Elang Untuk Rain

Elang Untuk Rain
Bonchap - Rela Sakit Kaki


__ADS_3

Sekar pun berjalan mendekati suaminya dan rasanya salah kostum saat beberes karena hari ini dia memakai tank top putih dan celana jeans. Wajahnya hanya memakai make up tipis.



"Sini, tiduran disini" pinta Arjuna menunjukan sisi kiri pria itu.


Sekar pun menurut dan meletakkan tubuhnya di sebelah suaminya. Arjuna pun berbalik dan sekarang posisinya miring menghadap Sekar.


"Jadi, kamu bertanya aku memilih Miss January atau Miss June, hhhmm?" goda Arjuna sambil mengelus lengan Sekar yang merasakan tubuhnya merinding mendapatkan perlakuan mesra suaminya.


"Aku hanya mengira-ngira karena halaman yang paling lusuh hanya Miss January dan Miss June" kekeh Sekar untuk menutupi rasa gugupnya.


"Sudah seperti istri beneran ya Sekar, tahu kenakalan suaminya" senyum Arjuna sambil menatap dalam Sekar.



"A...aku kan memang istri mas ... kan?" cicit Sekar.


"Tapi belum seutuhnya" bisik Arjuna yang mulai menciumi sisi wajah Sekar.


"Bukannya harus menunggu kaki mas sembuh dulu?"


"Yang sakit kakiku, si Otong sehat kok" ucap Arjuna absurd yang mendapatkan pelototan Sekar. "Look Sekar, kita bisa memakai berbagai gaya yang tidak membahayakan kakiku."


Mulut Sekar menganga. Suamiku benar-benar mesum!


"So, shall we start? Sekar Larasati McCloud, bolehkah aku meminta hakku sebagai suamimu?"


Sekar hanya bisa mengangguk dan Arjuna langsung Melu*mat bibir istrinya.


***


Sekar terbangun dan merasakan tubuhnya remuk redam setelah Arjuna meminta haknya sebagai suami. Wanita itu melirik kearah tangan kekar yang memeluk perutnya dengan posesif.


Wajah Sekar memerah ketika mengingat penyatuan pertama kalinya. Arjuna begitu lembut dan membuat Sekar menjadi relaks dan nyaman sampai-sampai dia tidak sadar suaminya melepaskan semua pakaiannya hingga dia benar-benar polos.


"Mas, kakimu gimana?" tanya Sekar menutupi kegugupannya.


Arjuna menatap horor ke Sekar. "Disaat begini malah kamu sempat bertanya kakiku?"


Sekar hanya mengambil bantal untuk menutupi tubuhnya.


"Ini ngapain ditutup?" cebik Arjuna sambil membuang bantal sembarangan. "Kamu bantu aku melepaskan boxer ku" perintahnya sambil tiduran.


Sekar melotot. "Apa?" Arjuna hanya memberikan kode agar istrinya melepaskan boxer Balenciaga nya.


Tangan Sekar gemetar ketika melepaskan boxer hitam itu dan matanya melotot melihat kondisi si Otong yang sudah berdiri tegak sempurna.


"Astaga" bisiknya setelah melepaskan boxer suaminya.


"Kenapa?" tanya Arjuna jahil.

__ADS_1


Sekar menggeleng dengan wajah memerah hingga ke leher yang membuat Arjuna semakin gemas.


"Sekarang giliran kamu yang men*cumbuku, Sekar" ucap Arjuna dengan suara serak.


"Gimana cara... Aaahhh!" Sekar terpekik ketika dirinya ditarik oleh suaminya.


"Pertama-tama begini" Arjuna menangkup wajah Sekar dan Melu*mat bibirnya. "Lalu kamu cium seluruh tubuh aku."


Sekar lalu menuruti permintaan Arjuna dengan gaya kaku dan masih amatiran namun pria itu sangat menikmati sentuhan bibir istrinya. Ketika sampai di perut kotak-kotaknya, Arjuna meminta Sekar untuk tiduran dan pelan dia mulai meraba inti istrinya.


"You're so ready" senyum Arjuna tanpa memperdulikan kaki kanannya, dia mulai memasuki inti Sekar. "Kalau kamu merasa sakit, gigit aku atau apapun lah!"


Sekar hanya mengangguk dan mulai mendesis ketika si Otong mulai masuk dan merobek apa yang dijaganya selama ini. Sekar hanya mencengkeram lengan Arjuna sambil menggigit bibir bawahnya.


"Ya ampun sayang. Kamu sempit sekali" ucap Arjuna sambil menciumi Sekar.


Arjuna pun meminta Sekar berganti posisi tanpa melepaskan tubuhnya. Sekar terkesiap ketika di posisi yang ini rasanya jauh lebih nikmat dan desa*Han keduanya semakin terdengar di dalam kamar itu.


Akhirnya keduanya pun mencapai puncak bersama dengan posisi Sekar berada di pangkuan Arjuna. Pria itu menempelkan wajahnya di gundukan squishy istrinya.


"Oh wow! Wow..." bisik Arjuna. "Ini namanya posisi butterfly, sayang. Nanti kalau kakiku sudah sembuh, kita bisa coba gaya lain yang lebih nikmat dari ini."


"Hah?" bisik Sekar yang masih mengatur nafasnya. "Memang ada berapa gaya?" tanyanya sambil tidak habis pikir suaminya mesum.


"Belajar lah dari kama sutra" cengir Arjuna.


***


Arjuna membuka matanya dan meraba kasur yang kosong. Lagi-lagi dia menghilang lagi. Mata coklat terang miliknya melihat ada bercak darah di seprai warna putih itu.


Suara pintu kamar mandi terbuka dan tampak Sekar sudah mandi dengan rambutnya yang basah dan mengenakan daster panjangnya.


"Jam berapa sekarang sayang?" tanya Arjuna.


"Jam dua siang mas" Sekar mendelik di kaca melihat banyaknya tanda dari suaminya. "Astaga mas! Ini gimana cara nytupinnya?"


"Pakai foundation! Mulai sekarang kamu beli foundation yang banyak!"


Sekar melotot ke arah suaminya yang hanya nyengir tanpa dosa.


***


Siang ini, Arjuna benar-benar memanfaatkan kemanjaannya ke Sekar. Pria itu pun meminta agar Sekar memandikannya seperti Rajendra.


"Mas, kamu kok makin manja sih?" tanya Sekar sambil membasuh rambut Arjuna yang terkena shampoo.



"Manja sama istri sendiri itu enak, sayang" senyum Arjuna.


"Kakimu gimana mas? Sakit nggak?" Jujur Sekar sangat khawatir dengan kondisi kaki suaminya akibat kegiatan panas mereka tadi.

__ADS_1


"Agak senut-senut sih tapi aku lebih memilih memilikimu daripada memikirkan kaki" ucap Arjuna dalam sembari menatap Sekar.


"Nanti istirahat, biar kakinya sembuh dulu lah mas. Kan tadi sudah!"


Arjuna mendelik. "Oh nggak bisa! Kamu terlalu enak untuk dilewatkan!"


Sekar hanya bisa menghela nafas panjang. "Pria kalau sudah buka puasa ya."


"Tapi tadi enak kan, Sayang? Aku suka disaat kamu memanggil namaku" goda Arjuna dengan muka mesum.


"Aku tidak memanggil namamu ya..." bisik Sekar.


"Lha tadi yang bilang 'oh mas' itu siapa ya?" kerling Arjuna jahil.


"Mas Junaaaa!"


Arjuna tertawa terbahak-bahak. "Love you Sekar Larasati McCloud" ucapnya serius.


"Love you too mas."


"Finally..." Arjuna merengkuh wajah Sekar dan Melu*mat bibirnya.


***


Sekar melihat suaminya sudah tertidur setelah sebelumnya meminta olahraga malam sebelum tidur. Wajah tampannya tampak damai dan lebih segar membuat Sekar tidak tahan untuk tidak mengelus wajah Arjuna.


"Mungkin memang takdirku menikah dengan ayah putra Lily. Jodoh itu memang penuh misteri" gumamnya pelan.


Jari lentik itu menyusuri wajah Arjuna dengan lembut dan Sekar tersenyum melihat mata Arjuna bergerak-gerak lalu netra coklat terang itu terbuka.


"Kenapa sayang?" tanya Arjuna dengan suara serak.


"Tidak, aku hanya mengagumi ciptaan Tuhan yang diberikan padaku."


Arjuna meraih tubuh istrinya. "Terimakasih tidak meninggalkan aku, terimakasih sudah mau menerimaku sebagai suamimu seutuhnya."


Sekar mengangguk. "Maafkan semua perlakuanku padamu mas selama ini."


"Ssshhh, kita sudah memulai lembaran baru, yang lama jangan diingat lagi. Kalau tidak begitu, kamu tidak akan menyadari bahwa sedikit banyak kamu mencintai aku." Arjuna mencium pelipis Sekar. "Sekarang kita tidur karena besok harus ke rumah sakit."


Sekar terkejut. "Kenapa mas? Kakimu sakit ya?"


"Tampaknya aku terlalu bersemangat unboxing kamu" kekeh Arjuna yang mendapatkan pelototan Sekar.


"Kamu ngeyel sih dibilangin!"


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2