Energy Of Love 2

Energy Of Love 2
Kematian yang Baik


__ADS_3

Seorang yang memiliki masa lalu kelam dan pernah melakukan kesalahan kepada kita, janganlah berbalik menghakiminya. Barangkali berjalannya waktu, terketuk hidayah di hatinya, kemudian ia mengembuskan napas terakhir dalam husnul khatimah, karena Yang Maha Kuasa telah menerima taubatnya. Wallahu alam.


***


Setelah kedatangan Sabrina, Fira kembali kerja di klinik kecantikan serta mengurus Zayn dan Zema. Seharian beraktifitas membuat Fira sangat penat. Waktu kian larut malam, Fira merebahkan diri di kasur. Betapa nyaman saat kepala Fira yang senantiasa berkerudung itu ditaruh bantal empuk.


"Alhamdulillah ala kulli hal. Pegel semua badanku, huuuff!" ucap Fira seraya menghela napas.


Fira mengambil ponsel di nakas. Wanita dengan balutan daster itu ingin bersantai dengan aktif di Enstagram. Bisa dibilang Fira jarang membuka akun Enstagramnya sebab kesibukan di dunia nyata. Meski demikian, pengikut Fira setiap harimakin meningkat-- semenjak foto dua cangkir kopi dikomentari Henry lampa itu. Selama lima tahun, pengikut Fira meningkat jadi tujuh juta lebih tujuh pengikut.


Laman akun Enstagram Fira jarang mengunggah foto maupun video. Bisa dilihat dari hari di unggahan foto dan video yang jauh dan berbeda hari. Kadang tiga hari sekali, bahkan sampai dua minggu sekali. Laman akun Enstagram yang kini berubah nama @maghfiraannisa07 itu berisi pemotretan Fira mengenakan busana muslimah dan hijab ternama. Sisanya, konten untuk klinik kecantikan milik Fira.


Fira tidak pernah mengunggah foto anak-anak dan keluarganya di laman akun Enstagram. Sejak dapat komentar pedas dari sebagian warganet tentang dirinya dan Henry, ia tidak ingin keluarganya juga dikomentari pedas oleh warganet.


Jikalau unggah foto dan video anak-anak maupun keluarganya, akan diunggah dalam cerita Enstagram saja. Itupun kolom komentar di cerita Enstagramnya dimatikan oleh Fira, sehingga orang lain tidak bisa mengomentari cerita Enstagram Fira. Ia pandai memfilter privasi akun Enstagramnya.


Ketika Fira berselancar di jelajah Enstagram, banyak unggahan foto maupun video jutaan pengguna Enstagram. Wanita itu sontak terperangah melihat foto masa kecilnya bersama Rafi di jelajah tersebut. Fira penasaran kemudian ingin tahu soal si empunya foto. Ternyata foto kecilnya bersama Rafi diunggah oleh akun Enstagram @rafijensen11. Ia kian tercengang melihat keterangan foto yang ditulis oleh Rafi.


[Kami sahabatan dari usia 7 tahun. Sudah kedua kalinya--aku ditinggal nikah sama sahabatku ini. Bahagia selalu, Maghfira Annisa.]


Meski Fira telah lama mengenal Rafi, tapi ia tidak mengikuti akun Enstagram Rafi. Justru berbalik pada Rafi yang mengikuti akun Enstagram Fira. Unggahan foto masa kecil Fira bersama Rafi itu menuai lima juta menyukai dan lima puluh ribu komentar. Jemarinya bergulir untuk membuka kolom komentar dari warganet di akun Enstagram Rafi.


@kevinandarapratama


[Sudahlah, Bro Raf! Memang cewek cuma dia? Pasti kamu nemuin cewek yang lebih baik dari dia.]


@rahlinenourashofia


[Ikhlaskan, Bang. Aku tahu persis kisah kalian bertiga. Manusia bisa berencana, tapi Allah yang berkehendak.]


@princess.kentang


[Bang Rafi padahal cocok sama @magdalena.zaskia. Kalau lihat pemotretan baju couple gitu--kalian serasi loh. Walaupun kalian sebatas rekan kerja, kok aku yang baper, yak?]


@gakjulidgakenak


[Ah elah, jangan bucin amat dong, Bang! Dikira cewek di dunia dia doang, apa? Lagian, si Fira janda anak dua, enggak cocok, ah! Abang Rafi cocoknya sama @magdalena.zaskia, selebgram Indonesia yang kuliah di Kanada. Kalian sama-sama berkelas.]


@komunitas.sad.boy


[Welcome to the club, Bro. Sad boy.]


@baperbaperclub


[Lagi jaman, ya, yang bareng bertahun-tahun bakal kalah dengan yang selama ini diam-diam mendoakan di sepertiga malam. Jalur langit enggak main-main manfaatnya. Tegar saja, Bang Raf!]


Fira menghela napas sembari tersenyum membaca beragam komentar dari pengikut akun Enstagram Rafi. Di sana juga ada sepupu perempuan Rafi yang ikut berkomentar, yakni Rahline.


Wajar saja jika Rafi mengunggah seperti itu, Fira tahu pasti berat untuk Rafi untuk mengikhlaskan dirinya. Apalagi Fira dan Rafi bersahabat sejak usia tujuh tahun. Padahal Fira sudah move on dan menganggap Rafi biasa saja.


Fira berselancar di akun Enstagram lainnya, layar ponsel Fira muncul panggilan masuk dari Henry dan lantas terperanjat. Wanita ayu itu duduk dengan hati riang gembira. Ia meninggalkan jelajah di Enstagram dan lekas mengangkat telepon dari Henry.


"Assalamu'alaikum, Fira," sapa Henry.


"Wa'alaikumsalam, Henry," sapa Fira.


"Seharian kita enggak ketemu, ya," ucap Henry.


"Ya, terus gimana? Padahal kemarin kita bisa bertahan lima tahun enggak ketemu, hehehe," ucap Fira.


"Kalau yang kemarin-kemarin beda dong. Kalau sekarang kan aku sudah melamarmu. Kamu lagi apa sekarang?"


"Aku rebahan sambil online Enstagram, santai-santai dululah."

__ADS_1


"Hayo, lagi stalking akun Enstagram aku, ya? Hahaha."


"Idih, ge-er deh! Hahaha. Kalau kamu lagi apa?"


"Aku juga lagi rebahan di sofa sambil nemenin Kak Naomi dan Adik Sakura nonton Drakor."


"Naomi masih nonton Drakor? Pantas jomblo terus dia, hahaha."


"Tahu tuh, kriteria pria idamannya ideal banget. Katanya sih mau dapat suami orang Korea juga, biar bisa meneruskan keturunan."


Fira beranjak dari kasur dan berpindah posisi di dekat jendela kamar. Ia mendongak lantas melihat langit malam terang benderang karena ada bulan purnama. Kemilau bintang-bintang juga turut menghiasi indahnya malam ini.


"Aku sudah bertemu dengan Rafi. Aku beri peringatan ke dia, tapi, ya, gitu deh. Dia tetap ngotot ingin ketemu sama kamu," jelas Henry.


"Tapi, kamu enggak diapa-apain kan sama Rafi?" tanya Fira.


"Alhamdulillah, enggak kok. Dia kayaknya lagi demam, demam ditinggal nikah sama sahabat kecilnya untuk kedua kali, hahaha," jawab Henry sembari bercanda.


"Huuuss, Henry enggak boleh gitu, hehehe. Aku tadi lihat unggahan foto akun Enstagram Rafi sih. Dia unggah foto masa kecilku dengan dia. Ya, kamu lihat sendiri saja."


"Fira, lain kali, kurangi stalking akun Enstagram Rafi. Baiknya, stalking akun Enstagram aku saja, aku ikhlas dan bahagia. Kan aku calon suami kamu."


"Unggahan foto itu terekspos di explore EG. Ya, otomatis aku lihat. Rafi masih simpan foto kecilku dengan dia dulu."


"Doakan Rafi, semoga dia bisa ikhlas dan Allah segera mempertemukan Rafi dengan jodohnya yang sholihah."


"Aamiin."


Fira berdehem berulangkali. Ia lantas membuka jendela kamar supaya dapat menikmati semilir angin malam. Walaupun kamar Fira sudah ada pendingin ruangan, tapi embusan kesegarannya tentu berbeda.


"Hen, sepertinya pas kita nikah nanti, seragam keluarga nambah dua orang," kata Fira.


"Maksudnya?" tanya Henry.


"Hari ini, istri kedua Mas Kirsandi datang ke rumahku. Dia minta maaf sama aku. Ternyata dari pernikahan sirinya dengan Mas Kirsandi punya seorang anak perempuan. Sekarang dia tinggal di rumah karena Ibu yang menolongnya," jawab Fira.


"Pastilah! Wong, dia menunjukkan foto pernikahan sirinya sama Mas Kirsandi."


"Terus, gimana perasaanmu?"


"Jujur, masih berat buat maafin dia kalau ingat dia pernah merebut Mas Kirsandi dari aku. Dengan kehadirannya, terus dia bilang mau menitipkan anaknya sama aku."


"Berarti hatimu belum sepenuhnya memaafkan dia. Sekarang, kamu coba maafin dia deh. Walaupun dia pernah berbuat salah sama kamu, sudah bikin rumah tanggamu dengan Mas Kirsandi renggang, tapi kalau sekarang dia sudah taubat, gimana? Kita tidak tahu seperti apa orang itu? Kalau taubat dan maafnya diterima Allah. Masa kamu berat buat maafin?"


"Iya, ada benarnya juga sih. InsyaAllah, aku belajar memaafkan dia sepenuhnya. Terima kasih, Henry, sudah mengingatkanku."


"Ya sudah, sekarang kamu istirahat. Jam satu dini hari bangun buat salat tahajud biar hatimu lebih legowo lagi. Nah, besok lusa atau hari Senin nanti kita daftarkan diri ke KUA."


"Oh, iya, besok hari Minggu ding. Ya sudah, aku tidur dulu. Kamu juga salat tahajud nanti."


"Selalu sebut namaku dalam doamu kan?"


"Rahasia dong, hihihi."


"Hahaha, iya deh, iya. Assalamu'alaikum, Fira."


"Wa'alaikumsalam, Henry."


Percakapan Fira dengan Henry berakhir. Wanita berkerudung itu lantas menutupi jendela kamar. Ia meletakkan ponsel di nakas. Fira merebahkan diri kembali di kasur dan menarik selimut seraya memeluk guling. Ia tidak ketinggalan berdoa sebelum tidur. Mata bulat bagai mutiara itu mulai terpejam hingga nanti terbuai dalam mimpi indah.


***


"Mbak Fira," lirik Sabrina sembari menepuk pundak Fira yang tengah terlelap dalam tidur.

__ADS_1


Jam dinding di kamar menunjukkan tepat pukul 01.00 dini hari, waktunya untuk salat tahajud. Di waktu yang seperti ini, Yang Maha Esa sedang merindukan seorang hamba yang bangun di sepertiga malam. Doa-doa yang dipanjatkan oleh seorang hamba bisa jadi tepat sasaran atas kehendak-Nya.


Sabrina hati-hati menggoyangkan pundak Fira. Usaha Sabrina tidak sia-sia, Fira menggeliat kemudian matanya mulai terbuka. Fira lantas menoleh ke belakang, ternyata Sabrina duduk di sisi kasurnya. Fira agak berat saat bangun dari tidur dan terhuyung-huyung akibat kelelahan.


"Maaf Mbak Fira, saya lancang masuk ke kamar, Mbak. Saya cuma ingin bangunin Mbak Fira agar salat tahajud," ucap Sabrina.


Fira mulai memperjelas indera penglihatan, Sabrina sudah mengenakan mukena putih. Fira berkata, "oke, enggak apa-apa. Kita salat tahajud sekarang. Terima kasih, kamu sudah membangunkan saya."


Fira dan Sabrina keluar dari kamar. Dua wanita yang pernah dinikahi oleh mendiang Kirsandi itu berjalan menuju ke mushola di dalam rumah. Letak mushola rumah dekat dengan ruang keluarga. Penghuni rumah yang bangun waktu dini hari, hanya Fira dan Sabrina.


Usai Fira mengambil wudu, ia mengenakan mukena kemudian bergegas menggelar sajadah. Sementara Sabrina dengan khusyuk mendirikan salat tahajud. Hati Fira tersentuh rasa iba saat melihat Sabrina. Benar yang dikatakan Henry, Fira harus bisa memaafkan Sabrina sepenuh hati.


Fira mulai mendirikan salat tahajud. Kedua tangannya melakukan takbiratul ihram. Dua wanita yang sama-sama berstatus janda itu hanyut dalam kekhusyukan shalat tahajud. Menghadap ke kiblat, mendekatkan ruh dan hati mereka tertaut pada Sang Pencipta. Masing-masing lisan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an serta doa setiap gerakan shalat.


Salat tahajud telah ditunaikan oleh dua wanita muslimah itu. Fira hendak mengambil Al-Qur'an di lemari, tapi Sabrina lantas meraih tangan Fira. Sabrina menggenggam tangan Fira sembari menundukkan kepala. Isak tangis Sabrina tidak dapat terbendung lagi. Di sisi lain, Fira merasakan tangan Sabrina begitu panas seperti mengalami demam.


"Tolong, maafkan saya, Mbak Fira. Sungguh, saya akui banyak salah terhadap Mbak Fira. Saya pernah membuat Mbak Fira sakit hati di masa lalu. Saya pernah membuat keluarga kecil kalian tidak harmonis karena kehadiran saya," ungkap Sabrina.


Fira, seorang yang tidak tega--akhirnya juga tidak bisa menahan tangisnya. "InsyaAllah, saya sudah memaafkanmu. Saya sudah ikhlaskan yang telah lalu. Sekarang, kita harus menata masa depan untuk anak-anak. Kita doakan Mas Kirsandi, siapa tahu Mas Kirsandi sedang menyaksikan kita malam ini dari alam sana."


"Saya sangat bersyukur dan lega karena Mbak Fira memaafkan saya setulus hati. InsyaAllah, kita doakan Mas Kirsandi di sana," ucap Sabrina. Kini dua wanita itu saling berhadapan dengan tatapan penuh air mata.


"Pasti Mas Kirsandi bahagia melihat kita sudah akur dan saling berdamai."


"Mbak Fira, saya percaya Mbak bisa jadi Ibu buat Alira. Saya mohon, anggap Alira seperti anak Mbak sendiri. Saya rasa, hidup saya hanya sementara."


Fira mengernyit. "Apa maksudmu? Kita besarkan anak-anak bersama, oke."


"Mbak Fira, ajarkan saya salat taubat yang benar. Selama ini saya hanya tahu salat lima waktu, dhuha dan tahajud."


"InsyaAllah."


Fira menjelaskan tentang tata cara salat taubat. Sabrina fokus memperhatikan Fira dengan tatapan pucat. Wajah Sabrina memang putih, tapi kali ini bukan putih alami melainkan putih pucat sedang sakit. Namun Fira sepertinya tidak terlalu memperhatikan kondisi Sabrina.


Hanya dengan penjelasan tentang tata cara salat taubat dini hari itu juga, Sabrina dapat memahami penjelasan Fira. Kini wanita berparas timur tengah itu tidak ingin menunda salat taubat. Sabrina lantas berdiri di atas sajadah.


Fira mulai membaca salah satu surat dari Al-Qur'an. Posisi Fira sedang duduk di belakang Sabrina yang sedang salat taubat. Wanita itu larut dalam kekhusyukan melafalkan ayat suci Al-Qur'an.


Jika hati sudah terpatri oleh ayat-ayat suci Al-Qur'an, hati Fira merasa tenang dan sejuk. Apalagi surat yang dibacanya adalah surat An-Nisa. Sesuai nama belakangnya yang mempunyai arti wanita.


Entah sudah berapa lama Sabrina sujud di atas sajadah? Fira berpikir Sabrina sedang khusyuk memohon ampunan kepada Allah. Namun firasat Fira berkata lain, seperti ada sesuatu yang mengganjal saat melihat Sabrina sujud yang sangat lama.


Fira menghentikan bacaan surat An-Nisa di dalam Al-Qur'an. Ia taruh Al-Qur'an itu ke dalam lemari, kemudian bergegas mendekati Sabrina. Namun kala Fira merangkul kedua pundak Sabrina, tiba-tiba Sabrina terlentang di atas sajadah. Fira sontak terkejut melihat aliran darah segar keluar dari hidung Sabrina. Darah yang mengalir banyak itu hingga mengenai mukena Sabrina.


"Astaghfirullahal adzim, Sabrina!" ucap Fira dengan suara lantang.


Fira bergegas menyentuh dahi hingga tangan Sabrina menjadi dingin, kemudian Fira menyentuh denyut nadi di pergelangan tangan Sabrina, seolah tidak ada lagi denyut nadi.


Fira kembali memastikan kondisi Sabrina dengan menaruh jari telunjuk di hidung Sabrina. Tidak ada tanda pernapasan dari Sabrina. Fira lantas mendekatkan telinganya di dada Sabrina. Pun hasilnya tetap sama.


Fira memeluk erat Sabrina seraya menangis sejadi-jadinya. "Innalilahi wa innailaihi roji'un."


"Ibu, Bapak, Bryan, Lefia!" teriak Fira histeris.


Teriakan Fira mengundang sebagian anggota keluarga. Mereka jadi serentak bangun tidur. Ratih, Fatih, Bryan dan Lefia berlari menuju ke mushola rumah. Mereka menemukan Fira sedang memangku Sabrina yang sudah terbujur kaku.


"Innalilahi wa innailaihi roji'un, Sabrina," ucap Ratih tercengang.


"Biar Bryan yang bawa mobil. Kita cepat-cepat bawa Mbak Sabrina ke rumah sakit!" ucap Bryan.


Fira, Ratih, Fatih dan Lefia bergotong royong membopong tubuh Sabrina. Darah terus mengalir dari hidung Sabrina hingga menetes di lantai. Sabrina dibaringkan pada jok tengah mobil. Fira dan Ratih yang memangku Sabrina. Sementara Fatih di depan sembari menemani Bryan mengemudi mobil.


"Lefia, tolong jagain anak-anak, ya. Jagain juga Alira. Alira sudah saya anggap anak sendiri. Kalau ada apa-apa, langsung telepon saya," kata Fira kepada Lefia dari balik jendela mobil.

__ADS_1


"InsyaAllah, Bu. Saya selalu jagain dan sayangi anak-anak Bu Fira. Hati-hati di jalan, Bu." Lefia mengangguk kemudian melambaikan tangan.


Mobil yang disetir oleh Bryan lantas menyusuri jalan raya. Bryan sengaja meningkatkan kemudi mobil supaya lekas tiba di rumah sakit. Beruntung, dini hari itu sepanjang jalan tampak sepi dari lalu-lalang kendaraan. Sehingga Bryan bisa leluasa mengendarai mobil tanpa adanya hambatan.


__ADS_2