Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Bonchap - Sadar Lu?


__ADS_3

Arjuna datang ke markas tempat dirinya dulu mengambil alih klan McCloud saat masih menjadi mafia dan setelah kejadian dengan Lily, Arjuna meninggalkan semua itu dan membuat para pengikutnya bekerja di jalan yang halal.


Markas milik Elang ini pun dijadikan sebagai tempat berolahraga bagi para anggota klannya termasuk olahraga martial art, menembak, memanah dan berkuda. Arjuna dan kedua orangtuanya sangat suka berkuda, bahkan dua kuda yang merupakan mas kawin Elang untuk Rain sudah dikembangbiakkan menjadi kuda-kuda pilihan yang bernilai tinggi.


Sore ini Arjuna merasa jengkel karena bayangannya untuk merayu Sekar usai dari dokter harus batal hanya gara-gara manusia kulkas bin freezer super munafik yang membuat tensinya naik.



"Mana Ashley?" tanya Arjuna dengan nada jengkel ke arah anak buahnya.


"Di dapur Sir. Tadi sudah kami guyur supaya sadar."


"Dasar cowok munak!" umpatnya frustasi.


Arjuna pun berjalan lebar-lebar ke arah dapur dan tampak Ashley melamun dengan minuman di depannya.



"Ash! Mau mu apa sih! Bikin perkara di perusahaan! Kalau mau mabok, pulang dulu bang*sat! Jangan di kantor!" maki Arjuna. "Kerasa kan ditinggal Kristal! Belagu lu jadi laki!"


Ashley hanya diam saja mendengar Omelan bossnya.


"Heh! Kamu tuh! Sudah! Kamu tinggal disini! Semedi! Instrospeksi! Semoga Kristal di New York ketemu pria seperti Malik yang mencintai dia tanpa syarat! Nggak cowok songong kayak elu!" Arjuna pun berbalik.


"Sir, kok anda sekarang jadi cerewet?" suara Ashley terdengar.


Arjuna pun berbalik. "Aku cerewet karena gara-gara kamu, aku batal enak-enak sama Sekar! Terserah kamu mau bilang aku bucin atau apa! Tapi jika ada seorang wanita yang mencintaimu, jangan kamu sia-siakan!"


Lalu Arjuna berbalik sambil berkata "Jangan memikirkan harta benda karena Kristal sudah bosan dengan kekayaan! Jika dia mencintaimu seperti itu, berarti dia akan menerima hidup sederhana bersamamu!"


Arjuna pun berjalan keluar dapur dan meminta anak buahnya untuk menemani Ashley sampai dia sadar. Arjuna benar-benar marah mendengar Ashley mabuk di kantor dan membuat keributan disana. Sementara waktu ini ada baiknya dia berada di markas dulu agar tidak membuat ulah lagi.


***


Pukul empat pagi, Sekar terbangun dan tampak suaminya tidur dengan wajah lelah. Semalam Arjuna tidak pulang karena dia ingin menghajar Ashley dan Sekar baru terasa sisi tempat tidurnya bergerak sekitar pukul dua pagi karena wanita itu merasakan pelukan di perutnya dan membuat dirinya membuka mata lalu melihat jam digital di nakas sebelahnya.


Pelan Sekar melepaskan pelukan suaminya dan berjalan menuju kamar mandi. Dirinya ingin mencoba sesuatu yang membuatnya curiga akhir-akhir ini. Benar dia menikah hampir enam bulan tapi berhubungan suami istri baru dua bulan terakhir ini. Jantung nya berdebar debar menunggu hasilnya.


***


Arjuna terbangun karena tangannya tidak menemukan tubuh istrinya. Kemana Sekar? Suara pintu kamar mandi terbuka dan tampak Sekar keluar dengan wajah yang aneh.


Arjuna menatap istrinya dengan tatapan bingung.


"Sayang, kamu kenapa?" Arjuna membenarkan posisinya menjadi duduk di tempat tidur.

__ADS_1


Sekar tidak menjawab namun hanya menyerahkan sebuah benda pipih kepada suaminya yang menerimanya dengan tatapan bertanya.



"Apa ini? Pregnant?" Arjuna menatap wajah istrinya yang tidak dapat dijabarkan. "Serius kamu hamil?"


"Menurut alat testnya begitu..." jawab Sekar yang langsung mendapat pelukan suaminya.


"Alhamdulillah! Jendra dapat adik lagi!" Arjuna langsung menciumi perut istrinya yang masih rata.


"Mas, apa nggak terlalu cepat? Mas kan baru sama Jendra" bisik Sekar.


"No! Jendra sudah masuk usia pantas punya adik!" Arjuna menghela tubuh istrinya agar duduk bersamanya di tempat tidur.


"Aku nggak menyangka secepat ini hamil" gumam Sekar.


"Gimana nggak langsung hamil? Kan aku unboxing kamu pas kamu selesai menstruasi kan? Jadi pas masa-masa suburnya itu!"


"Tapi kan kita nggak melakukan..."


"Aku dan Lily hanya sekali melakukan jadi Jendra, apalagi kamu yang berapa kali kita bercin... Aadduuhhh!" Arjuna menjerit ketika lengannya dicubit Sekar.


"Udah deh!" sungut Sekar gemas.


"Karena aku sudah bangun dan si Otong pun, waktunya menengok anak papa yang ada di dalam perut mama" cengir Arjuna.


"Mau kan anak papa? Biarin mamamu ngomel sekarang pasti lama-lama men*desah keenakan" ucap Arjuna asal.


***


Rajendra bersorak kesenangan ketika tahu ada adiknya di dalam perut Sekar.


"Lahir kapan ma? Masih lama ya? Duh, Jendra nggak sabar deh!" celoteh Jendra heboh sendiri.


"Masih sembilan bulan lagi sayang. Jendra mau dipanggil mas atau Abang sama adiknya nanti?" tanya Sekar sambil membantu membersihkan Nutella di sudut bibir Rajendra.


"Abang saja soalnya kalau 'mas' samaan sama mama manggil papa, nggak seru!"


"Iya, cuma mamamu aja yang boleh papa 'mas' yang lain nggak boleh!" sahut Arjuna nggak mau kalah.


"Terserah papa saja lah!" balas Rajendra cuek. "Mama, nanti malam mama boboks sama Jendra ya?"


Arjuna langsung mendelik. "Nggak boleh! Mama tidur sama papa!"


"Papa tuh dah tiap malam bobok sama mama! Sekali-kali Jendra bobok sama mama lah!" balas Rajendra tidak mau kalah.

__ADS_1


"Nggak bisa!"


"Papa pelit!"


"Biarin!"


"Kalian berdua bisa diam nggak! Kalau nggak bisa diam, nanti malam Papa sama Jendra tidur bareng! Mama mau tidur sendiri, enak, kasur besar dipakai sendiri, nggak ada yang recokin!" Sekar menatap kearah kedua prianya dengan tatapan judes.


Arjuna dan Rajendra saling memandang lalu sama-sama membuang muka. Sekar hanya menghela nafas panjang sedangkan bik Sum dan Gina cekikikan melihat interaksi kedua pria berbeda usia itu.


***


Arjuna pagi ini sengaja tidak ke perusahaan dulu karena ingin mengetahui kondisi janin yang dikandung istrinya. Elang dan Rain yang dikabari oleh putranya pun datang ke rumah sakit Portland yang merupakan rumah sakit bersalin terbaik di Inggris.


"Selamat ya sayang, akhirnya Jendra akan punya adik" ucap Rain sambil memeluk menantunya.


"Alhamdulillah aku dikasih kepercayaan memiliki anak ma" senyum Sekar.


Elang dan Arjuna sedang asyik berbincang ketika sebuah telpon masuk dan Arjuna menerimanya. Wajah hot Daddy itu menegang ketika mendengarkan apa yang dibicarakan dari seberangnya.


"Bagus lah! Dasar manusia belagu! Biarkan saja dia pergi dan kamu Storm, handle dulu semua pekerjaan!"


"Siapa boy?" tanya Elang.


"Ashley, pa."


"Ash kenapa?"


"Pergi ke New York!"


"Ada apa di New York? Kamu ada urusan sama sepupu kamu?" tanya Elang tidak mengerti.


"Ada Kristal, pa. Ashley mengejar Kristal."


Elang hanya tersenyum tipis. "Udah sadar kalau kehilangan itu mengakibatkan galau akut?"


"Kalau sampai dia nggak sadar, aku kirim Ash ke Timbuktu!"


***


Yuhuuu Up Sore Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2