
Sekar masih mematung di pinggir jalan menatap Arjuna. Dalam hatinya berdesir akan sesuatu yang dia tidak tahu apa itu. Rasanya aku pernah melihat pria ini, tapi dimana?
"Sekar! Masuklah!" suara Arjuna membuat Sekar terkejut. Melihat wajah memaksa Arjuna, akhirnya gadis itu pun masuk ke dalam mobil Audi itu.
Di dalam mobil, Arjuna melirik ke arah Sekar yang memandang lurus ke arah jalan tanpa berani menoleh ke arah pria di sebelahnya.
"Ceritakan padaku kenapa Lily bisa meninggal?" tanya Arjuna penasaran.
Sekar menoleh kearah pria bule itu. "Kok tuan bisa berbahasa Indonesia?" tanyanya.
"Ibuku orang Jawa, Indonesia. Ayahku orang Inggris. Namaku Arjuna Samudera."
Sekar hanya mengangguk. "Sekarang, ceritakan padaku, bagaimana Lily bisa meninggal?"
Dalam hati setelah mendengar pria itu memperkenalkan namanya Arjuna, Sekar langsung tahu siapa pria ini. Pria yang membuat saudara kembarnya harus pergi dari London.
"Lily meninggal karena sakit, tuan."
"Sakit apa?" Arjuna ingat gadis itu termasuk kuat dan energik.
"Lily meninggal karena serangan jantung."
Arjuna menoleh ke Sekar. "Bagaimana bisa..."
Sekar menghela nafas panjang. "Lily memang lemah di jantung dan setelah kembali dari London, dia semakin lemah. Dan setahun di Semarang, dia meninggal. Saya menyelesaikan studi saya lalu mendapatkan pekerjaan di Solo jadi saya pindah kemari."
Arjuna semakin merasa bersalah membuat gadis itu sakit akibat tekanan yang diberikan olehnya.
"Kamu pulang ke arah mana ini? Aku antar."
Sekar menatap Arjuna. "Saya di drop saja tuan Arjuna, tidak perlu mengantarkan saya."
"Kenapa? Apa ada yang tidak suka aku mengantar mu pulang?"
"Bukan begitu, tapi..."
"Apa suamimu akan terganggu?" tanya Arjuna lagi karena dia melirik sebuah cincin kawin di jari manis gadis itu.
"Rumah di daerah saya tetangganya sedikit Julid" jawab Sekar. "Karena ini pertama kali saya diantar oleh seorang pria."
"Lalu? Apa mereka akan melaporkan ke suamimu?"
Sekar menggeleng. "Suami saya sudah tidak ada."
"Lalu kamu tinggal dengan siapa?"
"Pembantu dan putra saya."
"Kamu sudah punya anak?"
Sekar mengangguk. Arjuna mengusap wajahnya kasar.
"Sudah, beritahukan dimana alamat mu dan aku akan mengantarmu! Biarkan tetanggamu Julid! Itu tandanya sirik tanda tak mampu!" ucap Arjuna sebal.
__ADS_1
Sekar hanya melirik dengan cemas. Sebenarnya bukan tetangga yang aku khawatirkan, tapi Rajendra.
***
Arjuna sampai di sebuah perumahan kecil daerah Colomadu dan Sekar menunjukkan rumahnya yang paling ujung. Perumahan itu tidak banyak rumah, hanya sekitar 20 rumah di masing-masing sisi namun tampak beberapa orang kepo dengan mobil mewah milik Arjuna itu.
"Terimakasih tuan Arjuna sudah mengantarkan sa..."
"Mamaaa!"
Arjuna melihat seorang anak laki-laki berusia empat tahun berlari menyambut Sekar. Wajahnya mirip siapa ya. Hatinya berdesir dan reflek dia pun turun dari mobil.
"Ini siapa Sekar?" tanyanya penasaran.
Sekar menoleh ke arah Arjuna. "Ini putra saya, tuan."
Arjuna terperangah.
***
Arjuna menghisap rokoknya dalam-dalam dan menghembuskan asapnya. Pertemuannya dengan Rajendra putra Sekar membuatnya pusing. Entah kenapa ada sesuatu dengan anak itu.
Apa dia anakku? Tapi Sekar bilang itu anaknya dan dia sudah menikah juga meskipun suaminya tidak ada. Apa mungkin Lily hamil waktu itu?
Arjuna mengacak rambutnya kasar. Kalau dihitung waktunya masuk akal jika Rajendra itu adalah anaknya tapi Sekar bersikeras kalau itu anaknya.
"Apa benar ini anakmu?" tanya Arjuna.
"Benar tuan, ini putra dan anak saya. Kalau tidak percaya, saya bisa memperlihatkan akta kelahirannya!" Sekar tampak seperti Tiger mom yang melindungi putranya.
"Usia berapa?"
"Empat tahun."
"Wajahnya mengingatkan aku akan Lily!"
"Wajah saya dan Lily sama jadi kalau Jendra mirip dengan Lily ya wajar!"
"Siapa nama suamimu?"
Sekar menatapnya galak. "Bukan urusan anda tuan Arjuna!" bentaknya.
Arjuna berusaha menahan emosinya karena melihat beberapa tetangga kepo akan kehadirannya di komplek perumahan itu.
"Baik Sekar. Akan aku cari tahu sendiri!"
POV End
Sialan! Tampaknya aku harus meminta tolong seseorang!
__ADS_1
Arjuna lalu menelpon seseorang yang dia tahu bisa menyimpan rahasia.
"Halo Oom Abian."
***
Sekar menatap wajah tampan Rajendra yang sedang terlelap. Pertemuannya dengan Arjuna membuat dirinya takut bukan kepalang. Selama di dalam mobil pria itu, Sekar berusaha mati-matian untuk tidak memperlihatkan emosinya. Rasanya dia menyesal tadi tidak memakai motor maticnya dan memilih naik ojek online karena dia malas meyetir motornya.
Ya Allah, kenapa dia baru datang setelah sekian tahun?
Sekar mengusap rambut coklat Rajendra. Kamu mirip dengan ayahmu nak. Maafkan mama tidak mau menyerahkanmu kepadanya. Ayahmu itu pengecut! Baru berani datang sekarang!
Sekar menatap cincin kawinnya yang sengaja dia pakai agar tidak ada orang yang mengusiknya namun hanya pak Budi yang masih ngeyel. Tidak ada yang tahu siapa nama suami Sekar karena gadis itu tertutup akan kehidupan pribadinya.
Sekar mencium kening Rajendra lalu keluar dari kamar putranya dan menutup pintunya pelan.
Bik Sum yang tadi sempat melihat Arjuna, terkejut melihat betapa miripnya dengan Rajendra.
"Non Sekar, apa tadi papanya den Rajendra?" bisik bik Sum hati-hati.
Sekar yang sekarang duduk di kursi makan sambil menikmati teh wasgitel khas Solo hanya bisa mengangguk.
"Apa tuan tadi hendak mengambil den Jendra?"
Sekar menutup wajahnya. "Aku tidak tahu bik. Kenapa baru sekian tahun dia hadir? Kemana dia selama ini?"
Bik Sum mengusap punggung Sekar dengan sayang. Pembantu paruh baya itu adalah dulunya pembantu di sebuah panti asuhan di Semarang. Dia paling suka dengan dua anak kembar Sekar dan Lily, yang sudah diserahkan ke panti asuhan itu sejak bayi.
Lily adalah gadis yang bebas, suka traveling hingga dia bisa bekerja di London sedangkan Sekar lebih kalem dan tenang, memilih tetap di Semarang. Keduanya adalah gadis yang cerdas sehingga mereka bersekolah dengan beasiswa. Lily sendiri memilih sekolah di London dengan uang yang dikumpulkan sebagai guru les sejak SMP.
Sekar lebih memilih sekolah lokal karena dia selalu ingin menjadi rumah tempat Lily pulang nantinya. Dan memang benar Lily akhirnya pulang ke Indonesia. Bik Sum sendiri lebih memilih ikut Sekar ketika gadis itu kuliah karena dia lebih suka bekerja yang tidak terlalu lelah.
Kehadiran Rajendra di tengah-tengah mereka membuat kehidupan mereka lebih bewarna. Namun takdir pun tidak bisa ditolak, Lily harus meninggalkan Sekar dan Rajendra akibat jantungnya yang memang lemah.
Usai lulus kuliah dan lolos menjadi PNS, Sekar memutuskan meninggalkan Semarang, meninggalkan semua kenangan pahit disana.
Dan kini, Arjuna hadir setelah sekian lama. Sekar tidak tahu harus bagaimana menghadapinya karena Lily pernah bilang keluarganya sangat berkuasa. Ya, Rajendra adalah anak Lily dan Arjuna.
Meskipun keluarga Arjuna berkuasa, Sekar tidak akan menyerahkan anak itu kepada Arjuna karena gara-gara melahirkan Rajendra, Lily menjadi sakit hingga meninggal.
Aku akan melawanmu, tuan Arjuna.
Sekar Larasati
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️