GAIRAH CEO

GAIRAH CEO
Tak Sengaja


__ADS_3

Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama ceo hot, happy reading Kaka ...


💋💋💋


Aku dan pak Rangga sekarang tak ada jarak pemisah. Nafas pak Rangga menjelajah keubun-ubunku,sementara diri ini sesenggukan diantara takut dan kesakitan. Mataku terpejam pasrah akan nyawaku yang sudah diujung tanduk.


"Ariel maafin gue gak bisa lagi berada di deket lo, cinta kita kubawa mati, Siska, Gebi gak ada kata selain permintaan maaf dari gue udah bikin kalian kesel selama ini. Dana dan Deo juga maafin gue, gue bakal rindu kalian semua." kataku lirih.


Pak Rangga memegang kedua pundakku benar-benar diantara mati atau ternoda, " Maafin gue,pak." Inii kata terakhirku di depan pak Ranga.


"Kamu kenapa sih jampi-jampi gak jelas, sini jaz saya mau nyari ada gak di saku jaz ini keselip ponsel saya. Butuh banget nih !" oceh pak Rangga seraya menarik paksa tubuh mungilku langsung ditarik kuat sekali.


Saat ditarik berbalik arah jadi diriku menjauh dari sisi tepian tempat tadi aku bediri. Tapi karena tubuhku mungil dengan mudah pak Rangga mengangkatku sampai akhirnya tak disengaja wajah kami menempel, bibirku dan pak Rangga bersentuhan membuatku menelan ludah. Panik.


Kini jantungku berpacu begitu cepat. jaz pak Rangga disentaknya lalu meraba kedua sakunya dan menemukan ponselnya.Kulihat pak Rangga mengeluarkan lidahnya pada area kami bergesekan berapa detik tadi. Apakah lipstikku manis memnbuat pak Rangga berkali melakukan itu.


PLUUUUKKKK! Pak Rangga melempar jaznya ke arah wajahku, aw! Menambah sakit hidungku lalu dia mengotak atik ponselnya dan mengangkatnya ke atas udara mencari sinyal. Berputar-putar CEO itu tidak jelas.


Aku kira tadi mau dibunuh pak Rangga ternyata dia mendekatiku hanya untuk mencari ponselnya. Haluku berlebihan.


Tapi tabrakan bibir tadi membekas diingatanku. Kenangan yang manis bisa mendapatkan bibir atasan tampan.


"Sial sinyal juga gak ada,hidup,hidup,hidup sial banget lo malem ini !" Makian pak Rangga sekencangnya.


Dan aku menunduk lalu lututku menghantam lantai dengan paksa. Aku merasa lelah bekerja dua puluh empat jam dan kembali terisak akan nasibku malam ini.


"AAAAGGGGHHHRRRRR," Jerit pekik pak Rangga.


Lalu PUKKKK! sebuah benda mengenai dadaku lalu jatuh ke pangkuanku. Berkilau kena cahaya bulan. Aku mengambil benda itu, sebuah cincin. Mewah sekali. Ini cincin dari langit untuk bidadari malang seeprtiku.


Dengan terisak kukenakan cincin ini, BRUGH! suara dari pak Rangga. Aku lihat dia ikut terjatuh ke lantai lalu ia duduk dengan berpangku kepala pada lututnya.


"Ra sini!" tegas pak Rangga.


Aku bangun sambil mengusap lututku yang berpasir lalu segera berjalan mendekati pak Rangga. Lalu aku berdiri di sebelahnya.


Tiba-tiba pak Rangga menarik tanganku sampai tubuhku yang lemah ini terjatuh tepat dalam pelukan pak Rangga.


Terasa tubuh pak Rangga menghangatkan tubuhku yang kedinginan. Nafaskami bertabrakan. Dirasakan dadaku akan debur irama jantung pak Rangga.


Pak Rangga sepertinya mampu menopang tubuh mungilku. Sampai ia membiarkanku tetap dalam pelukannya. Ada yang aneh kurasakan.


Kulihat tangan pak Rangga tetap memelukku lalu apakah yang serasa menyentuh di paha belakangku. Ada gerakan lain.


Pak Rangga serasa mendekatkan wajahnya, melihatnya dari dekat begitu tampan sekali. Pantas sangat pantas ia dipuja semua wanita. Memiliki harta dan tahta.


Lalu hap! Aku menyadarkan diriku dari pesona pak Rangga bahwa ia melakukan gerakan hot begitu saja. Aku mendorong tubuhnya bukannya lepas ia malah mempererat pelukannya.


Aku mencoba menggeser kepalaku tapi tak bisa. Begitu kuat tenaga lelaki dan takkan bisa perempuan menandinginya.


Dan tak bisa menebak apa yang dilakukan pak Rangga tapi kurasakan ia menindih tubuh kecilku. Berpelukan dan dicumbu terus-terusan membuat aku dan pak Ranga kepanasan.

__ADS_1


Pak Rangga bangun membuka baju kemeja putihnya, dengan lembut ia mengangkat tubuhku membiarkanku berbaring di atas jaz dan kemeja mahalnya.


Membiarkanku menatap tubuhnya begitu kemar dan mengkilap di bawah sinar rembulan, dibanjiri keringat luar biasa derasnya.


Pak Rangga membelai pipihku dan ia menampilkan sedikit senyum yang begitu manis. Jemari pak Rangga membuka kancing bajuku membuatku menangis lagi.


Aw!


"Jangan nodai aku, pak." Lirihku.


Dan dingin merayap di tubuhku, pak Rangga membuka bajuku dan membuat bulu romaku berdiri. Pak Rangga melabuhkan bibirnya pada area terlarang.


Aneh, aku tak melawan tapi berpegang kuat pada lengan pak Rangga. Serasa gemetar tubuhku dibuatnya.


"Ah," desahan yang akhirnya keluar dan semakin nyaring.


"Aaaawwww!" Jeritku seketika membuat pak Ranga mencumbuku lagi.


Airmataku berderai kehilangan kesucianku. Tanpa kusadari aku dan pak Rangga bersama tanpa sehelai benang pun. Seingatku tadi CEO ku menjamah area pergunungan terlarang tapi kini serasa sakit ia menghantam keperawananku.


Terlihat nafas ak Rangga semakin cepat begitu pun hentakan di mahkotaku semakin kencang dan menyakitkan. Dan pak Rangga mengerang dengan mengangkat wajahnya keatas menatap langit dan kedua tangannya memegang pinggangku.


Permainan liar pun usai. Begitu lama pak Rangga mengatur nafasnya dan barulah ia menarik sesuatu menyakitkan dari area terlarangku.


Akhirnya pak Rangga mengenakan pakaianku utuh seperti semula dan menyelimutiku dengan jaznya. Sementara pak Rangga bertelanjang dada.


"Ra !"


Aku tetap diam, masih sakit perasaan dan fisikku.


"Ra, kamu masih marah ya ?"


"Saya bukan pelacur semudah itu kamu merenggut kesucian saya." Gertakku lantang dengan terus menitikkan air mata.


"Ra, saya minta maaf atas yang terjadi tadi itu, saya tak bisa menolak ketika sedekat itu denganmu. Dan maaf juga sampai kamu terjebak di sini. Kamu udah dari pagi kerja sama saya dan maafin saya ya Ra." kata pak Rangga sembari memegang tanganku.


"Iya,pak tapi kamu tega merenggut kesucianku."


"Aku spontan nafsu Ra, aku minta maaf!"


"Aku sudah ternoda,"


"Maafkan aku, Ra !"


"Semudah itu kamu minta maaf,"


"Kamu tidurlah di sebelah saya bersender di pundak saya aja Ra. Kamu mesti tidur karena saya gak enak hati sampe kamu sakit dan besok saja kita bicarakan!"


"Kamu tak pernah menunda sedetik pun merenggut kesucianku tadi dan kini kamu menunda tanggung jawabmu !" Makiku tiada henti, di mana kurasa malam ini adalah malam terburuk dalam hidupku.


"Tapi kamu suka 'kan !"

__ADS_1


Kumenatapnya sinis terramat benci tapi ia terkekeh tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya, genit.


"Baiklah Dara Samudera besok saya akan bertanggung jawab padamu, malam ini istirahatlah dulu."


Aku berusaha merapikan dudukku tapi tak bisa duduk tegak karena sakit organ liangku, ditekan sedikit pun sangat perih. Dan tak kusangka Rangga Winata atasan tertinggi penerus ELANG GRUP hafal dan tahu nama lengkapku.


"Hidungmu juga besok saya bawa ke rumah sakit, kita di sini dulu sampai ada petugas buka kunci pintu itu. Apess banget saya malem ini, malah ngajak kamu eh membuatmu lebih apes beneran maafin saya ya Ra!"


"Tapi kamu sudah menghianati tunanganmu, menandakan kamu bukan lelaki setia !" Makiku laginyang masih enggan memanggilnya dengan sebutan penghormatan.


"Tunangan,hahahahahha tunangan dari Hongkong." Pak Rangga tertawa seperti burung lepas ke alam bebas dari sangkarnya.


"Iya, 'kan kamu bilang malam ini acara tunangan bapak sama pacar Bapak"


"Hmmmm, dia menolak datang. Saya tunggu sampe tengah malam tapi dia gak datang, Cincinnya barusan saya buang, siapa yang nemuin ya ambil aja. Sakit hati saya nguburin harga tuh berlian," ungkap pak Rangga dengan memandang tangannya mengetuk-ngetuk lututnya.


Cincin itu dibuang. Aku pun mengangkat jari manisku dan pak Rangga melihat jari tangan ku lalu ia raih tangku dan ia tatap cincin itu. Ia tersenyum sinis dan melepas tanganku.


"Bearti kamu yang nerima lamaran saya?" canda pak Rangga dengan tersenyum.


"Apa ? Aduh serius, ini cincin saya nemu lho disitu." kataku sembari menunjuk tempat cincin itu kutemukan tadi.


Kemudian pak Rangga mengambil ponselnya dan membuka sebuah foto lalu menunjukkan kearahku.


"Nih foto tadi saya unggah di sosmed dengan caption buat kamu yang paling special dalam hidupku," cetus pak Rangga.


Foto memperlihatkan cincin yang aku kenakan ini yang pak Rangga pegang lengkap dengan kotaknya dan ditambah satu tangkai mawar merah. Special sekali cincinnya tapi kenapa gadis itu tidak datang.


Kalau tidak salah namanya Luna yang tadi siang dibicarakan tante Rani di ruang pak Rangga. Tapi bagiku lelaki ini playboy dan sangat baik gadis itu membatalkan tunangannya.


"Pak bearti aku ya yang special dalam hiduop bapak ? Karena aku yang mengenakan cincin ini. Semua ini pertanda kamu harus beryanggung jawab !"


PLAKKKK!


Kepalaku ditowel pak Rangga sambil dia terkekeh, nampaknya tingkahku terasa kucu baginya dia. Dan aku enggan tersenyum, di hatiku masih terasa sakit.


Aku tak tahu masalah aslinya bagaimana tapi bahagia juga tunangan itu batal walaupak Rangga sudah memenuhi mawar di ruangannya ditambah membeli cincin berlian.


Apa semua yang dialami pak Rangga malam ini adalah karma dia ya sudah seharian menyakiti fisikku. Sampai ia berhubungan intim denganku yang ia ejek.


Aku tatap pak Rangga memainkan kotak cincinnya dan pak Rangga terlihat menyimpan kekesalan yang dalam. Sudah batal tunangan, terjebak di atap gedung, dan harus bertanggung jawab lagi dengan OB nya.


"Hah sebel saya, Ra mau hapus postingan di blog soal cincin yang kamu pake itu gak bisa karna sinyal gak ada. Malu saya nanti semua orang kepo bertanya kapan nikah kalo udah bertunangan, nikah sama awewek gombel nih sebelah saya !"


"Maksud Bapak gue em saya ya awewek gombelnya ?"


"Iyalah, kamu yang pake tuh cincin."


"Bearti bapak ini bapaknya gembel !" Muntah perkataanku balik sambil merapikan posisi duduku karena sangat perih area terlarang dihantam paksa CEOku.


Manik kami berhadapan, kulihat ia memandang serius padaku lalu ia tersenyum dan terus menggenggam erat tanganku. Aku sulit menebak makna genggaman ini.

__ADS_1


Sampai di sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, kritik saran end tips happy reading ...


💋💋💋


__ADS_2