Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Elang akan Kembali Untuk Rain


__ADS_3

"Rain..." panggil Elang.


Rain pun menoleh. "Elang..."


Elang pun berjalan mendekati Rain yang sedang duduk di tempat tidurnya.


"Maaf. Maaf. Maaf. Maaf membuatmu terluka. Maaf membuatmu terlibat dengan masalahku. Maaf sudah membohongimu." Wajah Elang tampak sedih dan terluka.


Rain menatap Elang dengan tatapan sendu. "Tidak apa-apa. Alhamdulillah aku masih dikasih nyawa cadangan."


"Maaf Rain." Elang memberanikan diri memegang tangan Rain dan gadis itu tidak menolak dan dia duduk di kursi sebelah tempat tidur Rain.


"It's okay Lang" jawab Rain lembut. "Apa masih sakit?" tangan kanan Rain mengusap wajah Elang yang masih tampak biru-biru akibat dihajar papa Ryu.


Elang hanya terdiam menikmati elusan lembut di wajahnya.


"Sudah nggak, Rain." Elang menggenggam tangan Rain yang ada di wajahnya dengan tangan kanan karena tangan kirinya masih dalam arm sling.


"Maaf Rain, aku harus pergi ke Inggris, mempertanggungjawabkan semuanya." Rain melihat ke kaca luar kamar tampak dua orang bule mengenakan jas khas petugas kepolisian sedang berbicara dengan papa Ryu.


"Siapa mereka?" tanya Rain.


"Scotland Yard."


Papa Ryu masuk ke dalam kamar Rain.


"Waktu habis, Jeremy." Suara Papa Ryu terdengar dari pintu kamar. "Dua orang petugas Scotland Yard akan mengawal mu ke London."


"Iya Oom." Elang menjawab tanpa melihat papa Ryu karena mata hazelnya hanya menatap Rain.


"Pergilah Lang" bisik Rain. Elang menatap Rain tampak dia tidak mau meninggalkan gadis itu.


Elang pun berdiri dan mencium kening Rain yang membuat papa Ryu melotot. "Jeremy!"


"Dengarkan aku Rain. Elang hanya untuk Rain dan Elang akan terbang kembali ke tempat hatimu Rain. Tunggu aku." Elang mencium bibir Rain sekilas sebelum ditarik papa Ryu yang sudah emosi.


"Jeremy! Pergilah!" usir papa Ryu.


Elang keluar kamar Rain dengan dikawal dua polisi Scotland Yard. Matanya tidak lepas-lepas menatap Rain hingga hilang dari pandangan gadis itu.


Airmata Rain pun terjatuh dari mata indahnya.


"Kembalilah Lang" bisiknya lirih.


Papa Ryu menatap putrinya. "Apa kamu jatuh cinta dengan anak itu Rain?"


Rain hanya terdiam. "Aku tidak tahu Pa."


"Kubur dalam-dalam perasaanmu! Kamu tahu kan aturan di keluarga besar kita? Jeremy bukan kandidat yang cocok karena dia sudah membuat anggota keluarga kita celaka!"


Rain hanya menunduk. Bukan salah Elang kalau dia tidak tahu Gozali adalah ipar bang Duncan.


***


Setahun Kemudian... Jakarta, Indonesia

__ADS_1


Rain bersiap-siap untuk terbang ke New York guna ikut merayakan ulang tahun Duncan Blair sekaligus menemui keponakan cantiknya, Kai.


"Rain. Sudah siap belum?" tanya mama Giselle.


"Sudah ma" jawab Rain. Di usianya yang masuk ke 21 tahun, Rain semakin tambah cantik. Mengenakan blus warna oranye membuat wajahnya segar.



"Duh cantiknya anak mama. Udah pantes nih mama punya mantu" kekeh mama Giselle.


"Rain masih 21 mama sayang."


"Miki dan Rhea menikah di usia 22 lho" komentar mama Giselle.


"Nanti saja lah ma. Mbak Savitri sudah 25 ya masih santai belum menikah."


"Ma, ada kabar" suara papa Ryu terdengar bahagia.


"Apa itu pa?" tanya mama Giselle sambil membawa tas-tas bersama dengan Rain.


"Ingrid hamil akhirnya. Sudah dua bulan."


"Alhamdulillah. Mbak Shanum pasti bahagia dapat cucu lagi."


Mamoru dan Ingrid memang melangsungkan pernikahan dua bulan setelah peristiwa Rain sesuai dengan rencana. Dan kini akhirnya Ingrid hamil anak pertama.


"Alamat Moru nggak bisa datang dong" komentar mama Giselle.


"Kayaknya begitu ma. Udah yuk berangkat, pilot sudah menunggu."


***


Elang baru saja menyelesaikan sesi gym nya. Sejak kembali ke London setahun lalu dan menjalani persidangan, Elang dijatuhi hukuman tahanan rumah selama dua tahun. Jika dalam dua tahun ini dia berkelakuan baik dan tidak melanggar perintah pengadilan, maka pemerintah Inggris akan membebaskan dirinya.


Hukuman itu diberikan karena jika Elang dipenjara akan terjadi kerusuhan disana akibat anak buahnya banyak yang ditangkap dan bisa membuat penjara ramai. Dan sekarang di kaki Elang terdapat gelang elektronik yang memang untuk para tahanan rumah.



Elang pun membayar kompensasi akibat kejahatan yang dilakukan oleh Glenn. Tentu saja itu membuat kekayaan Elang hilang separo meskipun tidak membuatnya menjadi bangkrut tapi tetap saja membuat goyah beberapa bisnis legalnya. Tapi bagi Elang segera selesai urusan dan hukumannya, semakin cepat dia bisa menemui Rain.


Setahun ini Elang selalu mengawasi Rain dan dia merasa lega karena rutinitas Rain sudah kembali. Tidak ada yang berubah, namun dia tahu Gozali dan Maira sering bertemu dengan Rain.


Para anak buahnya memberikan laporan kalau papanya juga memberikan pengawal bayangan untuk Rain. Gadis itu pun tidak pernah bertemu dengan pria lain selain yang ada di lingkaran keluarganya.


Elang melihat foto-foto Rain bersama Eiji dan Ayame ketika kedua suami istri itu mengadakan resital di Jakarta. Selain Gozali, terkadang Javier pun datang ke Jakarta dan menemuinya.


"Kamu tambah cantik Rain" ucap Elang sambil mengelus foto yang dikirimkan oleh anak buahnya.


Bunyi ringtone ponsel Elang terdengar dan pria itu mengangkatnya.


"Halo?"


"*Boss. Nona Rain sudah mau berangkat ke New York bersama kedua orangtuanya."


"Suruh Gary dan Beau mengawasi di New York."

__ADS_1


"Baik boss*."


Elang menerima foto-foto Rain yang hendak masuk ke dalam pesawat pribadi keluarga Reeves.


"Safe flight, baby."


***


New York, Amerika Serikat...


Rain, papa Ryu dan mama Giselle sampai di New York dan dijemput oleh George, asisten Duncan.


"Selamat datang Mr Reeves, Mrs Reeves, Miss Rain."



George Grissom, asistennya babang Duncan.


Rain tersenyum tipis kepada George.


Oh my God! Miss Rain cantik banget!


"Siapa saja yang sudah datang, George?" tanya papa Ryu.


"Hah? A... Apa Mr Reeves?" tanya George tergagap.


Papa Ryu Reeves hanya terkekeh melihat asisten keponakannya malah terbengong melihat putrinya.


"Yang sudah datang siapa saja?" tanya papa Ryu lagi sambil berjalan menuju mobil Range Rover putih milik Rhea.


"Oh tuan besar dan nyonya besar Blair, Mr dan Mrs Giandra, Mr Ghani, Mr dan Mrs Al Jordan lengkap kecuali Mr Mamoru dan Mrs Ingrid. Mr Javier dan Miss Valora juga sudah hadir."


"Anak-anak trio BCD pada nggak datang ya pa?" tanya mama Giselle.


"Anak-anaknya Brett, Chris dan Darren kan atlet semua ma. Heran aku, trio kwek-kwek itu masing-masing punya anak laki-laki satu-satunya dan ketiganya sama-sama jadi atlet sepakbola semua" ucap papa Ryu.


"Namanya bakat tuh pa." Papa Ryu mengangguk.


Di dalam mobil, George sesekali mencuri pandang ke Rain yang sedang menikmati pemandangan kota New York.


"Jangan mencuri pandang anakku, George" kekeh Papa Ryu.


Wajah George memerah. "Sorry, Sir."


Sedangkan Rain sendiri tidak mendengarkan ucapan papanya karena dia lebih sibuk dengan pikirannya sendiri.


Kamu lagi ngapain Lang?


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2