Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Koningan..eh Konangan...eh Ketahuan


__ADS_3

Rain terbangun karena bau kopi yang menyeruak di hidungnya. Hhhmmm enaknya bau kopi. Seketika matanya membuka dengan sempurna. Ini bukan di kamarku! Ini dimana? Rain mengalami disorientasi tempat lalu dia membalik tubuhnya dan terpekik melihat seseorang di balkon.


"Good morning, Rain" sapa pria yang sedang menikmati kopi hanya mengenakan boxer putih.



Rain melongo. Ya Allah, kalau tiap hari pemandangannya begini bisa-bisa nggak keluar kamar aku. Rain bangun dan duduk sambil mengacak-acak rambutnya seolah mencoba menghilangkan otak travelingnya. Aku harus menghubungi Rhea kenapa setelah menikah, aku kok jadi bertraveling.


"Kamu kenapa Rain?" tanya Elang sembari mendekati istrinya yang belum sadar tubuh polosnya terpampang. "Itu squishy nya kelihatan lho" godanya.


Rain menunduk dan melihat tubuhnya polos terlihat karena selimut nya hanya menutupi pinggang kebawah.


"Ya Allah!" Rain langsung turun dari tempat tidur tapi setelahnya jatuh terduduk.


"Raaiiinnn!" Elang meletakkan kopinya di nakas lalu menghampiri istrinya. "Kamu kenapa? Kebelit selimut?"


Rain meringis dan menggeleng.


"Kenapa?" tanya Elang lagi sambil menyibakkan rambut tebal Rain.


"Perih..." bisiknya. Elang tertawa kecil lalu menggendong Rain ke kamar mandi.


"Yuk berendam air hangat biar perihnya berkurang."


***


Rain sudah mandi dan tampak segar meskipun di kamar mandi dia marah-marah kepada Elang karena banyaknya tanda cinta suaminya di tubuh dan lehernya.


"Aku kan nggak bisa pakai baju leher rendah Lang" ucapnya kesal nyaris menangis karena bajunya kebanyakan gaun dan kemeja.


"Habis kamu enak sih! Mana semalam kita berapa kali coba?" kekeh Elang sambil mengeringkan rambut Rain.


Rain pun manyun. "Rhea sih gara-garanya!"


Elang menatap wajah istrinya yang terpantul di cermin. "Kok bisa gara-gara Rhea?"


Rain menutup mulutnya dan wajahnya memerah. "Rhea kenapa sayang?" tanya Elang di ceruk leher Rain yang harum Jasmine.


"Nggak papa" cengir Rain. "Rahasia perempuan." Elang menyipitkan mata abu-abunya.


"Rahasia perempuan ya?" ucapnya sambil mencium leher Rain yang membuat desa*hannya lolos dari bibirnya.


"Stop Lang! Aku mau masak!" Rain melepaskan pelukan suaminya. Pria tuh ya! Mesum!


Elang tertawa. "Pesan online saja!"

__ADS_1


"Pesan online sama saja kita menyalakan ponsel dan kita semua terlacak oleh sepupu durjanaku!" cebik Rain manyun.


Elang menepok jidatnya. "Lupa kalau kita memiliki pasukan durjana."


Rain membuka kulkas dan tersenyum senang melihat semuanya lengkap dengan bahan masakan. Pagi ini masak bakmie jowo saja deh! Rain mengeluarkan semua bahan makanan yang hendak dia masak.


***


Elang menatap masakan Rain yang harumnya membuat cacing di perutnya demo.



"Bakmi Jawa, Rain?" tanya Elang.


Rain yang duduk di hadapannya mengangguk. "Aku lupa masak nasi semalam jadi aku masak pakai bahan yang ada tapi sekarang sudah masak kok "


"Nanti beli lauk saja. Apartemen ini kan sebelahan dengan mall sekalian kita jalan-jalan." Elang menyendok bakmi Jawa buatan Rain ke mulutnya. "Hhmm! Enak!" pujinya.


Rain tersenyum. "Alhamdulillah kalau enak."


Elang menatap Rain mesra. "Biarpun masakanmu nggak enak, aku tetap memakannya karena itu buatan kamu, jerih payahmu dan aku tetap menghargainya."


Mata coklat Rain melembut ketika menatap suaminya. "Terimakasih."


***



Elang mengajak Rain ke sebuah toko buku karena tahu istrinya paling suka kesana. Beruntung tadi Rain menemukan kaus turtle neck di kopernya jadi tanda cinta dari Elang tidak terlihat.


Rain langsung ke bagian resep masakan seperti biasanya yang membuat Elang menggelengkan kepalanya.


"Bukannya bisa browsing ya sayang? Kenapa memilih buku?"


"Kalau buku, lebih enak lihatnya. Kalau aku sih" ucap Rain sambil memilih-milih buku resep.


Tiba-tiba mata Elang melihat Duncan dan Rhea bersama Kaia masuk ke dalam toko buku tempat mereka berada. Segini banyak mall di Jakarta, kenapa malah kesini sih? Elang mengumpat dalam hati.


"Rain. Ada Rhea dan Duncan" bisik Elang ke istrinya. Rain pun menoleh dan benar dia melihat Rhea sedang berada di area buku anak. "Jangan ceritakan apartemen milik Tante Yuna ya" pesan Elang yang dijawab dengan anggukan Rain.


"Ya ampun Jeremy! Lu tuh kemana semalam?" seru Duncan ketika melihat Elang bersama Rain.


"Berdua dengan istriku lah! Aneh kamu D" kekeh Elang. Rhea yang melihat suaminya bersama Elang pun datang menghampiri.


"Wah manten anyar eh baru. Gimana semalam?" bisik Rhea dengan wajah usil ke Rain dan Elang. Wajah keduanya pun memerah yang membuat hot mami itu tertawa keras sampai membuat Kaia bingung.

__ADS_1


"Ayo kita makan bareng! Kalian berdua! Hutang penjelasan!" Duncan menatap keduanya judes.


***


Elang dan Rain sekarang berada di sebuah ruangan VIP restauran milik Ryu Reeves yang berada di mall itu. Melihat kursi dan meja yang ditata sedemikian rupa, Rain sudah merasakan feeling nggak enak. Sepupu-sepupuku benar-benar durjana!


Tak lama Eiji datang bersama Ayame, Joshua dan Miki, Ghani dan Alexandra, Javier dan Agatha, Mamoru dan Ingrid, Ryoma, Panji dan istrinya, Savitri dan Kim Jaehyun, Kenzo dan Ajeng, Keanu dan Sabina, Masayuki, Brad, Brett, Chris, Darren, Valora dan Raymond serta Gozali dan Maira.


Rain menatap Duncan meminta penjelasan kenapa semua sepupunya pada berkumpul disini.


"Terimakasih semua saudara durjana dan lucknut ku yang sering bikin aku pusing" ucap Duncan dramatis. membuat semua orang disana ngedumel sebal. "Look guys, kita jarang bisa berkumpul seperti ini dan lengkap lho."


"D, memang ada apa kamu ngajak kumpul disini?" tanya Kenzo. Dibanding dengan sepupunya yang tidak ada akhlak, putra sulung Alexa Reeves Kim itu paling kalem karena paling tua diantara mereka.


"Aku hanya ingin kita tetap seperti ini. Seperti kita tahu, anggota keluarga kita akan bertambah. Yang tadinya hanya kita-kita keturunan Pratomo menjadi bertambah dengan hadirnya pasangan masing-masing. Mas Kenzo dengan mbak Ajeng dan Mas Keanu dengan mbak Sabina dulu menikah. Disusul mas Panji, Miki, aku, Eiji, Mamoru, Gozali dan sekarang Rain."


Duncan menatap kesemua saudara-saudaranya.


"Aku ingin kita semua tetap seperti orangtua kita, saling menyayangi, menghormati dan membantu satu sama lain hingga ke generasi kita selanjutnya. Sengaja aku mengajak kalian semua bertemu karena besok saat Ghani menikah bisa jadi kita berkumpul lagi seperti ini tapi bisa juga tidak lengkap."


"Maaf mas Kenzo, aku mendahului mas yang paling tua membuat pertemuan seperti ini" Duncan menatap kakak sepupunya yang paling bijaksana diantara mereka semua.


"Nggak masalah D. Niat kamu baik dan Mas berterimakasih atas pertemuan keluarga besar ini. Seperti yang D bilang tadi, kita semakin besar anggota keluarganya dan semakin banyak perbedaan pandangan tapi mas harap, jika kalian ada masalah, segeralah kalian selesaikan. Kalian sudah besar, bukan anak kecil seperti dulu berebut mainan dan mas harus memisahkan kalian." Semua klan Pratomo tertawa mengingat masa kecil setiap lebaran pasti ribut.


"Mas memang paling tua tapi D lebih dewasa dan bijaksana memiliki ide pertemuan ini. Maaf kan mas yang kurang memperhatikan adik-adik mas."


"It's okay mas Kenzo. Kita semua tahu mas semakin sibuk di Todai" senyum Mamoru.


"Perusahaan keluarga kita semakin besar dan memang diantara kita tidak semuanya mau terjun di bidang bisnis kita. Tapi mas harap, meskipun kalian tidak terjun langsung, setidaknya mengetahui tentang perusahaan yang dibangun sejak jaman eyang Kakung hingga ke orangtua kita hingga ke generasi kita." Kenzo menatap ke semua adik-adiknya.


Eiji mengacungkan tangannya. "Ya, Ji? Kamu tahu kan ini bukan ruang kuliah?" kekeh Kenzo yang memang seorang dosen di Tokyo University sama dengan Joshua dan Masayuki.


"Aku ada pertanyaan." Eiji menatap Rain dan Elang. "Kalian berdua unboxing dimana?"


"EEIIJJJIIII !!!"


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Maaf Kaia ketiduran semalam. Semoga hari ini bisa crazy up.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2