
Rain berhasil sampai di bandara Halim Perdanakusuma demi mengantarkan cireng satu kotak cooler beserta beberapa camilan buatannya untuk bumil yang ngidam di New York.
Dalam hatinya dia tertawa dengan kelakuan sepupunya yang seenaknya menyuruh pesawat pribadi dan asistennya terbang ke Jakarta demi menjemput cireng dan teman-temannya.
Untung kami keluarga Sultan coba kalau nggak. Kacau benar!
Rain pun berjalan menuju mobil Alphard Vellfire hitam nya yang kini dia setir sendiri setelah pak Benny harus pergi ke Bandung menjemput mamanya. Kemarin mamanya pulang dari Tokyo namun langsung menuju Bandung karena ada acara di sana sedangkan papanya sudah terbang ke Hongkong untuk memenuhi undangan kedutaan Amerika.
Papa Ryu memegang paspor Amerika sedangkan mama Giselle memegang paspor Indonesia. Rain sendiri memilih memegang paspor Amerika karena semua asetnya di bawah hukum Amerika Serikat. Meskipun dia warga negara Amerika Serikat, Rain lebih suka tinggal di Jakarta dibandingkan di Los Angeles.
Rain sampai di toko kuenya dan para karyawannya pun menyapa dirinya dengan ramah seperti biasanya. Rain pun memulai rutinitas yang setiap hari ia lakukan kecuali hari Minggu yang memang dia jadwalkan tutup.
***
Hari Minggu ini Rain memutuskan untuk berjalan-jalan di sebuah mall sendirian. Mamanya tadi menawarkan untuk menemaninya belanja namun Rain menolaknya karena papanya juga baru datang.
"Yakin kamu belanja sendiri, Rain? Nggak mau sama mama?" tawar mama Giselle.
"Nggak ma. Sudah lama Rain nggak jalan-jalan ke mall."
"Uang ada Rain?" tanya papa Ryu.
"Ada sih tapi kalau papa mau nambahin boleh" cengir Rain. Papa Ryu tertawa.
"Nih bawa! Terserah kamu belanja apaan. Pin nya ulang tahun mamamu." Papa Ryu memberikan black card ke Rain.
"Makasih pa" ucap Rain sambil memeluk papanya.
Papa Ryu dan mama Giselle tahu berapa uang yang dimiliki Rain baik dari saham, uang bulanan dari mereka dan pendapatan toko kuenya, namun Rain mirip dengan saudara-saudara sepupunya, bukan tipe boros. Jadi papa Ryu tidak sayang memberikan black card nya untuk putrinya.
Dibanding para sepupunya, Rain adalah anggota keluarga paling anteng, bukan tipe gesrek seperti lainnya. Miki malah menyebutnya the most introvert in the family. Meskipun begitu, semua sepupunya sayang dengan gadis manis itu. Rain mirip Savitri, lebih kelihatan Indonesia dibanding yang lain yang kelihatan campuran.
Rain pun bersiap pergi dan memutuskan memakai baju santai kaos lengan panjang bewarna pink dan celana jeans, tas selempang Gucci kesayangannya tidak lupa bersandar di bahunya.
"Pa, Ma, Rain berangkat dulu ya" pamitnya sembari mencium punggung tangan kedua orangtuanya dan mencium pipi mereka. Kebiasaan rutin yang selalu dilakukan.
"Hati-hati ya. Kalau ada yang baru enak-enak, bawa pulang" kedip mama Giselle yang hobi mencoba makanan yang baru di mall.
"Iya ma. Papa istirahat ya. Assalamualaikum."
"Wa'alaikum salam."
***
Rain sekarang berada di sebuah mall di Jakarta Selatan dan langsung menuju cafe kopi favoritnya. Tak lupa dia melakukan selfie untuk dikirimkan di grup keluarga yang berisi para sepupunya.
📩 Eiji Reeves : Adik cantikku, maafkan Abang yang tidak bisa menemanimu. Karena Diajeng Aya-aya lagi marah sama Abang.
📩 Ryoma Reeves : Pasti lu bikin ulah lagi. Kapokmu kapan thooo! 😤😤😤
📩 Eiji Reeves : lho Abang tidak sengaja makan sushi sukaannya. Langsung marah dan sekarang aku tidur di kamar tamu. 😭😭😭
📩 Duncan Blair : Hamil kaleee
📩 Eiji Reeves : bukan, lagi PMS dia. Makanya aku disuruh tidur di luar. Naseeebbb.
__ADS_1
📩 Miki Al Jordan : kamu dimana dek?
📩 Rain Reeves : Di mall. Mau shopping. Dikasih papa black card nya 😁😁😁.
📩 Eiji Reeves : Oom Ryu, beliin Lamborghini Aventador dong!
📩 Javier Arata : Beli sendiri bambaaaaannggg!
📩 Eiji Reeves : enak dibeliin! Wek!
📩 Mamoru Al Jordan : Astaga ramenya grup! Aku lagi ada pasien getar melulu nih hp!
📩 Valora Arata : Bang Moru, ada yang mo rampok Oom Ryu.
📩 Eiji Reeves : *menghilang* Naruto mode on
Rain tertawa sendiri membaca pesan rusuh para sepupunya. Kakak sepupunya Eiji Reeves memang mood booster keluarga mereka.
Tanpa disadari ada sesosok pria berdiri di hadapannya.
"Baca apa Rain?"
Rain yang sedang tertawa mendongakkan wajahnya dan terkejut melihat pria di hadapannya.
"Elang?"
***
Dan kini mereka berhadapan lagi di sebuah cafe kopi. Elang tampak begitu maskulin mengenakan jaket kulit dan kaus turtle neck serta celana jeans.
"Kamu ngapain tadi ketawa sendirian?" tanya Elang.
"Terus ke mall ngapain?"
"Mau belanja tapi aku ingin ngopi dulu sambil chat dengan sepupuku."
"Apa kamu nggak punya kekasih gitu?" selidik Elang.
Rain tersenyum manis. "Masih jones. Jomblo ngenes" ucapnya terbahak. "Belum kepikiran memikirkan asmara meskipun sepupu-sepupuku satu persatu sudah mulai berumah tangga."
Elang menatap teduh ke Rain yang masih menyesap kopinya.
"Bagaimana kalau kamu jadi kekasih ku Rain?"
Rain langsung tersedak kopinya dan membuatnya batuk-batuk. Elang langsung mengelus punggungnya.
"Astaga Lang, kalau bercanda jangan kayak gitu dong. Aku sampai kesedak ini" omel Rain.
"Aku serius Rain."
Rain menatap wajah tampan itu dan wajahnya memang serius memandangnya.
Tiba-tiba lagu Winter Wonderland dari SHINee favorit Rain diputar di cafe itu.
"Lagu favorit aku" bisiknya.
"Aku tahu. Makanya aku nembak kamu dengan lagu favorit kamu" ucap Elang lembut.
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa tahu?"
"Ringtone ponsel mu" jawab Elang.
"Tidak banyak yang tahu lagu itu" sahut Rain.
"Apapun aku lakukan untuk mengetahui apa favorit gadis yang aku cintai."
Woah
Winter wonderland
Kimi to ima negai kometa yozora
Fuyu ga atatakaitte omotta
Winter wonderland
Shiroku somaru michi ni (let it snow tonight)
Kienai ashiato wo kizamou
Oh let it snow tonight
Rain menatap Elang. "Terlalu cepat Lang."
"Nggak, karena aku sudah suka kamu sejak SD dan bertemu lagi denganmu itu merupakan takdir. Semua doaku dikabulkan."
Elang memegang tangan Rain. "I just said what I feel Rain and I'm so in love with you."
Rain menatap Elang mencari sesuatu yang bisa membuatnya menolak menjadi kekasih pria itu.
"Boleh kah aku berpikir dulu?"
"Apakah kamu akan melakukan shalat istikharah?"
Rain tersenyum. "Bila perlu."
Elang hanya memandang keluar kaca cafe. "Tidak bisakah kamu menjawab sekarang?"
Rain menggeleng. "Aku bukan tipe orang yang gegabah langsung memutuskan karena emosi. Banyak hal yang aku pikirkan. Aku sampai detik ini tidak tahu apa yang kamu lakukan di Jakarta karena kamu tidak bercerita dan aku bukan tipe kepo. Setidaknya kamu bercerita sedikit tentang dirimu Lang."
Elang menatap Rain dalam. Apa yang harus aku ceritakan? Bahwa aku ketua klan mafia McCloud yang memilki bisnis di Jakarta atau aku yang seorang pembunuh.
"Baik, akan aku ceritakan apa yang aku lakukan di Jakarta selama tiga bulan aku tinggal disini."
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaa
Weleeehhh beneran crazy up chuy
Eniwaiii ada yang Shawol nggak readersku? 😁😁😁
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️