GAIRAH CEO

GAIRAH CEO
Pov Rangga -Benteng-


__ADS_3

Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama CEO hot, happy reading Kaka ...


💋💋💋


Aku tetap tenang tapi tidak dengan Luna, ia sama sekali tidak genit seperti beberapa hari ini. Luna banyak diam, aku tak memperdulikan itu.


Kini sampai di sebuah klinik persalinan, langsung menuju area parkiran. Aku sangat beruntung memiliki sekretaris seperti Kirana, bisa membantuku sampai tahap ini.


"Ngga, kok kita ke sini?"


"Tidak apa-apa, sayangku!" lagi diriku memainkan peran lain demi melancarkan misi membongkar kedok wanita yang kukasihi sebagai adikku selama ini.


Lihat saja jika berani mempermaiankanku, aku tidak sama dengan lelaki lain. Jangan coba-coba mengusikku.


Dengan terpaksa kugandeng tangan Luna memasuki klinik, pas saat ini dokternya belum memeriksa pasiennya jadi kami langsung bertemu.


"Silahkan masuk,pak." kata seorang perawat asisten dokter yang sudah membuka pintu untuk kami.


"Selamat pagi, pak!" sapaku ramah.


Dokter itu sedang membaca sebuah map di atas nakasnya langsung menengok ke arah kami. Beliau menutup map di depan dan menggeserkannya sedikit.


"Bapak Rangga,ya?"


"Iya,pak!"


"Oh, ibu Sulastri sudah memberitahu saya tadi. Mari silahkan duduk, pak."


Aku dan Luna duduk, terlihat Luna diam menatap dokter Zayn di depannya. Dia tidak tahu niatku, bersenang-senanglah dahulu sebelum Zayn mengechek rahimmu.


"Ada tambahan lagi, pak Rangga pertanyaannya sebelum saya memulai mengechek kondisi rahim teman wanita bapak ini."


Terasa Luna mencengkram tanganku dan terdengar nafasnya mulai tidak tenang. Masa bodoh dengan perasaannya, kejujuran lebih penting.


"Oh, ya dok apakah bisa seseorang membuat kira hilang kesadaran melakukan hubungan intim. Semacam secara tiba-tiba nafsu, keesokan harinya kondisi stabil lagi dan merasa kaget dengan peristiwa di atas ranjang?"


"Bisa, pak. Itu semacam rangsangan yang diberikan pada kita yang mengatur segala kondisi hasrat kita, tujuannya membuat kita ingin intim. Membangunkan rudal kita laki-laki secara otomatis tanpa foreplay. Obat rangsangan ini bertahan hanya berapa jam."


"Bagaimana cara memberikan obat perangsang itu?"

__ADS_1


"Bisa lewat mencampurkan dengan makanan dan minuman, tapi lebih mudah lewat minuman karena obat itu sudah hancur. Jika lewat makanan lebih lama prosesnya, menunggu obat itu hancur dan diresapi tubuh kita."


Aku menoleh kepada Luna, kami saling bertatapan.


"Silahkan chek sekarang, dok."


"Baiklah, pak Rangga."


Zayn memanggil dua asisten kebidanan mudanya, mereka baru saja dinobatkan sebagai bidan. Dan tugas yang diberikan Zayn merupakan praktek nyata setelah sekian tahun mereka menempuh pendidikan dan terkurung dalam asrama para wanita muda terbaik.


Kulihat dua asisten muda itu menyiapkan segala alat di tempat tidur dengan sebuah monitor, juga ada perlengkapan lainnya.


"Ngga, kamu mau apa hah?" Luna meninggikan intonasinya.


"Tidak apa-apa, yang jelas jika kamu hamil sesuai setelah kita mesum maka aku akan menikahimu hari ini juga."


"Mari bu, kita ke kamar mandi chek pertama dahulu dengan test pack." ajak seorang asisten.


Luna menggeleng, saat ia akan bangun kutahan. Kucengkram tangannya sekuatku. Masa bodoh ia merasa sakit, kuseret Luna mengikuti intruksi asisten itu.


Kami menuju kamar mandi dan segera Luna diminta menampung urinenya di sebuah wadah kecil, Luna menggeleng tapi ini chek pertama dan sangat dibutuhkan.


Mengejutkan, begitu celana dibuka memperlihatkan bercak merah mengotori celananya.


"Wah, ini gak jadi testnya karena ibu lagi dateng tamu." ungkap asisten itu lembut.


"Jadi dia tidak hamil?" tanyaku.


"Tidak,pak. Ibu ini sedang pms, dan menunggu masa subur untuk program kehamilan. Jika mendekati masa lepas dinding rahim, sulit berhasil progam kehamilannya karena dinding itu sudah masak tinggal menunggu runtuh seperti saat ini pada ibu ini."


Aku tersenyum melihat Luna menaikkan lagi celananya, kupegang dagu Luna sok gemas lalu kulibas kasar dagu itu.


Segera ke luar dari toilet dan langsung bertemu Zayn, kurasa tidak perlu berlama-lama. Diriku lansgung memberi uang tunai dengan Zayn, bahkan jumlah double karena hasil chek begitu memuaskan.


Kuperintahkan semua orang yang ada di klinik Zayn, tidak ada ikut campur urusan Luna. Karena dengan santai kutinggalkan Luna begitu saja.


Aku mengambil bukti rekaman obrolan dengan Zayn dan rekaman di toilet tadi yang direkam asisten satunya. Semua ini tak perlu secara hukum tapi untuk mendapatkan kata maaf istriku.


Diriku langsung berusaha mencari keberadaan Rara, tapi di kosan tidak ada bahkan di rumah sakit tempat temannya di rawat pun tak ada. Dan Al ada di resort, kudatangi Al saja.

__ADS_1


Sampai di resort segera kutemui Al di ruang kerjanya, saat pintu di buka kulihat ada Rara di dalamnya. Mereka sedang ngobrol.


"Ada apa?" tanya Al.


"Kak dan Rara lihat ini." kuputar rekaman video dari klinik Zayn tadi sampai selesai.


"Jadi bagaimana?" tanya Al.


"Kak, kita selama ini bersama Luna karena kasihan orangtuanya sudah tidak ada dan dia keturunan orang yang mengidap sakit mematikan yang jarang sampai usia tiga puluhan. Lihatlah kakaknya hanya sampai usia dua puluh lebih mati, efek sakit anehnya dan Luna ini anak terakhir."


"Selebih itu kita tidak pernah menganggapnya apa-apa, termasuk soal hubunganku itu. Dia memberiku obat perangsang diam-diam, jujur aku melakukan itu dibawah sadarku." jelasku panjang kali lebar.


"Kamu kira aku bisa percaya?" tanya Rara.


"Ra, aku menjelaskan kejujuran ini. Tapi aku tidak bermaksud apa-apa, terserah keputusanmu tapi kejujuran itu penting."


"Apa motif Luna melakukan itu?" tanya Al.


"Entahlah, tapi ia pernah meminta bagiannya dari sebuah resort. Setahuku resort itu proyek baru kita."


"Apakah resort ini yang kamu maksud?"


"Iya, kak."


"Bearti siapa yang kerja sama dengan Luna?" lagi Al bertanya.


"Entahlah, kakak mengenalnya dan tiga sahabatku juga berteman dengan Luna. Tinggal Tuhan menunjukkan pelakunya."


Kulihat Rara menatap Al, tapi Al tetap tenang. Jika ia punya kartu jockernya, maka ia akan panik. Tapi aku tak tahu tenang ini apakah sifat murni tenang, atau ia ikut bermain peran.


Tapi tak mungkin Al ikut serta karena ia tidak pernah bermasalah denganku dan tak mungkin kakak kandung membuat adiknya berada dalam kemelut yang rumit ini.


"Baiklah, aku hanya ingin bilang itu saja. Selanjutkan aku akan mencari tahu orang yang bekerja sama dengan Luna, berani membuat kemelut dalam rumah tanggaku." ungkapku yang langsung segera pamit.


Aku sama sekali tidak meminta Rara ikut, diriku memilih mengungkap masalah ini dulu. Semoga ia tidak merepotkan kakakku seperti sikap tengilnya. Kulihat ponselku sambil berjalan menuju parkiran, tak ada satu chating atau panggilan dari Luna. Aku tersenyum melihat ponselku, Luna mulai takut.


Selama ini dibaik-baikkan tidak tahu terima kasih, lihatlah jika seorang Rangga Ryuga Winata benci. Dia tidak akan sudi kenal dengan pengganggu.


Sampai di sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, kritik saran end tips happy reading ...

__ADS_1


💋💋💋


__ADS_2