku Rain. Aku akan membebaskanmu!
***
Yuhuuu Up Lagi Yaaaaa
Semoga nggak bosen
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️