Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
You're Very Kind Person, Rain


__ADS_3

Rain dan Elang akhirnya menghabiskan waktu berdua di apartemen Yuna selama tiga hari. Setelahnya mereka kembali ke mansion papa Ryu dan bersiap untuk kepindahan Rain ke London.


Pagi ini Elang kembali ke rumahnya setelah mengantarkan Rain ke toko kuenya. Jean Marie dan Tini yang selama ini mengurus sejak Rain mempersiapkan pernikahannya terkejut melihat bossnya datang.


"Wah mbak Rain habis menikah, tambah cantik deh! Auranya berbeda" kekeh Tini.


"Bahagia ya mbak? Duh coba kalau mas Jeremy ada lagi satu, aku mau deh! Mbak, mas Jeremy ada kloningan nya nggak?" tanya Sinta dengan mata penuh harap.


Rain tertawa. "Yuk, kita meeting sebentar."


Kini Rain dan para pegawainya sudah duduk di area tempat duduk para pelanggan toko.


"Selamat pagi semuanya. Hari ini mbak mau menyampaikan bahwa lusa, mbak sudah pindah ke London mengikuti Elang yang memang tinggal disana begitu juga Jean Marie yang ikut mbak pindah juga."


Wajah keempat pegawai Rain menjadi sendu.


"Toko kue gimana mbak?" tanya Dina.


"Toko kuenya tetap Dina, tapi sekarang kalian berempat lah yang mengelola. Selama ini kan Tini yang mengurus pembukuan dan keuangan, tapi sekarang kalian berempat lah yang mengurusnya. Saling terbuka satu sama lain, dan tetap laporan ke mbak setiap bulan. Bisa jadi sebulan sekali mbak kesini atau tiga bulan sekali."


Keempat pegawainya melongo.


"Anggap saja ini toko kue kalian. Pelanggan kita sudah banyak, jangan sampai mereka kecewa karena kalian mendapatkan pendapatan dari sini. Mbak harap kalian bisa menjaga kwalitas. Jika mbak mendengar dari pelanggan kalian menurunkan kwalitas, hhhmmm." Wajah Rain tampak serius.


Keempat pegawainya mengangguk paham. Selama ini Rain yang membantu keuangan mereka melaui toko kue ini. Rain yang mengangkat mereka semua menjadi wanita mandiri, punya pekerjaan, pendapatan sendiri bahkan mereka bisa masuk ke acara pernikahan Rain yang dihadiri keluarga Sultan.


"Kami tetap bekerja seperti biasanya mbak. Jangan khawatir" ucap Tini. "Kita susah payah membangun masa mau dirusak?"


"Jadi kalian tetap seperti biasa ya meskipun mbak Rain nggak ngawasin langsung seperti biasanya?"


"Kan ada zoom, video call... Gampang lah mbak" kekeh Ayu.


"Deal ya. Tetap semangat bekerja" senyum Rain.


***


"Sudah acara meeting dengan anak-anak kue?" tanya Elang ketika menjemput Rain.


"Anak-anak kue?"


"Pegawai mu kan anak-anak kue karena kerja di toko kue" kekeh Elang.


Rain tertawa. "Kamu tuh ternyata bisa receh."


Elang menatap Rain di balik kacamata hitamnya. "Bahagia Rain?" tanyanya.


Rain menatap Elang. "Bahagia. Kenapa Lang?"



Elang hanya tersenyum. "Syukurlah."


"Aku mau tanya."


"Apa?"


"Apa Shelby Cobranya kamu tinggal di Jakarta?" tanya Rain.


"Kenapa?"


"Bisakah kamu bawa ke London?"

__ADS_1


Elang tertawa. "Sayang, aku bisa membelinya lagi di London, untuk apa aku bawa kesana?"


Rain memerah wajahnya. "Aku lupa kamu mampu membelinya."


Elang mencium tangan Rain yang kini ada dua cincin, cincin tunangan dan cincin kawin. Elang memang sengaja memberikan dua cincin berbeda namun semuanya bertahtakan berlian pilihan.


"Kamu tuh memang menggemaskan" ucap Elang.


***


Rain sudah berada di kastil Elang yang menjadi mas kawinnya dan dia benar-benar terpesona. Seumur-umur dirinya baru kali ini masuk kastil dan sekarang menjadi pemilik kastil.


"Kamu ngapain sayang?" tanya Elang sambil memeluk Rain dari belakang sedangkan Louis dan Jean Marie belagak cuek melihat pengantin baru itu langsung masuk ke dalam sembari membawa koper-koper milik Rain dan Elang.



"Menikmati mas kawinku" senyumnya manis.


Elang terbahak. "Memang ini milikmu."


"Aku suka interiornya. Benar-benar Rapunzel aku jadinya" kekeh Rain.


"Kamu belum lihat kamar tidurnya, Rain." Elang menggandeng tangan istrinya menuju tangga lantai dua. Sesampainya di area pojok dengan pintu kayu dobel yang sangat besar, Elang membuka pintunya yang dikunci dengan passcode.


"Interior boleh jadul ya tapi keamanan harus canggih" kekeh Rain.


"Iya dong." Elang menarik tangan Rain. "Yuk masuk."


Rain terperangah melihat interior kamar utama Elang yang selama ini hanya dia lihat di buku atau film, benar-benar terpampang di hadapannya.



"Suka?" tanya Elang.


"Banget!" Rain mencium pipi suaminya. "Ini mas kawin yang nggak ada bisa nyaingi di keluarga" gelaknya.


Elang hanya menggelengkan kepalanya. "Kalian tuh kalau nikah, mas kawinnya saingan gitu?"


"Nggak juga lebih cari yang paling antik dan beda dan mas kawin mu nggak ada lawannya" senyum Rain.


"Mau lihat istalnya nggak?" tanya Elang. Rain mengangguk antusias.


***


Dua ekor kuda bewarna putih dan hitam tampak di istal belakang kastil didampingi oleh tiga orang pekerja disana.


"Selamat siang Mr McCloud" sapa mereka.


"Selamat siang. Perkenalkan ini istriku, Rain McCloud. Istriku mau melihat Maximus dan Flynn."


"Silahkan Mrs McCloud. Nama saya Terry, itu Finn dan Chad. Kami yang bertugas mengurus semua peliharaan Mr McCloud" ucap Terry.


"Peliharaan? Memang suami ku memelihara apa saja?" tanya Rain. Asal nggak pelihara perempuan saja! Bisa aku potong juniornya!


"Selain dua kuda milik nyonya, Mr McCloud juga memiliki dua ekor kuda Arab lainnya dan tiga ekor anjing, dua Husky dan satu Beagle."


Rain langsung melihat tiga ekor anjing yang berlari mendekati Elang. Dua Husky itu langsung menubruk suaminya hingga jatuh.



Grey and Satan

__ADS_1


"Astaga! Elang!" teriak Rain melihat suaminya malah santai bermain dengan dua huskynya. Rain terkejut melihat seekor anjing bewarna coklat putih hitam tampak duduk manis minta dielus.



T-rex the Beagle


"Siapa namanya cakep" sapa Rain sambil berjongkok untuk mengelus kepala anjing Beagle itu. Rain suka binatang hanya sayang dirinya dan kedua orangtuanya sibuk jadi mereka memutuskan tidak memelihara binatang di rumah.


"Husky abu-abu namanya Grey, yang hitam namanya Satan, kalau Beagle ini namanya T-rex" ucap Elang yang masih duduk bermain dengan anjing-anjingnya.


"Satan? T-rex? Nggak ada nama yang bagusan Lang?" kekeh Rain sambil memeluk T-rex yang tampak nyaman.


Elang terdiam melihat beaglenya tampak langsung lengket dengan Rain.


"Rain, apa kamu pernah punya anjing?" tanya Elang.


"Nggak pernah karena kami semua sibuk biarpun aku dan papa suka anjing sih. Kasihan nanti ditinggal terus. Memang kenapa?" tanya Rain bingung.


"Soalnya T-rex bukan tipe anjing yang gampang dekat tapi dia bisa seperti itu, berarti kamu memang orang baik."


Rain tersenyum sambil mengelus T-rex. "Kamu lucu!"


"Mau lihat Maximus nggak?" Elang kini sudah berdiri dan membantu Rain berdiri.


"Mana?" tanya Rain.


Elang menggandeng Rain dan menunjukkan dua ekor kuda yang berada dalam pengawasan dan genggaman Terry serta Chad. Rain terkesima melihat dua kuda warna hitam dan putih itu.


Dengan lembut Rain mengelus kuda Arab putihnya.



Maximus The Arab Horse


"Halo Maximus" bisiknya. Kepala kuda itu lalu menempel ke kepala Rain dan membuat Elang melongo lagi.


"Mrs McCloud, ini yang hitam." Rain pun mengelus Flynn yang sama seperti Maximus menempelkan kepalanya ke Rain.



Flynn the Morgan Horse


"Rain?" panggil Elang.


"Apa Lang?" tanya Rain' sambil mengelus kepala Flynn.


"Benar kamu belum pernah punya binatang peliharaan?" tanya Elang.


"Belum pernah. Kenapa?"


Elang hanya memeluk Rain erat sambil mencium kepalanya. "Bahkan binatang pun tahu kamu wanita mempesona dan baik hati."


***


Yuhuuu Up Brunch Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2