Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Bonchap Bonus Acara Makan Sate


__ADS_3

Pak Heri melongo melihat banyaknya mobil mewah yang datang secara berombongan dan terparkir rapih di depan rumahnya. Dihitungnya ada sekitar enam mobil, terdiri dari empat Alphard, satu Range Rover Evoque Putih dan Mercedes Benz Wagon.


Di mobil paling depan turun Levi, Arya, dan Nathan. Mobil kedua turun Elang, Rain, Arjuna dan Rajendra. Mobil ketiga turun Josephine dan Mario, beserta Marissa dan Marco. Mobil keempat turun Bara, Fuji, Ghani dan Alexandra. Mobil kelima turun Mamoru, Ingrid, Joshua dan Miki. Mobil keenam turun Kaia, Rhett, Aidan dan si kembar Abi dan Reana.


Duncan dan Rhea memutuskan tidak ikut karena masih jetlag akibat baru datang pagi tadi dan hanya minta dibawakan. Eiji dan Ayame pun tidak ikut membiarkan keluarganya yang kesana.


Yanti yang baru saja menata tikar untuk lesehan keluarga Levi, terkejut dengan banyaknya orang yang datang dan semuanya tidak ada yang jelek. Bahkan para tetangganya ikutan heboh dikira ada artis Hollywood datang mengingat keluarga Levi banyak yang bule.


Sebuah mobil Mercedes Benz datang menyusul dan dari mobil itu turunlah Ezra Hamilton dan Keia Al Jordan.


"Maaf ya Yan, keluarga ku satu RW pada minta ikut" Levi menatap Yanti dengan tatapan lesu.


Yanti hanya tersenyum. "Tidak apa-apa."


"Yan, minuman nya teh wasgitel kan?" tanya Kaia.


"Iya mbak? Kenapa?" tanya Yanti bingung.


"Kaia paling demen teh wasgitel!" sahut Bara.


"Yuk Tante bantu. Yang cewek-cewek, bantu buatin minum yuk!" ajak Alexandra.


Yanti hanya bisa mengekor para wanita-wanita cantik itu. Pak Heri pun langsung mulai membakar satenya.

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu?" tawar Aidan.


"Nggak usah mas" sahut pak Heri sungkan.


"Santai saja pak, dia itu chef terbiasa di dapur. Kalau nggak pegang pisau, bingung!" kekeh Arjuna.


"Yoi! Siapa pakai lontong?" teriak Aidan yang langsung mencatat siapa saja. "Yang pakai nasi?"


"Siapa yang pakai bawang merah doang? Siapa yang pakai cabe rawit ajah? Siapa yang lengkap?"


Aidan pun dengan cekatan menghitung jumlah anggota keluarganya dan segera menyiapkan piring dengan nasi yang dibantu oleh Rhett dan Marco. Cicit keluarga Pratomo yang menjadi Chef itu pun dengan lincah memotong-motong lontong yang kemudian diambil alih oleh Arjuna.


Aidan lalu memotong bawang merah dengan cepat, begitu juga dengan cabe rawit. Hingga siap beberapa piring yang diberikan pada para sepuh seprti Joshua, Ghani, Mamoru, Elang, Alexandra, Miki, Rain dan Ingrid.


Dan kerusuhan pun terjadi ketika para bule terkena cabe rawit menjadi heboh pada cari susu dingin untuk mengurangi rasa pedasnya.


"Tidak ada susu dingin, mending minum teh hangat nanti juga hilang. Cemen lu pada!" ledek Bara.


"Pedes cumiiii !" teriak Fuji.


"Bah! Masih pedesan Jalapeno" komentar Aidan yang langsung terdiam. "Maaf Oom Ghani" cengirnya.


"Memang kenapa?" tanya Ezra sambil mengipas lidahnya yang terbakar.

__ADS_1


"Tante Alexandra kan sering dipanggil Oom Ghani dokter Jalapeno." Aidan mengatupkan tangannya.


"Aaaiiii!" teriak Ghani yang membuat semua tertawa.


Suara teriakan kepedasan terdengar lagi dan kini dari Arya. "Pak Heri, yakin ini rawit hijau biasa bukan dragon's breath?" protes putra Gozali Ramadhan itu.


"Rawit biasa kok mas" jawab pak Heri yang geli juga melihat para tamunya heboh kepedasan tanpa ada jaim-jaimnya.


"Baaaahhhh! Pedaaasss!" teriak Arya.


"Sama ma hidup lu ya Ya, pedas!" komentar Arjuna.


"Shut up Junjun!" hardik Arya sebal.


"Emang kenapa Jun?" tanya Mamoru.


"Rumah Oom Gozali nyaris kebakaran gara-gara Arya bikin Indomie lupa. Mana apinya udah naik gitu!" kekeh Arjuna. "Untung air pemadam di rumah berfungsi jadi langsung becek deh rumah Oom Goz."


Semua langsung melotot ke Arya.


"Astaghfirullah! Aryaaaaa!"


"Ish! Apaan sih!" gerutu Arya sebal.

__ADS_1


*** End ***


__ADS_2