Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Bonchap - Mencoba Menggoda


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Rajendra masuk taman kanak-kanak dan Arjuna memasukkan putranya ke sebuah sekolah internasional yang memungkinkan ada temannya sesama anak Indonesia.


Arjuna tampak tampan dengan kaus lengan panjang rancangan desainer dan celana hitam, sedangkan Sekar memakai blus lengan panjang bewarna pink dan celana panjang abu-abu.



Rajendra sendiri merasa senang berangkat sekolah diantar oleh kedua orangtuanya lengkap. Arjuna sendiri baru mengetahui jika Rajendra sudah bisa berbahasa Inggris sejak usia tiga tahun hasil didikan Sekar. Pria tampan itu semakin kagum saja dengan istri sementaranya.


Mereka sudah menikah hampir sebulan dan setiap hari Arjuna mencoret tanggalan dan memberikan memo apa yang dilakukan Sekar, apa yang dimasak, ditanam di kebun belakang. Bukannya Arjuna tidak berjuang namun semakin dia agresif, semakin Sekar menjauh. Akibatnya Arjuna merubah taktik, mengikuti apa maunya Sekar.


Justru dengan taktik seperti itu, hubungan Arjuna dan Sekar mulai membaik sedikit demi sedikit. Sekar tetap menjalankan tugasnya sebagai istri bahkan mengingatkan acara kantor Arjuna karena dia meminta jadwal Arjuna ke Ashley agar suaminya tidak membolos kerja lagi.


"Papa, nanti yang jemput Jendra siapa?" tanya putra tampannya.


"Nanti biar mama yang jemput ya, papa masih ada meeting dengan klien."


Rajendra mengangguk melihat sang mama sedang mengobrol bersama gurunya yang tak lama bel tanda masuk berbunyi. Semua siswa bersiap masuk ke dalam kelas sebelumnya memeluk orang tua masing-masing termasuk Rajendra yang memeluk Arjuna.


Sekar yang sudah selesai berbincang dengan sang guru pun berjongkok sambil memeluk dan mencium pipi Rajendra. "Nanti kalau Jendra ada yang tidak mengerti bisa tanya Miss Susan, nama gurunya Jendra. Miss Susan bisa bahasa Indonesia kok."


Rajendra mengangguk lalu mencium pipi Sekar dan masuk ke dalam kelas. Sekar pun berdiri dan menoleh ke arah Arjuna yang memandangnya dengan tatapan aneh.


"Kamu kenapa mas?" tanya Sekar.


"Ah tidak, aku hanya berpikir. Gimana rasanya dicium olehmu seperti kamu mencium Jendra" jawab Arjuna asal.


Sekar hanya memasang wajah datar dan berjalan menjauhi Arjuna menuju mobil Range Rover milik suaminya.


Arjuna mengacak-acak rambutnya kasar, hatinya gemas melihat istrinya acuh dengan acara gombal receh seperti itu. Kamu tuh benar-benar menggemaskan.


Pria itu pun berjalan menuju istrinya yang menunggu di sisi pintu penumpang mobilnya.


***


Sekar terkejut ketika melihat Arjuna pulang menjemputnya untuk menjemput Rajendra. Padahal dia berpikir meminta sopir mereka, Barry, untuk mengantarkannya menjemput putranya.


"Lho kok mas pulang?" tanya Sekar yang sedang membuat adonan pie karena Rajendra ingin mencoba Apple pie seperti yang di tv. Gina yang orang Inggris asli mengajari nyonyanya.


"Menemanimu menjemput Jendra lah" ucap Arjuna yang terkesima melihat istrinya mengenakan kaos model Sabrina dengan apron berkutat dengan tepung terigu bahkan ada yang menempel di hidungnya.


"Aku ganti baju dulu" ucap Sekar sambil melepas apron.


"Nggak usah, gitu aja!" sahut Arjuna lalu menghampiri istrinya. Jempolnya mengusap tepung yang ada di hidung Sekar. "Ada tepung di hidungmu" bisik Arjuna dengan suara serak.


"Oh? Terimakasih." Sekar mengusap hidungnya yang baru saja dipegang Arjuna. "Aku ambil tas dulu."


Arjuna hanya memandang punggung istrinya yang berlalu. Whoah! Sentuhanku benar-benar tidak berpengaruh?

__ADS_1


***


Di dalam kamar, Sekar mengambil tas dan jaketnya namun dia harus menetralisir jantungnya. Apa-apaan tadi? Beraninya!


Setelah merasa tenang, Sekar pun keluar dari kamarnya. Arjuna tampak santai di sofa ruang tengah menunggu istrinya sambil memainkan ponselnya.


"Gina, tolong dilanjutkan ya Apple pienya. Saya mau jemput Rajendra."



"Baik nyonya."


Sekar pun berjalan menuju suaminya. "Ayo mas, jemput Jendra."


Arjuna mendongak dan Sekar dapat melihat mata coklat terang itu menatap dengan penuh kekaguman akan dirinya namun wanita itu tetap menatap datar ke arah suaminya.


"Kamu cantik sekali, Sekar" bisik Arjuna.


"Terimakasih." Sekar pun berjalan menuju keluar rumah diikuti oleh Arjuna.


***


Sekali lagi mobil Range Rover itu pun parkir di halaman sekolah dan kedua orang di dalamnya pun turun. Arjuna langsung menggenggam tangan Sekar ketika mereka hendak masuk di depan gerbang sekolah.


"Sebentar saja Sekar, agar Rajendra senang melihat kedua orangtuanya bahagia." Arjuna menatap lurus ke arah gerbang sekolah ketika Sekar menatapnya tajam karena tangannya digenggam.


Meskipun Sekar memasang wajah datar, jantungnya berdebar-debar karena ini kali pertama seorang pria melakukan perlakuan mesra meskipun sederhana.


"Papa! Mama!" teriak Rajendra yang membuat Arjuna melepaskan genggamannya dan memeluk putranya.


"Gimana sekolahnya?" tanya Arjuna yang langsung menggendong Rajendra.


"Seru pa! Aku hari ini menggambar!" celoteh Rajendra.


"Yuk pulang, papa biar bisa kembali ke kantor" ajak Sekar. Arjuna memasukkan putranya ke kursi belakang.


"Jangan lupa seatbeltnya, nak" ucap Arjuna sambil memasangkan seatblet Rajendra.


Sekar sendiri sudah masuk ke dalam kursi penumpang sebelah Arjuna dan nyaris terpekik ketika Arjuna mencondongkan tubuhnya untuk memasangkan seatbeltnya.


"Ya Allah mas! Kaget aku!" bisik Sekar dengan nada gemetar.


"Kenapa?" tanya Arjuna seolah-olah tidak tahu istrinya gugup.


"Jangan seperti itu! Aku bisa memasang seatbeltnya sendiri" jawab Sekar.


Arjuna hanya tersenyum smirk.

__ADS_1


***


Arjuna sudah kembali ke perusahaannya meninggalkan Sekar dan Rajendra yang sekarang menikmati pie Apple.


"Tuan muda? Gimana Apple pie bibi Gina?" tanya pelayan itu.


"Enak bibi! Terimakasih" senyum Rajendra senang.


"Nyonya, senyum tuan muda mirip dengan tuan besar" kekeh Gina.


"Kan dia memang ayahnya" sahut Sekar. "Bik Sum, masak apa siang ini?"


"Ayam kremes, sambal, lalapan sama sayur asem non" jawab pembantu Sekar yang dibawanya dari Solo.


"Hhmmm enak! Aku menjadi lapar!" cengir Sekar.


"Makan sekarang non?"


"Boleh! Yuk makan bareng!" ajak Sekar kepada kedua wanita paruh baya yang berada di dekatnya.


Keempatnya lalu makan siang bersama sambil bercanda karena Gina dan bik Sum berkomunikasi dengan bahasa amburadul sampai-sampai Rajendra tergelak mendengar bik Sum ngedumel memakai bahasa Jawa. Sekar pun menjadi penerjemah keduanya yang masih memakai bahasa Tarzan jika ngobrol.


Tanpa mereka sadari, seorang pria tampan melihat kehebohan keempat orang itu dari layar laptopnya.


Kamu cantik jika tertawa lepas seperti itu.


Arjuna tidak pernah melepaskan pandangannya dari wanita cantik itu bahkan tanpa setahu Sekar, dia memasang CCTV di kamar istrinya.


You're so close but feels so far away.


Arjuna mengusap dagunya yang kasar karena dia sengaja belum mencukurnya. Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu, Sekar. Semenjak aku ucapkan ijab Kabul, detik itu juga kamu menjadi istriku selamanya dan aku menjadi suamimu selamanya.


Wajahnya melembut ketika melihat Sekar dengan telaten membantu Rajendra membuat pekerjaan rumahnya. Apakah kamu sanggup meninggalkan Rajendra berdua denganku jika kamu begitu mencintai anak kita?


Arjuna memandang kalender digitalnya. Masih ada 11 bulan untuk misi membuat istrimu jatuh cinta karena aku sudah jatuh cinta terlebih dahulu.


Arjuna lalu membuat catatan di kalender digitalnya tentang apa saja yang sudah mereka lakukan hari ini.


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2