Energy Of Love 2

Energy Of Love 2
Rekaman CCTV


__ADS_3

Fira menceritakan semua awal perkenalannya dengan Henry, kemudian ketika dirinya merantau di Singapura, hingga bertemu dengan Henry, Rafi dan Sultan. Tentunya semua yang bersangkutan dengan rival di antara tiga pria itu. Wanita itu bercerita di hadapan lima polisi Toronto. Ia tidak sendiri, Fira ditemani oleh Reza, Raditya, Naomi dan Kim Jae Young. Sementara lima polisi tadi fokus mendengarkan keterangan dari Fira.


Usai memberi keterangan, lima polisi itu saling menatap seakan sedang berunding. Meskipun Fira telah memberi keterangan, tapi hatinya masih mengganjal tentang kondisi psikologis Henry. Pikirannya ingin segera bertemu dengan Sarah. Namun Fira bisa menahan diri untuk bersabar. Wanita itu lantas melihat Naomi, Kim Jae Young, Raditya dan Reza. Mereka tersenyum kepada Fira supaya memberi semangat kepada istri Henry itu.


"We have received information from Mrs. Fira, Mr. Raditya, Miss Naomi and Mr. Kim Jae Young," ucap seorang kepala polisi yang bernama James Arthur. Nama itu tercantum di papan nama. (Kami telah menerima informasi dari Bu Fira, Pak Raditya, Nona Naomi dan Pak Kim Jae Young.)


"There is one thing I want to say," ucap Fira. (Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan.)


"What do you want to say?" tanya James. (Apa yang ingin Anda katakan?)


"My husband did leave his bag, phone and wallet, but he still carried his tasbih and wedding rings," jawab Fira, "if you're looking for Henry, please look at the sign. Tasbih, ring and under his left eye is a mole." (Suami saya memang meninggalkan tas, hp dan dompetnya, tapi dia masih membawa tasbih dan cincin kawin.) (Jika kalian mencari Henry, tolong lihat tandanya. Tasbih, cincin dan di bawah mata kirinya terdapat tahi lalat.)


"But, are you ready to accept the fact that your husband was found alive or dead?" (Tapi, apa Anda siap menerima kenyataan bahwa suami Anda dalam keadaan hidup atau mati?)


"I believe my husband is still alive," tegas Fira. (Saya yakin suami saya masih hidup.)


Kepala polisi itu terdiam. Sementara ekspresi Fira hanya datar. Raut wajahnya seakan ada beban yang dipikulnya. Tentunya kepikiran soal keberadaan Henry yang tidak diketahui ke mana. Fira juga sulit menangis di hadapan banyak orang. Namun relung hati tetap merintih atas hilangnya Henry. Ibaratnya Fira hanya menghirup napas setengah saja.


Seorang polisi wanita datang di tengah-tengah mereka. Wanita berambut abu-abu itu mendekati James, kemudian ia berbisik di dekat telinga kepala polisi itu. James agak tertegun, pria bertubuh kekar itu mengangguk dan menerima informasi dari rekannya. James lantas melihat Fira, Kim Jae Young, Naomi dan Raditya dengan tatapan serius.


"You all come with me to a special room," ajak James. (Kalian semua ikut saya ke ruang khusus.)


"What happened?" tanya Fira. (Apa yang terjadi?)


"I want to show all of you something surprising," jawab James. (Saya ingin menunjukkan kepada kalian sesuatu yang mengejutkan.)


James beranjak dari kursi. Begitu juga Fira. James terlebih dahulu berjalan ke ruang khusus, kemudian diikuti oleh Fira, Naomi, Raditya dan Kim Jae Young. Mimik wajah Fira tampak menegang. Ia pun menyentuh dada karena terasa berdebar. Entah apa yang akan ditunjukkan oleh James? Yang pasti itu tentang Henry.


***


Mereka tiba di ruang khusus. James mempersilakan klien-klien duduk di sofa, kemudian kepala polisi itu memerintahkan kepada anak buahnya untuk menyalakan proyektor. Sorotan mata mereka fokus pada layar lebar yang hendak tayang sebuah video.


"We want to show you all about Mr. Henry's disappearance at the airport," jelas James. (Kami ingin memperlihatkan kepada kalian tentang hilangnya Pak Henry di bandara.)


Pandangan Fira hanya tertuju pada layar tersebut. Dirinya tidak sabar untuk menyaksikan kejadian menghilangnya Henry. Fira penasaran siapa gerangan yang membawa Henry pergi dari sana.


Putaran video itu telah dimulai, mata Fira perlahan terbeliak. Semua orang di ruang itu tercengang melihat rekaman CCTV di layar tersebut. Ternyata benar Henry dibawa oleh tiga orang berjaket hitam. Wajah tiga orang itu tidak bisa dikenali karena ditutupi masker dan topi. Mereka berjalan ke arah keluar dari bandara.


James menyuruh anak buahnya untuk menyorot lebih dekat tayangan tersebut. Jika dilihat dekat-dekat, di sana Henry seperti tidak sadarkan diri karena posisinya dibopong oleh tiga orang. Namun sayangnya di antara kerumunan orang tidak ada yang memperhatikan Henry. Justru itu yang membuat tiga orang leluasa membawa pergi Henry.

__ADS_1


Durasi rekaman CCTV lainnya ketika berada di luar bandara. Tiga orang tadi memasukkan Henry ke dalam mobil Jeep. Lagi-lagi wajah mereka sulit ditelusuri karena terhalang masker dan topi hitam. Tampak jelas dari raut wajah Henry seperti orang tidur.


Fira lantas menutup mulut dengan tangan karena saking terkejut melihat rekaman CCTV yang berdurasi beberapa menit itu. Kenyataan ini sulit dipercaya. Inilah jawaban menghilangnya Henry sebab dibawa oleh tiga orang, entah itu siapa?


"Now you know why Henry went missing because he was kidnapped by those three people," terang James. (Sekarang kalian tahu mengapa Henry menghilang karena diculik oleh tiga orang itu.)


"I'm sure the three people must have been ordered by their boss. Looks like Henry's been given an injection to make him pass out. This case must have been planned," sambungnya. (Saya yakin tiga orang itu pasti disuruh oleh bosnya. Sepertinya Henry disuntik yang membuatnya pingsan. Kasus ini pasti sudah direncanakan.)


James lantas melihat ke layar lebar. "Based on the information I got from all of you. Strong suspicion states that Rafi was the perpetrator. Because that guy really doesn't like Henry." (Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari kalian. Dugaan kuat menyatakan bahwa Rafi adalah pelaku. Karena pria itu benar-benar tidak suka dengan Henry.)


"I also feel that Rafi was the mastermind behind Henry's disappearance. Because I got information from Mr. Ammar if Rafi's Instagram account is private," kata Fira. (Saya juga merasa jika Rafi dalang di balik hilangnya Henry. Karena saya mendapat informasi dari Mr. Ammar jika akun Instagram Rafi telah di-private.)


James sejenak berpikir sesuatu, kemudian ia menghampiri meja kerjanya. Dipegangnya telepon genggam untuk menghubungi Ammar. Sambungan telepon itu terhubung ke Ammar. Hanya beberapa detik, Ammar mengangkat telepon dari James.


"Helo, Mr. Ammar. I'm James," sapa James.


"Yeah, Sir. What happened?" kata Ammar. (Ya, Pak. Apa yang terjadi?)


"How was your mission and friends today?" tanya James. (Bagaimana misimu dan teman-teman hari ini?)


"Today was fun because I bought clothes at RafJens Distro. Yes, I'm also exploring that place. When I was there, Rafi wasn't there," jawab Ammar. (Hari ini menyenangkan karena saya membeli pakaian di RafJens Distro. Ya, saya juga menelusuri tempat itu. Ketika saya di sana, Rafi tidak ada.)


"I have gathered information about Rafi. There was a girl who was Rafi's business partner, she said that Rafi was in the Philippines," imbuh Ammar. (Saya telah mengumpulkan informasi tentang Rafi. Ada seorang gadis yang merupakan rekan bisnis Rafi, dia berkata Rafi ada di Filipina.)


"Wow, this sounds weird but it's fun." (Wow, ini terdengar aneh tapi menyenangkan.)


"Looks like we need to collaborate with detectives and police from the Philippines and Indonesia," usul Ammar. (Sepertinya kita butuh kerjasama dengan detektif dan polisi dari Filipina dan Indonesia.)


"That's a great idea, Ammar! Continue your mission." (Itu ide bagus, Ammar! Lanjutkan misimu.)


"Thank you, Sir."


Percakapan antara James dan Ammar berakhir. James lantas memerintahkan kepada para polisi untuk segera beraksi mencari jejak Henry dan orang-orang yang terlibat dalam kasus penculikan Henry.


Kian lemas tubuh Fira melihat rekaman CCTV itu. Air matanya mengering tapi hatinya masih sanggup menangis. Hatinya campur aduk antara marah, sedih, pilu dan terpukul. Marah karena tiga orang itu membawa suaminya tanpa hati hingga membuat Henry pingsan. Sedih, pilu dan terpukul karena sampai sekarang tidak tahu di mana keberadaan Henry, sekaligus tidak ada kabar apapun tentang Henry.


Padahal ibu hamil seperti Fira butuh sosok suami yang mendampingi dan menguatkannya. Yang seharusnya momen kehamilan dihiasi kebahagiaan tapi justru dihiasi kepiluan.


***

__ADS_1


Walaupun di Toronto sedang mengalami musim gugur, malam ini terlihat bulan tapi sinarnya agak redup terhalang oleh awan kelabu. Fira berdiri di depan pintu rumah sambil melihat bulan di angkasa hitam. Gawai miliknya bertengger di tangan kanan dan layarnya masih menyala.


Suasana hatinya saat ini sedang bergemuruh geram, rindu dan gelisah. Geram setelah membaca berita tentang Henry yang tidak benar. Di berita itu hanya menduga-duga tanpa tahu kebenarannya, ada yang mengedarkan berita jika Henry telah wafat karena dibunuh, lalu Henry diduga selingkuh dan sengaja meninggalkan Fira serta beredar foto mirip Henry sedang bermain wanita. Namun Fira menyangkal berita tidak senonoh itu. Ia yakin Henry murni diculik oleh tiga orang tersebut. Sungguh Fira geram terhadap fitnah yang tertuju pada suaminya.


Rindu kepada sang suami itu selalu dirasakan oleh Fira. Baru beberapa bulan menikah, Fira dan Henry harus menghadapi ujian berat ini. Tidak lagi cinta jarak jauh tapi cinta yang hilang. Yang seharusnya pengantin baru menikmati manisnya cinta, tapi justru sekarang menelan pahitnya kenyataan. Yang seharusnya saling bahagia karena kehadiran buah hati keduanya, tapi Fira sulit bahagia saat situasi seperti ini. Fira gelisah memikirkan Henry yang entah bagaimana kabarnya?


Fira mengelus perut yang tengah mengandung buah cintanya dengan Henry. "Bulan itu sedikit redup, aku merasa kamu sedang tidak baik-baik saja di sana. Apa yang mereka lakukan kepadamu? Apa mereka menyakitimu? Ya Allah, lindungilah suamiku di sana."


"Nak, kita harus kuat menghadapi ujian ini. Adik bayi juga rindu Papa, ya. Insyaallah, sebelum kelahiranmu, Papa sudah ditemukan dan kita kembali bersama," imbuhnya.


"Siapapun pelakunya, semoga hatiku tetap mengontrol emosi terhadap orang itu. Aku khawatir jika ada kebencian akan berpengaruh pada janinku. Ya Allah, tegarkan hatiku. Karena aku manusia biasa yang pasti punya rasa benci terhadap kemungkaran. Namun jangan sampai kebencian itu menjadi dendam."


Fira menundukkan kepala sambil berdoa, "ya Allah berikan segenap jiwa ragaku energi. Agar aku berjuang mencari separuh jiwaku hilang."


Ratih dan Intan datang menghampiri Fira. Dua ibu ini lantas memeluk Fira agar putri atau menantunya kuat. Ratih dan Intan saling mengelus perut Fira yang mulai buncit itu, Fira tenggelam dalam pelukan ibu kandung dan ibu mertuanya. Kini air mata itu tidak terbendung lagi di dalam pelukan dua ibunya.


"Kadang Fira merasa ingin menyerah, Bu, Mam," keluh Fira.


"Mami juga merasakan apa yang kamu rasakan. Mami tentu tambah gelisah dengan keadaan Henry yang tidak diketahui. Mami juga sakit kehilangan putra satu-satunya," tutur Intan.


"Ibu yakin suamimu selalu dalam lindungan Allah. Kamu itu wanita, istri dan Mama yang kuat, Ibu bisa lihat kamu dari dulu bisa melewati berbagai macam ujian. Jika segala ikhtiar belum menunjukkan hasil, hanya dengan salat, sabar dan doa sebagai kekuatan. Insyaallah, Allah akan menunjukkan jalannya. Mungkin sekarang Allah ingin kita lebih sabar lagi," kata Ratih.


Intan lantas mencium kepala Fira yang berbalut hijab. "Benar kata Ibumu, Fira. Sekarang kamu jangan terlalu kepikiran Henry, ada calon bayi yang butuh perhatian Mamanya. Henry di sana ingin kamu menjaga anak kalian."


"Fira tambah geram dengan berita-berita hoax tentang Henry. Sungguh kejamnya fitnah itu. Rasanya Fira ingin segera klarifikasi kebenarannya," geram Fira.


Ratih memijat lembut punggung putri sulungnya itu. "Ada saatnya kamu klarifikasi, tapi bukan sekarang. Kamu tunggu saja komando dari Kim Jae Young, Reza dan Raditya. Sekarang kamu istirahat saja, ibu hamil enggak boleh terlalu lelah, sayangi adik bayi."


"Iya, Bu, Mam." Fira mengangguk.


Dua ibu tersebut lantas merangkul Fira, membawa Fira ke dalam rumah. Namun ketika Fira berada di ruang keluarga, ia menghentikan langkahnya. Wanita berjilbab hitam itu melihat layar televisi, ada pemberitaan soal pihak kepolisian Toronto sedang melacak keberadaan Henry di Bandara Internasional Pearson. Aksi pencarian Henry ini tidak hanya melibatkan tim polisi, tapi juga tim anj**g polisi. Fira bersyukur karena James beserta polisi lainnya cekatan menangani kasus penculikan Henry.


Fira jadi mengingat kembali ucapan James soal menerima kenyataan jika Henry ditemukan dalam keadaan hidup atau mati. Ia jadi bergidik dan tidak ingin jika kejadian wafatnya Kirsandi terulang kembali kepada Henry. Cukup trauma yang dirasakan Fira saat kepergian Kirsandi dulu, apalagi jika ditambah kejadian hilangnya Henry. Fira menepis pikiran yang tidak-tidak dengan mengucapkan dzikir kepada Allah sebanyak-banyaknya.


Fira membatin, "aku yakin Henry masih hidup. Jika aku kuat pasti Henry di sana berjuang untuk kuat menghadapi badai ini."


***


Dukung author yuk, supaya author semakin semangat lanjutin kisah ini. Mudah aja kok, kalian dukung dengan like, berikan vote dan bintang lima. Jangan sungkan-sungkan untuk berkomentar setelah kamu baca novel Energy Of Love 2. Rekomendasikan novel Energy Of Love ke orang-orang terdekat maupun sosial media. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2