Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Oh my God... Elang?


__ADS_3

Rain menikmati kehidupannya sebagai istri Elang. Setiap pagi mendapatkan vitamin body suaminya apa nggak bikin mood selalu bagus untuk menaikkan iman dan imun?


Tak terasa sudah dua bulan mereka menikah dan Elang selalu menemani Rain setiap weekend untuk berkuda dengan ditemani ketiga anjing mereka. Ada alasan tersendiri bagi Elang untuk memelihara anjing, karena mereka sebagai penjaga selain para penjaga yang sudah ada.


Pagi ini Elang dan Rain berencana berangkat ke New York untuk menghadiri pernikahan Ghani dan Alexandra. Keduanya memilih memakai pesawat komersil tanpa pengawalan karena Elang hanya ingin pergi berdua. Jean Marie dan Louis bertugas mengurus perusahaan Elang.


Rain berpamitan dengan semua binatang yang ada di rumah dan mereka seolah mengerti akan ditinggal pergi langsung howling sedih.


"Nggak lama kok! Nanti pulang" senyum Rain sambil mengelus kepala Satan yang akhirnya diam meskipun matanya tampak sedih.


"Ya ampun Rain! Mereka itu peliharaan aku kenapa sekarang jadi nurutnya sama kamu?" omel Elang yang cemburu semua anjing-anjingnya lebih memilih duduk bersama Rain dibanding dengan dirinya jika mereka sedang duduk di ruang tengah.


"Jangan cemburu suamiku" goda Rain sambil mencium pipi Elang. "Nanti gantengnya hilang lho."


"Sudah ah! Yuk berangkat!" Elang masih cemberut tapi tetap menggandeng tangan Rain yang tertawa geli melihat suaminya jutek.


***


Keduanya sampai di bandara JFK dan dijemput oleh Steve dan dua orang sopir lainnya karena pesawat mereka bersamaan dengan pesawat Antasena beserta Gozali dan Joshua serta Miki. Hiro dan Shanum berangkat dari Dubai malah sudah datang sehari sebelumnya.



"Jeremy!" sapa Gozali dan Joshua. Rain pun langsung cipika cipiki dengan Miki.


"Halo semua. Oom Antasena" sapa Elang sambil mencium punggung tangan Antasena diikuti oleh Rain.


"Sehat semua?" tanya Antasena.


"Alhamdulillah" jawab Elang dan Joshua.


"Kamu nggak papa Rain? Kok agak pucat?" tanya Miki.


"Kecapekan kayaknya aku dan kayaknya agak jetlag" ucap Rain.


"Ya udah. Yuk segera ke mansion Duncan biar bisa istirahat semua" ajak Joshua.


***


Sepanjang jalan menuju mansion Duncan, Rain lebih memilih meletakkan kepalanya di paha Elang.


"Kamu pusing ya sayang?" tanya Elang sambil mengelus kepala Rain.


"Tumben aku jetlag Lang" ucap Rain sambil merem.


"Tidur saja dulu. Nanti kalau sudah sampai, aku bangunkan."


Rain mengangguk lalu tak lama wanita ayu itu terlelap.


***


"Lho? Rain kenapa J?" tanya Duncan melihat adiknya digendong oleh Elang.


"Jetlag kayaknya D" ucap Elang.


"Bawa kesini saja. Ini memang kamar kalian kok" Rhea membukakan pintu kamar.

__ADS_1


"Yang lain pada nginep dimana D?" tanya Elang.


"Pakdhe Reza sudah menyiapkan rumah milik PRC group yang kosong dekat sini untuk dipakai sementara buat keluarga selama acaranya Ghani."


Elang mengangguk.


"Kamu makan dulu, J. Sekalian tuh bareng Joshua dan Gozali. Rain biarkan saja tidur dulu. Nanti bangun, ajak makan lagi saja" ucap Duncan sambil keluar kamar Elang bersama dengan Rhea.


Elang mencium kening dan bibir Rain sekilas lalu ikut keluar karena perutnya juga sudah keroncongan. Tadi di pesawat, dia makan hanya sedikit.


***


Acara Ijab Ghani...


Rain merasakan hari ini dirinya tidak terlalu fit. Semalam Elang hanya memeluknya saat tidur dan tidak bercin*ta seperti biasanya karena mereka berdua benar-benar lelah setelah melakukan perjalanan jauh.


Dan sekarang Rain yang mengenakan gaun tanpa lengan bewarna hitam dan membiarkan rambut panjangnya tergerai, duduk bersama suaminya mengikuti acara ijab Kabul. Elang memegang tangan Rain dan merasakan bahwa istrinya agak sedikit pucat.



"Masih jetlag?" bisik Elang yang dijawab anggukan. "Nanti duduk saja nggak usah kebanyakan jalan."


Rain hanya menyandarkan kepalanya di bahu Elang. Kemesraan keduanya tidak lepas dari pandangan papa Ryu dan mama Giselle yang melihat bagaimana Elang benar-benar mencintai putrinya. Beberapa kali Elang kepergok mencium kening istrinya.


Diam-diam papa Ryu bersyukur putrinya menemukan kebahagiaannya. Semoga selalu berbahagia, putriku.


***


Rain sekarang sedang berada di kamar bersama Alexandra, Rhea, Ajeng dan Sabina. Mereka semua memuji gaun pengantin Alexandra yang stylenya berbeda dengan para sepupu lainnya yang sudah melakukan pernikahan.


"Raaiiinnn!"


***


Rain membuka matanya dan menyadari bahwa dirinya berada di rumah sakit. Mata coklatnya melihat bahwa gaun pestanya sudah diganti dengan baju santai. Tampak di sebelahnya Elang terus memegangi tangan Rain dengan wajah cemas.


"Sayang? Gimana? Masih pusing?" tanya Elang sambil mengelus rambut Rain.


"Nggak terlalu. Aku dimana Lang?" tanyanya.


"Di rumah sakit. Tadi kamu pingsan di kamar Alexandra."


"Alexandra gimana?"


"Kabur!" kekeh Elang.


Rain melongo. "Kok kabur?"


"Kabur sama Ghani entah kemana. Aku diceritain Joshua, Oom Abi dan Tante Yuna ribut" gelak Elang.


"Ya ampun. Kenapa sih keluargaku nggak bisa tenang ya kalau ada acara pernikahan?" Rain memijit pelipisnya.


"Sayang, kalau keluargamu anteng, aku curiga ada yang salah" cengir Elang.


"Aku pingsan kenapa Lang? Apa efek jetlag ya?" tanya Rain'.

__ADS_1


"Kita tunggu dokter ya sayang." Elang sendiri harap-harap cemas setelah tadi Sabina bilang kalau kemungkinan Rain hamil. Andaikan Rain benar-benar hamil, betapa senangnya hatiku.


"Selamat sore Mr McCloud, Mrs McCloud" sapa seorang dokter perempuan.


"Selamat sore dokter" sapa mereka berdua.


Tak lama papa Ryu dan mama Giselle pun masuk ke dalam ruang rawat Rain.


"Maaf sayang, papa agak terlambat masuk. Biasa terjadi huru hara di mansion Duncan. Jadi papa harus membujuk Tante Yuna mu by phone" sapa papa Ryu sambil mencium kening Rain.


"Sayang? Masih pusing?" tanya mama Giselle sambil mencium pipi putrinya.


"Nggak terlalu kok ma" jawab Rain.


"Ehem!"


"Oh maaf dokter. Kami heboh. Saya Ryu Reeves, papanya Rain dan ini Giselle, mamanya."


Dokter perempuan itu tersenyum. "Saya dokter Kathryn Willows. Saya baru tahu kalau Mrs McCloud adalah putri chef terkenal."


"Putri saya sakit apa dok?" tanya mama Giselle cemas.


"Well, sebenarnya tidak sakit sih. Putri anda sedang hamil empat Minggu."


Papa Ryu, mama Giselle, Rain dan Elang melongo.


"Hamil? Hamil? Putri saya hamil cucu saya?" tanya papa Ryu bahagia.


"Iya Mr Reeves. Ohya Mrs McCloud untuk sementara jangan beraktifitas berat dulu ya karena kandungan anda agak lemah. Jangan berkuda dulu ya" senyum dokter Willows.


"Apa saya harus bedrest dok?" tanya Rain.


"Sebaiknya begitu Mrs McCloud. Paling tidak sampai kuat untuk pulang ke London dan itu sekitar seminggu dan saya akan memberikan obat penguat kandungan."


Papa Ryu menatap Rain dengan sayang. "Manut ya Rain?"


Rain mengangguk. "Iya pa. Kamu nggak papa Lang, kita agak la..." Rain terkejut melihat Elang menangis. "Kamu kenapa?"


Elang hanya memeluk Rain. "Terimakasih! Terimakasih sayangku. Ada anak kita di dalam perutmu."


Rain hanya melongo menatap bingung ke arah kedua orangtuanya dan dokter Willows.


Alamat hormon hamil pindah ke suami ganteng ku ini!



***


Yuhuuu Up Sore Yaaakkk


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2