Energy Of Love 2

Energy Of Love 2
Separuh Jiwaku Hilang


__ADS_3

Fira hanya bisa berbaring lemas sembari melihat foto-foto dirinya bersama Henry di layar gawai. Wanita itu masih dirawat di rumah sakit. Cairan infus selalu mengalir ke dalam aliran uratnya. Dua mata bulat Fira sayu. Jemarinya terus menggeser foto-foto di galeri. Fira tidak ada semangat hidup tanpa suaminya. Walaupun air matanya mulai mengering, tapi hatinya tetap mengerang.


Terasa berat bagi Fira untuk menerima kehilangan Henry. Pertama, Fira pernah kehilangan Kirsandi untuk selamanya. Duka itu cukup membuat Fira depresi. Pemulihan dari depresi tidak berlangsung kilat. Butuh waktu lama, Fira bisa bangkit dari keterpurukan. Kedua, sekarang Fira kembali diterpa ujian atas hilangnya Henry, yang belum diketahui sebab hilangnya suaminya itu. Namun duka dan pilu kembali ke dalam hidup Fira. Ia jadi tidak ada gairah untuk menjalani hidup.


"Ya Allah, seharusnya Engkau juga hilangkan hamba, jika suami hamba hilang. Hamba tidak berdaya jika kehilangan suami untuk kedua kalinya," lirih Fira.


Ingatan Fira kembali pada masa awal ia kenal dengan Henry lampau itu. Bermula dari Fira dan Henry menjadi anggota grup motivator. Waktu itu, Fira hendak memeriksakan diri di rumah sakit. Statusnya Fira masih menjadi istri Kirsandi.


Wanita muda itu duduk di ruang tunggu sambil menunggu namanya dipanggil suster. Seraya menunggu antrean periksa ke dokter, jemari Fira berselancar di WhatsApp. Ia melihat isi pesan-pesan di grup motivator dan hijrah.


Fira dikejutkan dengan sebuah pesan WhatsApp dari seseorang yang tidak memakai foto profil. Dibukanya isi pesan WhatsApp seseorang tersebut. Fira mengernyit, ternyata ada seorang pemuda yang memperkenalkan diri kepadanya.


+62857******


[Assalamu'alaikum, apa ini nomor WA Mbak Fira?]


Maghfira Annisa


[Wa'alaikumsalam, iya, saya Fira. Kamu siapa?]


+62857*****


[Saya Henry, Mbak. Saya ingin kenal sama salah satu motivator, hehe. Ternyata Mbak Fira juga anggota grup kucing juga, ya.]


Maghfira Annisa


[Eh, kamu juga, ya? Saya gabung di grup kucing karena suka kucing sih. Yang gabungin malah Indria.]


+62857******


[Temenan sama Indria juga, ya, Mbak?]


Maghfira Annisa


[Alhamdulillah, iya. Masih satu grup hijrah gitu. Kamu kenal Indria?]


+62857******


[Saya dan Indria teman satu kelas.]


Maghfira Annisa


[Oh, kamu masih sekolah?]


+62857******


[Hehehe, saya masih SMA, Mbak.]


Maghfira Annisa


[Oh, gitu. Hmm, sudah dulu, ya. Saya mau ke ruang periksa.]


+62857******


[Oke, Mbak. Semoga lekas sembuh.]

__ADS_1


Setelah mengingat itu semua, Fira jadi ingat waktu dirinya memarahi Henry. Henry membuat kesalahan karena menendang bola ke Zayn, menyebabkan Zayn jatuh ke tanah hingga menangis.


Namun yang membuat Fira malu ketika mengingat dirinya nekat menemui Henry ke SMA Negeri 3 Semarang. Pada saat itu, Fira stress dengan sikap Kirsandi yang memperlakukan rendah terhadap istri. Bahkan Kirsandi bersikeras untuk menikah lagi dengan wanita lain.


Fira bingung harus ke mana lagi untuk meluapkan emosinya. Ternyata mobil yang dikemudikan Fira mengarah pada SMA Negeri 3 Semarang. Berharap mendapatkan ketenangan di sana. Namun nyatanya, yang Fira dapat adalah Henry tidak ingin mencampuri urusan rumah tangga orang. Masa-masa itu Fira ingin menyerah hidup. Ia merasa tidak ada seorang pun yang mengerti perasaannya.


Bertahun-tahun tanpa komunikasi lagi dengan Henry. Fira tidak menyangka akan dipertemukan kembali dengan Henry di sebuah restoran, tempatnya bekerja. Waktu itu, Fira menyandang status sebagai janda muda beranak dua. Fira juga terakhir bekerja di restoran itu. Lagi-lagi Fira tercengang bahwa Henry merantau ke Singapura, sama seperti dirinya. Walaupun pada saat itu Fira belum ada rasa terhadap Henry. Ia masih menganggap Henry sebagai teman yang usianya di bawahnya.


Fira sadar dari lamunan. Wanita berbalut pakaian rumah sakit itu mengubah posisi tidurnya ke kanan. Ia menghela napas. Pandangannya kembali ke layar gawai untuk melihat foto-foto dirinya bersama Henry. Fira baru ingat yang pernah dikatakan Kirsandi, bahwa Fira akan menemukan seorang pria yang membuat bahagia Fira dan anak-anak. Dan Henry-lah orangnya.


"Banyak kenangan yang kamu buat sewaktu kita di Singapura. Kita makan es krim di Garden By The Bay. Kamu membawaku ke rumah sakit saat aku kepikiran kamu dan Rafi sama-sama mencintaiku. Gara-gara kepikiran, aku jadi sakit. Kita bertemu di taman anggrek bersama kucing masing-masing," ucap Fira.


"Aku mulai jatuh cinta sama Henry saat jawaban istikharah mengarah padanya. Aku berusaha meyakinkan diri atas jawaban istikharah, karena istikharah tidak dilakukan sekali saja. Memantapkan hati berulang kali, supaya aku tidak salah pilih pendamping hidup. Ternyata keluargaku juga memilih Henry. Termasuk Zayn yang ingin menjadikan Henry sebagai Papa sambungnya," lanjutnya.


"Namun perjalanan cinta tak seindah yang kita bayangkan. Di tengah-tengah, ada saja ujian yang dapat menggoyahkan iman. Kita pernah menjalani lima tahun tanpa komunikasi dan bertemu. Namun cintaku padamu yang membuatku teguh menantikanmu. Apa aku harus kembali menjalani hidup tanpamu saat ini? Henry, separuh jiwaku hilang."


Seorang suster masuk ke dalam kamar inap, tempat Fira dirawat. Suster itu membawa makanan dan minuman untuk pasiennya. Perempuan muda itu tidak lupa menyapa Fira. Namun Fira justru menunjukkan ekspresi datar. Setelah menaruh makanan dan minuman di nakas, suster itu pamit kepada Fira. Sementara Fira hanya mengangguk.


Fira melihat makanan dan minuman yang menggunggah lambung. Namun mengingat hilangnya Henry, selera makannya jadi hambar. Pikiran Fira jadi macam-macam tentang suami keduanya itu. Fira perlahan duduk, supaya dapat mengambil makan. Mau tak mau ia harus makan, karena ada calon bayi yang butuh nutrisi dari mamanya.


"Henry, kamu di mana? Kamu lagi sama siapa? Kamu sudah makan atau belum? Kalau kamu sudah makan, makan dengan lauk apa? Apa kamu di sana sakit? Apa kamu di sana merindukanku? Aku harus kuat demi anak-anak kita. Namun aku lemah tanpamu," ungkap Fira. Ia tidak bisa membendung air mata.


Fira agak mendongak. Sorotan mata Fira seketika tajam." "Pria yang pernah menikahiku, cukup Mas Kirsandi dan Henry. Walaupun dua pria itu mempunyai karakter yang berbeda, tapi keduanya sayang terhadap anak-anak. Di dunia ini langka sekali, ada pria yang mencintai dan menyayangi anak-anak. Dan menjadi idola anak-anak adalah Ayah dan Papa."


Di ruangan sunyi ini, Fira berkesempatan untuk meradang sendiri. Betapa pilunya, jika tidak tahu kabar dari suami yang hilang. Fira dan Henry tidak hanya raga yang menyatu. Namun napas dan hati keduanya telah menyatu. Pernikahan berlandaskan cinta karena Allah-lah yang mempersatukan keduanya.


***


"Assalamu'alaikum, Fira," sapa Citra.


Citra duduk di samping kasur. Ia menaruh sepaket buah-buahan di nakas, kemudian Citra menggenggam Fira. Wanita berpakaian syar'i itu iba melihat sahabatnya berbaring lemas di kasur. Tentunya kehilangan Henry membuat Fira terpukul hingga ia jatuh sakit. Karena pelengkap sepanjang hidup istri adalah suaminya. Begitu pula dengan suami.


Wajah Fira yang ayu, kini menjadi sayu dan pucat. Bibirnya pun jadi kering dan pecah-pecah. Sorotan matanya terlihat tidak ada semangat untuk hidup. Citra lantas melihat sisa makanan yang terdapat di tempat makan. Tampaknya Fira hanya makan dengan porsi sedikit.


"Mau makan buah, enggak?" tanya Citra.


"Aku enggak selera makan, Kak," jawab Fira.


"Kamu harus makan. Kamu lagi hamil kan? Biar bayimu juga ikut makan."


Fira lantas memalingkan muka dan menatap kaca jendela. "Kalau aku makan, apa Henry di sana juga makan?"


"Justru Henry akan sedih kalau tahu istrinya enggak selera makan. Henry di sana pasti kuat dan berjuang untuk hidup."


"Apa mereka sudah menemukan Henry?" Fira menoleh ke Citra dengan tatapan mengiba.


Reza dan Raditya hadir di tengah-tengah dua wanita ini. Di sana tidak hanya Reza dan Raditya, ternyata di belakangnya ada seorang pria bertubuh tinggi besar. Fira seketika ingat kembali kepada sosok pria yang pernah ia dan Henry temui di bandara. Ya, Fira dan Henry pernah menuduh pria itu mengambil cincin kawin Fira. Sontak membuat Fira terkejut dengan kehadiran sosok pria itu.


"Kami memang belum menemukan Henry. Tapi, kami akan berusaha mencari bukti kuat supaya Henry bisa ditemukan. Sekaligus mencari dalang di balik hilangnya Henry," jelas Reza.


"Saya dan Pak Reza membawa seorang detektif profesional. Dia bernama Ammar Rahesa. Mari Mr. Ammar diperkenankan untuk masuk ke dalam ruangan," ucap Raditya. Ia menyuruh sosok pria berparas sangar itu masuk ke dalam ruangan.


Ammar sama sekali tidak terkejut dengan Fira. Justru ia meringis sambil menatap tajam Fira."Oh, jadi ini klien saya. Saya ingat waktu itu, suami-istri ini pernah menuduh saya mengambil cincin istrinya. Kalau saya tahu klien yang seperti ini, rasanya enggan untuk menolongnya."


"Jangan seperti itu, Mar! Fira sedang kena musibah. Oke, kalau kamu masih jengkel ingat kejadian itu. Sekarang, kamu sebut biaya yang kamu inginkan supaya bisa menyelidiki kasus menghilangnya Henry," sela Reza.

__ADS_1


"Saya ingin Nyonya itu minta maaf ke saya. Karena dia dan suaminya hampir menjatuhkan reputasi saya," kata Ammar.


"Saya dan suami saya sudah minta maaf ke Anda waktu itu," ujar Fira.


"Saya enggak mau tahu."


Fira menghela napas, ia geram terhadap Ammar. Ingin rasanya berdebat mulut dengan pria berambut pirang itu, tapi sakit Fira kini tak mampu melawan siapapun. Fira pun mengalah dan menunduk. Sementara Ammar hanya tersenyum menyeringai melihat wanita itu lemah tidak berdaya.


"Saya dan mewakili suami saya minta maaf kepada Mr. Ammar karena telah menuduh Anda mengambil cincin kawin saya waktu itu. Saya harap Mr. Ammar dapat menerima maaf saya. Saya juga minta bantuan untuk menemukan suami saya lagi," ungkap Fira memelas.


"Heh, jadi wanita jangan cengeng dong," cibir Ammar.


Mendengar ucapan Ammar, Fira sontak mendongak. "Apa maksud Anda?"


"Lupakan tentang minta maaf tadi. Saya sudah memaafkanmu dan suamimu. Tadi saya hanya mengetes apakah Anda orangnya gengsi atau tidak."


"Kurang ajar nih, orang," batin Fira menggeram.


"Gini, ya, suami Anda hilang kan? Orang kalau hilang itu dicari bukan ditangisi terus. Percuma, jika saya membantu Anda menilik kasus ini, kalau Anda sendiri lemah," ungkap Ammar.


"Anda enggak tahu perasaan seorang istri yang suaminya entah ke mana? Sedang apa? Sama siapa? Sakit dan nyeri di hati. Rasanya udah enggak ada semangat hidup," hardik Fira.


"Oh my God, perempuan selalu memakai perasaan. Begini Nyonya Fira, maksud saya, kalau Anda terus-menerus lemah, bagaimana Anda bisa menemukan suami Anda? Hei, Anda cinta kan pada suami Anda? Anda tidak hanya mengandalkan orang lain untuk membantu, tapi Anda sendiri pun bisa berkorban untuk menemukan cinta Anda. Tolong, kerjasama dengan saya dan teman-teman detektif saya. Kalau Anda lemah, saya dan teman-teman tidak bisa berbuat apa-apa."


Fira mulai tersulut emosi. Namun Citra lantas mengelus punggung tangan Fira supaya sahabatnya dapat tenang. Ammar geram terhadap Fira yang belum paham maksudnya. Saking geramnya, Ammar meremas rambut dengan ikat rambut yang hampir longgar.


"Maksud Mr. Ammar itu kamu istri Henry. Kamu pasti tahu tentang Henry. Seperti, siapa saja yang memusuhi Henry? Riwayat hidup Henry seperti apa? Dan sebagainya. Kalau kamu kuat, tim detektif dan polisi akan meminta informasi ke kamu terkait Henry. Mas Reza, Mr. Ammar dan lainnya bekerjasama untuk menyelidiki kasus ini. Mencari bukti kuat supaya tepat menangkap otak di balik hilangnya Henry," jelas Citra.


"Nah itu Nyonya Citra sudah menjelaskan. Tinggal Nyonya Fira yang bisa berpikir jernih," sela Ammar.


"Banyak kejanggalan dalam kehidupan Henry," ungkap Fira.


"That's good. Ini yang saya sukai! Saya suka dengan kejanggalan yang perlu kita kupas. Namun syaratnya adalah ..."


"Apa syaratnya?" tanya Fira.


"Tim detektif membutuhkan biaya yang cukup besar. Bahkan kami juga perlu menyamar sebagai orang biasa, supaya lancar menjalankan aksi penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti kuat," jawab Ammar.


"Berapa bayaran yang Anda minta? Jumlah besar pun tidak masalah bagi saya. Asalkan suami saya bisa ditemukan."


"Tidak mahal, cukup sediakan sepuluh juta dolar, kami akan menjalankan tugas secara profesional."


"Saya terima kerjasama dengan Anda dan teman-teman detektif."


Fira dan Ammar sepakat untuk bekerjasama mencari bukti-bukti hingga Henry. Yang dikatakan Ammar dan Citra itu benar, Fira harus bisa memulihkan kondisi. Ia harus kembali bangkit dan kuat supaya Henry cepat ditemukan. Pada intinya, energi cinta harus bisa melawan badai yang terus menghantam tanpa diduga. Fira juga harus menumbuhkan kembali energi cinta dari hati dan jiwanya. Agar energi cintanya dapat menyatu kembali dengan Henry.


***


Maafkan author jika update-nya lama. Karena kondisi author yang masih mual karena hamil. Semoga kalian tidak bosan menunggu update Energy Of Love 2. Sekali lagi author minta maaf.


Mendukung karya author juga sederhana kok. Dukung dengan like, berikan vote, rating bintang 5 dan komentar setelah membaca Energy Of Love 2. Jangan sungkan-sungkan untuk berkomentar, ya. Tapi, komentar yang benar-benar baca novel ini, bukan promosi, hehehe. Biar authornya bisa kenal readers setianya siapa saja?


Info tentang novel bisa lihat di sosial media official:


Instagram @kdjfamala07 dan @energyoflovebyfml

__ADS_1


__ADS_2