Energy Of Love 2

Energy Of Love 2
Cinta Jarak Jauh


__ADS_3

"Sudah dua Minggu, aku dan Henry kembali ke pekerjaan masing-masing. Aku mengurus salon kecantikan. Henry mengurus perusahaan. Kami belajar membiasakan long distance marriage, bisa dibilang cinta jarak jauh. Meskipun Henry berkunjung ke Excellent Entertainment and Advertising di Semarang, tapi Henry jarang pulang ke rumah karena kesibukkannya," ucap Fira.


"Awalnya, kami merasa berat karena harus cinta ini terhalang oleh jarak dan waktu. Sampai aku kurang berselera makan karena overthinking kepada Henry. Jauh dari Henry, membuatku setiap satu jam sekali mengirim pesan ke Henry. Aku enggak berani menelepon Henry, khawatir menganggunya. Kecuali Henry sendiri yang meneleponku," sambungnya.


"Kalau kalian tahu, seberapa banyak rinduku pada Henry? Tentunya, sulit untuk diungkapkan. Namun aku selalu mendoakan Henry. Berharap kepada Allah untuk selalu menjaga hati dan diri Henry di kejauhan sana. Kadang aku tegar dan kadang aku nangis karena cinta jarak jauh ini. Obat rindu hanya lewat pesan, telepon dan panggilan video. Seperti kutipan dari Henry yang tertulis di buku hariannya, seandainya rindu itu terlihat seperti dedaunan berjatuhan. Pasti kamu akan tahu, berapa banyak aku merindukanmu selama ini."


Fira menghela napas---khawatir, pikiran macam-macam, rindu, gelisah dan pilu menyelimutinya. Padahal dahulu Fira bisa bertahan menunggu Henry selama lima tahun. Namun, kali ini berbeda, karena Fira dan Henry sudah terikat pernikahan. Jiwa dan hati keduanya telah menyatu. Jika berjauhan begini, rasanya hidup ini ada yang kurang.


Yang biasanya, bangun tidur selalu ada senyuman, pelukan dan saling menggoda. Kini, bangun tidur hanya mentari pagi yang menyapa Fira. Yang biasanya, saat tidur ada pelukan hangat dan manja. Kini, saat tidur hanya bisa memeluk guling sembari menitikkan air mata. Yang biasanya, saling bercanda tawa dan berbagi cerita tanpa batas. Kini, canda tawa dan berbagi cerita dibatasi oleh jarak dan waktu.


Raga bisa menyibukkan diri, tapi ada rindu yang membara di dalam hati. Di depan orang lain, wajah Fira bisa mengukir ceria dan terlihat tegar, tapi ia saat dalam kesendirian, ada tangis seraya berdoa untuk kekasih hati.


Fira ingat pesan dari ibu mertuanya, tetap menaruh percaya dan berbaik sangka kepada suami. Jaga komunikasi baik antara suami-istri. Hanya kepada Intan, Fira belajar tentang cinta jarak jauh. Bersyukur, Fira mempunyai ibu mertua seperti Intan. Intan selalu berbagi pengalaman cinta jarak jauh kepada Fira. Karena Intan juga seorang istri dari seorang pengusaha sukses, yakni Lee Hyun Joong atau Abdurrahman Lee.


Mata bulat memakai lensa mata cokelat itu terpaku pada langit biru nan cerah. Walaupun hati Fira sedang berkabut rindu yang tak kunjung temu. Dua mata itu terpejam, Fira mengingat waktu lampau, perseteruan antara Henry dan Rafi. Jauh dari Henry begini, hati Fira kian cemas. Fira khawatir jika Rafi sewaktu-waktu bisa membalas dendam kepada Henry. Hanya dengan kekuatan doa, Fira yakin kepada Allah, Sang Maha Kuasa dapat menjaga Henry di sana.


"Kamu melamun aja, Fir," ucap Naomi. Wanita bermata sipit itu datang di ruang kerja Fira di salon.


Fira berbalik arah, ia tersenyum kepada Naomi. "Biasalah, lagi mikirin adikmu itu."


"Tenang saja, Henry itu enggak bakal macem-macem di sana. Henry itu kalau udah fokus kerja, ya, kerja."


"Aku percaya sama Henry. Cuma, aku jadi kepikiran masalah kemarin, soal Henry dan Rafi."


Naomi duduk di sofa sembari menaruh tas di atas meja. "Berita tentang Henry dan Rafi berantem masih ramai di media. Kalau aku lihat sejauh ini, beragam komentar di IG Henry banyak yang dukung. Justru aku kaget pas lihat IG Rafi diserang oleh netizen."


"Sampai kapan berita itu terus ada? Aku ingin berita tentang Henry dan Rafi lenyap begitu saja."


"Nanti berita itu akan hilang dengan sendirinya. Kalau ada berita viral baru. Kamu tenang saja, Henry dan tim manajernya pasti bisa menghilangkan berita itu."


Fira mengambil dua gelas di meja, kemudian dibukanya kulkas berukuran sedang. Kulkas itu berisi aneka makanan dan minuman dingin. Fira mengambil sebuah botol besar yang berisi air teh dingin. Ditutupnya kembali pintu kulkas. Fira menyuguhkan minuman kepada kakak iparnya itu.


"Badanku remuk semua. Aku ingin pijat dan spa, tapi masih menunggu antrean sebelumnya," kata Naomi. Ia memijat lembut tengkuknya.


"Ditunggu saja. Enggak lama kok. Kamu minum es teh dulu nih. Gimana Excellent di Semarang?" kata Fira.


"Alhamdulillah, baik. Tapi, sepertinya Excellent di sini, perlu pembangunan di Jakarta supaya lebih maju."


"Emm, Henry kayaknya pernah bilang kalau Excellent belum kepikiran untuk buka di Jakarta."


"Mungkin Henry banyak pertimbangan soal ini. Kalau aku sih, ingin membangun Excellent di Jakarta. Sepertinya Henry justru fokus pada pembangunan akademi sepak bola untuk anak-anak."


"Ya, bisa jadi seperti itu. Terus, Henry masih berkunjung di Excellent Semarang?"


"Udah enggak. Henry sekarang fokus ke Excellent Korea kemudian Kanada."


Fira mengangguk. Sementara Naomi menikmati segelas es teh. Rasanya segar kembali setelah minum es teh di siang hari ini. Sedikit meredakan gersang dalam diri Naomi.

__ADS_1


"Mi, aku boleh tanya sesuatu enggak?" ucap Fira.


"Tanya apa?" tanya Naomi.


"Henry kan punya masalah psikologis. Henry trauma dengan konflik berat. Nah, selama mengurus perusahaan, apa di situ ada konflik berat juga?"


"Ada, tapi Henry selalu menghindari konflik berat. Aku, Kim Jae Young dan Raditya justru yang menangani konflik tersebut."


"Menghindari konflik dengan?"


"Tiba-tiba Henry menghubungi kami, Henry kasih tahu kalau dia enggak hadir di Excellent gitu. Kadang alasannya badannya sakit semua. Kadang dia pergi ke mana gitu, untuk menenangkan diri dan pikiran."


"Emm."


"Kalaupun terpaksa Henry menghadapi konflik berat tersebut, dia kayak orang biasa saja. Pria yang tegas, kuat dan bijaksana. Tapi, setelah itu, menghilang entah ke mana?"


"Apa semenjak pertengkaran Henry dengan Rafi, Henry jadi jarang komunikasi sama aku, ya? Apa Henry butuh ketenangan diri?" pikir Fira.


"Bisa jadi seperti itu. Sebenarnya kamu enggak masalah, kalau kamu tetap komunikasi sama Henry, walaupun Henry jarang komunikasi sama kamu. Karena kamu istrinya, kamu harus ada di sampingnya, walaupun kalian jauh."


"Aku cuma enggak mau ganggu Henry."


"Enggak kok. Justru saat Henry yang kamu enggak tahu kondisinya di sana, dengan adanya kabar darimu, itu bisa jadi penyemangatnya. Aku yakin kalau sama kamu, perlahan Henry mulai bisa melawan traumanya."


***


Semenjak Bryan mengenal Anna, ia sering melihat pintu utama. Pria ini selalu berharap jika Anna hadir lagi di kedainya. Sudah lama ia tidak komunikasi lagi dengan Anna. Bryan sengaja menyibukkan diri pada pekerjaan, alhasil perasaannya tetap sama. Yakni mencintai seorang gadis asal Kanada itu.


"Mas Bryan, ada suara telepon di ruangan kerja jenengan tuh," ucap seorang pemuda yang merupakan pegawai kedai.


Bryan terkesiap. "Oh, oke. Saya ke ruangan sekarang."


Bryan sejenak berbicara dengan pegawai lainnya supaya mengawasi kedai ini. Karena kian hari, kedai ini semakin ramai dikunjungi. Di tengah keramaian pengunjung, Bryan mencari celah jalan, ia bergegas menuju ke ruang kerja.


Bryan mengambil gawai di meja kerjanya. Dilihatnya layar gawai ada panggilan tidak terjawab dari Fira. Bryan mendengus, ia kira Anna yang meneleponnya. Di situ juga ada pemberitahuan pesan dari Fira. Jemari Bryan berselancar di aplikasi pesan.


Kak Fira


[Bry, kamu pulang ke rumah, enggak? Soalnya di rumah, Kakak, Ibu dan Lefia lagi masak spesial nih. Ada ayam geprek kesukaanmu loh.]


"Kakakku ini ada saja inisiatifnya. Padahal di berita, Kak Fira, Henry dan Bang Rafi tengah disorot media. Tapi, Kakakku ini hebat, dengan cara masak bersama keluarga sebagai menghibur diri di kala ada masalah," ucap Bryan.


"Terkadang aku ada keinginan untuk menikah. Namun aku masih mengingat prahara rumah tangga Kak Fira dulu, membuatku selalu ingin menjaga Kakak dan keponakanku. Kalau Henry dan Kak Fira lagi masalah, aku jadi enggak tenang. Ya, semoga rumah tangga Kakakku dan Henry selalu baik-baik saja," sambungnya.


Bryan duduk di kursi kerja. Jemarinya mengetik balasan pesan untuk Fira. Bryan jadi tidak tega dengan kakaknya itu. Semenjak jauh dari Henry, Fira kembali tinggal di rumah orangtuanya. Lagi, Bryan selalu menjaga sang kakak dan tiga keponakannya. Waktunya kembali seperti dulu, maksudnya sewaktu Fira masih single mom, jadi Bryan mengambil paruh waktu di kedai. Padahal semenjak Fira menikah dengan Henry, Bryan bisa memiliki waktu penuh di kedai.


Bryan Muhammad

__ADS_1


[Aku pulang sebentar lagi. Kak Fira mau dibawakan kopi latte kah?]


Kak Fira


[Boleh, Bry. Kakak butuh penyegaran dengan minum kopi, hehehe.]


Bryan Muhammad


[Siap, Kak.]


"Sepertinya Kak Fira sedang pusing memikirkan masalah Henry dan Bang Rafi. Maafkan aku, Kak, aku belum bisa bantu Kakak. Tapi, suatu saat ada apa-apa, aku akan menolong Kak Fira."


Kini jemari Bryan berselancar di akun Instagram miliknya. Bryan melihat beberapa unggahan foto yang lewat di berandanya. Ada pula unggahan foto Fira bersama Henry dan anak-anak sewaktu berlibur ke Korea Selatan. Bryan senang karena kakaknya ini kembali percaya diri menampilkan keluarga di Instagram. Terlepas dari komentar pedas netizen, dengan mengunggah momen kebersamaan keluarga, Fira mulai terbuka terhadap publik.


Bryan juga melihat akun Instagram Henry, tapi unggahan foto terakhir masih foto liburan ke Korea Selatan dan Kanada. Tampaknya kakak iparnya sibuk dengan perusahaannya. Apalagi Henry jarang pulang ke rumah. Karena tidak mungkin untuk bolak-balik dari Korea, Kanada ke Indonesia. Tentu itu akan menguras energi dan waktu.


Namun Bryan dikejutkan dengan unggahan foto dari akun Instagram Anna. Bryan terbeliak melihat foto terbaru Anna bersama dua teman perempuan. Di sana Anna sedang berlibur di Paris, karena di belakang Anna ada menara Eiffel. Lebih mengejutkannya lagi, Anna cantik mengenakan hijab pashmina.


Bryan memainkan jemari untuk menilik unggahan foto Anna sebelumnya. Bryan sudah lama tidak komunikasi dengan Anna, sontak tidak menyangka jika Anna menjadi mualaf. Buktinya unggahan video Anna sedang mengucapkan dua kalimat syahadat dibantu oleh seorang ahli agama. Di video tersebut, juga disaksikan para jemaah masjid di Kanada. Foto-foto Anna sebelum mualaf, juga telah tiada, sepertinya Anna sudah menghapus foto-foto itu.


Hati Bryan berdebar-debar saat melihat pujaan hatinya mantap memeluk agama Islam. Disentuhnya dada yang bergetar itu. Bryan melihat banyak komentar dukungan dari pengikut Anna di Instagram. Tak jarang, mereka juga memuji kecantikan Anna memakai hijab. Antara senang dan terharu, itu yang tengah dirasakan oleh Bryan.


"Masyaallah, kenapa Anna tambah cantik begini? Rasanya ingin aku halalkan dia, uwu," seru Bryan. Ia loncat-loncat sambil berjoget.


"Ada apa, Bos? Siapa yang mau dihalalkan? Ciiyyyee," goda seorang pemuda yang merupakan pegawai kedai.


Bryan tidak sadar jika pintu ruangan terbuka. Sehingga beberapa pegawai lewat di sana. Bryan sontak salah tingkah dan tersipu-sipu. Beberapa pegawai tertawa kecil melihat tingkah aneh Bryan.


"Kepo, ah, kalian. Sana, pada kerja!" tegur Bryan.


"Kayaknya Mas Bryan bakal menikah tahun ini, guys," ucap seorang gadis yang merupakan pegawai kedai.


"Hihihi, benar juga, ya. Dari tingkahnya aja kayak lagi kasmaran," ucap lainnya.


"Kami dukung Mas Bryan kalau mau nikah. Pokoke maju terus pantang mundur, Mas Bry!"


Bryan menggaruk tengkuk. "Ah, kalian ini, mau dinaikin gaji juga, ya, hahaha."


Antara bos dan pegawai kedai bagaikan teman dekat. Mereka tertawa bersama. Tidak ada yang dibedakan, semuanya sama. Mereka tidak canggung mengajak canda tawa bersama Bryan sembari melepaskan penat dari pekerjaan. Bryan juga santai menanggapi canda tawa mereka.


Mungkin raga bisa menyembunyikan rasa gembira, tapi hati tidak bisa menahan gembira. Hati Bryan bagai bunga mewangi bermekaran di tengah taman. Melihat Anna menjadi mualaf, Bryan memiliki peluang untuk memperjuangkan cintanya untuk Anna. Bryan tidak lupa bersyukur kepada Allah karena Anna tela menjemput hidayah dari-Nya.


***


Bagaimana tanggapanmu setelah membaca novel ini? Komentar di bawah ini yuk. Diharapkan untuk memberi komentar tentang novel ini. Supaya penulisnya tahu dan kenal ulasan dari setiap pembaca sebenarnya.


Yuk, dukung terus novel Energy Of Love 2 karya Famala Dewi ini. Bagaimana cara dukungnya? Dengan cara sukai (like), vote, dan kasih rating (bintang 5). Supaya authornya ini semangat lanjutin kisah ini sampai tamat. Rekomendasikan novel Energy Of Love 1 dan 2 ini ke keluarga, sahabat dan kerabat kalian, ya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2