Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Bonchap - Syaratmu Aku Terima!


__ADS_3

Elang menatap putranya yang ternyata mengalami memar di pipi kirinya. Dihajar siapa lagi nih anak?


"Kamu minta maaf kenapa?" tanya Elang dengan nada curiga.


"Arjuna sudah melakukan kesalahan fatal, Pa."


Elang menatap Arjuna dengan mata menyipit. "Ceritakan semuanya pada papa dan mama. Dan jangan ada yang kamu tutupi!"


Arjuna lalu menceritakan kejadian lima tahun lalu sampai dia memutuskan terbang ke Solo dan mengetahui fakta sebenarnya hingga dia dihajar Danisha.


Elang dan Rain terdiam setelah mendengar cerita putranya. Sebelum Elang berdiri, Rain sudah berdiri dan menampar wajah putranya. Arjuna hanya diam mendapatkan tamparan sang mama.


"Kamu..." Rain lalu memeluk putranya dan Arjuna pun menangis di pelukan sang mama.


"Maafkan Juna Ma. Maafkan Juna sudah membuat malu keluarga" ucap Arjuna disela sela isakannya.


"Jadi kejadiannya waktu papa dan mama datang ke ulang tahun si kembar Abi dan Reana?" tanya Elang.


Arjuna melerai pelukannya dari Rain. "Iya pa."


"Siapa yang berani menaruh obat itu?" tanya Elang.


"Ana Aitken, pa."


"Sudah kamu bereskan?"


"Sudah pa. Semua perusahaan seluruh dunia sudah memblacklist perusahaan keluarganya dia. Sekarang dia sudah bangkrut dan pindah ke New Zealand."


Elang mengusap brewok di wajahnya. "Sekarang cucu papa masih di Solo? Bersama Danisha?"


Arjuna mengangguk.


"Kamu bilang tadi Lily sudah meninggal dan cucu mama tinggal dengan saudara kembarnya?" tanya Rain.


"Iya ma. Rajendra Samudera, nama cucu kalian, tinggal bersama Sekar Larasati saudara kembar Lily dan seorang pembantu wanita."


"Namanya bagus, Sekar Larasati. Apakah dia secantik Lily?" tanya Rain lagi.


Arjuna mengangguk.


"Kamu bilang tadi memintanya untuk menikah dengan mu agar ada status jelas Rajendra. Apa yang kamu pikirkan Juna?" bentak Elang. "Tentu saja dia menolak!"


"Dan kamu mengancamnya untuk dibawa ke pengadilan?" Rain langsung duduk sambil memegang pelipisnya.


"Juna hanya ingin Rajendra bersama papanya yaitu aku!"


"Juna, dengarkan mama. Sekar bukan wanita yang gampang menerima mu apalagi tujuanmu adalah untuk merebut anak yang sudah diasuhnya dari lahir. Pernikahan itu bukan ajang demi anak!" Rain mengelus tangan Arjuna.


"Tapi aku yakin ma, jika aku menikah dengan Sekar, lama kelamaan kami akan saling jatuh cinta. Juna akan selalu menjaga Sekar selama menjadi istri Juna."

__ADS_1


Elang hanya memandang Rain. "Papa rasa ada baiknya kita bertemu dengan Sekar dulu sebab dari situ papa dan mama bisa menilai."


"Dan jika Sekar tidak mau menerima dirimu, jangan kamu paksa. Lebih baik hubungi pengacara keluarga dan membuat hak asuh bersama dengan pengakuan bahwa Rajendra adalah generasi McCloud." Rain menatap Arjuna tajam.


***


Danisha melongo ketika melihat Elang dan Rain muncul di rumah Solo Baru. Gadis itu lalu menyalami Oom dan Tantenya lalu berusaha mencari Arjuna.


"Mas Juna kemana Tan?" tanya Danisha setelah mempersilahkan Elang dan Rain duduk.


"Katanya mau menjemput Sekar."


Danisha menepuk jidatnya. "Wong Sekar dan Rajendra menginap disini juga! Sebentar aku telpon mas Juna."


Gadis itu pun mengambil ponselnya dan menelpon Arjuna.



Elang dan Rain terkesiap ketika melihat seorang bocah laki-laki tampan hanya memakai handuk masuk ke dalam rumah. Mirip Arjuna.


"Jendra, jangan lari-lari nak..." suara Sekar menghilang ketika melihat dua orang paruh baya melihatnya seperti melihat hantu.


"Lily!"


***


Pria itu melihat Sekar duduk bersama Rajendra dan Danisha berhadapan dengan kedua orangtuanya. Gadis itu memakai blus putih tanpa lengan, celana panjang abu-abu dan tampak tenang.



"Assalamualaikum" sapa Arjuna.


"Wa'alaikum salam" sapa semuanya.


"Oom Arjuna!" seru Rajendra yang langsung berlari dan memeluk Arjuna.


"Maaf kemarin nggak jadi makan pizza ya" ucap Arjuna sambil memeluk putranya.


"Nggak papa kok Oom, Tante Danisha sudah mengajak Jendra makan pizza besar" senyum Rajendra.


"Duduk dulu son" perintah Elang. Arjuna menggandeng Rajendra dan duduk di sofa sudut.


"Papa dan mama sudah berbicara dengan Sekar dan memang baiknya kalian menikah saja karena tidak bagus untuk psikologi Rajendra." Elang menatap Arjuna lalu ke Sekar. "Sekar bisa paham ya maksud Oom."


"Rajendra bisa bingung jika tahu ayahnya di London tapi ibunya di Solo dan tidak hidup bersama. Anak kecil jauh lebih sensitif, belum lagi peer atau teman-teman sebayanya yang mendapat info dari orangtuanya yang Julid." Rain menatap lembut ke Sekar.


"Apaan Tante, tetangganya Sekar kemarin habis aku omeli soalnya kepo akut ala netizen receh!" umpat Danisha.


Rain hanya tersenyum mendengar keponakannya ngedumel. Rasanya Danisha lebih berdarah Pratomo deh. "Danisha, tolong ajak Rajendra ke kamar dulu karena pembicaraan kita akan serius dan tidak baik didengar oleh anak kecil."

__ADS_1


"Yuk Jendra, kita main PlayStation. Tante punya game keren lho!" ajak Danisha yang langsung disambut oleh bocah laki-laki itu.


Setelah Rajendra menghilang ke kamar bersama Danisha, keempatnya melanjutkan pembicaraan.


"Tapi maaf Oom dan Tante, saya tidak mencintai Arjuna dan saya sudah memutuskan untuk sebaiknya kita melakukan hak asuh bersama" jawab Sekar dengan tegas.


"Kenapa? Karena aku membuat saudara kembarmu meninggal?" tanya Arjuna dengan nada agak tinggi.


Sekar menatap Arjuna. "Salah satunya itu dan yang utama, saya tidak mencintai anda!"


"Banyak orang yang menikah dengan perasaan cinta menggebu-gebu tapi akhirnya bubar juga, malah yang tidak saling mencintai bisa awet pernikahannya dan bisa saling jatuh cinta" bantah Arjuna.


"Apa fisikku seburuk itu kah sampai kamu tidak tertarik padaku hah?" lanjut Arjuna lagi. Sekar terdiam.


Elang mengeplak kepala Arjuna. "Jaga bicaramu dengan Sekar!"


Sekar berpikir jika dia menikah dengan Arjuna setidaknya status Rajendra jelas dan tidak dibilang sabagai anak haram atau apapun lah itu tapi dia juga tidak bisa jika harus memaksakan diri mencintai Arjuna.


"Satu tahun!" ucap Sekar.


"Apanya yang satu tahun?" tanya Arjuna.


"Anda menikahi saya selama satu tahun, setelah itu bebaskan saya dan hak asuh Rajendra saya serahkan pada anda." Sekar menatap Arjuna tajam.


Elang dan Rain terkesiap. Di keluarga kami tidak ada yang berpisah karena perceraian dan hanya terpisahkan oleh maut.


"Dan selama satu tahun itu, anda jangan menyentuh saya karena saya ingin berpisah dengan anda dalam keadaan masih bersegel." Sekar menarik nafasnya. "Saya akan menjalankan kewajiban saya sebagai seorang istri tapi tidak urusan ranjang. Meskipun orang bilang saya berdosa karena menolak suami sendiri tapi saya tidak bisa melakukannya tanpa ada rasa cinta disana dan sama saja itu perko*saan."


Arjuna menganga mendengarkan syarat dari Sekar. Gadis ini jauh lebih keras dari Lily.


Elang dan Rain menatap Sekar. "Apa kamu yakin sayang?" tanya Rain lembut.


"Yakin Tante, saya lakukan ini demi Rajendra mendapatkan status jelas."


Arjuna menatap tajam ke Sekar. "Syaratmu aku terima!"


Sekar menatap Arjuna. "Bagus!"


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Lanjut besok Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2