
Tidak terasa tiga puluh tujuh Minggu usia kehamilan Fira. Henry dan Fira sudah kembali ke Semarang sejak usia kehamilan Fira tujuh bulan. Untuk saat ini Henry, Fira dan tiga anaknya tinggal di rumah orangtua Henry. Suami-istri itu tengah merapikan perlengkapan bayi untuk dimasukkan ke dalam koper. Walaupun hari perkiraan lahir masih beberapa hari lagi, tapi Fira menyiapkan perlengkapan bayi dan dirinya dari sekarang.
Henry antusias menjelang persalinan sang istri. Pria itu sementara waktu memilih menjadi suami siaga untuk Fira. Seabrek pekerjaannya bisa diserahkan kepada Naomi, Kim Jae Young dan Raditya.
Henry gemas melihat baju-baju bayi yang imut nan lucu berbagai warna. Fira tertawa kecil melihat suaminya seolah tidak sabar menyambut buah hati keduanya. Apalagi jika Henry melihat kaos tangan dan kaki bayi yang imut itu, tidak sabar baginya untuk menimang si kecil. Fira bersyukur karena Henry berubah membaik semenjak jadi papa siaga.
Pandangan Henry mengarah pada jendela kamar. Cuaca di Semarang sedang cerah pagi ini. Henry hanyut dalam lamunan dan teringat pada peristiwa yang hampir membuatnya kehilangan nyawa. Ia tidak bisa membayangkan apa jadinya jika waktu itu tidak ada air sungai, Lucky dan teman-temannya yang menolongnya.
"Sejak kejadian yang mengenaskan di Kanada itu, yang sebelumnya aku memiliki trauma, tapi waktu itu aku bisa melawan trauma menghadapi konflik. Mereka yang membakar wajahku, membuat aku sadar bahwa aku harus mengingat Allah dan bertahan hidup untuk istri dan anak-anakku. Barangkali dari kejadian itu pula, Allah sedang melatihku untuk menghadapi ujian dengan bangkit bukan terpuruk. Bisa menyadarkanku bahwa pertolongan dari Allah itu nyata, agar aku semakin dekat kepada-Nya," batin Henry.
"Aku masih ingat sedikit, wajahku disiram minyak tanah, kemudian dipaksa untuk jalan di dalam karung, tanganku terikat oleh tali dan mulut serta mata ditutupi oleh kain. Mereka yang dengan teganya menyulutkan api di hadapan wajahku dan meninggalkanku tanpa merasa berdosa. Dari situ aku bisa peka terhadap rintangan yang kuhadapi, betapa pedih dan panasnya wajahku saat terbakar, tapi aku bisa merasakan jika di sampingku terdapat aliran sungai. Cepat-cepat aku rendam wajahku yang telah tertutup karung ke dalam air sebelum menjadi parah. Alhamdulillah, aku ternyata membawa tisu dan tasbih di saku celana. Kuusap sedikit tisu di wajah yang berdarah dan sengaja aku meninggalkan tasbih di pinggir sungai supaya aku meninggalkan jejak. Wajahku memang terbakar tapi ada Allah yang menolongku dengan perantara air sungai, Lucky dan teman-temannya," lanjutnya.
"Wajahku terbakar di dunia panasnya bukan main. Mungkin ini sedikit gambaran jika panasnya neraka bisa lebih dari itu. Ini jadi semakin mengingatkanku kepada akhirat. Bisa jadi dalam diriku masih ada sedikit sombong karena wajahku yang rupawan, kemudian Allah kasih peringatan untukku. Dari ujian yang telah aku lewati bersama istriku, Allah ingin mengingatkan kita bahwa apapun kesuksesan yang kita raih, kekayaan yang kita miliki, jangan lupakan Allah. Jangan terlena dengan duniawi hingga menjadi sombong dan meninggalkan agama. Jika ada sesama manusia masih mengingatkan atau menasihati kebaikkan, terimalah dengan lapang dada, bersyukurlah masih ada yang mengingatkan kebaikkan untuk kita. Jika Allah yang memberi peringatan, adalah tamparan bagi kita untuk bertaubat. Bersyukur karena Allah masih kita kesempatan hidup dan menolong kita dari kesusahan. Di balik ujian pasti ada hikmahnya."
Henry menghela napas. Ia menyadari semua kesuksesan, kekayaan dan rupawan hanya titipan dari Allah. Begitu juga istri dan anak-anaknya adalah amanah yang harus dijaga. Henry kepala keluarga, punya tanggung jawab dalam urusan dunia maupun akhirat untuk istri dan anak-anaknya. Menikah bukan hanya menyatukan sepasang insan yang saling mencintai tapi juga membimbing keluarga ke jalan Allah.
Semenjak menghadapi ujian kemarin, kejiwaan Henry berubah drastis, tidak lagi merasa sakit, depresi dan emosi. Ia jadi bisa melawan kejiwaannya yang sakit dengan sikap dewasa, bijak, sabar, bangkit dan ikhlas. Henry sadar dirinya kepala keluarga yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Dalam dirinya ada kemauan untuk berubah jadi baik dan sehat.
"Mas Henry, kenapa melamun?" tanya Fira.
"Aku sedang merenungkan diriku," jawab Henry.
"Oh, gitu."
Henry menatap Fira dengan serius. "Sebentar, barusan kamu panggil aku apa? Mas Henry?"
"Bukannya Mas Henry inginnya dipanggil seperti itu?" Dua alis Fira berayun-ayun seakan menggoda suaminya.
"Nah, gitu dong. Kan enak dipanggil Mas Henry, jadi benar-benar kelihatan suami berwibawa gitu. Kalau kamu manggil Henry, kesannya aku ini adikmu atau temanmu."
"Hehehe, iya, Mas Henry tercinta. Ya Allah, tiba-tiba di bagian bawah sini nyut-nyutan, ya. Apa si adik mau lahiran sekarang?"
"Eh, ya, sudah, kamu duduk di kasur dulu. Aku panggilkan Lefia dan Pak Irwan biar kita ke rumah sakit sekarang."
Henry lantas beranjak dari kasur. Ia buru-buru membuka pintu kamar. Sepasang mata sipitnya celingukan seakan mencari orang-orang di rumah. Dari kejauhan, kebetulan Lefia sedang mengangkat keranjang pakaian yang hendak dicuci.
"Lefia, buruan panggil Pak Irwan sekarang! Siapkan mobil. Kayaknya Fira mau melahirkan nih," perintah Henry.
Lefia lantas tercengang kemudian menoleh ke Henry. "Eh, masyaallah, Bu Fira mau melahirkan. Siap Pak Bos!"
Mendengar teriakkan Henry, Intan dan Lee Hyun Joong berlari kecil menuju ke kamar Henry. Ketika Henry kembali ke kamar, Henry dikejutkan dengan rembesan air bening dari celana kulot yang dikenakan Fira. Intan dan Lee Hyun Joong tidak kalahnya terkejut melihat menantunya itu.
"Air ketubannya merembes itu. Ayo ke rumah sakit sekarang!" ucap Intan.
"Iya, Mam," kata Henry panik.
"Fira masih bisa jalan, Mam," ujar Fira.
Saking paniknya, Intan mencegah Fira berdiri. "Biar Henry yang gendong kamu, ya. Khawatir gimana-gimana lagi. Mami dan Papi bawakan koper kalian."
Intan dan Lee Hyun Joong membawa satu per satu koper. Sementara Henry menggendong Fira, air ketuban tetap mengalir dari celana kulot yang dikenakan Fira. Henry tidak mempedulikan itu, dipikirannya sekarang Fira harus tiba di rumah sakit tepat waktu. Untung saja kamar Henry berada di lantai dasar, jadi tidak perlu turun dari tangga.
Irwan tepat waktu memakirkan mobil di depan rumah megah itu. Supir kepercayaan Henry itu lantas membuka pintu mobil di bagian jok tengah. Henry pelan-pelan menaruh Fira di jok tengah, kemudian ia dan maminya masuk ke dalam mobil. Sementara Irwan bergegas memasukkan dua koper ke bagasi mobil. Lee Hyun Joong duduk di jok depan bersama Irwan. Sebelum pergi, Intan membuka jendela mobil supaya bisa berbicara dengan Lefia.
"Lefia, nanti kamu sama supir lain buat jemput Zayn, Zema dan Alira. Setelah itu, menyusul ke rumah sakit. Oh, iya, jangan lupa bawakan pakaian Henry," ujar Intan.
Lefia sesekali mengangguk. "Nggeh, Nyonya Intan."
Kini mobil yang dikendarai oleh Irwan pergi dari rumah. Seorang satpam bergegas membuka pagar seraya memberi penghormatan kepada majikannya. Mobil dengan kecepatan agak tinggi itu menyusuri jalanan menuju ke rumah sakit.
***
Mobil Alward itu berhenti di depan Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang. Henry lantas membuka pintu mobil, kemudian ia turun dari mobil, secara pelan-pelan Henry menggendong sang istri. Wajah Fira jadi pucat menahan kontraksi yang semakin menjadi. Melihat aksi Henry yang menggendong Fira, dua perawat bergegas menyiapkan kasur dorong. Fira hati-hati merebahkan diri di kasur dorong. Fira menarik napas kemudian mengembuskannya supaya dapat mengontrol kuatnya kontraksi rahim.
Intan dan Lee Hyun Joong menyusul Henry dan Fira seraya menggeret koper. Di sisi lain, selama dua perawat mendorong kasur, di situ Fira mencengkeram kuat lengan Henry. Henry melihat Fira tidak tahan dengan kontraksi secara terus menerus. Seorang perawat menuntun Fira menarik napas kemudian mengembuskannya dan tetap tenang mengalami gelombang cinta dari buah hati.
Ketika seorang suster membuka pintu ruang bersalin, tiba-tiba terdengar suara air ketuban pecah yang dialami Fira. Fira semakin merintih mengalami gelombang cinta yang diberikan buah hati di dalam rahimnya. Lengan Henry menjadi lecet akibat cengkeraman Fira terlalu kuat. Fira dan Henry masuk ke dalam ruang bersalin. Suster tadi menutup pintu ruang bersalin. Di depan ruangan, Intan dan Lee Hyun Joong hanya bisa menunggu seraya berdoa untuk keselamatan Fira dan bayinya.
Henry mendampingi Fira yang tengah merintih di kasur persalinan. Fira masih mencengkeram lengan Henry. Seorang bidan memasangkan selang oksigen ke hidung Fira dan dua suster menutup perut hingga kaki Fira dengan selimut. Dua kaki Fira diangkat oleh bidan dan ditaruh di penyangga kaki supaya jalan lahir bisa terbuka. Tidak lama kemudian, seorang pria yang merupakan dokter kandungan hadir di tengah-tengah mereka. Dokter kandungan dengan segala kesiapan untuk membantu Fira melahirkan bayi.
"Ibu ini sudah pembukaan lengkap. Bu, sekarang boleh mengejan, ya. Jangan lupa tarik napas kemudian hembuskan," perintah dokter kandungan itu.
"Ucapkan laa haula wala quwwata illa billah, minta kekuatan kepada Allah. Semangat sayangku!" ujar Henry.
"Laa haula wala quwwata illa billah. Hasbunallah wanikmal wakil. Nikmal maula wanikman nasir," ucap Fira dengan lantang. Ia seraya mengejan dengan arahan bidan.
__ADS_1
"Kepalanya adik bayi mau keluar nih, Bu. Ayo Bu, semangat sebentar lagi ketemu adik bayi!" Dokter itu selalu memberikan dukungan kepada Fira.
Fira kembali menarik napas panjang lalu mengembuskannya. "Allahu Akbar!"
"Semangat, Bu. Adik bayinya sebentar lagi keluar." Lagi-lagi dokter itu memberi semangat kepada Fira. Fira dengan sekuat tenaga untuk mengejan dan ingin segera bertemu dengan sang buah hati.
Suara tangisan bayi terdengar lantas membuat Henry semringah seraya menangis haru. Dokter itu berhasil menggendong bayi imut nan lucu yang masih berlumuran darah dan lendir. Henry mencium kening Fira. Pria itu tidak henti-hentinya bersyukur kepada Allah karena istri dan anaknya selamat dan serta sehat. Fira terenyuh sembari menangis bahagia melihat si kecil lahir di dunia dengan selamat dan sehat.
"Alhamdulillah, selamat, Pak, Bu, adik bayinya perempuan. Cantik dan lucu," ujar dokter itu.
"Selama di USG, adik bayi selalu menyembunyikan jati dirinya, ternyata pas lahir adik bayi bikin surprise untuk kita. Alhamdulillah, terima kasih, ya Allah. Terima kasih istriku telah melahirkan buah hati kita," ungkap Henry.
Setelah bayi mungil itu dibersihkan dan ditimbang, seorang bidan meletakkan bayi perempuan di dada Fira, agar bayi itu bisa melakukan inisiasi menyusui dini. Kini kebahagiaan Henry dan Fira terasa lengkap dengan kehadiran anak perempuannya. Fira merasakan kehangatan saat sang putri berada di pelukannya. Keinginan Fira untuk mempunyai anak perempuan dari rahimnya kini tercapai. Henry gemas dan terus mencium pipi putri pertamanya.
"Ibunya tenang saja selama proses pembersihan sisa melahirkan di dalam rahim dan penjahitan v*gina, ya," ucap seorang bidan.
"Iya, Bu bidan," kata Fira.
"Matanya kayak aku, sipit, hehehe," ucap Henry.
Fira sebentar-sebentar menatap suaminya kemudian putrinya. "Iya, kan kamu Papanya. Lucu, ya."
"Tapi, hidungnya kayak kamu."
"Allah itu adil sama kita. Jadi, si dedek namanya siapa nih, Pa?"
"Kalau perempuan namanya Khadijah Grizelda Euna Lee. Khadijah itu aku ingin putriku menjadi wanita dermawan dan rendah hati meskipun bergelimang harta, kemudian selalu berjuang untuk agama Allah. Grizelda itu sabar dan tegar atau apa gitu, ya, aku pernah lihat di akun nama bayi di Instagram. Euna kalau menurut bahasa Korea artinya perak, perhiasan untuk kita dan dunia, jadi anak sholihah. Lee pastinya marga keluarga," jelas Henry.
"Masyaallah, nama yang cantik, kamu pintar banget buat nama untuk anak kita. Pasti Kak Zayn, Zema dan Alira senang adiknya lahir."
"Anak kita jadi empat, ya. Oh, Papa adzanin baby Euna dulu nih."
Henry mendekati telinga kanan bayi perempuannya. Henry adzan di telinga kanan putrinya dengan khidmat. Sementara dari sudut mata Fira menitikkan air mata, tidak henti-hentinya bahagia dan bersyukur. Wanita itu terenyuh melihat pemandangan yang menyentuh hati. Suami-istri ini menjadi jatuh cinta kepada putrinya yang baru lahir.
Setelah adzan di telinga kanan Euna, Henry minta tolong kepada suster untuk mengubah posisi kepala putrinya. Suster itu pelan-pelan mengubah posisi kepala bayi perempuan lucu nan imut yang nyaman tidur di dada Fira. Kini Henry iqamah di telinga kiri putrinya. Usai adzan dan iqamah di dua telinga Euna, Henry membacakan doa kebaikkan di ubun-ubun Euna kemudian mencium kening putrinya penuh cinta. Pernikahan Henry dan Fira terasa sempurna adanya kehadiran buah cinta.
Henry tidak menyangka seakan waktu berjalan begitu cepat. Kisahnya dimulai dari mengenal Fira melalui sosial media, dipertemukan kembali dengan Fira di Singapura, mengalami cinta jarak jauh selama lima tahun, kemudian menikahi Fira, melewati masa ujian hingga lahirnya putri kecil cantik nan imut. Semua tidak ada yang berjalan mulus, ada yang lika-liku yang harus bisa dilewati. Henry ingin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk keluarga. Ia juga ingin menyisakan hidup bersama Fira hingga menua.
***
Fotografer andalan tengah mengabadikan momen kebahagiaan Henry dan Fira dengan kehadiran Baby Euna. Fira menggendong Euna, sementara Henry berdiri di samping kasur. Senyum semringah terukir di bibir Henry dan Fira. Adanya Euna membuat Fira ingin mencium putrinya. Aroma bayi adalah wangi dari surga yang akan selalu dirindukan.
Usai melakukan pemotretan pasca melahirkan, tim fotografer lantas mengedit foto dari kamera ke laptop. Mereka duduk di sofa ruang tamu di kamar VIP tersebut. Sementara itu, Fira kembali menyusui Euna. Pandangan Henry tidak lepas dari pemandangan terindah yaitu Fira dan Euna.
"Oh, iya, untuk sementara waktu, wajah anak saya di blur dulu. Pas saya posting di Instagram, orang-orang pada penasaran. Biar wajah anak saya dilihat keluarga dulu," pinta Henry kepada tim fotografer.
"Baik, Pak Henry," kata seorang lelaki yang berprofesi sebagai fotografer itu.
Henry mengalihkan perhatian kepada bayi perempuannya seraya mengelus rambut Euna yang halus. "Mimik yang banyak, ya, anak Papa, biar sehat dan kuat. Mamanya juga harus makan yang bergizi buat diri sendiri dan Euna, ya."
"Pastinya dong," ucap Fira seraya tertawa kecil.
Kebetulan televisi di kamar VIP itu menyala. Ada tayangan iklan konser semarak lagu di salah satu stasiun televisi Semarang. Di sana Lucky dan teman band tampil di layar televisi. Lucky band kini termasuk bagian Excellent Entertainment di Semarang. Lucky akan meluncurkan album perdananya di konser semarak lagu di Simpang Lima nanti.
Henry bangga karena Lucky dan teman-temannya selain menolongnya, mereka juga punya bakat dan prestasi di dunia musik. Lucky dan teman-teman pantas mendapatkan hadiah sesuai bakat dan prestasi mereka. Tidak sia-sia mereka kuliah jurusan musik di University of Toronto. Kini Lucky Band juga bisa dikenal banyak orang dan mempunyai fanbase.
Pintu kamar itu terbuka, ternyata keluarga Fira dan Henry yang datang. Ada pula Zayn, Zema dan Alira yang antusias menyambut adik bayi yang baru lahir. Fira memberi kode kepada Zayn, Zema dan Alira supaya tidak berisik saat adik bayinya tidur. Euna tidur pulas dengan balutan bedong bayi warna merah muda bermotif bunga sakura. Wajah imut Euna perpaduan antara Henry dan Fira. Zayn, Zema dan Alira secara bergantian mencium pipi Euna. Fira terharu melihat kasih sayang antara Zayn, Zema dan Alira kepada Euna.
"Nama adiknya siapa, Ma, Pa?" tanya Zayn.
"Bisa dipanggil Khadijah, Griz, Zelda atau Euna," jawab Fira.
"Zayn panggil adik Khadijah aja, boleh?"
"Boleh, Kak Zayn."
"Zema panggil adik Euna aja deh," sahut Zema.
"Alira ikut Kak Zema deh, hehehe. Yeay, Alira jadi ada teman main nih, adiknya sama-sama perempuan," sela Alira.
Fira membelai jilbab yang dikenakan Alira. "Alhamdulillah, Kak Alira ada temannya. Bisa main masak-masak dan boneka, ya. Adik Euna dijaga, ya, Kakak-kakak."
"Siap, Mama!" seru tiga anak itu.
"Alhamdulillah, baby girl Made in Korea udah lahir. Masyaallah, cantik dan imut, Baby Euna. Ah, Baby Euna bakal Ahjuma Naomi dandani nanti," kata Naomi. Sepasang mata Naomi berbinar-binar melihat keponakannya yang baru lahir.
__ADS_1
"Ahjuma itu apa, Tante Naomi?" tanya Zayn.
"Ahjuma itu, ya, Tante, hehehe. Ahjuma bahasa Korea," jawab Naomi.
Foto-foto yang telah diedit oleh tim fotografer kemudian dikirim ke laptop Henry melalui flashdisk. Henry tidak sabar membagikan momen kebahagiaan di akun Instagram-nya. Jemarinya berselancar di akun Instagram-nya bernama @heyleehen7. Ada dua foto dirinya, Fira dan Euna yang hendak diunggah di akun Instagram. Henry tidak lupa menuliskan sesuatu berdasarkan hatinya yang tengah bahagia, kemudian ia menandai akun Instagram Fira di dalam unggahan foto tersebut.
Kebahagiaan yang sulit diungkapkan tapi bisa dirasakan. Kebahagiaan yang tidak akan luntur. Kebahagiaan yang datangnya dari karunia Allah. Alhamdulillah, selamat datang, putri kecil, buah cinta dari Henry dan Fira.
Foto yang baru saja diunggah Henry, langsung dibanjiri suka dan komentar dari pengikut Instagram Henry dan berbagai orang pengguna Instagram. Mereka serentak mengucapkan selamat dan doa kebaikkan untuk Henry dan keluarga. Para sahabat Henry dan Fira juga turut bahagia serta mengucap selamat atas kelahiran buah hati Fira dan Henry. Dalam lima menit, unggahan foto tersebut disukai tujuh puluh ribu dan tiga ribu komentar. Kini tidak ada lagi komentar ujaran kebencian terhadap Fira dan Henry, karena mereka tahu pemberitaan media tentang Henry dan Fira yang sebenarnya. Justru mereka salut dan merasa termotivasi dengan kisah Henry dan Fira.
***
Tujuh tahun kemudian ...
Henry bersama Ammar dan Reza mengunjungi rumah tahanan di Toronto, Kanada. Mereka ditemani oleh tiga polisi penjaga penjara. Pria berusia tiga puluh lima tahun itu merasa teriris melihat kelakuan para narapidana di balik jeruji besi. Henry menghentikan langkahnya di depan penjara, tempat Sultan dikurung di sana. Sungguh mengenaskan ketika melihat kondisi Sultan sekarang, wajahnya muram tidak terurus dan penuh amarah. Sultan lantas melirik Henry dengan tatapan aneh, ia tersentak seraya tertawa terbahak-bahak melihat Henry. Sikap Sultan bagaikan kerasukan setan.
"Apa yang kau bawa ni? Mayat, ya? Hahaha. Bukankah dia sudah mati!" pekik Sultan.
"Sepertinya kejiwaan Sultan sedang tidak beres, hmm," ucap Ammar.
Sultan berdiri sempoyongan seraya berkata, "hei, aku ini pria terhebat di dunia bisa melenyapkan laki-laki bernama Henry! Hahaha. Istrinya itu bisa membuatku tergila-gila."
"Kurang ajar, kau, Sultan!" bentak Henry.
Reza dan Ammar mencengkeram pundak Henry, agar tidak mudah tersulut emosi. Reza berujar, "sabar, Hen. Jangan diladeni orang gila ini. Ayo kita lanjutkan perjalanan."
Sultan terus berteriak sembari menggoyangkan jeruji besi kemudian menertawakan dirinya sendiri. Henry, Ammar dan Reza melanjutkan perjalanan ke koridor rumah tahanan yang cukup menyeramkan itu. Sejenak Henry merapikan jas abu-abu yang dikenakannya.
Walaupun usianya sudah tiga puluh lima tahun, tapi wajah Henry tetap awet muda. Seorang papa beranak empat itu masih terlihat segar dan gagah. Sedangkan Ammar dan Reza justru rambutnya mulai memutih dimakan usia. Mereka sekarang tiba di depan penjara, tempat Rafi ditahan. Henry tercengang melihat Rafi khidmat membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Rafi yang kini ditumbuhi kumis dan jenggot pada bawah hidung dan dagu. Rambutnya juga sudah memutih karena usia Rafi telah menginjak tiga puluh delapan tahun.
"Kalau dengar kabar dari beberapa polisi penjaga penjara, selama Rafi di penjara justru membuatnya semakin baik, religius dan dekat dengan Allah. Rafi juga mengundang seorang ahli agama untuk memperbaiki rohaninya dan menuntut ilmu agama," jelas Ammar.
"Rafi," panggil Henry.
Mendengar namanya dipanggil Henry, Rafi menoleh ke Henry. Rafi menghentikan bacaan Al-Qur'an. Seketika sepasang mata Rafi berkaca-kaca kemudian menghampiri Henry. Di balik jeruji besi, Rafi lantas berlutut di hadapan Henry seraya menangis memohon maaf kepada Henry.
"Henry, maafkan aku. Aku benar-benar menyesal atas perbuatan kotorku. Taubatku merasa kurang jika tidak ada maaf darimu," ungkap Rafi. Ia menangis sesenggukan di hadapan Henry.
Henry duduk jongkok sejajar dengan Rafi. Pria bermata sipit itu bisa melihat kesungguhan Rafi dalam bertaubat dan memperbaiki diri. Ada aura seorang hamba yang memohon taubat di wajah Rafi. Justru melihat Rafi seperti ini, Henry jadi terenyuh karena perubahannya.
"Aku sudah lama memaafkanmu. Fira juga memaafkanmu," ungkap Henry.
"Alhamdulillah, terima kasih, Henry. Hidupku merasa berarti jika mendapat maaf darimu dan Fira," ucap Rafi.
"Hari ini aku cabut hukuman seumur hidup untukmu. Kamu bisa bebas setelah di penjara selama tujuh tahun terakhir."
"Kenapa begitu? Tapi, dengan begini, aku dapat menembus kesalahanku. Tidak mengapa aku saat ini dihukum di dunia."
"Selama ini, Mr. Ammar dan Pak Reza telah melihat perubahanmu. Perubahanmu tulus dari hati. Bukan hanya itu saja, keluargamu memintaku untuk mencabut hukumanmu. Hiduplah dengan bahagia dan bersyukur atas karunia Allah, Raf! Aku yakin kamu bisa jadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain selama itu dalam kebaikkan. Aku beri kesempatan kamu untuk meraih masa depan dan perbaikan diri."
Rafi lantas menggenggam tangan Henry, kemudian Rafi menunduk sembari berkata, "masyaallah, terima kasih, Henry. Aku malu padamu, karena dulu pernah benci dan melenyapkanmu. Justru sekarang kamu masih baik padaku. Terima kasih, Henry."
"Konflik dulu adalah masa lalu. Ambil saja hikmahnya. Tidak perlu diungkit-ungkit lagi. Allah saja masih memberikan kesempatan hamba-Nya bertaubat, aku juga kasih kesempatan kamu untuk membangun masa depan."
"Terima kasih banyak, Henry. Alhamdulillah, Ya Allah."
"Ada pula seorang gadis yang selama ini setia menunggumu. Jadi, cintailah dan jagalah dia. Dia adalah Lena."
"Insyaallah, Hen. Aku akan membuka lembaran baru bersama Lena."
Seorang polisi membuka gembok, jeruji besi itu terbuka. Rafi lantas memeluk Henry hingga menangis di bahu Henry. Dua pria yang dulunya rival, kini menjadi teman. Henry bisa menerima Rafi karena Rafi bersungguh-sungguh dalam taubat kepada Allah. Dua pria yang dulunya sempat berseteru, kini saling memaafkan dan rukun. Kita harus bisa berdamai dengan masa lalu supaya ada rasa memaafkan dan ikhlas, karena dengan begitu, hidup kita menjadi bahagia dan damai.
Setiap manusia pasti memiliki masa lalu. Namun tidak selamanya berdiam di masa lalu. Adakalanya kita maju dan bangkit untuk meraih cahaya masa depan sembari memperbaiki diri, amalan dan silahturahmi dengan orang lain. Jika seseorang itu bersungguh-sungguh taubat kepada Allah, insyaallah, Allah luas membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya. Orang-orang pun akan memandang kagum terhadap seseorang yang mulai membaik daripada sebelumnya.
- TAMAT -
***
Alhamdulillah, novel Energy Of Love 2 sudah tamat. Insyaallah, cukup sampai di sini alias tidak ada lagi season berikutnya. Segala puji bagi Allah, karena saya dapat menyelesaikan novel Energy Of Love season 2 dengan baik. Puji syukur kehadirat Allah yang telah memberikan inspirasi bagi saya dalam menulis novel ini. Semoga dengan tulisan di dalam novel Energy Of Love 2 ini bisa bermanfaat bagi semuanya. Ambil pelajaran dari kisah ini. Kisah yang sebagian terinspirasi dari kisah nyata penulis dan tokoh-tokoh lainnya.
Terima kasih untuk kalian yang antusias dan setia mengikuti kisah Energy Of Love dari season 1 hingga 2. Tanpa kalian juga, saya tidak akan sesemangat ini. Terima kasih atas apresiasi dan dukungan kalian terhadap novel Energy Of Love. Silakan rekomendasikan novel yang mengandung cinta, hikmah dan religi ke semua orang.
Dengan tamatnya Energy Of Love 2, saya juga memutuskan untuk vakum dari dunia kepenulisan. Karena saya mau fokus pada kehamilan saya saat ini hingga melahirkan nanti. Mohon doanya semoga dilancarkan lahiran saya dan semoga Energy Of Love bisa sukses serta menginspirasi banyak orang.
Bagaimana kesan kalian setelah membaca Energy Of Love 1 dan 2 hingga tamat? Yuk komentar di bawah ini.
__ADS_1