
"Kalian berdua unboxing dimana?" tanya Eiji dengan tatapan super kepo tanpa memperdulikan keplakan Ayame di bahunya.
Elang menatap balik tatapan Eiji dengan tatapan tajam dari mata abu-abunya.
"None of your business!" jawabnya yang disambut gelak tawa semua orang disana.
"Satu lagi!" eyel Eiji cuek. "Berapa ronde?"
Sontak semuanya mengumpat dan memarahi Eiji dengan berbagai bahasa. Jangan ditanya wajah Rain yang merah padam menahan malu tapi juga gemas dengan kakak sepupunya yang memang lucknut. Elang yang melihat Rain seperti itu lalu memeluknya sambil me****** bibirnya di hadapan semua orang.
"Woooiiii! Adek gue dicium!" teriak Eiji.
"Udah ngamar lagi sonoooo!!" sahut Yuki.
"Ya ampun bambaaaaannggg!" teriak Ryoma.
"Astagaaaaa! Woooiiii!" teriak Mamoru.
Duncan dan yang lainnya hanya menikmati kehebohan di ruangan itu. Kapan lagi mereka bisa begin kan?
"Buat yang masih jomblo, segeralah cari pasangan! Enak lho kalau sudah halal" cengir Elang.
"Brengseeeekkkk lu!" teriak para pria yang diikuti tawa para kaum wanita yang sudah hapal kebobrokan mereka semua meskipun fisik paripurna.
Acara makan siang klan Pratomo itu berlangsung dengan ramai bahkan Alexandra pun asyik mengobrol dengan Agatha, pacar Javier.
"Berarti kamu lebih ke krav maga ya Ta?" tanya Alexandra.
"Iya dan aku takjub ketika Javi cerita kamu bisa Eskrima. Keren lho" ucap Agatha.
Ghani dan Gozali asyik mengobrol dengan Duncan dan Keanu, saudara kembar Kenzo.
"Terimakasih ya Ghani karena dulu membantu menyelamatkan Rain. Aku dan Mas Kenzo merasa tidak berguna karena tidak bisa menyelamatkan adikku" ucap Keanu tulus.
"Mas Keanu kan memang nggak boleh pergi sama Oom Hiro karena masih pemulihan pemasangan pen di bahu" ucap Duncan.
"Iya sih gara-gara main ski di Hakuba dan kecelakaan jadinya bahuku cidera deh" kekeh Keanu.
"Yang penting semuanya selamat dan bisa berkumpul dengan keluarga" senyum Ghani.
***
"Bagaimana MP nya?" goda Rhea, Miki, Ajeng, Sabina, Ingrid, Ayame dan Maira. Valora sedang keluar bersama Raymond karena dia ingin minuman Boba.
Wajah ayu Rain langsung merah padam.
"Enak ya Rain?" goda Ajeng, ibu dua anak yang berprofesi sebagai desainer istri Kenzo.
"Mbak Ajeng ih" cebik Rain dengan wajah semakin memerah seperti kepiting rebus.
__ADS_1
Semua wanita disana terbahak melihat wajah adik mereka yang paling pendiam. Savitri lalu memeluk Rain. "Tar aku dikasih tutorial nya ya?" kerlingnya jenaka.
"Sav, kamu serius sama Jaehyun?" tanya Sabina.
"Serius mbak. Lagian papa udah kasih restu kok!"
"Kamu kenal dimana sama cowok Korea itu?" tanya Miki sambil melihat ke arah Joshua yang asyik ngobrol dengan Jaehyun.
"Ooohhh" cengirnya. "Kenal di depan sekolahanku. Gara-garanya aku tuh diserempet sama mobilnya dia pas aku naik motor mau kerja. Eh tuh orang bilangnya aku yang ngawur bawa motornya."
"Jangan bilang kamu bawa Kawasaki ninja mu!" seru Ajeng.
Savitri tersenyum lebar. "Astagaaaaa!" teriak Ajeng, Sabina dan Miki membuat para wanita yang lain bingung.
"Memang kenapa mbak?" tanya Rhea bingung.
"Savitri itu guru nyentrik! Ya salam naik Kawasaki ninja ke sekolahan bambaaaaannggg!" ledek Miki gemas.
"Terus gimana?" tanya Maira penasaran. Ibu Arya itu sungguh surprise dengan kebobrokan keluarga Sultan no kaleng-kaleng. Benar-benar don't judge a book from its cover.
"Ya untung aku nggak sampai jatuh karena aku bisa menahan si Saki. Nama motorku si Saki Yaaa semuanya" cengir Savitri yang membuat semua orang menepuk jidatnya.
"Terus kami adu mulut dong! Dia pakai bahasa Inggris, aku pakai bahasa Indonesia campur Jawa" gelaknya.
"Kagak nyambung, bambaaaaannggg!" omel Miki gemas.
"Terus kalian bisa pacaran gimana?" tanya Ayame.
Para wanita disana hanya bisa melongo mendengar cerita Savitri.
"Benar-benar deh kamu tuh!" ucap Ajeng sambil menggelengkan kepalanya.
***
Eiji masih penasaran sanctuary tempat Elang dan Rain berdua lalu mengajak pria itu berbicara berdua.
"Seriously J, kalian itu pada kemana semalam?"
"Kamu kok kepo sih Ji?" gelak Elang.
"Kepo lah! Baru kali ini ada yang lolos dari keusilan kami semua!" ucap Eiji manyun.
"Duncan lolos!" kekeh Javier.
"Iya soalnya dia juga udah kasep malam pertama nya gegara opa Akira meninggal" sahut Eiji. "Jadi aku sudah nggak mood usilin!"
Elang melongo mendengar ucapan minus akhlak dari seorang Eiji yang dikenal kaum hawa atas kepiawaiannya memainkan piano.
"Aku nggak kebayang besok anakmu seperti apa usilnya, Ji!" kekeh Elang.
__ADS_1
"Well yang jelas dia akan paripurna seperti papanya" ucap Eiji jumawa.
"Asal akhlak nya bener saja, jangan kayak bapaknya!" sahut Ryoma.
***
Kenzo mengajak semua adik-adiknya untuk berkumpul kembali dan mereka mematuhi pria yang mempunyai aura tenang itu.
"Kita semua berkumpul disini dan besok pasti sudah pada kembali ke negara masing-masing. Aku, Ajeng, Keanu, Sabina, Miki, Joshua, Javier akan pulang ke Tokyo. Ada yang ke New York, ada yang stay di Jakarta, ada yang ke Solo, ada yang ke Dubai, ke Amsterdam tapi apapun itu mas harap kalian semua bisa tetap seperti ini. Tetap menyapa di grup keluarga agar memberitahukan bahwa kalian sehat selalu."
Semua orang disana mendengarkan dengan seksama.
"Mas Kenzo ucapka selamat datang Ghani dan Gozali menjadi bagian keluarga yang bobroknya aduhai ini" cengir Kenzo yang disambut tawa bangga para pria durjana itu.
"Bobrok kok bangga Thow mas" tegur Ajeng.
"Mbak Ajeng tuh gimana sih? Nggak bobrok, sepi mba!" sahut Valora sambil meminum bobanya.
"Lora, jangan kebanyakan Boba ya! Kamu lagi hamil" pesan Mamoru.
"Nggak kok bang, ini ajah permintaan si jabang bayi" jawab Valora.
"Valora, selamat atas kehamilan anak pertamanya, semoga kembar ya" ucap Kenzo lembut.
"Memang kenapa kalau kembar?" tanya Valora bingung.
"Biar ngurangi bar-bar mu!" sahut Keanu. Valora pun manyun.
"Buat para calon ipar, Alexandra, Agatha, Jaehyun, mas harap jangan kaget jika keluarga pasangan kalian tidak seperti yang kalian baca di majalah bisnis."
"Saya sih malah senang dengan keluarga yang guyub dan rukun seperti ini meskipun ramai dan rusuh luar biasa" jawab Jaehyun menggunakan bahasa Indonesia yang membuat Savitri terkejut.
"Kok kamu nggak bilang bisa bahasa Indonesia?" tanya Savitri bingung.
"Lho memang kamu nggak tahu Jaehyun bisa bahasa Indonesia?" tanya Joshua.
Savitri menggeleng.
Jaehyun menatap intens Savitri. "Salahnya kamu nggak nanya" ucapnya dengan nada baritonnya yang membuat Savitri melongo. Semua orang disana pun tertawa terbahak-bahak.
"Datang lagi makhluk nggak punya akhlak di keluarga kita" gelak Yuki.
Savitri merengut. "Kamu nyebeliiiinnn!" teriaknya kesal.
***
Yuhuuu Up Siang menjelang Sore Yaaakkk
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️