
Elang dan Rain sekarang berada di sebuah restauran Jepang favorit Rain. Keduanya memang sengaja mengambil posisi tempat duduk di pojok agar bisa berbicara berdua dengan nyaman.
Setelah memesan makanan, Rain menatap Elang dengan tatapan bertanya karena sedari tadi wajahnya tampak sedikit tegang.
"Ada apa Lang? Ada sesuatu yang membuatmu bingung. Apakah soal acara besok Rabu?" tanya Rain.
Elang menggeleng. "Bukan acara hari Rabu. Kalau itu aku sudah siap."
"Lalu?"
Elang menatap Rain. "Apakah kamu tidak keberatan jika aku harus menjual pesawat pribadiku?"
Rain meresap semua perkataan Elang lalu tersenyum manis. "Kalau memang harus kamu lakukan, kenapa tidak?"
Elang tertegun. "Serius? Kamu tidak apa-apa jika nanti kita traveling dengan pesawat komersil?"
"Why not? Toh aku selama ini juga suka pergi dengan pesawat komersil. Aku adalah orang yang paling jarang pergi memakai pesawat pribadi papa. Karena buatku, pergi dengan pesawat komersil jauh lebih menyenangkan."
Elang tersenyum. Dia lupa berhadapan dengan siapa, Rain Maliqa Reeves yang tidak ambil pusing soal harta benda.
"Itu yang kamu ingin bicarakan?" tanya Rain sambil tertawa. Elang mengangguk. Gadis itu makin keras tertawanya. "Oh my God, Elang! Kamu menggemaskan!"
"Hah?"
"Aku kira kamu mau membicarakan soal kegugupanmu besok Rabu, ternyata mau bicarain soal pesawat pribadi." Rain masih tertawa kecil.
"Apakah papamu masih belum memberikan restunya padaku?" tanya Elang.
"Masih setengah hati namun aku sudah mengancam papaku."
Elang menaikkan sebelah alisnya. "Kamu mengancam papamu apa?"
"Tetap mengajakmu kawin lari jogging di Senayan kalau nggak merestui kita" cengir Rain.
Elang melongo. "Astaghfirullah! Raaiiinnn!"
Rain hanya tersenyum manis lalu menyantap sushinya.
***
Elang sampai di rumahnya jam sembilan malam setelah mengantarkan Rain pulang yang sayangnya kedua orangtuanya belum pulang dari acara di Ritz Carlton.
Louis menyambut kakaknya dengan tersenyum.
"Sudah jalan-jalan dengan nona Rain, kak?" tanya Louis.
__ADS_1
"Sudah dan dia tidak keberatan kita menjual pesawat pribadi milik McCloud. Terlalu memberatkan pengeluaran kita disaat kita harus menstabilkan keuangan perusahaan yang kita miliki sekarang."
"Baik boss, akan aku segera pasarkan."
Elang tersenyum. "Thanks Louis."
***
Rain melongo ketika hari Rabu pagi ini, keluarganya datang ke toko kuenya. Tampak Rhea, Dara dan Yuna datang kesana dan hendak meculik gadis itu. Semua pegawai Rain terpaku dengan kehadiran para wanita-wanita yang hanya mereka lihat di akun Instagram Rain dan kini berada di dalam toko mereka.
"Aku mau dibawa kemana Tante?" tanya Rain bingung.
"Nyalon lah! Meni pedi, luluran! Sudah, ayo ikut!" tarik Yuna ke keponakannya. "Semuanya, kami pinjam boss kalian dulu ya!" seru Oma cantik itu ke semua pegawai Rain.
"Jean dan semuanya, titip tokonya Rain dulu ya" ucap Dara sambil tersenyum.
"Maaf membuat keributan" sambung Rhea sambil menangkupkan kedua tangannya.
Dan sekejap keempat wanita cantik itu pun meninggalkan toko Rain.
Tini yang segera tersadar hanya bisa berkomentar. "Apa kalian tadi sadar kalau itu adalah Nyonya Yuna Blair dan besannya nyonya Dara Giandra plus nona Rhea Blair? Astaga, ternyata jauh lebih cantik aslinya daripada di foto. Ngimpi apa aku semalam ketemu keluarga sultan?" Tini mencubit pipi Ayu yang menjerit kesakitan.
"Kok jadi aku yang dicubit sih Tin!" protes Ayu.
"Soalnya kamu kalau jerit kan suaranya cempreng jadi ini beneran bukan mimpi" jawab Tini asal.
***
Yuna, Dara, Rhea dan Rain sampai di sebuah salon yang merupakan langganan Oma cantik itu sejak masih remaja. Bukan salon yang harganya puluhan juta sekali perawatan melainkan salon rumahan yang benar-benar nuansa Jawa.
Dara pun jadi ikutan Yuna untuk perawatan di salon yang harganya super murah bagi mereka. Bagi Yuna dan Dara, bukan masalah murah atau mahalnya melainkan kenyamanan dan hasil treatment yang di membuat mereka puas.
"Wah Bu Yuna" sapa Bu Sri melihat tamu-tamunya datang. Yuna lalu memeluk pemilik salon yang usianya diatas Yuna dan Dara. Meskipun sudah berumur 70 tahun, Bu Sri masih tampak energik dan ayu karena hasil minum jamu tradisional dan benar-benar menerapkan pola hidup ala keraton karena Bu Sri masih ada hubungan keluarga dengan keraton Solo.
"Bu Dara apa kabar? Ini putrinya, mbak Rhea ya?" sapa Bu Sri ramah. Rhea pun mencium punggung tangan Bu Sri.
"Ini siapa?"
"Ini keponakan saya, namanya Rain. Malam nanti mau acara lamaran. Di treatment ya Bu Sri" senyum Yuna. "Sekalian kami juga."
Bu Sri tersenyum. "Apa thow yang nggak kagem Bu Yuna. Monggo kita mulai treatment. Kok ya ndilalah ngepasi pas kosong ini anak-anak saya jadi bisa ngerawat panjenengan sedoyo" ucapnya dengan logat Jawa.
"Wah mommy seneng tuh ketemu sesama wong Solo" kekeh Rhea.
"Makanya mommy seneng treatment disini, biar nggak ilang bahasa Jawanya" ucap Dara.
__ADS_1
"Iya, kalau sama Daddy kacau bahasa Jawanya, amburadul!" gelak Rhea.
Rain pun baru tahu ada salon treatment ala Jawa begini. Kapan-kapan dia ingin kemari lagi jika ingin melakukan treatment.
***
Rumah Ryu Reeves sudah ditata sedemikian rupa untuk acara lamaran Rain. Sengaja papa Ryu hanya mengundang keluarga dekat yang ada di Jakarta saja.
Jam enam sore semua tamu undangan sudah pada datang, Edward dan Yuna, Abi dan Dara, Antasena dan Naina, Duncan dan Rhea serta Gozali dan Maira. Kedua bayi mereka, Kaia dan Arya sudah berada di kamar yang disediakan oleh Giselle.
Papa Ryu dan mama Giselle mengenakan batik sarimbit sedangkan Rain mengenakan gaun bewarna krem. Tadi usai treatment, Rain meminta Jean Marie berangkat bersama Elang dan Louis ke rumahnya.
Kini tepat jam tujuh malam, Elang pun datang ke kediaman Ryu Reeves bersama dengan Louis dan Jean Marie. Pria itu tampak tampan dengan mengenakan jas bewarna biru dan Coat coklat.
Elang menyalami semua orang yang disana dan sempat terpaku melihat Rain duduk manis di sudut ruangan dan memberikan senyum manisnya.
Setelah berbasa basi, akhirnya Elang mengutarakan maksud nya datang ke rumah keluarga Reeves.
"Maksud kedatangan saya kemari adalah saya ingin meminang putri Mr dan Mrs Reeves yang bernama Rain Maliqa Reeves sebagai istri dan pendamping hidup saya. Saya tahu bahwa di mata keluarga Reeves khususnya dan keluarga besar Pratomo, saya melakukan kesalahan fatal yang mengakibatkan Gozali terluka. Maaf Goz" Elang menatap Gozali yang hanya tersenyum smirk.
"Tapi saya tetap memberanikan diri untuk melamar putri anda Mr Reeves karena saya sangat mencintai Rain bahkan mungkin sejak saya masih SD sudah tertarik dengannya. Saya mungkin bukan orang suci karena kehidupan masa lalu saya sebagai bagian dari klan McCloud. Semenjak kematian Glenn, semua bisnis haram klan McCloud sudah saya jual dan saya hanya memiliki tiga perusahaan halal yang memang saya rintis sejak remaja."
Elang menatap semua orang disana. "Seperti yang saya bilang pada Mamoru dan Duncan, saya akan hadapi semua keluarga besar Rain untuk mendapatkan restu meminang gadis pujaan saya. Dan sekarang saya menghadap anda terlebih dahulu Mr Reeves. Saya berjanji di hadapan anda semuanya bahwa saya tidak akan membuat Rain terluka seperti dulu dan seumur hidup saya akan saya berikan bersama Rain. Saya ingin menua bersama putri anda, Mr Reeves karena saya hanya untuk Rain dan Rain untuk saya."
Papa Ryu menatap mata abu-abu milik Elang untuk mencari keraguan dan kebohongan disana namun yang dia lihat adalah kesungguhan dan tekad mendapatkan restu dirinya. Netra abu-abu itu pun berubah jadi penuh cinta ketika melihat Rain yang duduk di sebelah Papa Ryu.
"Rain, apakah kamu menerima lamaran Jeremy?" tanya papa Ryu lembut.
Rain menatap papanya. "Iya pa, aku menerima lamaran Elang" senyumnya sembari menatap penuh cinta ke pria pujaannya.
Papa Ryu pun menghela nafas panjang. "Tampaknya aku harus mengalah dengan dewa amor nih!"
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Maaf slow update
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift.
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️