GAIRAH CEO

GAIRAH CEO
Kemarahan CEO


__ADS_3

Hai Kaka semua terimakasih sudah memilih novel ini dan mau baca sampai part ini semoga suka dengan perjalanan cerita Rara sama ceo hot, happy reading Kaka ...


💋💋💋


Sampai di kantor CEO segera mandi dan ada lelaki berjaz hitam bertubuh kekar seperti bodyguard menyerahkan pakaian untuk CEO. Aku hanya diminta mengharumkan ruangan saja.


Kini CEO sudah sangat tampan, terlihat tersenyum bahagia menunggu seseorang. Aku dibiarkan duduk di sova putih sembari melihat CEO girang bukan main.


Hatiku mencoba menebak apakah pujaan hati CEO itu akan datang hari ini, sebentar lagi atau ada pertemuan dengan kliennya. Tapi senyumannya sungguh memikat hati.


Kualihkan pandanganku tak ingin larut dalam dilema, meski sudah bercinta diantara kami tiada ikatan dan kini dia akan memulai percintaan serius.


Triiiing!


Telepon kantor CEO berdering, ia mengangkatnya segera dan langsung melirik kepadaku. Kulihat CEO membiarkan gagang telepon terbalik di atas nakas kerjanya dan setengah berjalan cepat menuju ke arahku.


Triiiiing!


Ponsel CEO berdering. Terlibat pembicaraan dengan wartawan sepertinya karena menyatakan media siaran televisi mengabari keberadaan mereka terhalangi macet.


Wajah CEO sedikit kesal menerima pernyataan wartawan itu, kini ia menarik nafas panjang sepertinya CEO mencoba menahan emosi.


"Ra, kamu berdiri di balik tirai itu dan silent ponselmu karena saya tidak mau Luna terganggu dengan kehadiranmu. Ini moment special dan juga pinjam cincinnya, karena ini mendadak setelah ini kita ke toko berlian kugantikan untukmu."


Aku tak bersuara segera menyerahkan cincin yang seharusnya memang menjadi milik Luna, kini berapa detik lagi akan sampai pada tuannya.


Aku menuruti titah CEO, dari balik tirai kulihat CEO mengambil bunga di atas meja yang semalam sudah kusiapkan memang untuk Luna.


Tak berapa lama Luna datang, terdengar CEO mengajaknya berdiri di dekat Sova tepatnya di hadapanku yang diam-diam menatap hal menyakitkan.


Bukan karena cinta tapi merasa tak bisa mendapatkan tanggung jawab jika CEO sudah melamar Luna, mereka akan menikah. Begitu memilukan.


Lelaki tampan itulah perenggut kehormatanku, tapi aku tidak dihargai. Diriku dianggap pemuas nafsu saja. Tidak dihargai sama sekali.


Demi seorang Luna pun CEO tidak mengizinkanku istirahat, setelah lelah melayani hantaman paksaannya semalam. Sungguh tak sanggup menjelaskan luka hati saat ini.


"Kenapa kamu tidak memakai gaun yang aku kirimkan itu ?"


"Aku tidak suka dengan modelnya, terlalu tidak memenuhi standar bagiku."


CEO tersenyum dan menyerahkan bunga pada Luna.


"Kenapa kamu memaksaku datang ?"


Terlihat Luna memainkan ponselnya dan tak menghiraukan pemberian CEO.

__ADS_1


"Aku sampai tidur di kantor menunggumu dan baru sekarang kamu datang. Aku selama ini menyimpan perasaanku dan saat ini akan kukatakan, aku menyukaimu maukah kau menjadi tunanganku ?"


CEO menyerahkan bunga yang tadi tak direspon Luna bersamaan dengan berlian yang menginap satu malam di jari manisku.


"Apa ? Mengajakku tunangan ? Kamu jangan main-main Ngga !" Luna meninggikan intonasinya dengan mata sinis menatap CEO.


"Sudahlah aku pulang saja, kukira ada hal lain!" Luna berbalik akan meninggalkan CEO.


"Na jawab apakah kamu mencintaiku ?" Teriak CEO.


"Aku sudah punya pilihan dan itu bukan kamu!"


Klek!


Gorr!


Luna menutup keras pintu ruang kerja CEO dan meninggalkan CEO berdiri mematung memegang bunga dan cincin berliannya.


CEO membanting bunganya dan menginjaknya sampai hancur, kemudian CEO duduk di atas sova, memejamkan matanya dan bersender melepas kesedihan dalam raut wajahnya.


Bahwa orang yang ia cintai sudah punya pilihan lain, begitu menyakitkan. Kubayangkan dulu saat Ariel mendekati Siska kukira mereka saling jatuh cinta, diriku percaya aku pasti terluka.


Nyatanya salah Ariel mendekati Siska untuk mencari celah di hatiku yang sesungguhnya memang sudah menyukainya. Seperti itulah CEO merasa sebaliknya menganggap cinta nyatanya bertepuk sebelah tangan.


Triiiiing!


CEO kembali duduk memijat dahinya seperti memikirkan sesuatu. Sepertinya para wartawan yang tadi sudah datang karena memang orang seperti CEO disororti media sebagai CEO muda bergelimang harta.


CEO melirikku dan lalu mengambil ponselnya.


"Bawa gaun cantik dan alat make up lengkap, bawa gaun jangan cuma satu tapi banyak pilihan. Ingat gaun yang baru karena aku akan membelinya. Wanitaku bertubuh kecil, sekarang jika telat maka akan menggantikannya dengan dolar!" Titah CEO pada yang ditelepon.


Apa lagi yang CEO rencanakan. Kulihat berkali-kali CEO melirikku, apakah dia akan berhasrat lagi. Apakah orang patah hati akan bernafsu. Menakutkan.


"Hello Bebeb Rangga Ryuga Winata."


CEO dicium pipinya oleh seorang disainer papan atas yang memiliki tubuh seksi big. Kak Igun benarkah itu dia yang ditelepon CEO tadi. Perancang busana artis terkenal internasional.


"Mana nih ceweknya biar gue dandanin."


"Itu," CEO menunjuk ke arahku.


"What? Ngga, Lo apain cewek lo suruh ngumpet di sini."


Igun membuka tirainya, aku menunduk merasa segan. Igun menyentuh daguku dan mengangkat wajahku lalu menatap wajahku.

__ADS_1


"Lo suka cewek muda ya Ngga ?"


"Hmmmm," CEO hanya mendeham.


"Yuk kita dandan dan coba gaunnya cantik."


Aku tersenyum dan menuruti ajakan Igun. Dalam kamar mandi diriku ganti gaun yang sesuai dengan tubuhku yang kecil.


"Rangga ganas Lo ya udah ngekissmark cewek lo!" Teriak Igun.


CEO tak menjawabnya. Aku terdiam karena di rumah tak kulihat kondisi leherku ada kissmark dari CEO. Aku baru tahu setelah Igun berteriak. Kini Igun menutupi kissmark dengan alat make up dan diriku mengenakan wig panjang agar tidak begitu nampak bekas dari CEO.


Karena kata Igun sangat membekas kissmark dari CEO dan ada berapa. Diriku dalam kebingungan apalah maksud dari CEO ini.


Kini diriku keluar menemui CEO, melihatku membuat CEO fokus menatapku. Dia terpaku dan tak bisa memandang ke lain tempat.Lalu CEO bangun dengan senyum mereka.


CEO meminta Igun segera ke luar meninggalkan kami. Lalu CEO menyentuh kedua tanganku dan memintaku duduk di sova.


CEO membisikkan sesuatu dalam telingaku membuatku syok. Bahwa pertunangan akan segera ia lakukan dan tunangannya bukan Luna tapi adalah aku. Apa aku tidak salah dengar. Apa ini mimpi.


Tadi terlihat CEO kecewa cintanya ditolak pujaan hatinya yang sudah memilih orang lain. Kini CEO sedari yadi mampu menahan kemarahannya bahkan CEO melakukan hal diluar akal sehatku. Entah ini keterpaksaan atau balasan CEO kepada wanita itu.


Para wartawan diizinkan masuk hanya untuk meliputi dan CEO melarang wajahku go publik karena ada saatnya go publik. Yang melanggar akan menerima denda nilai tinggi dari CEO.


Pertunangan pun dimulai. Diriku mengikuti semua intruksi dari CEO. Airmataku tumpah ketika CEO memakaikan cincin berlian itu ke jari manisku. CEO dengan lembut mengusap airmataku.


Disaksikan semua media masa CEO mengecup dahiku dan mengecup bibirku membuatku semakin menangis lalu CEO memelukku dengan erat. Kali ini kubalas pelukan CEO, kupeluk sekuatnya terasa tak ingin terpisahkan.


Selesai acaranya para mediamasa bubar, CEO tetap mengusap airmataku dan seakan menanyakan kenapa aku menangis.


Tok!


"Masuk."


Pintu dibuka, CEO berhenti mengusap airmataku dan berbicara dengan tamu itu sebentar lalu terlihat CEO membuka lacinya dan membuka laptopnya, ada hal penting yang ia cari.


Tamu itu mendekati CEO dan menatapku lalu tersenyum dan berhenti saat kami berpas-pasan. Kuingat dialah yang dulu menabrakku. Lelaki tampan bernama Al.


"Saya Al," Al menyodorkan tanganya padaku.


Kusambut tangan lelaki itu.


"Dara Samudera," CEO yang menjawabnya.


CEO mengenalkanku dengan lelaki bernama Al itu dan membuatku tersenyum. Orang ini memiliki hubungan special yang kurasa karena CEO sudi mengenalkan diriku, sedangkan di depan mediamasa tadi CEO merahasiakan identitasku.

__ADS_1


Sampai di sini dulu ya kaka dan lanjut ke part selanjutnya,jangan lupa ya Kak jejaknya like, vote, kritik saran end tips happy reading ...


💋💋💋


__ADS_2