Energy Of Love 2

Energy Of Love 2
Hendak Pemotretan


__ADS_3

Senyum itu seolah mengalahkan cahaya matahari yang menembus jendela ruang kerja Fira. Penampilannya tampak berbeda, gamis putih yang menyatu dengan kardigan panjang warna hitam membalut tubuh rampingnya. Kian anggun dengan jilbab segitiga hingga menjuntai ke dada.


Fira berkutat dengan buku laporan keuangan salon di ruang kerja. Sesekali ia mengucek mata kanan yang agak gatal. Disandarkannya punggung itu pada penyangga kursi. Fira kembali membaca buku laporan keuangan dengan seksama.


Dering gawai Fira berbunyi di atas meja. Ia lantas menoleh ke arah dering gawai. Ditaruhnya buku laporan keuangan salon dan mengambil gawai, dilihatnya layar gawai ada panggilan masuk dari Henry.


Bagai bunga yang telah disirami air jernih, bermekaran hati Fira mendapat telepon dari pria yang cintai. Fira tidak ingin membuang waktu, ia langsung mengangkat telepon dari Henry.


"Assalamu'alaikum, calon istri," sapa Henry.


"Wa'alaikumsalam, Henry," sapa Fira.


"Kok nyebut nama doang sih?" tanya Henry.


"Terus apa?" Fira berbalik tanya.


"Calon suami gitu," jawab Henry.


"Aku--- salah tingkah kalau manggil kamu kayak gitu," ucap Fira.


"Kalau sudah nikah juga dibiasakan manggil suamiku, loh."


"Dih, apaan sih? Hahaha."


"Ya, udah, aku sekarang ada di depan salonmu. Kita segera bikin pas foto buat buku nikah."


"Oke, aku segera turun."


Fira tidak menyia-nyiakan waktu, bergegas mengambil tas. Sejenak wajahnya bercermin di layar gawai, memastikan penampilannya baik-baik saja. Begitulah seorang wanita yang tengah kasmaran, penampilan juga harus diperhatikan saat hendak bertemu dengan seorang pria yang dicintai. Fira bergegas ke luar ruangan hingga menuruni tangga.


Fira keheranan dengan sorotan mata karyawati terpukau saat melihatnya. Dimulai dari Putri, salah satu karyawati salon bersalaman dengan Fira sembari mengucapkan selamat atas lamaran Henry dan Fira. Disusul oleh karyawati lainnya. Fira senang dan sangat berterima kasih kepada mereka.


"Semoga lancar sampai hari H, ya, Bu Fira," ucap Putri.


"Terima kasih, Putri," kata Fira.


"Betapa beruntungnya Bu Fira dapat calon suami tampan. Oppa-oppa Korea lagi."


"Bu Fira ketemu sama calon suami di Korea, ya?"


"Drama Korea nyata banget, ya."


Ucapan beberapa dari mereka menjadikan Fira tertawa kecil dan berkata, "Calon suami saya itu orang Indonesia juga. Tapi, memang dia blasteran Korea. Kok kalian tahu dia sih?"


"Itu calon suami Bu Fira sudah menunggu di depan pintu," ucap Putri sembari menunjuk ke pintu kaca.


"Oh, hehe, kalau begitu saya pergi dulu, ya."

__ADS_1


"Lancar selalu, Bu Fira dan calon suaminya!" Mereka begitu serentak memberi dukungan Fira dan Henry.


Fira melambaikan tangan kepada para karyawati, kemudian ia berbalik badan. Fira bergegas keluar dari salon. Ia tidak lupa memakai kacamata bening pada dua mata.


Fira telah menemukan Henry di depan salon. Keduanya saling menyapa seraya tersenyum. Henry yang mengenakan kemeja putih panjang itu hanya membawa motor matic X-Max.


"Ayo, sekarang kita berangkat!" ajak Henry.


"Kita pakai motor? Berdua?" tanya Fira.


"Iya. Kenapa? Aku pengen pakai motor aja," jawab Henry.


"Kurang baik aja gitu--- kalau kita berdua naik motor. Kita kan belum mahram. Memang cuma kita berdua ajakah?" ucap Fira.


"Tuh." Henry lantas menoleh ke sebuah mobil sedan yang ditumpangi oleh Naomi dan Jae Young.


Fira semringah, merasa lega. Ia jadi punya ide dan berkata kepada Henry. "Nah, sebaiknya aku ikut Naomi aja. Kamu bersama temanmu itu, siapa namanya?"


"Kim Jae Young."


"Nah, kamu sama dia aja. Bukan aku enggak mau naik motor sama kamu. Aku naik motor sama kamu kalau kita udah nikah. Oke-oke! Kamu enggak ngambek kan?"


Henry semakin kagum dengan sikap Fira. "Enggak. Aku justru bersyukur, di zaman ini masih ada wanita yang sepertimu. Maksudku, kamu bisa menjaga jarak meski aku calon suamimu."


"Untung saja ada Naomi. Jadi aku bisa ikut bersamanya. Sabar, ya, kalau kita udah nikah, kita bisa keliling kota naik motor, oke!"


Dari dalam mobil, Naomi dan Jae Young merasa heran melihat Henry dan Fira justru menghampiri mobil ini. Naomi dan Jae Young saling menatap kemudian menggaruk kepala secara bersamaan.


"Secantik apa sih calon istri Henry itu? Sampai Henry cuma dia yang dicintai. Itu perempuan juga betah banget menunggu Henry selama lima tahun," ucap Jae Young.


"Haa--- kamu hanya lihat Fira pakai kacamata, sih. Kalau Fira buka kacamatanya pasti kamu akan terpukau melihatnya," ucap Naomi.


Kim Jae Young terkesan meremehkan Fira. "Ah, masa sih?"


***


Henry mengetuk pintu mobil. Jae Young terkejut dan bergegas membuka pintu mobil yang dikemudinya. Begitu ia sudah keluar dari mobil, tatapannya justru mengarah pada Fira. Jae Young sangat penasaran dengan sosok Fira, wanita yang selalu dicintai partner bisnisnya, Henry.


Melihat pandangan datar dari Jae Young kepada Fira, Henry lantas menginjak kaki Jae Young dengan kasar. Jae Young sontak berteriak dan merintih kesakitan. Untung saja Fira tidak memperhatikan mereka.


"Dilarang lama-lama melihat calon istri Henry Lee," bisik Henry seraya menatap tajam ke Jae Young.


"Aku hanya penasaran, apa salahnya?" bisik Jae Young.


"Kubur rasa penasaranmu itu. Karena rasa penasaran bisa jadi bahaya."


"Kau terlalu berlebih-lebihan, Henry! Aku bukan buaya yang akan memangsanya."

__ADS_1


Henry setengah membungkuk masuk ke dalam mobil. Naomi mengernyit heran melihat Henry. Sementara Fira masih diam di pintu mobil dimana Naomi juga ada di dalamnya.


"Fira, enggak pengen naik motor sama aku," ucap Henry.


"Heh? Kenapa?" tanya Naomi agak terkejut.


"Bukan mahram sebelum nikah. Kakak sama Fira, ya. Biar aku sama Jae Young-ah," jawab Henry.


"Oh, gitu. Ya, udah deh, aku pindah ke kemudi mobil."


Henry kembali berdiri tegap. Jae Young benar-benar memanfaatkan kesempatan saat Henry berbicara dengan Naomi barusan. Jae Young justru terus menatap Fira dengan rasa penasaran. Henry lagi-lagi menginjak kaki Jae Young, hingga Jae Young terkesiap nyaris menelan ludah.


"Ya, udah, Fir, kamu sama Kak Naomi," ujar Henry.


"Oke, terima kasih, Henry," ucap Fira.


Fira lantas membuka kacamata bening. Jae Young melongo melihat wajah Fira yang jelas tanpa kacamata itu. Apalagi saat Fira hendak masuk ke dalam mobil dan memberi senyum kepada Naomi, Jae Young semakin terkesima melihat Fira.


"Ehem, sebaiknya kita segera berangkat. Kalau telat, aku potong gajimu!" tegas Henry.


"Ya Tuhan, darimana kau bisa menemukan bidadari seperti dia? Tolong kau kasih tahu aku soal tutorial menemukan jodoh bidadari seperti dia," ungkap Jae Young.


Jae Young masih melongo kemudian menatap Henry. Henry justru menatap sinis ke Jae Young seraya memperagakan tangan kanannya membelah leher. Seakan mengancam halus kepada Jae Young karena sudah menatap Fira terlalu lama.


Henry menghampiri motor, kemudian Jae Young bergidik mengikuti Henry dari belakang. Dua pria ini berboncengan dan memakai helm masing-masing sebelum pergi. Motor yang dikendarai Henry mulai melaju ke jalanan. Setelah itu mobil yang dikemudikan Naomi juga menyusul Henry.


***


Henry dan Jae Young lebih dulu tiba di studio foto J's daerah Gajahmungkur, Kota Semarang. Begitu banyaknya orang yang berkunjung ke sana. Henry celingukan ke jalanan, merasa cemas karena Fira dan Naomi belum kunjung datang. Sementara Jae Young enak-enakan berteduh di bawah pohon menikmati semilir angin.


Tidak sampai sepuluh menit, mobil yang dikemudikan Naomi datang. Naomi memarkir mobilnya di dekat motor Henry. Mobil itu terhenti, yang terlebih dahulu turun dari mobil ialah Fira. Seperti biasanya Fira memakai kacamata bening saat berada di luar ruangan. Naomi menyusul turun dari mobil seraya merapikan tunik dan hijab pashmina.


"Yuk, sekarang bikin pas foto," ajak Henry.


"Oke, tapi aku enggak kelihatan kucel kan?" ucap Fira. Ia lantas menyentuh pipi.


"Enggak, kamu udah glowing gitu kok," puji Henry.


"Masa?" Fira mengangkat kedua alis.


"Apa perlu di make up lagi, Fir? Sini aku make-up-in kamu secantik mungkin," usul Naomi.


Fira meringis. "Enggak usah deh, nanti jadi kelamaan, hehehe."


"Siapa namanya? Fira, ya? Lagian Fira, kamu udah cantik, enggak perlu dandan!" sela Jae Young sedang berbaring di bawah pohon sembari tersenyum kepada Fira.


Henry menyahut, "Jangan lama-lama di sini, takutnya ada buaya menerkam!"

__ADS_1


Fira berjalan terlebih dahulu, setelah itu Henry menyusul dari belakang. Keduanya sudah masuk ke dalam studio foto. Sementara Naomi justru menarik kerah kemeja Jae Young hingga pria itu tercekik. Naomi melepaskan tarikannya pada Jae Young. Ia mengajak Jae Young masuk ke dalam studio foto tersebut, karena Naomi tidak betah kepanasan di luar ruangan.


__ADS_2