
New York, Amerika Serikat
Ashley tiba di bandara JKF New York dengan perasaan penuh tekad untuk menemui Kristal Ruiz yang menurut informasi dari kenalannya di New York sekarang bekerja di PRC group berlokasi Central Park. PRC memiliki gedung kantor tersendiri di New York
Ashley pun naik taksi menuju gedung empat lantai itu dan berharap Kristal ada disana. Omongan Arjuna sangat mengena apalagi di usianya sudah kepala tiga, sudah waktunya dia memikirkan untuk membangun sebuah keluarga.
Disaat ada wanita yang mencintai dia tanpa melihat latar belakang dan kekayaan yang dimilikinya, seharusnya dia membuka hatinya bukan langsung menjudge Kristal. Ashley bukan perjaka karena dia pun membutuhkan untuk menyalurkan hasrat biologisnya dan itu terjadi saat kuliah dan bekerja tapi dia memang pemilih dan selalu pakai pengaman.
Mendengar Kristal dengan lantangnya mengatakan dia masih bersegel, Ashley merasa tertampar. Ashley lupa keluarga keturunan Pratomo selalu menjaga diri mereka kecuali Arjuna yang memang murni bukan kesalahannya.
Taksi yang membawa Ashley sampai di gedung bewarna putih itu dan pria berwajah dingin membayar ongkos taksinya lalu keluar dari mobil warna kuning tersebut.
Setibanya di lobby, Ashley langsung menuju front office desk. Seorang wanita manis yang berada disana menatap penampilan Ashley.
"Selamat pagi, selamat datang di PRC group. Ada yang bisa saya bantu?" sapanya ramah.
"Saya hendak bertemu dengan nona Kristal Ruiz."
"Apakah anda sudah melakukan janji sebelumnya?"
"Belum. Saya baru saja tiba dari London dan langsung kemari karena ada urusan mendesak dengan Kristal."
"Maaf tuan, jika tuan belum ada janji, saya tidak bisa mengijinkan tuan untuk bertemu dengan nona Ruiz."
"Please, saya harus bertemu Kristal!" pinta Ashley.
"Maaf tuan tapi..."
"Nicky, kalau nanti ada sepupuku Keia Al Jordan datang, suruh naik saja ke ruanganku." Sebuah suara yang sangat Ashley kenali terdengar di belakangnya.
Kristal Ruiz
"Baik nona."
"Kristal..." Kristal membeku mendengar suara bariton yang membuatnya patah hati. Dia tadi memang tidak memperhatikan siapa yang sedang berada di meja Nicky karena sedang memeriksa ponselnya. Spontan Kristal membuka kacamata hitamnya.
Mata hijau kecoklatan milik Kristal menatap tidak percaya ketika di hadapannya berdiri Ashley Sky, pria yang sudah dia coba lupakan selama ini dan hari ini tanpa malu muncul di tempat kerjanya.
"Ashley..." bisik Kristal namun setelahnya dia membalikkan tubuhnya berjalan meninggalkan Ashley di lobby dan menuju lift.
"Kristal! Kristal!" teriak Ashley sambil mengejar gadis itu tetapi dirinya kalah cepat dan pintu lift pun tertutup.
"Damn it!" umpatnya.
***
London, Inggris
__ADS_1
Arjuna dan Sekar kini berada di ruang periksa dokter obgyn wanita berusia sekitar 40an. Dokter itu pun memberikan gel di perut Sekar lalu meletakkan transducer diatasnya.
"Lihat ini Mr dan Mrs McCloud, sudah ada titiknya calon penerus klan McCloud." Dokter itu menunjuk sebuah titik hitam disana.
"Itu sudah berapa Minggu dok?" tanya Sekar yang takjub melihat calon anaknya disana.
"Ini baru empat Minggu, Mrs McCloud dan saya lihat sangat sehat dan bagus perkembangannya. Kandungan anda juga sehat, Mrs McCloud. Nanti saya berikan vitamin dan penguat kandungan serta saya sarankan jangan terlalu capek-capek di rumah karena tri semester awal itu sangat rentan."
Arjuna lalu hendak membuka mulutnya ketika dokter kandungan itu langsung menyahut "Jangan setiap hari ya Mr McCloud" kerling dokter itu sambil tersenyum.
"Kok anda tahu sih apa yang hendak ditanyakan oleh suami saya?" kekeh Sekar yang geli melihat wajah suaminya manyun.
"Semua suami pasti akan menanyakan hal itu ditambah wajah Mr McCloud tampak transparan" senyum dokter itu.
"Alhamdulillah kalau anak saya sehat-sehat di dalam" ucap Sekar penuh syukur.
"Makan makanan bergizi dan banyak sayuran, Mrs McCloud."
"Of course dokter."
***
New York, Amerika Serikat
Ashley menatap pintu lift itu dengan perasaan frustasi dan kesal ditinggalkan begitu saja oleh Kristal. Rasa diacuhkan oleh gadis yang mulai memenuhi relung hatinya membuat dirinya tersinggung. Ini rupanya yang dirasakan oleh Kristal. Aku baru segini saja sudah sakit hati apalagi dia yang selama merawatku hanya diam saja mendengar sarkasameku.
Suara pintu lift terbuka membuat Ashley masuk namun setelah pintu lift itu tertutup, tidak mau berjalan. Damn it! Ternyata butuh kartu khusus.
Keia Al Jordan
"Mau ke lantai berapa?" tanya gadis itu.
"Ruangan Kristal Ruiz" jawab Ashley datar.
"Kamu mau ketemu dengan sepupuku?" tanya gadis itu lagi.
Sepupu yang mana lagi? - batin Ashley.
"Well, kalau kamu tidak memiliki kartu khusus, memang tidak bisa memakai lift ini karena ini lift khusus keluarga" senyum gadis itu yang mengingatkan Ashley ke Arjuna.
"Keia Al Jordan" gadis itu mengulurkan tangannya.
"Ashley Sky."
Mata coklat Keia membulat. "Ashley Sky? The Ashley Sky?"
Ashley bingung dengan tatapan Keia. "Ada masalah miss Al Jordan?"
Keia hanya tertawa devil. "Hohoho, lihat saja nanti."
***
__ADS_1
Kristal melongo melihat sepupunya datang bersama Ashley.
"Ngapain dia kesini, Kei?" tanya Kristal judes.
"Tadi dia kejebak di lift dan katanya mau ketemu kamu. Ya sudah, kalian selesaikan dulu masalah kalian berdua. Aku akan menunggu Ezra di ruangan sebelah" cengir Keia.
"Ezra siapa Kei?"
"Ezra Hamilton lah, yabg membantuku kasus Jimmy bang*sat itu!"
Ashley terkejut mendengar nama Ezra Hamilton yang merupakan klien Arjuna.
"Apa kamu yakin dengan Ezra?" tanya Kristal setelah mengetahui bahwa sebelumnya Ezra mengejar Danisha namun sepupunya itu lebih memilih pria biasa yang ternyata bawahannya.
"Soal Ezra dan Danisha?" tanya Keia yang dijawab anggukan Kristal. "Aku sudah tahu karena Ezra juga sudah cerita dan kami mencoba penjajakan dulu karena sama-sama posisi patah hati dan lepas tunangan."
"Good luck for that."
Keia menepuk bahu Ashley. "Semangat!" bisiknya.
Ashley mengangguk lalu Keia meninggalkan ruangan sepupunya dan kini hanya Kristal berduaan dengan Ashley.
Kristal lalu menunduk dan melanjutkan pekerjaannya mengacuhkan Ashley yang berdiri di depannya.
"Kristal..."
Kristal menulikan telinganya.
"I'm so sorry."
Kristal mendongakkan kepalanya. "Aku sudah kenyang mendengar ucapan maaf darimu Ash. Kalau kamu datang jauh-jauh kesini hanya mengucapkan itu, mending kamu pulang saja. Tuh pintu keluar disana!"
Ashley mendekati Kristal yang sedang duduk.
"Maafkan aku kalau selama ini aku menyakitimu. Maafkan aku kalau selama ini aku menolakmu. Apa kamu tahu? Aku baru merasakan kehilanganmu setelah kamu pergi. Arjuna habis menghajarku ketika aku berbuat ulah di kantor. Semua gara-gara kamu Kris. Aku yang terlalu sombong menolak semua pesonamu dan ternyata dampakmu sangat kuat di aku. Kumohon Kris, bisakah kita memulai dari awal lagi?" Ashley berlutut di depan Kristal dengan wajah memohon.
"Please Kristal, ternyata aku juga jatuh cinta padamu."
Kristal menatap Ashley dengan tatapan sendu.
"Ash..."
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaa
Lagi antri booster ini semoga aman-aman
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1