GAIRAH CEO

GAIRAH CEO
My Boyfriend


__ADS_3

Hai Kaka semua salam kenal dari Asha Hanako. Terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama ceo hot, happy reading Kaka ...


💋💋💋


Ini kisahku ... Dara Samudera. Panggil saja Rara.


Diriku mulai dari sini. Di Pagi kota Jakarta habis gerimis tubuh mungilku berlari kecil menuju tempatku bekerja.


Aku naik bus sendiri karena yang sering satu bus temanku yaitu si Gebi miss lebay tidak ketulungan. Dan hari ini Gebi tidak masuk karena sedang tidak enak badan jadi dia masih pules seperti ngeronda semaleman.


Padahal kita berdua nonton drakor saja. Ya sama diriku juga hobi sekali dengan drakor apalagi series kisah cowok CEO bertubuh uwaw mencintai dua model papan atas sungguh ikut greget milih mana yang pantes buat CEO itu.


Apalagi lihat saat CEO itu berenang sungguh mematokkan pandangan netra karena jelas menggoda tubuhnya. Dan tadi malam ada adegan khusus usia delapan belas plus beruntung umurku sudah lewat delapan belas jadi lancar menyaksikannya.


Aku tak munafik karena normal ikut berhalusinasi saat adegan kiss hingga kututup mataku tapi kuintip sedikit karena sejatinya belum pernah kurasakan nyata kenikmatan series drama korea semalam.


Sungguh berasa diriku yang memainkan adegan itu. Penasaran dan suka. Dan malam nanti harus melanjutkan drakor series itu, ingin melanjutkan adegan hot belum selesai.Praktek di dunia halu semata.


Dan pagi ini walau masih ngantuk diriku harus kerja, kerja, dan kerja. Berbeda dengan Gebi, dia sangat santai. Dia tidak punya tanggung jawab seperti diriku yaitu menjadi tulang punggung keluargaku yang tersisa Mamaku wanita malaikat tak bersayap.


Kini sudah sampai di halte bus melihat ada Ariel di sana.Aku senang akan satu bus dengannya dimana biasanya bus kami jalan dulu baru kelak menjemputnya di tempat lain sebelum sampai kantor. Kulihat dia membawa kantong kresek. Diriku tak bisa menebak isi di dalam kantong kresek itu.


Sampai dekat Ariel langsung mendapatkan satu belaian melabuh di puncak rambutku dari kekasihku pemilik rupa sangat tampan dan ia mempesona di usia kami baru dua pulih tahunan. Berbeda dengan Dana dan Deo lebih tampan Ariel.


Ariel kekasihku sedangkan Dana dan Deo adalah sebatas teman saja jadi bisa dipastikan kekagumanku terletak pada sosok Areil saja. Diriku sudah bucin dengan Ariel.


"Sayang gue bawakan burger keju kesukaanmu Lo nih makan dulu biar kuat sampe di tempat kerja,"


"Makasi sayang tapi di kantor nanti ada lho yank makan paginya,"


"Udah makan aja gue tahu lo sama Gebi enggak makan. Gebi udah ngirim pesan semalam, cuma udah tengah malam gak enak gue ke kos kalian yank. Kerjaan kalian drakor terus !" peringatan Ariel ama hobi gue dan Gebi.


Kuanggukan kepala. Sudahlah tidak perlu berbicara lagi jika Ariel sudah tahu semuanya nanti bisa disemprot kata yang pedas level sepuluh. No. Lebih baik langsung makan saja ini burger sambil menunggu bus.


Disaat makan kuperhatikan kekasihku tidak mengenakan seragam ob,why.


"Sayang gak masuk hari ini ?"

__ADS_1


"Enggak sayang, izin mau pulang kampung ada urusan keluarga."


"Sama dong ama Gebi,"


"Dia mau pulang kampung juga ?" Wajah Ariel menatapku sedang menikmati burger yang ia berikan.


"Enggak, sama-sama izin kayak sayang maksudnya." jawab gue cengengesan.


"Hadeeeuuuh !"


"Heheheeeee dia kena flu juga jadi izin aja, takut nular nanti ketemen-temen lain. Kalau sayang urusan apa sih kok mesti pulang ?"


Kuharus tahu rinci alasan kepulangan Ariel ke kampungnya karena jangan sampai dia dijodohkan seperti zaman Siti Nurbaya dulu, sungguh menyakitkan endingnya.


"Nenek sakit mau ketemu gue jadi gue mesti menuhin keinginan nenek."


Kepalaku manggut-manggut mendenger penjelasan Ariel dengan tetap mengunyah burger keju kesukaanku ini. Sama saja dengan burger lain hanya lebih banyak keju dan itulah alasanku menyukai makanan ringan satu ini.


"Udah cepet habisin burgernya, abis ini lama lho berapa hari kita ga ketemu nanti sayang kangen burger dari gue," tukas Ariel dengan terusmerperhatikanku.


Mulutku mingkem dipenuhi burger. Nyesss ...di hatiku langsung merasa akan kehilangan Ariel. Hanya berapa hari saja tapi beginilah yang dinamakan cinta. Orang pacaran tidak bertemu satu hari merasakan satu minggu.


Enak juga ini burger saat dinikmati perut kroncongan. Diriku terus mengunyah dan masa bodoh dikatakan orang rakus atau kelaparab, memang lapar dan saat makan burger langsung suap besar-besar.


Anti jaim makan burger seukuran normal tidak perlu sok imut, sorry lah. Dan mengunyah burger ini kupanndang ayank omayku. Dia memandang balik.


Diriku membatin ingin bicara sesuatu padamu yank, tapi kali ini jaim . Aku mau bilang burger ini kurang. Cuma satu. Mana kenyang. Tapi ini gretis ayolah Rara jangan tidak tahu diri. Diberi hati minta jantung.Ah! membatin terus


Tapi mau bagaimana lagi seandai saja Ariel tanya diriku mau makan apa ya kujawab mau nasi uduk sama telor rebus sama sambel, tapi itu jarang terjadi.Makan nasi bagiku bersifat mengenyangkan ketimbang roti berisi seperti yang kusantap. Burger.


Berfikir juga Ariel padaku padahal dia juga anak rantauan tapi kita berbeda. Diriku sangat sulit diceritakan. Dia berhemat sedangkan aku sangat boros. Dan kini selesai makan burger kulihat bus sudah tiba.


Kupamit dulu dengan Ariel lalu langsung memasuki bus. Ariel masukan sesuatu kesaku bajuku. Kutatap dengan mata indahku ini maksudnya pemberian Areil ini.


"Lietnya nanti saat udah diatas," pinta Ariel.


Bibirku tersenyum pada lelaki terbaikku. Dia lelaki tidak pernah jahil jadi semoga saja sesuatu yang dia masukan ke kantongku ini bukan batu kerikil atau bungkusan permen seperti kebiasaan Gebi dan Deodoran alias Deo.

__ADS_1


Slrups ...kunaik bus dengan lancar ke dalam bus, isinya hanya berapa penumpang. Tumben. Sudahlah masa bodoh tidak penting alasan penumpang lainnya kemana. Aduh aku lupa untuk say goodbye honeyku dulu, kini sudah duduk di tepi jendela.


Selamat tinggal sayangku. Kekasihku hanya melambaikan tangan tapi tiak mengapa, tidak perlu lebay memberi kiss jarak jauh nanti jadi pusat perhatian penumpang lainnya.dari jauh segala.


Dan abang bus ini sudah kenal denganku sehingga dia tidak kepo menanyakan tujuanku. Langsung tancap gas. Hari ini menyenangkan bus abang postur macho plong. Biasa membuat greget jadinya aroma farfum variasi membuat kepala pusing ditambah ada yang bawa minyak angin. Bisa dibayangman mualnya.


Tut!


Nada pesan di ponselku dan buru-buru kubuka karna tiba di kantor tidak ada waktu untuk menyentuh ponsel. Walau tidak ada aturan demikian tapi berasa diawasi cctv dimana-mana.


Aku wajib sok baik di tempat kerja karena itu demi menyelamatkan hidupku bergaji. Tidak boleh merusak nama baikku bisa dipecat seberapa ruginya dengan nol-nol berapa biji mengiringi gajiku.


Kulihat pesan dari Ariel.


from Ariel


Sayangku gadis imutku hati-hati ya selama gue gak ada dideket lo. Dan yang gue kasih tadi semoga bermanfaat ya sayang. Emuach.


Kulihat dulu pemberian Ariel. Kumasukan tanganku ke saku bajuku dan mendapati ada kertas licin di dalamnya. Kutarik dan mengejutkan uang merah tiga lembar dia berikan. Sungguh mulia hatimu, Ril.


Kuterharu dibuatnya dan segera kubalas pesannya.Cukup ketik yang mansi-manis saja.


me


Sayangku makasi ya atas kebaikanmu. Gue akan jaga diri baik-baik disini. Sayang di sana juga jaga kesehatan ya. Titip salam buat nenek di sana. I Love You, sayangku.


Klik langsung kirim. Dan pemberian Ariel ini bermanfaat banget untukku. Maklum anak rantauan. Tapi terasa tak tega, dia pulkam pulang kampung tapi bukannya bawa duit buat jaga-jaga siapa tau ada perlu di jalan tapi malah memberikan uang saku untukku.


Tak tahu bagimana balas kebaikan Ariel. Tapi ini sangat membantuku dan Gebi. Dan kini mikirin Gebi, dia di kosan ada tidak ya pegang uang buat makan. Semoga ada karena diriku menunggu pulang nanti baru bisa belanja makanan untuk Gebi. Yang kuat ya sobatku yang cantik.


Chittt ... bunyi rem bus. Kudekati abang bus basa-basi sedkit.


"Bang boleh nggak ngutang ?"


Abang bus menoleh matanya sinis juga membuatku tersenyum dan sudah hafal jawabannya dari abang bus jadi tidak perlu menunggu lama langsung kusodorkan uang pas. Dan abang bus tersenyum.


Sampe sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, end tips happy reading ...

__ADS_1


💋💋💋


__ADS_2