Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Miss Rain


__ADS_3

Mansion Duncan dan Rhea langsung ramai penuh dengan keluarga besarnya apalagi si kembar Jo dan Marissa sangat antusias melihat adik perempuannya yang sudah bisa heboh berceloteh. Baby Kai sekarang berusia enam bulan dan sudah bisa tengkurap dan duduk meskipun terkadang masih suka doyong.



Si kembar Jo dan Marissa sekarang berumur empat tahun dan semakin brutal nakalnya membuat Miki dan Joshua harus menunda punya anak lagi. Beruntung Mamoru dan Ingrid sedang menanti anak pertama mereka, jadi Dad Hiro dan Mom Shanum bertambah bahagia.


Rain langsung menuju kamar baby Kai dan terperangah melihat para perempuan sudah disana.


"Ini cewek-cewek pada kumpul disini rupanya?" kekeh Rain.


"Tante Raaiiinnnn!" seru duo JM yang langsung memeluk tantenya.



"Duo JM nakal nggak sama baby Kai?" tanya Rain sambil memeluk kedua keponakan bandelnya.


"Nggak Tante. Kata mami, kalau kami nakal akan langsung dikirim pulang ke Tokyo" ucap Josephine yang memang paling berani dengan wajah cemberut.


"Kalian berdua kok makin kayak anak Korea seperti papi Joshua sih" kekeh Rain.


"Tauk tuh! Padahal maminya masih berdarah bule ini!" cebik Miki sebal. Semua wanita disana tertawa.


"Mending masih ada darah Asianya. Lha aku? Baby Kai plek ketiplek bang Duncan bahkan matanya pun biru" keluh Rhea.


"Berarti bibit suami kita masing-masing keterlaluan kuatnya" kekeh Miki.


"Rain? Sehat?" tanya Valora.


"Alhamdulillah."


"Assalamualaikum" sapa seorang pria di depan pintu.


"Wa'alaikum salam."


"Mas Ghaniii!" seru Rhea sambil menghambur memeluk kakaknya.


"Apa kabar dik. Halo semua" sapa Ghani kepada saudara sepupu ipar adiknya.


"Hai G" sapa mereka semua.


"Mana keponakanku?" tanya Ghani. Rhea pun menggendong baby Kai. "Astaga. Duncan banget!" gelaknya.


"Bener kaaaannnn" cebik Rhea sebal yang membuat semuanya tertawa.


"Lora, kamu nggak mau ketemu Raymond?" tanya Ghani kepada gadis bule disana.


"Ogah! Ngapain ketemu sama bule menyebalkan itu!"



"Siapa yang bule menyebalkan itu, baby?" suara bariton terdengar di belakang Ghani.


Wajah Valora memerah. Raymond Ruiz muncul dari balik tubuh Ghani.


"Aku ingin berbicara denganmu Val."


"Aku yang nggak mau!" Valora bersidekap dan membuang muka. Raymond masuk ke dalam kamar bayi dan langsung menarik tangan Valora lalu menyeretnya keluar.


"Eh! Raymond! Dasar pria brengsek!" umpat Valora kesal terdengar sayup-sayup.


"Apa yang terjadi?" tanya Rain.


"Raymond mencoba meluluhkan hati Valora" kekeh Ghani.


Rain hanya tersenyum tipis. Rhea melihat wajah sendu Rain hanya bisa menghela nafas panjang.


Bakalan berat ini jalannya Rain.


***

__ADS_1


Acara ulangtahun Duncan berlangsung meriah meskipun hanya Keluarga besar yang datang tapi bagi Duncan dan Rhea, moment ini yang paling mereka suka. Ditambah kehadiran baby Kai, membuat lengkap hidup hot Daddy itu.


Rain memutuskan untuk jalan-jalan di halaman belakang mansion Duncan yang luas. Cuaca di New York pada musim gugur ini memang agak berangin. Rain pun merapatkan jaketnya.



Beruntung mansion model klasik milik Duncan dilengkapi dengan api unggun di meja belakang dekat kolam renang dan sudah dinyalakan, membuat Rain bisa menghangatkan tangannya sambil duduk menikmati malam.



"Miss Rain?"


Rain mendongakkan kepalanya. Tampak George, asisten Duncan, membawakan secangkir hot chocolate.


"Silahkan hot choconya" ucap George sambil menyerahkan cangkir itu.


Rain menerimanya. "Terimakasih, George."


"Sama-sama" jawab pria bule tampan itu.


Keduanya lalu sama-sama menyesap hot choco masing-masing.


"Miss Rain nggak masuk ke dalam? Diluar dingin lho" George memecahkan keheningan diantara keduanya.


"Di dalam ramai George, aku lagi ingin menikmati udara New York dengan tenang" jawab Rain sambil menatap langit.


"Miss Rain baik-baik saja?" tanya Geroge.


Rain menatap George dan tersenyum. "Kalau aku bilang baik-baik saja, bohong namanya. Aku tidak terlalu baik-baik saja."


"Apa karena Jeremy Eagle McCloud?"


Rain menatap George. "George, kamu mirip kak Eiji, selalu kepo" kekeh Rain.


"Maaf miss Rain." George menunduk.


"Lho kalian disini?" suara Rhea membuat keduanya menoleh.



Maminya Kaia


"Lagi menikmati halaman belakang mansionmu Rhea" ucap Rain.


"George, kamu dicari papa. Ada tawaran kerjasama tuh, kamu disuruh periksa."


George pun berdiri. "Baik nona Rhea." Pria tinggi itu pun berjalan masuk ke dalam rumah.


"Halo cantik" sapa Rhea sambil duduk di sebelah Rain.


"Rhea..."


Rhea pun menatap Rain. "Kepikiran Jeremy?"


Rain mengangguk. Rhea memeluk Rain yang hampir menangis.


"Papa menutup akses berita tentang Elang, Rhea. Aku tidak tahu apapun tentangnya."


"Aku tahu."


Rain melepaskan pelukan Rhea dan memandang ibu satu anak itu. "Kau tahu?" Rhea mengangguk.


"Jeremy harus kehilangan separuh lebih kekayaannya untuk membayar kompensasi akibat kejahatan yang dilakukan oleh Glenn dan dia dihukum tahanan rumah selama dua tahun dan sekarang sudah berjalan hampir setahun."


"Apa dia harus pakai gelang di kaki?" tanya Rain.


Rhea mengangguk. "Perjanjiannya begitu Rain. Jika Jeremy berkelakuan baik, dia akan bebas tahun depan."


"Aku harus menunggu setahun lagi" keluh Rain.

__ADS_1


"Bang Duncan nunggu 22 tahun" kekeh Rhea.


"Kalau bang Duncan memang gila!" Kedua wanita cantik itu pun tertawa.


"Tapi aku nanti harus berhadapan dengan semua anggota keluarga kalau tetap memilih Elang." Rain menatap sendu kepada Rhea.


"Don't worry. Kamu memiliki pendukung. Aku!" ucap Rhea tegas.


***


Elang menatap foto-foto Rain tiba di Bandara JFK New York dengan perasaan gusar. Wajah George Grissom tampak tertarik dengan Rain.


Brengsek Duncan punya asisten tampan begitu!


Louis yang juga mendapat hukuman tahanan rumah hanya bisa menahan nafas menunggu Elang bakal memukul samsak lagi kalau emosi.


"Boss?"


"Selidiki siapa itu George Grissom asistennya Duncan Blair. Tampaknya dia tertarik dengan Rainku!"


"Baik boss. Eh boss mau kemana?" tanya Louis melihat Elang ngeloyor.


"GYM!" bentaknya.


"Astaga si boss! Benar-benar kurang piknik!" gumam Louis.


"Aku dengar Louis!" teriak Elang lagi.


Louis hanya mengelus dada.


***


Rain meminta ijin untuk berjalan-jalan di sekitar Manhattan dan tentu saja papa Ryu mengijinkan asal dikawal. Duncan menyuruh George menemani Rain karena hari ini adalah hari Sabtu dan kantor libur.


George dengan senang hati menemani Rain berjalan-jalan.


"Kita mau kemana Miss Rain?" tanya George yang duduk di sebelah sopir keluarga Blair.


"Manhattan Mall."


"Oke."


Sejam kemudian, Rain dan George sampai di mall seputaran Manhattan New York.



George dengan telaten menemani gadis cantik itu dan sesekali membuat joke hingga Rain tertawa. Dia tahu kalau Miss Rain masih sedih harus berpisah dengan Jeremy.


Apa salah kalau aku berusaha merebut Miss Rain. Meskipun aku hanya anak yatim piatu yang bekerja dengan Mr Duncan Blair? Aku hanya ingin melihat wajah Miss Rain bahagia.


***


Elang melempar cangkir kopinya ke tembok ketika melihat foto-foto Rain tertawa bersama George.


Damn it Raaiiinnn!


***


Yuhuuu Up Lagi Yaaaaa


Eniwaiii cover My Rey ganti yaaaa dari noveltoon



Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2