Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Sopir Cogan


__ADS_3

Rain dan Elang sampai di sebuah rumah minimalis yang sudah banyak mobil dan motor. Mobil Range Rover hitam itu berhenti di depan rumah.


"Kamu turun dulu ajah Rain kasih tahu pemilik rumah buat bawain cupcake nya" pinta Elang. Rain pun mengangguk dan keluar dari mobil Elang.


Rain masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan Tami yang heboh melihat kedatangannya.


"Alhamdulillah kamu dah sampai. Sarah ribut nyariin cupcakenya" cerocos Tami. "Mana cupcakenya?"


"Ada di mobil mbak. Bantuin bawa ya" jawab Rain.


"Tante Raaiiinnn! Mana cupcakenya?" tanya seorang anak perempuan mengenakan pakaian ala Elsa dari Frozen.


"Ada di mobil. Bantuin bawa ya Birthday girl" ajak Rain ke mobil hitam yang berada di depan.


"Raaiiinnn! Nggak salah lu anter cupcakenya pakai Range Rover?!" jerit Tami heboh.


"Udah nggak usah cerewet yang penting cupcake nya sampai!" kekeh Rain sambil membuka bagasi mobil mewah itu.


Tami terlonjak kaget ketika melihat Elang ikut turun. "Astaghfirullah! Ini siapa lagi Rain? Jangan bilang sopir Range Rover yang kamu suruh antar!"


Elang tersenyum. "Saya Panji, teman Rain."


Tami memerah wajahnya ketika melihat tangan Elang terulur padanya. "Saya Tami temannya Rain. Ya ampun mas, bule kok namanya Panji?"


"Blasteran saya mbak" jawab Elang.


"Mbak Tami tuh mau bantuin apa mau ngerayu cogan? Ta bilangin mas Rendra lho!" ancam Rain sambil nyengir.


"Sssttttt jangan dong! Kapan lagi aku cuci mata cogan Rain!" desis Tami.


Rain hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Elang pun menjadi sasaran tatapan emak-emak yang mengantarkan anak-anaknya ke pesta ulangtahun Sarah.


"Mas, mau dong pesen kue asal masnya yang antar" ucap salah satu ibu dengan genitnya.


Elang hanya tersenyum.


"Ya Allah, masnya cakep banget kalau tersenyum! Kayak aktor Hollywood!"


"Mas, boleh kenalan nggak?"


"Masnya singel kah? Kebetulan saya baru saja cerai lho."


Tami langsung risih mendengar emak-emak langsung putus urat malunya kalau ketemu sama cogan.


"Udah, udah. Ibu-ibu eling anak ya! Eling laki di rumah sama di kantor! Kalian mungkin doyan, tuh cogan kagak doyan ma kalian-kalian!" omel Tami.


Rain sudah berpamitan dengan Sarah dan memberikan kado di amplop yang diselipkan di baju gadis cilik itu.


"Mbak, aku pulang dulu ya."


"Iya, bawa pulang tuh sopir Range Rover nya. Bikin rusuh disini tahu nggak!" cengir Tami. "Eh aku harus bayar berapa buat Pertamax nya?" Wajah Tami memelas. Elang terbahak.


"Nggak usah mbak, santai saja yang penting cupcakenya sampai" jawab Elang.


"Thanks mas Panji" sahut Tami sumringah.


"Yuk Rain pulang. Ingat tokomu lho" Elang menggamit tangan Rain.


"Bye mbak Tami" pamit Rain sambil cipika cipiki.


***


Di dalam mobil, Rain menoleh ke arah Elang.

__ADS_1


"Kok tadi bilang sama mbak Tami pakai nama Panji?" tanya Rain penasaran.


"Karena Elang hanya untuk Rain" jawab Elang.


Rain mendelik. "Eh? Maksudnya apa Lang?"


"Nama Elang hanya untuk Rain jadi orang lain hanya boleh memanggilku Panji tapi hanya kamu yang boleh memanggilku Elang, tidak lainnya."


"Sesukamu lah Lang" senyum Rain.


"Makan siang dulu yuk. Aku lapar ini" ajak Elang.


"Mau soto Betawi? Tapi warungan gitu. Mobilmu terlalu mencolok sih Lang."


"Nggak papa, santai saja!"


Rain memberitahukan warung soto Betawi langganannya dan keduanya pun meluncur kesana.


***


Elang memperhatikan Rain yang asyik makan soto Betawi nya dengan tatapan yang tidak bisa dijabarkan.



"Kamu cantik Rain" ucap Elang.


Rain melongo. "Kok aku jadi inget jaman SD ya" kekehnya menghilangkan debaran jantungnya yang semakin cepat.



Elang tertawa. "Masa-masa paling indah menurut ku. Bisa menemani seorang gadis cilik yang lebih memilih membaca buku resep daripada berandai andai dengan ku."


"Hah? Kok bisa?"


Wajah Rain memerah. Jangan GeEr! Jangan GeEr!


Ringtone ponsel Rain berbunyi membuat Rain bisa memutuskan pandangannya dengan Elang.


"Assalamualaikum" sapa Rain.


" ... "


"Rain lagi makan soto Betawi bang. Abang minta apa?"


" ... "


"Besok ya aku kirim ke Bandara. Nanti aku buatkan terus besok pagi tinggal aku masukkan ke kotak cooler. Kok bisa Rhea muntah-muntah masuk dapur?"


Elang tertegun. Rhea? Rhea Blair?


"Bumil ngidamnya aneh-aneh deh!" kekeh Rain.


" ... "


"Iya bang. Besok langsung aku kirim ke pesawat Abang. Wa'alaikum salam."


Rain memasukkan ponselnya. "Maaf kakak sepupuku tadi minta dibuatkan cireng tapi pelayan disana nggak ada yang bisa sedangkan istrinya setiap masuk dapur muntah-muntah. Maklum hamil muda."


"Siapa nama kakak sepupumu?"


"Duncan Blair."


Elang terdiam. "Memang kakakmu dimana kok nggak bisa beli cireng?"

__ADS_1


"Di New York. Entah bang Duncan nggak Nemu di pasar Asia atau memang lebih memilih buatan sendiri, aku kurang tahu. Nggak papa nanti aku buatkan yang banyak." Rain melanjutkan makannya lagi.


Elang mulai berpikir. Apa Duncan Blair sudah bisa melacak dirinya.


Rain menatap Elang yang agak melamun. "Kok bengong? Ayo makan. Katanya lapar."


Elang mengangguk sambil tersenyum tipis. Aku harus lebih waspada.


***


Usai mengantarkan Rain kembali ke tokonya, Elang langsung meluncur menuju mansion yang menjadi markasnya.


Buru-buru dia mulai membuka data yang bisa menunjukkan bahwa keluarga besar itu masih mencari dirinya atau tidak.


Elang memeriksa satu persatu firewall yang dipasangnya apakah ada yang tembus atau tidak. Pria itu bersyukur, semuanya masih aman. Louis bekerja dengan bagus.


Setelahnya Elang tiduran di atas kasur Kings size-nya. Dia penasaran dengan ringtone milik Rain yang merupakan lagu bahasa Jepang. Elang anak yang cerdas dan dia bisa mengingat bahasa meskipun baru sekali mendengarnya.


Beberapa saat dia bisa menemukan. SHINee - Winter Wonderland. Elang mendengarkan lagu itu dengan utuh.


Winter wonderland


Kimi to ima negai kometa yozora


Fuyu ga atatakaitte omotta


Winter wonderland


Shiroku somaru michi ni


Kienai ashiato wo kizamou


Kimi to ima (kimi to ima) kimi to nara (kimi to nara)


Let it snow tonight (let it snow)


...Elang tersenyum ketika tahu artinya. Kapan-kapan akan aku ajak ke tempat yang indah pada saat salju turun Rain. Dan disana kamu akan mendengarkan lagu ini dalam pelukanku....


***


Rain baru saja hendak menutup tokonya ketika hujan turun. Hari ini tokonya ramai dan semua kuenya habis jadi dia memutuskan menutup lebih awal. Beruntung semua pegawainya membawa jas hujan.


Bisa buatin cireng buat Rhea nih!


Rain berpamitan dengan mang Asep yang sedang membuat nasi goreng.


"Pulang mbak Rain?" tanya pria Sunda itu.


"Iya mang, mau buatin cireng buat bumil ngidam" kekehnya.


"Hati-hati mbak Rain."


Rain melambaikan tangannya dan buru-buru masuk ke dalam mobil kecilnya. Setelahnya mobil merah itu keluar dari area parkir ruko menuju jalan raya. Tanpa sepengetahuan Rain, sebuah mobil Porsche yang terparkir agak jauh dari rukonya diam-diam mengikutinya.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaa


Semoga jempol n otak Eike khilaf crazy up


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2