Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Bonchap - Surpris?


__ADS_3

Pagi ini kediaman Arjuna dan Sekar kedatangan para saudara durjananya. Bara dan Danisha datang ke London dan memilih menginap di rumah Sekar, tak lama disusul oleh Kris dan Kristal.


Bukan tanpa alasan mereka datang ke London bersamaan karena Danisha, Kris dan Kristal adalah alumni Oxford sedangkan Bara alumni Royal Arts dan almamater mereka mengadakan acara bersamaan.


Entah mereka memang janjian atau ada rencana terselubung, keempatnya kompak tidak ada yang mau menginap di mansion Blair apalagi Aidan sedang berada di New York membuka restaurannya disana bersama sang papi Duncan.


Sekar sendiri senang akan kehadiran Danisha dan Kristal karena dia menemukan teman sebaya namun. yang membuatnya bingung, mau tidak mau dia harus sekamar dengan Arjuna.


Danisha dan Kristal tahu tentang perjanjian Arjuna dan Sekar namun mereka berharap agar gadis itu berubah pikirannya. Enam kamar di rumah Arjuna, tiga sudah dipakai dan sebagai tuan rumah yang baik, Arjuna memutuskan masing-masing sepupunya mendapatkan kamar sendiri.


Sekar pada awalnya menolak keputusan Arjuna namun sekali lagi dia tahu diri bahwa dirinya tidak berhak penuh di rumah Arjuna. Dan pria itu pun tidak menyetujui Sekar tidur dengan Rajendra.


"Jadilah istri yang patuh seminggu saja, Sekar. Aku tidak akan macam-macam denganmu!" pinta Arjuna. Meskipun aku minta satu satu dulu sebelum bisa membuatmu milikku seutuhnya.


Sekar memindahkan beberapa kosmetik dan baju-bajunya sebagian termasuk piyama yang dipakai untuk tidur meskipun dia lebih nyaman mengenakan daster batik.


Arjuna diam-diam tersenyum melihat beberapa potong piyama disana. Awalnya dia ingin menggoda kenapa tidak mengenakan daster batik tapi dia tahu akan membuat perang Diponegoro jika Sekar tahu rahasianya memasang CCTV di kamar istrinya.


Danisha memilih tidur di kamar Sekar dan sebelumnya Arjuna mematikan CCTV disana dan melepaskannya. Setelah Danisha pulang, baru dia pasang kembali.


Malam harinya rumah Arjuna ramai dengan kehebohan Kristal dan Danisha yang sama-sama di Oxford tapi beda jurusan namun mengalami kejadian yang sama.


"Jadi kamu digoda juga sama Teddy Grint, Kris?" tanya Danisha sambil bersandar di dada Bara.


"Iya! Ih nggak tahu malu tuh orang!" cebik Kristal yang tiduran di paha kembarannya.


"Aku menghajarnya" gelak Danisha.


"Aku juga!" sahut Kristal lalu keduanya bangun saling ber tos ria.


"Kamu hajar apanya dik?" tanya Bara.


"Aset bangsanya dia" gelak Danisha. Kristal berteriak heboh. "Samaaaa!"


Bara, Kris dan Arjuna hanya bisa melongo. Sepupu perempuan mereka memang bar-bar.


Sekar baru saja keluar dari kamar Rajendra yang agak rewel karena tadi kelamaan bermain dengan Oom dan Tantenya jadi kecapekan dan harus ditemani Sekar tidurnya.


"Jendra sudah tidur, Sekar?" tanya Arjuna.

__ADS_1


"Sudah." Sekar menempatkan diri di sebelah Arjuna tapi ada jarak diantara mereka. Posisi itu pun tidak lepas dari perhatian keempat orang disana yang saling berpandangan. Apalagi mereka semua duduk diatas karpet tebal sambil bersandar di kaki sofa.


"Tadi kalian heboh apa?" tanya Sekar


"Heboh ada pria tidak tahu malu mau melecehkan aku eh nggak tahunya Kristal pun ngalamin padahal kami beda jurusan. Aku di bisnis, Kristal di komputer."


"Berarti dia predator dong, bergerilya di beda fakultas" komentar Sekar.


"Nah, aku rasa juga begitu" ucap Kristal.


"Lalu orang itu kemana sekarang?" tanya Kris yang baru tahu kembarannya hampir dilecehkan.


"Sudah dihajar Daddy" gelak Kristal. Kedua orang tua si kembar adalah Raymond Ruiz dan Valora Arata yang juga seorang polisi NYPD bekas partner Ghani Giandra, ayah Bara dan Danisha.


"Dia berurusan dengan anak yang salah" kekeh Danisha yang bersyukur kedua orangtuanya tidak tahu karena tidak kebayang si Teddy bakalan koit di tangan sang mama yang menguasai Eskrima.


"Besok kalian acara jam berapa?" tanya Arjuna yang sedikit demi sedikit beringsut ke arah Sekar.


"Kami dari sini berangkat jam tujuh pagi karena acaranya jam sepuluh. Biasa, reunian dulu" senyum Kris.n


"Kalau kamu Ra?" tanya Arjuna yang dengan santainya meletakkan kepalanya di atas paha Sekar yang terkejut melihat ulah suaminya namun dia tetap bersikap datar meskipun dalam hati ngedumel.


Keempat sepupu Arjuna hanya bisa mengulum senyum melihat kemodusan sepupunya.


Sekar hanya mengangguk.


"Menurut pendapat ku, ada baiknya kamu melihat sisi baik Arjuna. Apa kamu nggak lihat kalau suamimu itu sudah bucin sama kamu?" kekeh Bara.


Arjuna mengedipkan sebelah matanya ke Bara berterimakasih mendapatkan dukungan dari keluarganya.


"Dia mau bucin kan hak nya dia" jawab Sekar dingin.


Arjuna dan para sepupunya hanya bisa melongo.


"Wah bro, berat jalanmu" kekeh Kris.


"Je continuerais d'essayer ( aku akan tetap berusaha )" ucap Arjuna dalam bahasa Perancis.


"Lui exprimer son amour ( nyatakan cinta padanya )" balas Bara.

__ADS_1


"je dirai ( akan aku nyatakan )" jawab Arjuna.


"Ce n'est pas nécessaire. Je ne t'aime pas Mr Arjuna ( tidak perlu. Saya tidak mencintai anda Tuan Arjuna )."


Kelima orang disana terkejut mendengar Sekar menjawab dengan bahasa Perancis. Arjuna sampai bangun dari nyamannya tidur di paha Sekar.


"Kamu bisa bahasa Perancis?" Arjuna menatap Sekar tidak percaya.


"Surpris ( surprise )?" senyum Sekar yang entah kenapa membuat Arjuna merasakan hawa dingin.


***


Di dalam kamar, Sekar memilih tidur diatas sofa empuk yang berada di seberang tempat tidur besar milik Arjuna.


"Kamu tidurlah disini, aku yang tidur di sofa" eyel Arjuna.


"Nggak usah mas. Kamu badannya lebih besar dari aku, nanti kamu malah tidak bisa tidur. Tenang, aku orangnya gampang tidur asalkan ada bantal dan selimut.". Sekar kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Arjuna masih menunggu istrinya keluar dan tak lama tampak Sekar memakai piyama bewarna pink dan berjalan ke arah sofa. Setelah menata bantal, gadis itu merebahkan tubuhnya diatas sofa.


"Selamat malam mas." Tak lama Sekar pun terlelap ditunjang dengan suara nafasnya yang teratur.


Arjuna membuka kaosnya beserta celana rumahannya dan hanya dengan mengenakan boxer, dia mendekati istrinya yang susah digapai.


"Apakah kamu tahu? Aku sudah jatuh cinta padamu semenjak kamu berdiri di depan gerbang sekolahmu. Bahkan jika tidak ada kejadian dengan Lily, aku akan jatuh cinta padamu, bukan dengan Lily."


Arjuna menyibak rambut Sekar. "Apa susahnya mencintai aku, Sayang?"


Pria itu menyusuri wajah Sekar dengan ujung jari telunjuknya apalagi muka itu mulus tanpa makeup.


"Aku akan biarkan kamu tidur di sofa malam ini, tapi tidak besok" bisiknya lalu mencium kening Sekar dan berjalan ke tempat tidurnya.


Perlahan mata Sekar terbuka. Besok aku akan tidur di kamar Jendra.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2