
Keesokan harinya rumah Arjuna menjadi sepi setelah Kris, Kristal dan Danisha pergi ke Oxford meminjam mobil Arjuna sedangkan Bara dengan cueknya ke mansion Blair meminjam Aston Martin milik Aidan. Rajendra sendiri sudah berangkat bersama Arjuna.
Sekar sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat bagaimana berantakannya kamar Arjuna dan Rajendra karena keduanya tadi sama-sama kesiangan meskipun sudah dibangunkan berkali-kali oleh Sekar.
"Like father like son" gumamnya sambil tersenyum. Tak terasa dia sudah tiga bulan menjadi istri Arjuna dan baru kali ini tidur sekamar dengan suaminya meskipun terpisah.
"Non Sekar. Apa perlu bibik bantu?" tawar Bik Sum.
"Nggak usah bik..." suara Sekar terhenti ketika ponselnya berbunyi.
"Assalamualaikum" sapa Sekar begitu mengetahui suaminya yang menelpon.
"Wa'alaikum salam. Sayang, kamu lagi sibuk nggak?"
Sekar sudah biasa dipanggil 'sayang' oleh Arjuna jadi biasa saja.
"Ini mau beresin kamar Jendra dan kamarmu mas" jawab Sekar apa adanya yang entah kenapa membuat hati Arjuna menghangat. Beresin kamarmu, mas. Hanya satu kalimat tapi damagenya untuk Arjuna benar-benar mood booster.
Sedetik kemudian Arjuna berusaha biasa lagi padahal kalau Sekar tahu dirinya berbunga bunga. "Tolong bawakan makan siang ke kantor ya. Aku malas beli."
"Sebentar aku tanya bik Sum masak apa." Sekar menutup ponselnya dengan tangan dan bertanya ke arah pembantunya yang sedang membereskan mainan Rajendra.
"Mas, bik Sum dan Gina masak beef stew. Nanti aku bawakan dengan nasi ya?" ucap Sekar.
"Dessert nya apa?"
"Ada macaroni schotel. Mau?"
"Mau. Nanti tolong bawakan ya" pinta Arjuna.
"Iya mas."
***
Arjuna melihat istrinya sedang membereskan kamar putranya sambil bersenandung dan setelah beres dan rapi, dia menuju kamar miliknya. Arjuna memang memasang CCTV di kamarnya sehari sebelum sepupunya datang. Dia tidak mau kehilangan moment disaat Sekar berada bersamanya meskipun hanya seminggu.
Sekar membereskan kemejanya yang berantakan lalu memasukkannya satu persatu dan sempat melongo melihat ada boxernya yang terlempar saat tadi Arjuna heboh kesiangan.
Pria itu tertawa melihat istrinya memegang boxernya seperti membawa kucing yang dipegang tengkuknya ke keranjang baju kotor. Kamu tuh kok lucu sih, Sekar. Tak lama kamar Arjuna menjadi rapih dan bersih.
Nafas Arjuna tertahan ketika istrinya membuka kaos rumahnya dan tampak dia hanya memakai dalaman bewarna putih dan gundukan kembarnya tampak penuh di penutupnya.
Sekar berganti blus putih dan celana hitam ketat yang menonjolkan kaki jenjangnya lalu memoleskan make up tipis ke wajahnya dan mengambil tasnya dan berjalan keluar kamar.
Arjuna memindahkan kamera ke ruang tengah dan tampak bik Sum dan Gina sudah menyiapkan beberapa kotak makan yang hendak dibawa Sekar ke perusahaannya.
Sekar mengucapkan terimakasih kepada kedua pelayannya lalu berjalan keluar untuk menemui Barry sopir keluarga yang memang standby disana untuk mengantarkan Sekar jika Arjuna tidak bisa menemani dirinya.
***
__ADS_1
Sekar pun datang ke sebuah perusahaan otomotif yang bergerak di bidang custom baik velg maupun interior mobil mewah. Bahan-bahan berkualitas tinggi memang dipakai oleh perusahaan McCloud yang sudah memiliki nama dan pelanggan selebritis, pengusaha, atlet dan pembalap.
Ashley yang melihat istri bossnya datang langsung menyambut Sekar.
"Mrs McCloud. Senang bisa datang kemari. Anda ditunggu oleh Boss di ruangannya di lantai tiga" ucap Ashley.
"Terimakasih Ashley." Sekar pun berjalan menuju lift.
Para pegawai di perusahaan Arjuna langsung heboh melihat istri bossnya datang untuk pertama kalinya.
"Ternyata istri boss cantik sekali."
"Kalau nggak cantik, boss mana mau."
"Tapi auranya dingin ya."
***
Sekar berjalan menuju pintu kayu besar yang terdapat papan nama tertulis 'Arjuna McCloud.' Setelah menghela nafas panjang, gadis itu mengetuk pintu. Suara bariton terdengar disana yang mempersilahkan masuk.
Sekar pun membuka pintu dan melihat suaminya tiduran di sofa dan tampak pucat. Seketika dirinya panik melihat pemandangan seperti itu. Bayangan Lily yang memucat di sofa kembali muncul, sebelum Lily menghembuskan nafas terakhirnya.
Arjuna yang kaget mendapatkan perlakuan Sekar hanya bisa menatap tidak percaya. Sekar menyetuh wajahku? Bahkan wajahnya pun tampak panik. Sebuah harapan terbit di hati Arjuna.
"Aku... nggak papa kok, Sekar. Hanya lapar..." ucap Arjuna dibuat selemas mungkin. Kapan lagi bisa melihat istrinya panik dan mau menyetuh dirinya.
Sekar tampak menghembuskan nafas lega. "Alhamdulillah. Aku sudah panik saja." wajah cantik Sekar tampak relaks.
"Memang kenapa sayang?" tanya Arjuna sambil mengelus pipi Sekar yang kali ini tidak menolak.
"Karena Lily sebelum meninggal wajahnya memucat di sofa, persis seperti dirimu" bisik Sekar dengan mata sendu.
Arjuna termangu.
***
Sekar membuka bekal berupa beef stew dan nasi yang diletakkan diatas meja depan sofa. Dia juga membawakan juice jeruk segar plus macaroni schotel.
"Bisa duduk nggak mas? Aku suapi." Arjuna mengerjap-kerjapkan matanya. Ini beneran? Aku nggak mimpi kan?
"Kamu nggak papa suapin aku?" tanya Arjuna.
__ADS_1
"Nggak papa. Aku mungkin tidak bisa melakukan 'itu' tapi aku berusaha menjadi istri yang baik termasuk menyuapi suamiku yang kelaparan."
Arjuna hanya bisa memandang mesra ke Sekar. "Aku mau kamu suapi."
Sekar tersenyum dan dengan telaten menyuapo suaminya.
"Bukan aku yang masak lho mas. Aku tadi sibuk beresin kapal pecah di kamar Jendra dan kamarmu."
"Memang kamarku dan Jendra parah ya?" tanya Arjuna seolah-olah tidak tahu.
Sekar mengangguk. "Like father like son."
Arjuna tertawa. "Kan memang dia anakku, Sekar."
"Kalau niru tuh yang baik-baik lah jangan yang suka berantakin." Mulut Sekar tampak manyun.
Arjuna tidak tahan untuk tidak mencium bibir seksih itu meskipun hanya sekilas yang membuat Sekar termangu.
"Mas! Tadi ngapain?" bentak nya.
"Cium kamu lah! Habis bibirmu gemesiinnn" goda Arjuna.
"Udah seger kan? Udah nggak pusing kan? Dah aku pulang!" Rajuk Sekar yang kesal Arjuna sudah mencuri ciuman pertamanya meskipun sekilas.
"Lho kok pulang? Jangan dong!" Arjuna melihat perubahan wajah istrinya yang tampak bingung. "Astaghfirullah! Sekar... Apa aku yang mencuri ciuman pertamamu?" Setelah dia berpikir.
Sekar hanya membuang wajahnya yang sedikit merona.
Arjuna tidak peduli Sekar akan mengamuk yang penting dirinya hanya ingin memeluk istrinya.
"Ya ampun. Maaf sayangku membuat mu tidak nyaman." bisiknya sambil memeluk gadis itu.
"Lepaskan aku, mas" desis Sekar.
"No. Biarkan seperti ini dulu agar aku bisa merekamnya dalam memori otakku" bisik Arjuna di ceruk leher Sekar.
Entah kenapa kali ini Sekar tidak bisa menolak namun tangannya tetap di sisi tubuhnya. Apakah aku mulai tertarik dengan pria ini? Jangan biarkan aku menyukai pria ini Ya Allah. Gara-gara dia, saudara kembarku meninggal
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Danisha ada bonchapnya di lapaknya Ghani
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1