
Elang akhirnya mendapatkan pembeli pesawat pribadinya dan tanpa ribet langsung membayarnya. Louis yang mengatur semuanya. Sekarang dana dari penjualan pesawat pribadinya membuat ada dana segar untuk membuat perusahaan miliknya sekarang menjadi stabil keuangannya.
Usai acara lamaran, papa Ryu dan mama Giselle memutuskan keduanya akan menikah bulan depan karena tidak baik terlalu lama bertunangan mengingat kasus Rhea dan Duncan yang sempat mengalami kecelakaan sebelum lamaran.
Rain sendiri tidak masalah mereka menikah bulan depan yang penting keluarganya menerima Elang itu sudah membuatnya bahagia.
Kini Rain lebih mempersiapkan pengalihan tugas pengawasan toko kuenya karena Elang pasti akan kembali ke London dan dia akan ikut kemana Elang pergi. Jean Marie pun memutuskan untuk tetap ikut Rain kemana dia pergi karena gadis itu merasa nyaman mengawal nonanya. Elang sendiri sudah minta pada Jean Marie secara pribadi untuk menjadi pengawal Rain nantinya mereka pindah ke London.
"Rain pasti akan memiliki kesibukan membuka toko kue seperti di Jakarta, Jean. Aku minta padamu untuk mengawal dan menjadi partner bisnisnya apalagi aku kan harus masuk kerja" ucap Elang usai acara lamaran.
"Tentu saja Mr McCloud. Saya akan selalu menjaga nona Rain sebab dia sudah seperti adik saya sendiri" jawab Jean Marie tegas.
"Terimakasih Jean Marie." Elang menatap pengawalnya yang masih memendam sesuatu. "Ada apa Jean?"
"Tuan, apakah tuan mengingat nama Diandra Yudha?"
Elang mengerenyitkan dahinya. "Aku tidak ingat. Siapa dia?"
"Dia adalah klien kami Sir. Dan pada saat anda menjemput nona Rain, dia bilang kalau mengenali anda sebagai teman sekelas anda waktu SD."
Elang terkejut. "Dia bilang apa?"
"Dia hanya bilang 'Bukannya itu Elang' dan saya cukup terkejut tuan. Karena hanya nona Rain yang memanggil anda Elang sedangkan lainnya memanggil anda Jeremy."
Elang menatap Jean Marie. "Waktu SD orang memanggilku Panji. Karena aku hanya menyebutkan nama depanku, hanya kepada Rain aku menyebutkan namaku Elang. Tapi entah kalau ada yang memanggilku Elang selain Rain, sebab aku tidak terlalu perhatian dengan sekitar, hanya Rain yang menarik perhatian ku."
"Jeremy itu yang memanggil adalah keluarga Rain sedangkan yang lain tetap aku memperkenalkan diri sebagai Panji." Elang masih bingung melihat wajah gelisah Jean Marie. "Kenapa Jean?"
"Saya hanya takut jika masa lalu anda mengganggu hubungan anda dengan nona Rain."
Elang tersenyum. "Insyaallah nothing happened, Jean. Kami sudah melalui banyak hal, dan semoga tidak ada hal yang aneh-aneh membuat aku dan Rain terluka lagi."
"Aamiin, Tuan."
***
Rain dan Jean Marie seperti biasanya membuat cake sesuai dengan PO yang mereka sebar di website Maliqa Cake. Rain semakin ahli belajar dari Jean Marie membuat cake yang cantik-cantik sedangkan para pegawai lain tetap membuat kue seperti biasanya.
"Mbak Rain, besok kalau menikah berarti ikut sama mas Jeremy ke London dong" ucap Ayu sambil memberikan hiasan di cupcake.
"Iya, Yu. Mbak ikut Elang ke London" ucap Rain sambil menghias cake jeruk cantik yang baru saja dibuat Jean Marie.
"Nanti hari Sabtu kita meeting ya" lanjut Rain.
"Siap mbak!" ucap keempat pegawainya.
"Mbak, ada nggak sepupu mbak yang masih jomblo?" tanya Sinta.
__ADS_1
"Memang kenapa?" tanya Rain.
"Lumayan buat Sinta kecengin" cengir gadis manis itu.
"Ada sih, Javier, Ryoma, Yuki masih jomblo" ucap Rain.
"Kamunya demen Sin tapi sepupunya mbak Rain bisa ilfill ma kamu" kekeh Tini. Sinta pun manyun.
Rain dan lainnya hanya tersenyum melihat kerusuhan di pagi hari.
***
Elang menyelesaikan semua pekerjaannya melalui online. Louis sudah kembali ke London membantu tugas Elang disana termasuk urusan keuangan.
Semalam dia sudah mengobrol dengan Rain tentang rumah di Jakarta dan Rain meminta untuk tidak menjualnya.
"Biar kita punya rumah kalau pulang, Lang" ucap Rain semalam.
"Kenapa nggak ke rumah papa Ryu?" tanya Elang.
"Ada kalanya ingin di rumah sendiri atau rumah suamiku, Lang" ucap Rain yang membuat Elang bergetar hatinya.
"Apa Rain? Bisa diulang?" tanya Elang dengan nada menggoda.
"Yang mana?" Rain balas bertanya polos.
"Astaga Rain... rumah...?"
Elang tertawa. "Terimakasih... istriku."
Elang tersenyum sendiri mengingat percakapan mereka semalam dan percakapannya dengan Jean Marie yang membuatnya berpikir.
Kupastikan tidak akan ada seorang pun yang akan menyakitimu Rain karena aku akan melindungi mu.
***
Rain sedang melayani pelanggannya ketika kliennya yang kemarin datang kembali ke toko kuenya.
"Rain. Aku mau beli kue ya" ucap Diandra.
"Monggo mbak" ucap Rain sambil membungkus kue.
Rain memberikan kode kepada Ayu untuk melayani Diandra karena dia sendiri sedang melayani pelanggannya.
Setelah memilah kue yang hendak dibeli, Diandra pun hendak membayar ketika melihat Elang datang memarkirkan Shelby Cobranya lagi.
Diandra melihat Elang yang baru turun dari mobilnya. Pria itu tampak semakin tampan dan Diandra tidak malu memandangnya penuh kagum. Tidak hanya Diandra, tapi juga para pengunjung toko Rain. Namun pria itu tampaknya hanya memandang satu wanita saja yang sedang melayani pembeli.
__ADS_1
Rain menatap Elang dan memberi kode untuk menunggu di kursi sebelah counter kue. Pria itu pun duduk disana sembari memainkan ponselnya.
"Hi Elang" sapa Diandra.
Elang menatap wanita itu. "Do I know you?"
"Oh come on Elang. Masa nggak kenal aku? Diandra, teman waktu SD dulu yang duduk di sebelah meja kamu?"
Elang menatap datar ke Diandra. "Sorry aku nggak ingat."
"Yakin kamu nggak ingat Panji Elang Samudera?" goda Diandra.
Elang tetap menggeleng. "Maaf."
"Kamu tambah keren saja Lang" ucap Diandra tanpa malu.
"Maaf nama saya Panji, bukan Elang" sahut Elang. "Hanya satu orang yang berhak memanggil saya Elang dan itu calon istriku."
"Kamu mau menikahi Rain? Adik kelas kita waktu SD? Bukannya dia masih terlalu muda dan polos?" ucap Diandra lagi.
"Kenapa?" Elang semakin jengah dengan wanita yang kepedean seperti Diandra.
"Kamu itu pantasnya dengan wanita yang seperti aku, yang matang dan berpengalaman" kerling Diandra.
Elang menghela nafas panjang. Kalau bukan cewek, sudah aku hajar!
"Elang bukan tipe pria yang suka wanita seperti anda mbak" ucap Rain dingin yang sudah berdiri di belakang Diandra.
"Oh come on Rain. Kamu bukan tipenya Elang."
"Maksud Mbak tipe yang seperti mbak? Yang matang dan pengalaman?" sindir Rain.
Diandra tersenyum angkuh.
"Untuk apa mencari yang matang dan pengalaman jika Elang bisa mendapatkan yang masih orisinil dan bersegel?" ucap Rain. "Sebajing*annya pria, pasti dia ingin mendapatkan pasangan yang baik, bukan yang bekas. Lagipula jadi wanita itu janganlah merendahkan diri sendiri hanya karena merasa lebih berpengalaman. Justru dengan mengatakan demikian, opini orang terhadap mbak membuat mbak semakin murahan."
Wajah Diandra merah padam dan segera meletakkan kue yang batal dia beli dan pergi meninggalkan toko Rain.
Elang tersenyum lebar dan menarik tangan Rain untuk duduk di sebelahnya.
"Alhamdulillah dapat calon istri yang masih orisinil dan bersegel" bisik Elang dengan nada sen*sual.
Wajah Rain merah padam. Astaghfirullah aku keceplosan!
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️