Energy Of Love 2

Energy Of Love 2
Assalamu'alaikum, Autumn


__ADS_3

Cinta dapat mengikis keraguan dengan perjuangan dan pembuktian. Rindu dapat meruntuhkan prasangka buruk jika sepasang insan bersua.


***


Henry beserta keluarga kini tinggal di sebuah rumah besar nan megah. Rumah itu terletak jauh dari pusat kota. Selama Fira belum diizinkan untuk pulang ke Indonesia, Henry mempunyai inisiatif untuk membeli rumah baru di sini. Sudah ada beberapa Minggu, mereka menetap di rumah ini.


Bulan Oktober telah tiba. Musim gugur di Toronto bisa disaksikan oleh mata. Rumah bercat putih itu dihiasi daun-daun kecokelatan yang berguguran dari dahan pohon. Pagi itu, Lefia berkutat menyiapkan sarapan di ruang makan. Sementara sorotan mata Fira melirik Henry kemudian tiga anak dan orangtuanya. Makanan yang di hadapan Fira belum tersentuh.


"Musim gugur. Daun-daun kecokelatan. Inilah yang aku tunggu. Namun kenapa aku merasa biasa saja? Firasatku mengatakan hal yang lain. Aku tidak tahu apa yang terjadi kedepannya," batin Fira.


Melihat istri tercinta yang sedang melamun, Henry menjeda menyantap makanan. Dilambaikannya tangan tepat di wajah Fira. Fira seketika berkedip-kedip dan sadar dari lamunan. Henry memberi senyum kepada wanita yang sedang mengandung buah hatinya.


"Aku enggak bakal lama ke Korea. Apalagi kalau saat kerja terus ingat istri, bawaannya kangen dan pengen cepat pulang," kata Henry.


"He-em dengarkan kata Henry, kan di sini ada Bapak, Ibu, Lefia dan anak-anak. Kamu enggak usah khawatir, Nduk," ucap Fatih kepada Fira.


"Beneran, ya, setelah kamu dari Korea, kamu langsung pulang ke rumah ini," ucap Fira kepada Henry.


"Iya, istriku. Kamu mau oleh-oleh apa? Biar istriku ini enggak khawatir sama aku," bujuk Henry.


"Zema mau oleh-oleh kue, Papa," sela Zema.


"Alira pengen oleh-oleh permen dan cokelat, Pa," sahut Alira.


"Tuh malah Zema dan Alira yang nyahut, hehehe."


Fira menatap sayu kepada suaminya. "Oleh-olehku cukup kepulanganmu dengan selamat. Itu saja."


Lagi, Henry dan Fira akan menjalani long distance marriage atau LDM. Berat bagi Fira untuk menjalani cinta jarak jauh dengan Henry. Apalagi kondisinya yang sedang mengandung, Fira ingin Henry berada di dekatnya. Cinta jarak jauh membuat keduanya jarang berkomunikasi. Walaupun di Korea, Henry sibuk dengan pekerjaannya. Namun Fira akan merasakan nyerinya menahan rindu. Pikirannya yang mencemaskan Henry tidak bisa mencegahnya.


"Anak-anak, maafkan Papa, ya. Untuk sementara waktu, kalian homeschooling dulu. Insyaallah, Papa cari guru privat dulu. Supaya anak-anak Papa bisa bahasa Inggris dan Perancis," tutur Henry.


"Iya, Pa. Lagian Zayn juga senang tinggal di sini. Kalau di sekolah sana, mesti teman-teman masih mengejek Zayn," ucap Zayn.


"Kamu apa sih yang enggak senang? Diajak ke mana-mana juga senang," canda Fira.


"Zayn pengen suasana baru, Ma, hahaha."


Mereka lanjut menyantap makanan. Namun berbeda dengan Fira, yang hanya sedikit demi sedikit mengunyah makanan. Matanya terpejam sejenak karena kepalanya merasa pusing. Ia juga memegang perut karena terasa mual. Melihat makanan juga rasanya tidak ada gairah. Namun jika Fira tidak makan, tentu akan membuatnya lunglai.

__ADS_1


Fira memijat kening, tampaknya berat mengalami pusing. Namun hari ini ia harus menguatkan diri, karena Henry hendak pergi ke Korea Selatan. Fira menarik napas dalam-dalam kemudian mengembuskannya. Ia lantas meneguk secangkir teh hangat agar dapat menghangatkan tubuh.


"Bu, ada bawa minyak angin kah? Fira ingin menghirup aroma minyak angin biar enggak pusing dan mual," kata Fira.


"Ada, Ibu selalu sedia obat-obatan dari rumah. Sebaiknya kamu tetap makan supaya enggak lemas. Ada bayi di dalam rahim kamu yang perlu dikasih nutrisi," ujar Ratih.


"Kamu enggak apa-apa kan?" tanya Henry kepada sang istri.


"Enggak apa-apa. Ini wajar, Ibu hamil mengalami pusing dan mual. Dulu hamil Zayn dan Zema juga gini," jawab Fira.


"Nanti kalau ada apa-apa tinggal telepon aku saja. Di sini juga ada Pak Irwan. Kalau kamu ingin periksa ke dokter, bisa diantar Pak Irwan dan ditemani Lefia."


"Berarti Pak Irwan enggak ikut kamu?"


"Enggak, aku ada sopir lain kok. Lagi pula berangkatnya bareng Raditya dan tim manajer. Oh, iya, kamu juga bisa menghubungi sekretaris di setiap kantor, kalau misalnya aku enggak bisa dihubungi nanti."


Fira mengangguk. Melihat istrinya kurang selera makan, Henry menyuapi Fira penuh cinta. Dalam lubuk hati, Henry tidak tega meninggalkan Fira. Apalagi dalam kondisi hamil begini. Henry ingin menjadi suami siaga, tapi agenda pekerjaannya membuat Henry harus menunda itu.


***


Fira mengedarkan pandangan ke halaman rumah yang bertaburan daun-daun kecokelatan jatuh dari pohon. Walaupun dua matanya sayu, tapi ada sedikit berbinar melihat musim gugur yang telah dinantikannya selama ini. Matanya terasa segar melihat daun-daun yang berjatuhan dengan semilir angin. Ditambah dengan sinar mentari yang semakin membuat daun-daun berkilap bagai emas.


Henry menaruh koper kemudian menggenggam tangan Fira. Henry berusaha meyakinkan Fira supaya Henry cepat pulang dari pekerjaannya. Sementara Fira tidak mampu berkata karena perutnya mual. Sudut bibir Fira hanya mampu mengukir senyum, meskipun hatinya berat untuk menjalani cinta jarak jauh dengan Henry.


Ternyata sebuah mobil hitam sudah menunggu di depan halaman. Zayn, Zema dan Alira bersalaman dengan papanya. Henry membelai satu per satu kepala tiga anaknya. Setelah itu, Henry mencium punggung tangan kedua mertuanya. Ratih membelai rambut Henry seraya mendoakan keselamatan dan kebaikkan untuk menantunya itu.


Kini Henry dan Fira saling berpelukan penuh kehangatan. Dagu Fira bersandar di pundak Henry. Fira tidak bisa menangis karena pusing dan mual selalu mengusiknya. Yang ia bisa hanya mengusap lembut punggung suaminya. Keduanya saling melepaskan pelukan, Henry lantas mencium kening Fira. Tangan kanannya kini menyentuh perut Fira. Yang di dalam rahim itu ada calon anaknya.


Henry bersimpuh di hadapan Fira. Dilihatnya perut Fira yang berbalut gamis. Henry bukan hanya berat meninggalkan Fira, tapi ia juga berat meninggalkan janin di rahim Fira. Meskipun lesu, Fira terenyuh sembari tersenyum melihat suaminya menatap perutnya. Perlahan Henry mengelus perut Fira yang berbalut gamis itu.


"Adik bayi, Papa pergi kerja dulu, ya. Insyaallah, Papa bakal cepat pulang. Adik bayi dan Mama sehat selalu, ya. Adik bayi hibur Mama pas Mama jauh dari Papa. Adik bayi juga ada saudara yang sayang sama adik. Ada Kak Zayn, Kak Zema dan Kak Alira," ungkap Henry.


"Zayn bakal jagain Mama dan adik bayi!" seru Zayn.


"Zema sayang sama adik bayi," ungkap Zema.


"Alira juga menemani Mama dan adik bayi," ucap Alira.


Henry terharu dan bahagia mendengar antusias tiga anaknya. "Alhamdulillah, pasti adik bayi senang punya tiga Kakak yang baik dan sayang adik."

__ADS_1


"Hati-hati di jalan, ya, Henry sayang. Kabari aku kalau kamu sudah sampai di Korea. Karena sebuah kabar bisa menenangkan hatiku," tutur Fira.


"Insyaallah, sayang. Kamu jaga pola makan, ya. Jangan sampai kamu sakit. Pokoknya jangan banyak pikiran. Banyakin doa saja buat kita." Henry lagi-lagi mencium kening Fira penuh cinta.


"Insyaallah, cinta dalam doaku selalu untukmu dan keluarga kita.


Henry pelan-pelan melepaskan genggaman Fira, kemudian pria dengan balutan coat hitam menggeret koper. Henry melangkahkan kaki menuju ke mobil. Sesekali ia berbalik arah seraya melambaikan tangan kepada keluarganya. Henry kembali menyemangati diri untuk bekerja keras supaya dapat menafkahi istri dan empat anaknya.


Fira membatin seraya melihat kepergian suaminya. "Ya Allah, lindungilah suamiku. Jauhkanlah ia dari marabahaya. Hamba kini sedang tidak ada di sisinya, hanya Engkau yang kuasa menjaga Henry di sana. Kenapa perasaanku jadi enggak enak gini? Astagfirullah."


***


Rasa pusing dan mual yang dialami Fira semakin menjadi. Walaupun ia tidak sampai muntah, tapi cukup membuat tubuh Fira lemas. Bersyukur ada Lefia yang memijat dua pundak Fira dengan minyak pijat. Aroma minyak pijat itu lumayan membuat Fira tenang. Lefia jadi tidak tega melihat Fira pucat.


Fira menyuruh Lefia untuk berhenti memijat. Lefia lantas memberikan secangkir jahe hangat untuk Fira agar meredakan mual. Fira perlahan meneguk secangkir jahe hangat tersebut. Ia merasa ada kehangatan dalam tenggorokan hingga perutnya.


Wanita yang akan mempunyai empat anak itu berbaring di kasur. Lefia kian sedih melihat Fira lemas. Lefia memijat lembut kaki Fira supaya bosnya itu bisa tenang.


"Jenengan enggak usah banyak pikiran, Bu," ucap Lefia.


"Enggak kok, Lef. Justru saya enggak mau mikir apa-apa pas pusing gini. Ujian Ibu hamil begini, Lef," ujar Fira.


"Yang sabar, ya, Bu. Insyaallah, ini cuma sementara. Nanti kalau adik bayi udah lahir pasti Bu Fira udah enggak merasakan pusing dan mual. Ya, walaupun saya belum merasakan hamil itu kayak gimana? Tapi, lihat Bu Fira gini, saya jadi enggak tega."


"Waktu saya hamil Zayn dan Zema juga sama kayak gini. Tapi, kalau dulu sampai saya muntah, bahkan enggak bisa keisi makanan. Kalau hamil yang sekarang masih bisa makan. Nikmati saja masa kehamilan ini."


"Jenengan sudah minum vitamin, to, Bu?" tanya Lefia.


Fira menjawab, "alhamdulilah, sudah, setelah sarapan tadi."


"Pokoknya Bu Fira jangan kerja apa-apa dulu. Biar saya yang ngerjain pekerjaan rumah."


"Tapi, kamu jangan lupa istirahat, ya."


"Bu Fira kan tahu kalau saya capek mesti tidurnya pules, hehehe."


Dikarenakan Fira hendak istirahat. Lefia terlebih dahulu mengambil cangkir yang telah kosong, kemudian Lefia meninggalkan Fira di kamar. Tidak lupa, Lefia menutup pintu kamar bosnya itu. Sementara Fira mulai memejamkan mata. Jemarinya terus bergerak dan lisannya bergumam seraya berdzikir kepada Allah. Fira berharap Allah selalu melindunginya, Henry dan keluarganya.


***

__ADS_1


Bagaimana tanggapanmu setelah membaca novel ini? Tinggalkan komentar di bawah ini yuk. Diharapkan untuk memberi komentar tentang novel ini. Supaya penulisnya tahu dan kenal ulasan dari setiap pembaca sebenarnya.


Yuk, dukung terus novel Energy Of Love 2 karya Famala Dewi ini. Bagaimana cara dukungnya? Dengan cara sukai (like), kasih vote, dan rate (bintang 5). Supaya authornya semangat lanjutin kisah ini sampai tamat. Rekomendasikan novel Energy Of Love 1 dan 2 ini ke keluarga, sahabat dan kerabat kalian, ya. Terima kasih.


__ADS_2