Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Bonchap - Di Apartemen


__ADS_3

Rama dan Astuti tiba di apartemen gadis itu usai acara pernikahan. Awalnya Arjuna dan Elang meminta keduanya untuk tinggal di rumah keluarga McCloud namun Rama menolak dan akan tinggal di apartemen miliknya meskipun sebenarnya dia memilih ke apartemen Astuti.


Keduanya kini sudah berada di kamar masing-masing untuk membersihkan diri. Rama memang meminta untuk seperti itu agar lebih cepat.


Astuti yang sudah selesai mandi dan mengenakan daster favoritnya, menuju dapur untuk membuatkan teh panas sedangkan makanan, Rama tadi membawa banyak makanan dari acara pernikahan untuk dibawa pulang supaya bisa dimakan malam ini atau keesokan harinya agar tidak mubazir.


"Sayang..." panggil Rama ke Astuti. "Kamu ngapain?"


Buatin teh untuk mas Rama.


Rama pun duduk di kursi makan dan menikmati pemandangan istrinya memakai daster tanpa lengan yang menunjukkan betapa mulus bahu Astuti. Daster model tali spaghetti itu memang tampak cocok dengan tubuh istrinya.


"Kamu mau makan?" tanya Rama melihat Astuti sibuk memasukkan makanan ke kotak-kotak Tupperware.


"Nggak. Leftovers ini mau aku masukkan ke kulkas jadi besok bisa aku panasin buat sarapan kita" senyum Astuti.


"Memang ya perempuan itu selalu punya prinsip eman-eman" kekeh Rama.


"Memang mama juga begitu?" tanya Astuti sambil memasukkan kotak-kotak itu ke dalam kulkas.


"Iyalah. Apalagi mama kan belajar banyak dari Oma jadi bisa mengolah makanan sisa semalam menjadi lauk untuk sarapan yang beda casingnya dan enak pula."


Astuti sudah selesai melakukan pekerjaan rumahnya dan mencuci tangannya. "Mas Rama butuh apa lagi?" tanyanya dengan pikiran mumpung di dapur.


Rama menghabiskan teh buatan istrinya dan menatap Astuti lembut. "Aku butuh kamu."


Wajah ayu Astuti merona. Hanya tiga kata namun damagenya luar biasa. Rama pun berdiri lalu menghampiri istrinya. "Kita ke kamar yuk" ucapnya sambil menggandeng tangan Astuti lalu menuju kamar utama di apartemen itu.


***


Astuti terbangun dengan mata belum terbuka sepenuhnya. Dirinya masih mengantuk namun jam biologis tubuhnya sudah meminta untuk bangun. Badannya terasa remuk redam setelah Rama semalam meminta haknya dan Astuti benar-benar dibuat melayang dengan perbuatan suaminya.


Rama memeluk tubuhnya dari belakang dengan sikap posesif dan Astuti sangat menyukainya. Siapa sih yang tidak merasa beruntung mendapatkan suami yang tampan seperti Rama? Bahkan dirinya yang selalu merasa insecure karena kekurangan fisiknya, menjadi lebih percaya diri dengan dukungan Rama beserta keluarganya.


Astuti teringat saat ayahnya berbicara dengan Rama bertiga beserta dirinya dan bagaimana pria itu dengan tegas menyatakan bahwa dirinya sangat mencintai Astuti. Rama bahkan memberikan argumen yang masuk akal kepada ayahnya. Bahkan Rama bersedia dihajar oleh pak Mulyono jika dirinya Meleng dari Astuti.


Dan kini Astuti tersenyum sendiri mengingat semalam bagaimana suaminya begitu lembut dalam meminta haknya hingga Astuti tidak sadar dirinya sudah sama-sama polos. Astuti bukan wanita polos yang tidak tahu apa-apa soal hubungan tertinggi suami istri, dia sudah tahu tapi prakteknya berbeda dengan teori yang dimilikinya.


Bagaimana semalam Rama tanpa malu atau perasaan tidak nyaman mengeksplorasi tubuhnya dan dengan nada sen*sual memuji bentuk tubuhnya yang seksih. Rama memang meminta Astuti mengenakan hearing aid nya agar bisa mendengar semua kata-kata darinya.

__ADS_1


Astuti bahkan mendapatkan pelepasannya yang pertama hanya dari permainan lidah dan jari dari Rama dan suaminya hanya mengatakan "Ini baru pembukanya sayang."


Wanita itu memerah wajahnya karena merasa malu bahwa dirinya sudah mendapatkan terlebih dulu. Setelahnya Rama mulai menciumi semua tubuh Astuti membuat wanita itu mende*sah nikmat dan melengkungkan tubuhnya saat Rama menyesap kedua dadanya yang menurut suaminya bentuknya sangat sempurna.


Astuti baru merasakan sakit ketika milik Rama mulai memasuki dan menembus pertahanan dirinya namun karena foreplay yang dibuat suaminya membuatnya relaks dan dirinya sudah basah, membuat suaminya lebih mudah melakukannya.


"Ya ampun sayang... Ini nikmat banget!" bisik Rama dengan suara parau.


Dan malam itu Rama dan Astuti melakukan unboxing dengan berbagai gaya. Di kali ketiga, Astuti sudah mulai bisa mengimbangi hasrat suaminya dan Rama membiarkan istrinya yang memegang kendali hingga Astuti ambruk diatas tubuh kekar suaminya.


Keduanya baru tertidur saat subuh menjelang dan kini Astuti melongo saat melihat jam digital diatas nakas sebelah tempat tidurnya.


"Astaghfirullah! Jam sepuluh siang?"


"Hhhmmm...apa sih sayang" gumam Rama di balik tengkuk istrinya.


"Sudah siang mas."


"Biarin saja. Ayo tidur lagi!" Rama semakin mengetatkan pelukannya.


"Mas Rama!"


"Iya tapi..."


"Sudah diam saja. Pilihan ada dua, kita ber*cinta lagi atau tidur?" Rama menatap mesra wajah istrinya, wanita yang sudah memberikan hartanya yang paling berharga untuknya. Wanita yang dicintainya setelah mommy dan omanya.


"Iisshhh mas Rama modus! Mandi dulu deh mas, badanku rasanya lengket semua."


"Lengket lah, semalam kita nge-gym berapa ronde coba?" goda Rama dengan wajah yang menurut Astuti rada meshum.


"Mas Rama!" Wajah Astuti memerah akibat sempat terbayang adegan semalam yang jauh lebih nikmat dari film-film drama percintaan yang ia tonton.


"Aku suka saat kamu berteriak memanggil namaku atau suara lengu*hanmu saat mendapatkan *******. So sexy!"


Wajah Astuti pun semakin merah padam. "Mas Ramaaaa!"


Rama tertawa terbahak-bahak.


***

__ADS_1


Siang ini Rama menemani Astuti membuat makan siang setelah tadi dirinya melakukan quickie dengan istrinya sebelum akhirnya mereka berdua bangun untuk mandi berdua.


Rama tersenyum melihat jalannya Astuti yang sedikit berbeda akibat ulahnya yang main jebol anak gadis orang tapi yang dijebol juga memiliki semangat yang sama jadi nggak salah kan?


"Nanti malam istirahat dulu ya mas" pinta Astuti sambil meletakkan nasi goreng mentega dengan irisan daging sisa steak yang dibawa semalam.


"Masih sakit ya?" tanya Rama tanpa rasa bersalah.


"Menurut mu?" pendelik Astuti.


"Tapi enak kan sayang?" cengir Rama.


"I...iya sih... enak banget" bisik Astuti dengan wajah memerah yang membuat Rama tertawa. "Mas Rama belajar dari mana itu? Jangan-jangan sudah pernah mencoba duluan?"


Rama melongo. "Astaghfirullah! Nggak pernah sayang! Mas tuh masih sama dengan kamu, pertama melakukan juga sama kamu! Karena bagi mas, paling nikmat itu jika diberikan pada pasangan yang halal dan mas semalam benar-benar bahagia kamu memberikan hadiah terindah buat mas."


"Tapi kok mas bisa fasih banget?" Astuti masih menatap tidak percaya ke suaminya.


"Mau tahu mas belajar dari mana?" Astuti mengangguk. "Kita tuh cowok sudah biasa melihat video pemersatu bangsa apalagi yang tinggal di luar negeri. Dan mas merekamnya dalam otak mas. Mas ingin melakukannya hanya dengan istri mas jadi semalam, semua yang ada di memori, langsung dipraktekkan saja dan ternyata kamu menyukainya kan?"


Astuti melongo. Astaga pria pria...


"Kalau kamu belajar dari mana bisa menjadi leader di ronde ketiga semalam?" tanya Rama.


"Drama Korea..."


Giliran Rama yang melongo.


***


Yuuuhhuuu Up Siang Yaaaa


Cerita Rama dan Astuti sekitar 2-3 chapter lagi akan end karena memang tidak mau lama-lama karena mereka berdua tidak ada konflik tapi tenang sampai Keduanya memiliki anak hanya alurnya dipercepat saja.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2